Kasus MeMiles, “Kapolda Jatim Permalukan Polisi”

By Kisman Latumakulita

Yth. Pembaca setia Portal Berita FNN.co.id yang budiman, khususnya member MeMiles,,,

Dengan Hormat !!!

Mengingat tulisan dengan judul “Kasus MeMiles, Kapolda Jatim Permalukan Polisi” kini punya frekwensi pembaca yang tinggi. Sejak ditayangkan Jum’at sore 31 Januari 2020, sekitar pukul 16.00 WIB sampai saat ini Senin 3 Februari 2020, pukul 15,18 WIB telah dibaca 16.855 kali. Dan yang memberikan tanggapan sebanyak 242 kali.

Dari jumlah tanggapan yang masuk, sekitar 99% menyatakan sangat sangat dan sangat diutungkan dengan adanya MeMiles. Sebaliknya, hanya sekitar 1% menolak kehadiran Memiles. Mereka yang yang menyatakan diuntungkan perekonominan mereka, terutama ibu-ibu para janda yang menanggung dan menghidupi sendiri anak-anaknya, yang jumlahnya antara 2-5 orang

Berkaitan dengan itu, Redaksi Portal Berita FNN.co.id telah memutuskan untuk melanjutkan tulisan MeMiles tersebut dari berbagai sudut pandang. Misalnya, 1. aspek hukum secara keseluruhan, khususnya dari sudut pandang tata negara, 2. kaitan dengan persaingan di pelaku bisnis top up, 3. skema piramida ponzi, 4. dampak keberadaan dan penutupan MeMiles terhadap perekonomian nasional, khususnya 270.000 an para member MeMiles.

Untuk itu, kami sangat membutuhkan data-data untuk mendukung penulisan nanti. Misalnya, akte pendirian PT. Kim and Kim, SIUP PT. Kim and Kim, SITU PT. Kim and Kim dan NPWP PT. Kim and Kim. Begitu juga dengan cerita-cerita para members tentang manfaat atau keuntungan yang sudah didapat dari menjadi members MeMiles

Data-data tersebut sangat penting bagi kami. Tujuannya, untuk menghindari kami menulis dengan sebutan “mengarang bebas dotcom”. Artinya, tulisan yang kami tulis tidak diperkuat dengan data-data pendukung yang memadai.

Kalau punya data dan cerita tentang MiMiles, tolong japri ke Kisman Latumakulita, telepon/WA 0813-87517000 atau Sri Widodo, telepon/WA 0812- 82312841

Terima kasih atas kesediaannya. Semoga bisa bermanfaat menolong dan membenatu, amin amin amin

Salam Hormat !!!

 

Jakarta, FNN – MeMiles, yang disebut sebagai aplikasi investasi,  menghebohkan Indonesia. Perkaranya sederhana. Investasi ini dianggap bodong. Tetapi entah bagaimana tersiar kabar terdapat sejumah selebriti ikut di dalamnya. Bahkan Ari Sigit, seorang keluarga Cendana disebut ikut dalam investasi ini.

Ari, dalam berbagai berita, telah mendapat mobil dari keikutsertaan di Memiles. Entah sebagai komisi atau bonus. Tidak hanya Ari, selebriti lain, bahkan politisi di Senayan juga ikut berinvestasi di MeMiles. Politisi ini, dalam sejumlah berita mungkin akan diminta keterangannya oleh penyidik.

Gali lobang tutup lobang. Begitulah sebagian orang menyebut pola ini, entah investasi atau bukan. Uang dari anggota baru, dipakai menutup uang dari peserta sebelumnya. Begitu katanya. Namun apa iya begitu? Disitu soalnya. Hanya dalam delapan bulan PT. Kam and Kam yang menyelenggarakan MeMiles  telah berhasil meraup uang dari anggotanya sebanyak Rp 750 miliar.

Pada saat penangkapan, penyidik berhasil menyita uang sebesar Rp 122 miliar. Luki Hermawan, yang berpangkat Irjen Polisi, dan menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur menyebut selama delapan bulan beroperasi, MeMiles berhasil menarik sebanyak 264 ribu anggota (Liputan6.com 18/1/2020).

Sistem kerja invesatasi ini, setiap anggota yang berhasil merekrut anggota baru mendapat komisi dan bonus dari perusahaan. Jika ingin memasang iklan, anggota harus memasang top up, dan dana dimasukan ke rekening PT. Kam and Kam.

Dengan melakukan top up, anggota bakal memperoleh bonus bernilai besar. Dana yang masuk antara Rp 50.000. (lima puluh ribu rupiah) hingga Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah). Anggota banyak tergiur karena bonus yang bakal (Liputan6.com 18/1/2020).

Masalahnya adalah apa betul orang yang “katanya” top up Rp 50.000 atau Rp 200.000, benar-benar memperoleh bonus? Terlepas dari apapun bentuknya. Bila bonus atau reward berbentuk barang seperti mobil, motor, hand phone tentu bisa disita. Tetapi bagaimana bila yang diterima sebagai bonus itu bentuknya umroh? Bagaimana menyita umroh?

Itu masalahnya. Itulah soalnya, yang mau tidak mau Pak Kapolda harus menjelaskannya secara rasional. Apalagi dalam kasus ini sesuai berita yang beredar, ada kemungkinan diterapkan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Ini semakin menambah persoalan baru lagi.

Ini berarti Kapolda harus dapat menjelaskan bahwa bonus atau reward yang diterima mereka itu adalah uang illegal. Mereka yang telah menerima bonus dan sejenisnya itu adalah bagian integral dari perbuatan kejahatan. Itu berarti Kapolda harus dapat pastikan bahwa usaha ini illegal.

Ada orang tergiur dengan bonus sehingga berlomba menjadi anggota MeMiles. Apakah bonus sebagai godaan itu  salah? Ini juga persoalan lain Pak Kapolda. Tetapi yang paling penting adalah apakah orang-orang itu benar-benar mendapat bonus atau apapun namanya dari uang top up, yang menurut berita di atas masuk ke dalam rekening PT. Kam and Kam yang menyelenggarakan apilkasi investasi itu?

Ini semakin rumit Pak Kapolda. Kenapa menjadi rumit? Apakah dengan beli atau top up itu sama dengan berinvestasi? Bila itu investasi, apakah sebelum top up mereka telah dijelaskan bahwa dengan menaruh uang disini, dan anda akan dapat uang berlipat-lipat?

Meski demikian, lupakah pembicaraan yang menunjukan bahwa PT. Kam and Kam meyakinkan atau mengajak orang berinvestasi. Persoalannya bila mereka mendapat manfaat, bonus atau reward atau apapun namanya lebih besar dari uang yang di top up tersebut.

Apakah mendapatkan dengan keuntungan yang lebih besar dari modal dikeluarkan itu adalah salah Pak Kapolda? Padahal mereka, anggota-anggota tersebut merasa ini masuk akal. Taruh uang kecil, tetapi pada saat tertentu dapatnya lebih banyak. Kan itu masuk akal Pak Kapolda.

Bila begitu adanya, apanya yang salah Pak Kapolda? Dimana letak bohongnya? Dimana letak kerugian orang yang melakukan top up? Kalau tidak top up, bagaimana mereka bisa pasang iklan di market place?, Lalu soalnya barang apa yang diiklankan, dan punya siapa barang itu?

Kalau barang yang diiklankan itu punya anggota, dan melalui iklan tersebut barangnya ternyata dapat dibeli orang. Lalu apanya yang salah Pak Kapolda? Dimana posisi kerugian anggota Pak Kapolda?

Sebagai jurnalis yang memulai karir di bidang ekonomi, dari Harian Ekonomi NERACA, dan sering meliput di Pasar Modal, kasus ini menjadi menarik. Apalagi penydik menggunakan pasal 24 jo pasal 106 dan pasal 105 jo 9 Undang-Undang  No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Kabar terakhir, pinyidik Krimsus Polda Jawa Timur juga menggunakan pasal 46 ayat (1) dan ayat (2) jo pasal 16 ayat (1) Undang-Undang No. 10 tahun 1998 Tentang Perubahan Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan dalam kasus MeMiles ini (Kompas, 16/1/2020).

Kalau dicek pasal 106  jo pasal 24 dan atau pasal 105 jo psl 105 Undang-Undang No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, itu bercerita tentang perdagangan tanpa izin. Sedangkan khusus pasal 9 jo pasl 105 itu bercerita tentang perdagangan dengan skema berjenjang.

