Menaker Ida Fuziyah Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Herianto

Herianto dirawat di RS Mampang Prapatan Jakarta Selatan

Oleh Asyari Usman | Jurnalis Senior, Pemerhati Sosial Politik

SESIBUK apa pun juga, Menteri Tenaga Kerja Ida Faiziyah tidak pantas mendiamkan mogok makan Herianto yang kini mengancam jiwanya. Dia dilarikan ke rumah sakit karena kondisi yang sangat lemah. Sempat keluar darah ketika BAB. Ini pertanda Herianto dalam keadaan kritis.

Dalam kondisi lemah, Herianto masih bisa memperhatikan gerak mobil dinas Bu Menteri. Menurut pekerja korban cacat permanen di tempat kerja tanpa keadilan itu, dia melihat mobil Bu Menteri keluar dari kantor Kemenaker pada waktu sore di hari ke-4 dia mogok makan.

Herianto ingin ditemui langsung oleh Ida Fauziyah. Tetapi, hingga hari ini belum juga disambangi.

Masih pantaskah “sangat sibuk” untuk dijadikan alasan? Kayaknya itu keterlaluan. Bu Menteri tak punya hati. Tak punya empati.

Herianto dalam kondisi kritis. Tidak salah kalau disebut bahwa Menaker bertanggung jawab penuh atas keselamatan pekerja asal Ciamis, Jawa Barat, itu. Sebab, Herianto jelas melancarkan aksi protes ke kantor Kemenaker. Dan siapa lagi kalau bukan Menaker Ida Fauziyah yang harus merespon tuntutan keadilan dari Herianto.

Pria 46 tahun ini adalah mantan pekerja PT Bumi Hutani Lestari. Herianto mengalami kecelakaan ketika berada di tempat dan jam kerja. Dia meminta agar Kemenaker menghukum perusahaan ini. Pada 2015, kata Herianto, perusahaan melakukan pelanggaran terhadap hak-haknya sebagai pekerja. Kemudian, sejak 2017 dia melakukan upaya prosedural untuk menuntut keadilan tetapi selalu gagal.

Herianto tak menyerah. Pada 25 Juli dia melancarkan mogok makan di depan Kemenaker. Tetapi Bu Menteri tak menghiraukannya. Memang ada utusan dari Kemenaker yang mendatangi Herianto namun bagi pria yang beprinsip keras ini upaya ini hanya basa-basi.

Kita tidak tahu apa yang di dalam benak Menaker Ida Fauziyah. Tapi, kita bisa pastikan bahwa tidak ada lagi alasan “sangat sibuk”. Nyawa Herianto terancam.

Seharusnya Bu Menteri menunjukkan kepekaan terhadap kondisi Herianto. Dan kepekaan terhadap tuntutan mulia yang tidak hanya untuk kepentingan dirinya sendiri melainkan juga untuk kepentingan kaum pekerja pada umumnya.

Ida Fauziyah harus melihat perjuangan Herianto ini adalah perjuangan untuk rakyat, khususnya kalangan pekerja kasar yang selalu dilecehkan oleh kalangan korporasi besar. Bu Menteri wajib berterima kasih kepada Herianto. Dia mengambil segala risiko demi keadilan untuk semua pekerja yang rentan mengalami kecelakaan kerja.

Menaker hadir untuk melindungi pekerja, bukan untuk melindungi perusahaan. Tetapi, rakyat bisa paham kalau sekarang ini pemerintah lebih sibuk melindungi korporasi.

Politik pemerintah, termasuk Presiden Jokowi, sejak awal memang politik pro-korporasi. Di level tinggi, Presiden Jokowi lebih sibuk melayani oligarki bisnis ketimbang melayani rakyat.

Tak heran, kalau di level korporasi kemudian kalangan perusahaan menengah-besar bertindak sewenang-wenang terhadap pekerja mereka. Herianto adalah salah satu korban kesewenangan itu. Mereka merasa kebal hukum. Merasa bisa sesuka hati.[]

259

Related Post