Kalau perdagangan tanpa izin, maka yang bertanggung jawab adalah yang melakukan perdagangan itu. Itu berarti, anggota yang melakukan top up, sama dengan membeli jasa yang didagangkan oleh pedagang. Pedagang dalam hal ini adalah PT. Kam and Kam.

Orang yang membeli atau top up, mungkin mengajak orang lain untuk ikut top up. Apakah dengan mengajak orang lain ini masuk dalam kategori skema perdagangan berjenjang? Bagi saya ini persoalan lain yang semakin serius Pak Kapolda. Ini bukan persoalan kecil.

Kalau beli atau top up, yang tak tahu bahwa pelaku perdagangan itu tak memiliki izin, atau perdagangan itu bersifat skema berjenjang, apakah orang ini juga salah? Orang yang tidak tahu hal-ihwal perusahan, ikut disalakan? Mereka membeli dari pedagangan yang menjalankan usahanya tanpa izin.

Pak Kapolda tolong tunjukan, ada aturan hukum di planet mana, bila orang yang mau membeli sesuatu barang harus memperoleh izin terlebih dahulu sebelum membeli? Kalau sampai itu terjadi, bisa rusak tatanan pedagangan dan ekonomi bangsa ini Pak Kapolda. Indonesia bakal menjadi negara dengan sistem perdagangan paling aneh di muka bumi ini, karena membeli harus dengan izin.

Pak Kapolda Jawa Timur sebaiknya membaca lagi berulang-ulang Undang-Undang No. 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan. Sebab di undang-udang perdagangan ini, tidak ditemukan ada satu pasalpun yang mengatur izin bagi pembeli. Atau pembeli harus mendapatkan izin terlebih dulu sebelum membeli.

Rasanya tidak masuk akal, harus menghukum pembeli, Pak Kapolda. Hanya karena membeli barang dari usaha yang tidak punya izin. Walau bukan sarjana hukum, rasanya tidak mungkin menyalahkan pembeli yang membeli barang dari pedagang, termasuk perusahaan yang menjalankan usaha tanpa izin usaha.

Sebaliknya kalau usaha ini dikatakan usaha perbankan, menghimpun dana masyarakat tanpa izin, maka persoalannya juga sama. Yaitu bukan nasabah yang harus diminta bertanggung jawab. Menurut saya yang harus tanggung jawab adalah yang menyelenggarakan usaha perbankan itu.

Memang sekilas orang bisa menyatakan atau menyamakan usaha Kam and Kam itu layaknya usaha perbankan. Tetapi menurut saya ini juga menjadi persoalan lain. Tidak ada instrument, misalnya deposito, kliring, penarikan uang melalui ATM, atau penarik secara manual, atau lainnya sebagai lazimnya unit usaha perbankan.

Uang memang masuk ke rekening PT. Kam and Kam, tetapi rasanya tidak tepat disebut usaha ini sebagai usaha perbankan. Tidak mungkin, karena tidak ada uang yang ditarik seperti penarikan uang di bank. Kalau diperhatikan berita-berita yang dikutip di atas, seperti uangnya anggota yang dipakai untuk top up, tidak lagi menjadi miliki pembeli top up. Jadi bagaimana disamakan dengan usaha perbankan?

Dalam usaha perbankan uang nasabah, sampai kapanpun tetap sebagai uang nasabah. Itu sebabnya nasabah dapat menarik, dan mengambil kembali uang itu kapan pun nasabah mau. Inilah yang saya sebut kasus ini sangat menarik Pak Kapolda.

Anehnya lagi, uang yang disita ditujukan kepada masyarakat. Nah ini juga menarik Pak Kapolda. Yang saya tidak mengerti adalah uang yang disita itu sangat besar nilainya. Besarannya mencapai ratusan miliar. Bukan soal sitanya dan besaran atau jumlah uang disita. Bukan itu Pak Kapolda.

Yang menjadi soal adalah uang yang disita tersebut. Dengan jumlahnya yang sangat luar biasa besar itu dibawa ke Polda Jawa Timur. Ditunjukan kepada publik sebagai barang sitaan. Rasa-rasanya tidak begitu juga Pak Kapolda.

Yang saya tahu, sebagai wartawan yang beralih meliput di bidang hukum dan politik, terutama ketika di Majalah FORUM Keadilan, sita uang di bank dilakukan hanya dengan cara memblokir rekening para tersangka. Uangnya tidak diambil atau dikeluarkan dari bank, seperti yang dilakukan Polda Jawa Timur. Uangnya tetap dibiarkan di rekening itu dengan status disita.

Ada soal lain lagi Pak Kapolda. Yaitu penyitaan terhadap mobil. Yang saya tahu, hanya mobil yang telah disita. Yang menarik adalah jumlah mobilnya tidak seberapa. Kalau tidak salah tidak lebih dari enam unit mobil. Soalnya mengapa hanya mobil yang disita.

Penyidik Krimsus Polda Jatim tahu bahwa ada mereka yang melakukan top up itu dapat mobil, motor dan hand phone, bahkan ada yang dapat umrah. Mengapa motor, hand phone, dan lainnya tidak disita Pak Kapolda. Kalau jumlah anggotanya dua ratus ribu lebih, tentu motor dan hand phone, harusnya telah banyak. Nah yang motor, hand phone, dan umroh disita apa tidak Pak Kapolda?

Ini harus dijelaskan Pak Kapolda. Apa pertimbangan yang Kapolda punyai sehingga Polda Jawa Timur perlu menunjukan uang itu, dalam arti dibawa ke Polda. Saya tidak ingin bertanya tentang ditaruh dimana uang itu saat ini, karena saya yakin akan ditaruh di bank dalam status uang sitaan, atau barang sitaan. Tetapi tetap Kapolda harus jelaskan tindakan penyidiknya membawa fisik itu ke Polda.

Saya mengusulkan Pak Kapolri memerintahkan pengawas penyidikan untuk turun ke Polda Jawa Timur. Demi menjaga marwah Kepolisian yang sedang diusahakan terus menerus oleh Pak Kapolri saat ini, ada baiknya Pak Kapolri bentuk tim pengawas ke Polda Jawa Timur untuk memastikan semua tindakan penyidikan, penerapan pasal, dan penyitaan yang uangnya dibawa ke Polda, masuk akal secara hukum.

Penulis adalah Wartawan Senior

Kapolda Jawa Timur Irjen Polisi Luki Hermawan

256 tanggapan untuk “Kasus MeMiles, “Kapolda Jatim Permalukan Polisi”

  • 31 Januari 2020 pada 09:56
    Permalink

    Sungguh aneh rasanya, karena sudah sejak tanggal 18 Desember 2019 tindakan penggerebegan kantor PT Kam and Kam di Jakarta oleh Polda Jatim disertai dengan penangkapan sejumlah orang dan penyitaan asset dilanjutkan dengan Press Confrence pada awal Januari 2020 dengan berbagai tuduhan negatif terhadap PT Kam and Kam antara lain : investasi bodong, skema ponzi, dan lain lain kok baru sekarang ada pemberitaan yang tidak mendukung/ membela aparat Polda Jatim. Sedangkan pemberitaan yang selama ini disiarkan oleh berbagai media televisi, cetak dan lain lainnya selalu memojokkan MeMiles, padahal banyak keanehan dalam proses hukumnya. Ada apa sebenarnya?
    Jujur saja, saya dan sekian ratus ribu member MeMiles yang tersebar di seluruh Indonesia (dan ada juga yang dari luar negeri) merasa prihatin karena kami semua tidak merasa dirugikan oleh PT Kam and Kam, justru dengan dibekukannya kegiatan perusahaan oleh Polda Jatim menjadikan kami semua rugi besar.
    Untuk itu kami sangat berharap kasus ini segera dapat diselesaikan dengan harapan PT Kam and Kam dapat berjalan kembali sehingga harapan dari sekian ratus ribu member yang saat ini resah dan gelisah segera mendapatkan kembali harapan harapannya di Aplikasi MeMiles dari PT Kam and Kam.
    Semoga Tuhan Yang Maha Esa menolong kami.

    Balas
    • 31 Januari 2020 pada 10:28
      Permalink

      Setujuuuuuu ….
      Kami 270 ribu Member MEMILES tidak merasa dirugikan dengan adanya Aplikasi MEMILES justru sangat merasa diuntungkan dan MEMILES telah memberikan banyak keuntungan dan kesejahteraan bagi Member2nya yang telah menerima Reward.

      Justru Kami 270 ribu Member MEMILES sangat merasa dirugikan sekali dengan tindakan yang dilakukan oleh Polda Jatim, dan mengatakan Memelis Investasi Bodong.

      MEMILES bukan Investasi Bodong tapi Punya Misi memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia,

      Kami minta Polda Jatim menghentikan Penyidikan dan Penyelidikan terhadap MEMILES dengan mengeluarkan SP3 karena apa yang anda lakukan telah merugikan Masyarakat Banyak.

      Biarkan Rakyat Banyak 270 ribu Member MEMILES kembali menikmati harapan dan impiannya sukses bersama MEMILES

      Jangan biarkan Masyarakat Banyak (member) Justru Menderita dan Rugi ataa tindakan yang Anda Lakukan (Polda Jatim)

      Semoga Anda Oknum2 Polda Jatim memiliki hati Nurani melihat kepentingan masyarakat banyak (member) daripada mendengarkan dan menerima laporan dari bswgwlintir orang yang mengaku Member MEMILES padahal , kami menduga mereka adalah kelompok Manusia yang Iri Dengki (pesaing bisnis) kepada Memeils yang berkembang begitu pesat dengan memberikan Reward2 yang Pantastis dan Nyata.

      Sesuai Dengan Pesan Bpk Presiden Jokowi yang mendukung Berkembangnya system Investasi Digital

      Balas
      • 31 Januari 2020 pada 10:44
        Permalink

        #Savememiles#

        Balas
        • 31 Januari 2020 pada 12:03
          Permalink

          KAMI BERIKAN APRESIASI SETINGGI2NYA BUAT BAPAK KAPOLDA JATIM YG SANGAT LUAR BIASA CERDAS,DAN CEPAT TANGGAP DALAM PENANGANAN KASUS MEMILES INI,DAN JUGA KAMI UCAPKAN BUAT SELURUH MEDIA BAIKONLINE,CETAK DAN MEDIA TELEVISI YG SUDAH AKTIF MEMBERIKAN INFORMASI KEPADA SELURUH MASYARAKAT INDONESIA BAHKAN DUNIA…..!!!
          Kepada yth.
          Bapak kapolri Silahkan di periksa pola kerja polda jatim dlm penangan kasus memiles jangan sampai citra kepolisian hancur dimata masyarakat karna ulah oknum yg tidak bertanggung jawab…pak kapolri ingat di memiles ada hajat hidup orang banyak yg harus di lindungi,,terus terang 270 ribu member memiles resah,takut,campur aduk dg kejadian penutupan memiles oleh polda jatim,kami sebagai masyarakat berhak untuk di lindungi,buktikan bahwa polisi sebagai pengayom masyarakat yg nyata dan dapat dirasakan langsung,bukan di buat resah,dan takut,terimakasih pak kapolri atas perhatiannya.

          Yth presiden republik indonesia
          Bapak H ir joko widodo
          Salam hangat dan damai buat bapak presiden RI bapak tolonglah kami masyarakat indonesia yg saat ini ada 270 ribu yg bergabung di aplikasi iklan memiles saat ini merasa resah,takut dll
          Bapak presiden jokowi dodo bantulah untuk menyelesaikan kasus ini secepatnya dan kami 270 ribu member memiles minta secepatnya di buka kembali aplikasi memilesnya agar kami bisa beraktifitas kembali terimakasih atas perhatiannya bapak presiden republik indonesia bapak jokowi dodo.

          Dan tak lupa kami seluruh member memiles mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh wakil rakyat yg ada di DPR RI semoga bapak/ibu yg ada di DPR RI bisa membantu kami semua sebagai member memiles untuk di carikan solusinya agar tidak ada salah satu pihak yg dirugikan.

          Teruntuk kami ucapkan beribu terimakasih kepada wartawan senior
          Yth *kisman latumakulita* yg telah menjabarkan tulisannya yg sungguh luar biasa semoga ini bisa jadi ladang ibadah bapak yg tiada terhingga,kami atas member memiles 270 ribu mengucapkan banyak2 terimakasih.

          #SAVEMEMILES
          #KAMIBUTUHMEMILES
          #BUKAKEMBALIAPLIKASIMEMILES

          Balas
          • 31 Januari 2020 pada 13:31
            Permalink

            Yth bpk wartawan senior Kisman Latumakulita,
            Terima kasih diucap oleh kami member memiles 270.000 org kpd bpk atas dukungan nya..
            Semoga berhasil dan berkah dari Allah turun kehadirat mu
            Tiada yg dpt kami lakukan hanya berdoa kepada Tuhan. Amin

          • 31 Januari 2020 pada 14:04
            Permalink

            Yth bpk wartawan senior idollaku…@KISMAN LATUMAKULITA,trimakasih atas penjabaran atas masalah memiles,dan telah mewakili suara kmi selaku member,yg tidak bisa kmi suarakan ,srmoga apa yg anda lakukan menjadi ladang pahala kebaikan ,LOPE LOPE YOU PULLLLLLL,

          • 31 Januari 2020 pada 18:26
            Permalink

            Tolong dong sebarkan d media televisi jug biar semua masaraksy tau terutama anggota memiles

          • 1 Februari 2020 pada 00:50
            Permalink

            Kepada
            yth bpk presiden joko widodo
            Saya mohon bantuan nya untuk menyelesaikan masalah memiles ini agar dibuka kembali aplikasinya kami bagian dari member memiles yang mempunyai penghasilan untuk menghidupkan keluarga saya dari memiles ini smoga bpk kiranyw bisa mengabulkan permohonan ini
            trimakasih.

          • 1 Februari 2020 pada 04:28
            Permalink

            Ia kembalikan Impian Para Member Pak, kami member Memiles dari Sabang sampai Merauke meminta untuk segera dibuka kembali..Amin

          • 1 Februari 2020 pada 06:38
            Permalink

            Coba bpk kapolda jatim Dan jajarannya pelajari betul dg teliti aplikasi Memiles itu.
            Saya yakin stlh bpk2 Tau betapa manfaatnya banyak sekali buat Kita khususnya, Dan buat masyarakat Indonesia pd umumnya, pasti bapak2 bakalan ikut jadi customer deh.

            Kita Hanya top up Dan pasang iklan dagangan Kita. Jd Kita dpt untung dari apa yg Kita jual Dan dpt untung jg dari PT KAM n Kam berupa reword. Tp Kita harus sabar nunggu prosesnya bbrp Hari kerja sesuai ketentuan yg berlaku.
            Yg Kita lakukan jg selain top Dan pasang iklan, Hanya klik2 iklan diwaktu senggang. Tdk menganggu aktivitas kerja bapak, tp bpk dpt other income dari Memiles selain gaji bapak.
            Coba bapak pelajari secara detail deh.

            Customer Memiles jg beraneka profesi Dan jabatan Pak, org2 pintar semua dari sabang sampai merauke. Makanya baru bbrp bln customernya sdh mencapai ratusan ribu org. (270.000 org) Krn Memiles ini mmg menguntungkan Kita.

            Kami semua menunggu Memiles segera beriperasi lagi. Dan in shaa Allah dg kejadian ini malah akan membuat Memiles dicintai byk orang Dan Makin bertambah terus customernya Dan perusahaan Makin maju pesat Dan bisa mempercepat pemberian rewordnya. Aamiin

            AYOOO BANGKIT MEMILES…
            MAJU MEMILES…
            SUKSES MEMILES….
            BERJAYA TERUS MEMILES…

          • 6 Februari 2020 pada 00:04
            Permalink

            Terima kasih byk pak Wartawan Senior
            Sy saaaaaangaaat setuju sekali dengan kalimat2 bpk utk Memiles dengan 270 member tidak dirugikan ,yang rugi setelah ditutup kapolda Jatim.tengkyuuuuuuu

          • 12 Februari 2020 pada 12:20
            Permalink

            Sungguh luar biasa BPK Polda Jatim tapi dibalik itu BPK kasihan sama member terutama ibu janda sudah mau umroh gagal total gara2 BPK menutup memiles dan masih banyak lagi member yg dirugikan mohon BPK kembalikan hak kami

        • 31 Januari 2020 pada 12:54
          Permalink

          Buat kapolda jatim yg terhormat. Sy cm bingung sbenernya kalian ini lg cari menyelesaikan masalah or bikin tambah Dosa ya. Secara materi kapolda tdk dirugikan justru sebaliknya member dirugikan dgn tindakan bpk2, reward2 memiles bkn dana pemerintah apalagi dananya polda jatim. Knp sih urusan sepele kalian2 besar2kan toh memiles semua transparan. Hellloooo polda jatim kurang kasus sehingga kasus memiles yg jelas aplikasi advertising kalian paksakan investasi bodong + penyalahgunaan perbankan. Kaian tau tdk hukuman Allah lebih dahsyat dr hukum dunia yg kalian buat2, jgn suka mempersulit yg menjadi hajat hidup org bnyk. Kl pernah sy dger kalian bertanggung jawab secara moril. Itu morilnya siapa pak kapolda….?? Atau kalian sdh tdk takut dgn hukum & Azab Allah buat kalian polda jatim & jajarannya..!!!

          Balas
          • 5 Februari 2020 pada 16:52
            Permalink

            Aduuuh…kalah lieur emak mah.
            Kalimat investasi bodong terus diulang ulang.
            Media juga menggerus, menggoreng dan menelan mentah2.
            Cobalah anak2ku…
            kalian yang muda2, para intelektual, para ahli hukum, ahli ekonomi,dll…
            Sebelum berstatement, berargument ttg Memiles, coba kenal dulu apa itu Memiles,bagaimana, spt apa
            Bisnis Plannya…???…
            Jgn karena curiga, trus menduga duga dan akhirnya berprasangka buruk.
            Emak nih member memiles,…denger memiles investasi bodong dan merugikan kok ya ga terima, soalnya emak ga invest dana dan gak ngerasa dirugikan, tuh…
            Malahan, pas Memiles dikasuskan emak jd rugi,…dah bayar slot iklan, aplikasi ga bisa dibuka, akhirnya apa yg mau diiklankan jd mandeg.
            Biasanya ada dagangan apa aja diklankan di aplikasi memiles, ada sandal,sepatu, daster, bahkan barang2 second sampai jual tanah dan rumah.
            Bapak2 Polda Jatim yg terhormat, sy ga bilang kalo tindakan Bapak2 memalukan institusi POLRI…tapi dalam kesempatan ini saya memohon,…jangan masalah yg Bapak2 buat ini berlarut larut.
            Ini menyangkut hajat hidup ratusan ribu
            Jiwa yg Bapak hentikan usahanya, Bapak buyarkan harapannya…
            Tolong cabut perkaranya Pak, biar memiles jalan lagi, …biarkan kami menata kehidupan kami bersama MEMILES.

        • 31 Januari 2020 pada 19:54
          Permalink

          Kapolda jatim Mata duitann…woi top up klu mau dapat reward jgn nyolong hak kamii

          Balas
        • 31 Januari 2020 pada 21:31
          Permalink

          Polda Jatim!! Hidupkan kembali Memiles!!
          Semua keterangan tentang Memiles sdh kami jelaskan, knp msh keukeuh dipertahankan?! Seolah ingin menguasai Aset Memiles!!
          Apa krn setumpukan uang, sehingga anda gunakan berbagai akal bulus!!??

          Balas
        • 1 Februari 2020 pada 04:31
          Permalink

          Terimakasih pak atas dukungannya..kami member memiles tdk pernah merasa dirugikan…justru sebaliknya Kapolda Jatim lah yang merugikan kami

          Balas
        • 1 Februari 2020 pada 05:39
          Permalink

          Kami korban penutupan dan berita yang masif melalui TV, dan ada beberapa member meMiles ditelpon dari (031) 99….tppup Rp 2 JT kenak pasal TPPU, 250 rb member meMiles masuk penjara? Terima kasih

          Balas
      • 31 Januari 2020 pada 11:33
        Permalink

        Pak Kapolri, Mohon dikaji ulang tindakan Kapolda Jatim dan jajarannya.

        Siapa 270 rb member yg disebutkan Pak Kapolda sbg korban? Dan kerugian yg dimaksud yg mana?

        Kami tdk bisa mendapatkan hak2 kami sbg member akibatnya penutupan aplikasi.

        Media trs menggiring opini publik bahwa MeMiles itu investasi, ilegal dll yg berbau negatif.

        Tolong berikan kesempatan kpd kami para member yang bukan sbg korban.

        Media tlng berimbang dlm penyampaian berita dan informasi.

        Oiya, apakah uang yg di Polda Jatim msh utuh jumlahnya pak Kapolda? Perlukah diiaudit ?

        Smoga Indonesia dipimipin oleh org2 yg takut akan Tuhan, yg jujur dan mengayomi rakyat. Amin

        Balas
        • 31 Januari 2020 pada 12:18
          Permalink

          Sy sebagai member tdk merasa di rugikan oleh PT. Kam and Kam dgn aplikasi bisnisnya yaitu MeMiles, justru dgn ditutupnya bisnis aplikasi MeMiles ini oleh Satgas OJK & Polda Jatim malah merugikan saya & menjadi korban shg semua impian -impian saya yg ngin membantu dan menolong orang-orang miskin dan pengangguran tdk bs terwujud.
          Satgas OJK & Kapolda Jatim beserta anak buahnya telah berbuat dzolim.

          Balas
          • 1 Februari 2020 pada 03:31
            Permalink

            Semoga mem.iles hidup kembali sebetulnya mereka takut untuk bicara benar…perbuatan iri dan dengki serta nggak sanggup usaha serta masalah agama yg sok agamis tp tukang porot nkri..tp nggak ikut memiles..byk rakyat jg yg benar luar memiles jg mendukung memiles diadakan kembali sebagai media pendukung anti korupsi..spy pembangunan dilanjutkan lewat mengangkat keberadaan anggotanya toch tidak merugikan rakyat..apalagi nantinya memiles bisa kerjasama dg google…semoga pencitraan memiles bisa menggalang rakyat yg selalu acuh angkuh bahkan mandang sebelah mata terhadap pekerjaanku yg cmn sales kecil bahkan semua koruptor makin menjadi jadi…itulah mestinya tugas labskrim..kasian buat janda dan yatim tunggulah penyantun mu akan buka lagi…semog penyitas NKRI ini bisa diidupkan lagi saat rakyat jg pemerintah..tidak byk peduli dan apatis..smg iman
            .tidak menjadi keluhan utk membangun

          • 6 Februari 2020 pada 13:07
            Permalink

            sebenarnya kasus ini sangat sedehana kalau kapolda jatim betul2 mau melindungi member 270 ribu itu kan sda jelas bahwa member tdk merasa di rugikan artinya pak kapplda sda harus menyatakan sikap bahwa memiles bukan bodong karna member tdk merasa di rugikan agar masyarakat tetap percaya sama polda jatim👍👍👍

        • 31 Januari 2020 pada 19:59
          Permalink

          Kapolda jatim Mata duitann…woi top up klu mau dapat reward jgn nyolong hak kamii Apalagi matikan usaha iklan kami rakyat kecil….moral mu mana pak kapolda???

          Balas
          • 1 Februari 2020 pada 19:03
            Permalink

            Saya haerudin tidak merasa dirugikan pak, justru kami sangat sabar menanti apa apa peraturan
            Dari memiles, pak kapolda jawa timur yg sangat membuat kami rugi karena ditutup aplikasinya

        • 31 Januari 2020 pada 20:17
          Permalink

          Semoga yg dijadikan kasus pada akhirnya selesai tanpa ada yg dirugikan.Karna sebagai member memiles,keinginan kita satu,yaitu dapat sesuai reward yg kita pilih sesuai dg ketentuan top up pd saat itu.Semua rakyat Indonesia pasyi ingin sejahtera seperti memiles yg mensejahterakan membernya.

          Balas
          • 31 Januari 2020 pada 23:58
            Permalink

            SuratKU untukMU Bapak KAPOLRI
            TULISAN INI MEWAKILI SEMUA SUARA HATI DAN UCAPAN LISAN SELURUH MEMBER DI INDONESIA,
            BAPAK KAPOLRI YG DIHORMATI ,
            * Ketika Memiles mulai berkiprah di negeri ini, apakah Negara dirugikan? Dan jika dirugikan tolong di jelaskan lewat Media TV nasional
            * Berapa banyak Rakyat atau MasyarKat yg sdh Tertipu dan Dirugikan?
            * Apakah pihak Departemen Kepolisian pernah menghitung berapa banyak Member yg Telah dirugikan dari akibat Tindakan over dosis dari Kepolisian, Kerugian pertama, Member yg seharusnya sdh akan menjalankan Umroh harus batal, liburan keluarga kecil yg mungkin Rakyat yg blm pernah merasakan, harus batal
            Bea siswa dari Memiles yg harusnya sdh digunakan seorang anak bangsa jg batal
            Member yg sdh seharusnya menjalnkan Usahanya utk membuka Lapangan kerja Minimal Usaha utk Keluarga juga batal
            Mobil yg harusnya sudah sampai di garasi utk dipakai Keluarga kecil Kami untuk memudahkan urusan Tranportasi itupun jg Batal
            Motor yg sdh seharusnya dipakai oleh anak anak kami utk Kekampus sdh di sita oleh anggota Polri JATIM
            Kami mau Tanya Bapak KAPOLRI, Apakah Kalian tidak Suka, Jika Rakyat Sejahtera ?
            Apakah Para penguasa Tidak suka Melihat Rakyatnya Mampu bayar Pajak?
            Apakah Bapak Kapolri bisa merasakan bagaiman beban berat yg dialami 270 rb Member di seluruh Indonesia yg menguras seluruh Tenaga, pikiran, waktu, materi demi mengimbangi ERA SIRKULASI DIGITAL, sehingga ada Kata dari Kapolda Jatim, bahwa bisnis Memiles Tidak masuk diakal, JUSTRU system DIGITAL ITU SENDIRI SULIT DITERIMA AKAL, BAPAK KAPOLRI YG DIHORMATI ANGGOTANYA, jika System Memiles tidak Masuk diakal berarti semua yg bisnis dan seluruh pengguna Yg terkait Digital gugur oleh hukum yg tdk msk diakal
            Ironisnya BAPAK President kita Menghimbau kepada Seluruh Jajarannya dan Masyarakat untuk ikut serta berperan lebih aktif dlm mbangun Bangsa ini lewat Usaha Menengah Kebawah, dlm menciptakan lapangan kerja, Namun yg terjadi, keinginan Bpk President seolah tidak masuk diakal, padahal, yg seperti Memiles banyak, tp mereka tdk TRANSPARAN
            Memiles membagikan reward secara Transparan
            Memiles sangat Terbuka dlm pemberian Bonus
            Memiles sangat Terbuka dlm pencapaian Omnas
            Memiles sangat terbuka dlm pemberitahuan informasi System Pemberian Reward, Memiles sangat Terbuka untuk semua Kalangan Masyarakat ketika mengadakan Acara Gebyar Dan tidak ada yg ditutupi,
            Bapak KAPOLRI YG dihormati anggotanya, Dengan PEMBAJAKAN TERHADAP MEMILES, MAKA KEPOLISIAN JATIM TELAH MERESAHKAN SEMUA MEMBER MEMILES YG SUDAH DIBAJAK YG SEDANG TERBANG DAN DIPAKSA TURUN, HUKUM APAKAH YG PANTAS BAGI PEMBAJAK WAHAI BPK KAPOLRI, KAMI YAKIN BPK LEBIH MENGETAHUI PASAL YG TEPAT UNTUK PEMBAJAK
            Demikian Untaian Surat kekecewaan terhadap PEMBAJAKAN MEMILES OLEH Kepolisian Polda Jatim
            Semoga Memiles Berjaya Kembali
            Dan Semoga Para Pembajak Kembali Kejalan Yg sesuai dgn INSTRUKSI PRESIDEN
            ( copas dari Group)
            [16/1 15.18] +62 895-6021-74074: Buatkan Spanduk banyak2 :

            *”KAMI BUKAN KORBAN MEMILES TETAPI KORBAN POLDA JATIM”*

            *”KEMBALIKAN PERUSAHAAN TEMPAT KAMI BEKERJA SEPERTI SEMULA”*

            *”MEMILES BUKAN INVESTASI TETAPI BISNIS APLIKASI”*

            *”BAPAK PRESIDEN TOLONG KAMI, KAMI DI FITNAH DAN DI ZOLIMI OLEH POLDA JATIM”*

            *”SAVE MEMILES!!! – BISNIS APLIKASI IKLAN, INOVASI ANAK BANGSA, BUKAN INVESTASI”*

        • 1 Februari 2020 pada 01:20
          Permalink

          Kami member tdk merasa dirugikan tapi dirugikanya stelah polda jatim menutup aplikasi dan menghentikan kegiatan memiles…kalo memang memiles ada kesalahan ya spy diperbaiki krn memiles ini aplikasi hasil karya anak bangsa yg dapat bermanfaat bagi orang banyak…

          Balas
      • 31 Januari 2020 pada 18:21
        Permalink

        Setuju skali.semoga semuax bs kmbali kg.ttp jayaa memelis

        Balas
      • 31 Januari 2020 pada 23:12
        Permalink

        #sava memiles
        Memiles adalah suatu aplikasi yang wowwww luarrrr biasaaaa sngat kereeeennnn,,, knpa kok di bilang bodong,,, ini adalah penemuan cara terindah ank bangsa knpa justru dianggap salah,,, yang salah itu bukan memiles nelainkan polda jatim,, 270 member bgtu antusias tnpa paksa’an untuk melakukan top up,, tapi dalam sekejap polda jatim memupus kan harapan” 270 member,,Allah maha mengabul kan do’a orang” yang terdzolimi,,

        Balas
      • 1 Februari 2020 pada 06:08
        Permalink

        Betul kapolda Jatim sudah merusak arti dan makna lambang POLRI, Jika hal ini tidak segera 87 kapolda Jatim berarti Citra Polisi dan Jajaran sudah melanggar CATUR PRASETYA.

        Balas
      • 3 Februari 2020 pada 00:31
        Permalink

        Kami korban penutupan..
        Bukan korban penipuan..

        #SaveMemiles#

        Balas
      • 4 Februari 2020 pada 07:23
        Permalink

        Kami seklrg jg dirugikan dg penutupan aplikasi memiles oleh polda jatim…
        Kami bukan korban penipuan memiles tp korban penutupan memiles oleh polda jatim..
        Stop kriminalisasi memiles, kami menuntut aplikasi memiles diaktifkan kembali agar roda perekonomian dan mimpi2 kami segera terwujud, krn membantu hajat hidup kami dan 270 ribu member…
        Save memiles save PT Kam and Kam…

        Balas
      • 31 Januari 2020 pada 11:17
        Permalink

        Polda jatim sembrono, mestinya juga dilihat sumber keuangan memiles ini dari mana saja, bukan uang top up saja yg di sampaikan, tapi income pasif dari geogle AdSense perlu di ungkap karena ini bisnis network yg ada kesepakatan online. Belum lagi income vendor dan cafe shoop dll. Apa nggak mau mengungkap ya…?
        Supaya di anggap nggak ada ya..?
        Mudah mudah Allah membuka kebenaran amin.

        Balas
        • 31 Januari 2020 pada 11:57
          Permalink

          Bpk kapolda jatim yth,jika bpk mau bertanya pada hati nurani Bapak ,sy yakin skalipun tindakan yg tlah bpk lakukan dg mnutup apikasi memiles di anggap benar,tapi nurani bapak tdk bisa di bohongi bahwa tindakan bpk itu salah.sy mhn bapak kapolda jatim agar mngembalikan hak kami semua yg telah bapak rampas agar kami bagian dari bangsa ini bisa berkreasi utk kesejahteraan masyarakat luas.

          Balas
        • 31 Januari 2020 pada 15:42
          Permalink

          Saya sebagai member memiles tidak pernah merasa di rugikan, justru karena memiles ditutup 270 rb member lebih yang menjadi rugi,
          Jai saya setuju memiles beroperasi dan bangkit kembali untk mensejahterakan rakyat indonesia😇😇😇😇😇

          Balas
      • 31 Januari 2020 pada 12:56
        Permalink

        *#MEMILES BUKAN INVESTASI#*

        #MEMILES BUKAN MLM

        #MEMILES BUKAN SKEMA PIRAMIDA

        #MEMILES BUKAN MONEY LAUNDRY

        BPK KAPOLDA JATIM YTH.
        JANGAN MENGHALANGI MEMILES UNTUK MEMBANTU KAMI MASYARAKAT INDONESIA UNTUK BANGKIT DAN SEJAHTERA

        #SAVE MEMILES#

        Balas
      • 31 Januari 2020 pada 13:15
        Permalink

        KAMI KORBAN PENUTUPAN BUKAN KORBAN PENIPUAN

        #savememiles

        Balas
        • 31 Januari 2020 pada 15:40
          Permalink

          Saya juga salah seorang member di app MeMiles, merasa aneh kok dibilang ditipu oleh investasi bodong, saya tdk pernah ber investasi dan tidak ditipu oleh MeMiles, tapi merasa ditipu dgn pemberitaan media masa yg beritanya bersumber dr Kapolda Jatim, membuat hati resah dan khwatir lagi krn uang sitaan yg dipamerkan kpd publik itu, diantaranya kan jg ada uang saya. Tolong cepat diakhiri saja polemik ini, dengarkan jeritan hati 270 rb member MeMiles. Save memiles !! Tolong dihidupkan kembali !!

          Balas
          • 31 Januari 2020 pada 23:28
            Permalink

            Semoga dengan dihidupkan nya kembali memiles madarakat yg telqh touap bisa mendapat kan kembali apa yg mereka impi2 kan dari bonus2 memiles dan masarakat bisa terbantu semua sukses memiles untuk rakyat aamiin

      • 31 Januari 2020 pada 16:31
        Permalink

        Yth Bapak Kapolri Mohon didata aset milik kami Para Members berkardus kardus Emas Hp dan Laptop yg akan dibagikan bulan Februari ini.
        Oknum Jatim telah menyita dari Gudang Memiles disita mohon Data Pak Kalpori jika ada yg Hilang Beri sangsi Pak

        Balas
        • 31 Januari 2020 pada 22:53
          Permalink

          Sy tidak akan memakai kata bpk kapolda yh terhormat krn itu tidak pantas..
          Kapolda telah merugikan kami rakyat yg ingin hidup lbh baik…
          Klw pekerjaan kalian merasa terhormat harusnya bekerjalah demi kemakmuran rakyat..
          Jangan mencari kesalahan rakyat dan mencari kesalahan memiles..
          Kami member memiles justru telah di rugikan oleh kapolda Jatim karena Aplikasi memiles sudah kapolda Jatim tutup.
          Apa anda gk punya hati dan sdh gk punya malu.. Mengambil hak rakyat.
          Dengan mencari segala macam kesalahan dr memiles.
          Dan kapolda tau… Memiles bukan Investasi tp Aplikasi.. Prosedur semua sdh di penuhi. Knp anda tetap kekeh mengatakan ini inves. Cb pak kapolda lbh cerdas lah hidup di zaman globalisasi.. Jangan seperti katak dalam tempirung..
          Kami member memiles meminta anda untuk membuka kembali aplikasi memiles kami .
          Jangan lg mencari kesalahan yg sebenarnya tidak ada. Jangan silau melihat hak dr member yg 270 rb orang…
          Karena itu hak member memiles bukan hak anda bpk kapolda dan jajarannya.. Kembalokan apa yh menjadi hak kami..
          Semoga Allah buka hati kalian bpk kapolda jatim dan jajaran beserta sekiutu nya..
          Andai anda dan jajaran anda dan sekutu msh sj berusaha merampas hak member semoga laknat Allah yg akan kalian terima..
          Trima kasih untuk wartawan senior bpk @Kisman Latumakulita yg sdh mengulas tentang memiles kami..

          Balas
        • 1 Februari 2020 pada 01:24
          Permalink

          Saya juga salah seorang member di aplikasi MeMiles , merasa aneh kok dibilang ditipu oleh investasi bodong, saya tdk pernah ber investasi dan tidak ditipu oleh MeMiles, tapi merasa ditipu dgn pemberitaan media masa yg beritanya bersumber dr Kapolda Jatim dan kami adalah korban dan merugi oleh Penutupan aplikasi oleh Kapolda Jatim membuat hati resah dan khwatir lagi krn uang sitaan yg dipamerkan kepada publik itu, diantaranya kan jg ada uang kami daerah Kalimantan Tengah. Tolong cepat diakhiri saja polemik ini, dengarkan jeritan hati 270 ribu member MeMiles. Save memiles !! Tolong dihidupkan kembali alias dibuka lagi Aplikasi Memiles tolong kami Pak Presiden Joko Widodo terimakasih buat Pak Wartawan Senior yang memihak kekami

          Balas
    • 31 Januari 2020 pada 11:09
      Permalink

      Kapolda Jatim harus Bertanggung Jawab atas kerugian para Member Mimelis …
      Kami para member ” KORBAN PENUTUPAN BUKAN KORBAN PENIPUAN “

      Balas
      • 31 Januari 2020 pada 11:15
        Permalink

        Polda jatim sembrono, mestinya juga dilihat sumber keuangan memiles ini dari mana saja, bukan uang top up saja yg di sampaikan, tapi income pasif dari geogle AdSense perlu di ungkap karena ini bisnis network yg ada kesepakatan online. Belum lagi income vendor dan cafe shoop dll. Apa nggak mau mengungkap ya…?
        Supaya di anggap nggak ada ya..?
        Mudah mudah Allah membuka kebenaran amin.

        Balas
        • 31 Januari 2020 pada 11:58
          Permalink

          Harapan kami Polda Jatim lbh bijaksana dlm pnyilidikn karena MemiLes menyangkut hajat hidup org byk…..270 rb custumer smpai saat ini Gak enak tidurx nunggu endingx….
          Kami bukan korban penipuan tapi korban penutupan aplikasi MemiLes
          Harapan besar MemiLes bisa berkibar kembali & seluruh customer merajut kembali mimpi”
          & Harapanx yg terkoyak…oleh Polda Jatim

          #SAVEMEMILES

          Balas
        • 1 Februari 2020 pada 15:42
          Permalink

          Saya bersyukur ada Memiles, Saya pasang iklan di Memiles, produk Saya laku 3 Unit.

          Balas
      • 31 Januari 2020 pada 11:57
        Permalink

        semoga indah pada waktunya

        Balas
        • 31 Januari 2020 pada 12:18
          Permalink

          Kapolda Jatim telah merusak masa depan rakyat Indonesia khususnya anggota meMiles.

          Balas
      • 31 Januari 2020 pada 12:54
        Permalink

        Media Masa yang ada sekarang ini sudah tidak berimbang, kurang cerdas untuk melihat permasalahan dari 2 sisi. Kenapa tidak mempelajari suatu masalah baru bicara??
        Seakan2 semua yg dilakukan oleh Polisi selalu benar. Polisi juga manusia isinya bro.. bisa salah dan cacat hukum.
        Salut utk Bang Kisman.. Yang cerdas dan lugas untuk menulis sesuatu hal.
        Presiden Jokowi saja jelas2 menyuruh bawahannya mulai melek teknologi.
        Tolong untuk petinggi2 POLRI..Kasus Memiles ini menjadi perhatian publik.
        Banyak masyarakat yang merasa dirugikan oleh perbuatan Polda Jatim, tanpa pemberitahuan langsung dilakukan penutupan. Memperlakukan petinggi MeMiles seperti Gembong Narkoba.
        Padahal UMKM banyak terbantu disini, Gerobak2 Kopi sudah disiapkan untuk membantu mereka yang tidak bekerja.
        Lihatlah Visi Misi MeMiles yang ingin mensejahterakan masyarakat Indonesia.
        Pak Luki… Jika anda tidak bisa membantu mensejahterakan masyarakat Indonesia, tolong jangan ganggu usaha orang lain yang punya tujuan yang jelas.
        Jawaban anda di TV yang berubah2 mencerminkan anda terburu2 menyimpulkan masalah ini sehingga merugikan rakyat banyak.

        Balas
      • 31 Januari 2020 pada 16:16
        Permalink

        KAMI KORBAN PENUTUPAN BUKAN KORBAN PENIPUAN

        #savememiles#

        Balas
      • 3 Februari 2020 pada 11:03
        Permalink

        Sy tdk dirugikan oleh Memiles, justru sy dirugikan oleh kapolda jatim yg menutup Memiles. Seharusnya sy dan teman2 sy brgkt umroh di bln Januari 2020. Sy rencana mau nenyerahkan dokumen umroh seperti paspor, foto, fotokopi KTP dll pd tgl 20/12/2019, eh ternyata pd tgl 18/12/2019 kapolda jatim menutup kantor Memiles. Hancur luluh harapan sy pergi umroh bersama Memiles. Diperkirakan bonus rewards top up slot iklan sy yg lain pun cair diantara bln Januari – Pebruari 2020. Benar2 sy rugi banget dgn ulahnya kapolda jatim. 🤣😂😡😠

        Balas
    • 31 Januari 2020 pada 11:12
      Permalink

      Polda jatim sembrono, mestinya juga dilihat sumber keuangan memiles ini dari mana saja, bukan uang top up saja yg di sampaikan, tapi income pasif dari geogle AdSense perlu di ungkap karena ini bisnis network yg ada kesepakatan online. Belum lagi income vendor dan cafe shoop dll. Apa nggak mau mengungkap ya…?
      Supaya di anggap nggak ada ya..?
      Mudah mudah Allah membuka kebenaran amin.

      Balas
      • 31 Januari 2020 pada 15:34
        Permalink

        KORBAN?????

        kok lucu ya,270rb member aja gk merasa jd korban,knp polda jatim sok jadi pahlawan ????

        korban itu klu ada yg melapor ditipu oleh memiles dan sblm polisi melakukan penutupan.

        lagian yg ngaku jd korban juga bukan bener2 korban kok.

        INTINYA KAMI KORBAN PENUTUPAN POLDA JATIM,BUKAN KORBAN MEMILES.

        MEMILES BUKAN INVESTASI DAN GK PERLU IJIN OJK,KARENA OJK SENDIRI SUDAH MENGKLARIFIKASI KLU MEMILES TIDAK BUTUH IJIN OJK.

        #SAVEMEMILES

        Balas
      • 31 Januari 2020 pada 15:55
        Permalink

        Buat bpk kapolda jatim jgnlah bpk mematahkan semangat karya anak bangsa yg telah susah payah membuat aplikasi canggih utk jaman modren serba digital ini. Kami member memiles tidak pernah merasa di rugikan walaupun kami sudah top up jutaan rupiah utk hidup kami yg lebih baik kedepannya di memiles ini bpk kapolda. Apakah bpk sekolahnya dulu dari jaman purba maaf mungkin bpk bisa mengerti maksud saya. Sekarang ini serba instan kita, mulai terciptanya dari mie instan dan lainnya he.. he.. Saya mohon bpk kapolda jatim sekali lagi di mengerti, jgn sampai aplikasi anak negeri ini di ambil alih oleh pihak luar negri ujung2 nya sukses di sana tanpa ada masalah, akhirnya bangsa kita jadi sebagai pengikut dari aplikasi yg anak bangsa ciptakan. Mohon bpk kapolda jatim sadarlah.

        Balas
        • 1 Februari 2020 pada 10:54
          Permalink

          Jujur Kami bangga dgn adanya aplikasi memiles yg bs memberikan bukti dan bs mmbuat lapangan krj buat membernya. Bs jualan dgn sesama member. Hrsnya didukung p Kapolda..? Kami member Blm butuh bantuannya p.kapolda? Tolong jgn ikut cmpur..!!! Kami member tdk merasa ditipu memiles..justru kami rugi karena penutupan anda… Apa p.kapolda ingin merampas hak” kami. Menginginkan uang” kami..!!! Tolong hentikan p Kapolda Jatim. Kami hanya ingin sejahtera seperti yg lain. Yg punya impian buat klrga kami. *jgn engkau rampas* p.kapolda Jatim.? Biarkan kami memilih memiles buat harapan kami
          Tumpuan masa dpn klrg kami. Kami topup dr hsl halal keringat sendiri. Bukan hasil korupsi. Tolong p.kapolda Jatim kami mohon biarkan kami punya impian dan harapan. shrsnya p.kapolda Jatim mendukung memiles. Bukan mlh menghancurkan nya..!!! Slm dr kami member yg di dzolimi.

          Balas
    • 31 Januari 2020 pada 12:17
      Permalink

      Tlng pk kapolda jatim jngn cm artis sj yg d panggil ada jg anggota polisi gk cm sedikit tp bnyk jg,antara laen kapolda Bali jg..dan strsnya..tdk mntp kmungkinan kapolda bali & polisi laen jg pst mmbawa anggota untuk ikt serta..

      Balas
    • 31 Januari 2020 pada 12:19
      Permalink

      Kata pak polisi Memiles ditutup karena akan banyak jatuh korban….hadehhhh…kayak paranormal aja..
      Harusnya yang dipertimbangkan itu bahwa memiles TELAH MEMBERIKAN REWARD pada para member yang telah memenuhi syarat dan ketentuannya,jadi memiles gak layak untuk ditutup.tolong aktifkan lagi memiles
      #save memiles

      Balas
      • 31 Januari 2020 pada 18:28
        Permalink

        Kembalikan dan Aktifkan Memiles kami
        Biarkan terus berkibar menjalankan visi dan misinya “mensejahterakan masyarakat” sbab banyak masyarakat Indonesia yang belum sejahtera.

        #savememiles

        Balas
    • 31 Januari 2020 pada 12:20
      Permalink

      Jika tidak ingin mempermalukan institusi kepolisian sebaiknya kasus meMiles segera di hentikan
      #SAVE_MEMILES

      Balas
    • 31 Januari 2020 pada 12:29
      Permalink

      Se7 banget klu Memiles di buka kembali sob;

      Balas
    • 31 Januari 2020 pada 12:31
      Permalink

      Semenjak penutupan Aplikasi Memiless dari 18 Desember 2019 sampai sekarang ini apa yg saya iklankan jadi sia2 gara2 penutupan saya merasa sangat di RUGIKAN. semua yg saya iklankan tidak bisa d lihat oleh 270rb Member Memiless
      Saya mohon dengan sangat untuk Bpk Kapolda Jatim untuk segera mngatifkan kembali Aplikasi Memiless..
      #SAVE MEMILESS

      Balas
    • 31 Januari 2020 pada 12:35
      Permalink

      Kepada KaPolda Jatim kami harap Arif menangani Kasus Memiles, supaya Visi dan Misi Memiles bisa beroperasi kembali seperti sedia kala, demi perbaikan Ekonomi Rakyat Indonesia lebih baik dari sebelumnya.
      Karena kurang lebih 270.000 org member Korban Penutupan sepihak oleh Polda Jatim.
      SaveMemiles.

      Balas
    • 31 Januari 2020 pada 12:44
      Permalink

      Keren mbak tulisannya…

      Ijin copas dan sebarkan ke group2 lain dan media sosial lainnya ya mbak…

      >>>
      Curhat utk polda Jatim:

      _*Bismillah…*_
      _*Assalamu alaikum..*_

      *Perkenalkan nama sy Sussy Koernia dr Bandung*
      *Terkhusus polda Jatim yg terhormat!!*
      *Sy tak tau hrs mulai dr mana sy bertutur.*
      *Yg jelas, rasa kecewa, jengkel, kesal, bersarang dihati saya.*

      *Bgimana tdk, kabar buruk ttg memiles bgt cpt menjamur dimedia², yg membuat sy sbgai member mrsa sakit hati*
      *Setan apa yg merasuki bpk polda Jatim?!*
      *Hingga tega mengobrak abrik, mempreteli Memiles, Secara Semena².*
      *Apa ini yg dinamakan Pengayom?!*
      *Yg Boleh Seenaknya, Memojokan, Memfitnah Secara Bertubi²*
      *Dikatai Ilegal lah,, Bodong lah,, Abal²,,*
      *Ada Mksud Apa Dibalik Semua Asumsi ini?!*
      *Sy ini sdg ikhtiar pak,, Tak ada yg nafkahi sy…*
      *Mngkin jg teman lain ada yg bernasib Sama Spt Sy yg mana hrs menghidupi keluarganya.*
      *Dgn ditutupnya aplikasi Memiles*
      *Sama halnya Mematahkan Harapan saya jg para member² lain yg sdg dlm kesulitan.*
      *Seharusnya jk tak ada pengerebekan saat itu, mngkin reward sy Sdh turun*
      *Hny tinggal menunggu selangkah lg!!*
      *Tiba² terdengar kabar miring mengejutkan sy & Semua member² lain pastinya.*
      *Otomatis dampak dr tindakan bpk ini Secara langsung telah merugikan byk pihak!!*

      *Skg jaman digital, tdkkah bpk mengikuti perkembangan Digital saat ini?!*
      *Jika member lain berasumsi memiles ilegal, dsb dsb, itu krn mereka blm Paham betul ttg Memiles*
      *Atau bisa jd jg ia terhasut*

      *Tolong bpk polda Jatim, Hentikan Memojokan Memiles!! Hentikan mencari² kesalahan, yg mana sm sx Memiles tdk bersalah.*
      *Mhon maaf, jika boleh saya berkata tindakan bpk terlihat Negatif dimata Saya, dgn mengorek² Aib yg Sdh terkubur atas diri pakSanjay Seakan dijadikan Senjata demi utk memperkuat tuduhan terhadap Memiles.*

      *Sdh jelas kok Visi Misi Memiles, bertujuan Mensejahterakan Rakyat.*
      *Dr Awal Saya join pun Sy Hafal betul Owner Sy pakSuhanda.*
      *Beliau S’org Motivator yg ingin melihat bgimana Cara Membuat Rakyat yg Kurang Mampu mjd Sejahtera.*
      *Andai pandangan bpk bhw memiles itu bodong,, mana mngkin Memiles mengadakan BOP,, mana mngkin Sering diadakannya pertemuan lewat Tabletalk,*
      *Utk apa diadakan Semua itu Selain membagikan Reward bagi yg sdh topup.*
      *Jika Memiles bertujuan Menipu, Mana mngkin mengadakan acara besar²an Secara terbuka, Mengundang Artis pula, Tiada lain Semua itu adalah Niatan baik pakSuhanda yg ingin membahagiakan Membernya yg Sdh Topup maupun yg Blm.*
      *Seharusnya pada saat itu bpk berpikir dulu Sblm ambil tindakan penggerebekan.*
      *Owner spt tak diberi Kesempatan utk menjelaskan*
      *membuat kami khususnya diri sy timbul rasa iba, kasihan Owner kami pakSuhanda & pakSanjay*
      *Beliau² pny niatan baik kok di kat*
      *Menimbulkan tanda tny bagi saya masyarakat awam atas tindakan bpk ini*
      *Dan harapan sy pun tersendat akibat ulah bpk yg arogan*

      *Menahan Owner Secara membabi buta dgn memborgol Spt Penjahat Gembong Narkoba.*
      *MasyaAllah….pak,*
      *Ada apa Gerangan?!Ada apa dibalik tindakan Aparat ini?!*
      *Sy masyarakat bodoh, masyarakat yg awam akan canggihnya technologi saat ini, masyarakat yg tdk paham akan Hukum, Namun sy merasakan spt ada kejanggalan dibalik semua tindakan aparat yg Semena².*
      *Mungkin bkn hny sy, yg berasumsi atas kejanggalan ini, tp mencakup masyarakat luas.*

      *Baiklah,, sy sbgai agent Memiles, yg mewakili member lain mengajukan agar Segera kembalikan aset Memiles,*
      *Kembalikan jika tak ingin ada sorotan Negatif.*
      *Bpk polda yg terhormat, yg pny gelar sbgai aparat penegak hukum*
      *Sy mhon jgn ganggu apalagi merampas, yg sdh jelas² akan mjd hak Member memiles*
      *Silahkan tinggalkan Urusan ini, tak usah repot² mengurusi Memiles.*
      *Krn mmg memiles tak bersalah, & tak butuh diurusi selain managementnya.*
      *Gak perlu cape² ikut campur pak,, apalagi mengkat PT KAM & KAM*

      *Lihat jauh kebelakang, msh merajalela pejabat² yg korupsi, itu yg mjd bagian dr tugas bpk memberantas, dan bukan Memiles*

      *Mohon pak Polda*
      _*KAMI KORBAN PENUTUPAN, BUKAN PENIPUAN*_
      *Demikian yg dpt sy sampaikan*
      *Mhon maaf atas kekurangan*
      *Wasallam… Wr w

      Balas
      • 31 Januari 2020 pada 14:37
        Permalink

        Buka kembali memiles dan jangan di paksakan untuk di cari” kesalahan ya

        Balas
    • 31 Januari 2020 pada 13:04
      Permalink

      HARAPAN KAMI MEMILLES DI BUKA KEMBALI. MEMILLES APLIKASI IKLAN YANG SANGAT DIBUTUHKAN OLEH SEMUA PENGUSAHA ONLINE DAN MEMBERIKAN BANYAK MANFAAT DENGAN REWARDNYA .BUKAN INVESTASI SEPERTI YG DIBERITAKAN SEMUA MEDIA,,SUNGGUH BANYAK MERUGIKAN PARA MEMBER DGN MENUTUP SECARA PAKSA.
      SEMUA WARGA NEGARA INDONESIA INI BERHAK SEJAHTERA DENGAN IKLAN DAN USAHA ONLINE DI ERA DIGITAL INI.
      APA UNTUNGNYA MENUTUP APLIKASI INI BPK KAPOLDA , JUSTRU BPK AKAN BANYAK KEHILANGAN DUKUNGAN DAN SIMPATISAN DARI MASYARAKAT INDONESIA.
      DUKUNG KARYA ANAK BANGSA INI BUKAN MALAH MENUTUPNYA !!
      DUKUNG MEMILLES 💥💞🔥

      Balas
    • 31 Januari 2020 pada 13:07
      Permalink

      Saya sebagai member Memiles, tidak pernah merasa di rugikan, justru saya merasa rugi karena penutupan Kantor Memiles dan PT. Kam and kam, oleh Polda Jatim, jadi tolong kepada polda Jatim agar dikeluarkan SP3 utk pemberhentian penyidikan kasus Memiles kami ini,
      Dan tolong ditanggungjawapi uang top up kami di kembalikan ke PT. Kam and Kam dan tidak se rupiah pun yang berkurang,
      Dan segera di AKTIFKAN KEMBALI MEMILES DAN PT KAM AND KAM,
      DAN KAMI MOHON BAPAK SANJAY,PAK SUHANDA, IBU EVA, DAN BAGIAN IT DIBEBASKAN SEGERA, karena bagi kami mereka adalah sebagai penyelamat ekonomi kami, karena mereka kami bisa lancar usaha kami dan kami dapat hadiah lagi.Kami mohon perhatiannya Bapak KAPOLRI DAN PAK JOKOWI untuk MEMILES DAN PT KAM AND KAM, SEGERA DI AKTIFKAN KEMBALI TERIMAKASIH.

      Balas
    • 31 Januari 2020 pada 13:40
      Permalink

      Sudah cukup air mata & kekecewaan kami bpk Polda Jatim. Sekarang lah waktu nya memiles bangkit,utk mensejahterakan rakyat Indonesia..save memiles

      Balas
    • 31 Januari 2020 pada 14:54
      Permalink

      Semoga memiles bs eksis kembali sprti sedia kala…. Alhamdulillah

      Balas
    • 31 Januari 2020 pada 14:58
      Permalink

      #SAVE MEMILES….. Semoga exsis lg….untuk mensejahterakan masyarakat indonesia

      Balas
    • 31 Januari 2020 pada 15:01
      Permalink

      Semoga berlanjut Memiles spy dpt menyejahterakan masyarakat indonesia… Alhamdulillah

      Balas
    • 31 Januari 2020 pada 15:09
      Permalink

      Semoga Memiles bangkit lagi

      Balas
    • 31 Januari 2020 pada 15:23
      Permalink

      saya mau nangis kalau disiarkan di tv,,tv,, memiles dikatakan investasi bodong,,,saya sudah pasang iklan dimemiles ,,dagangan saya laris…

      Balas
    • 31 Januari 2020 pada 17:34
      Permalink

      saya hanya mau bilang , kami member tdk merasa dirugikan karna apa kami beli slot iklan dng sejumlah dana sesuai kebutuhan periklannan kami ,yg mana dana Top up ini dah kami gunakan utk biaya pasang iklan sama spt perusahaan iklan umumnya dng kesadaran penuh dr kami bukan paksaan nah kami dah gunakan dana top up utk biaya pasang iklan barang dagangan kami, hak kami utk pasang iklan produk
      kami dah kami gunakan, jd perusahan punya hak utk gunakan uang itu mau beli rewardkah dll, sama spt kita beli barang di toko uang yg di dapatkan dr pembeli sama yg punya toko berhak blanjakan uang itu terserah buat apa ,,apalgi uang top up ini diblajankan utk beli hadiah member jd untungnya berkali lipat sudah kami pakai buat pasang iklan barang dagangan kami, kami di berikan hadiah pula dimana cba ada spt ini ,harus perlu di apresiasi sbanarnya memiles ini

      Balas
      • 1 Februari 2020 pada 00:35
        Permalink

        Berapa banyak member yang gak setuju dengan penutupan memiles ???
        Member memiles bisa melakukan CLASS ACTION terhadap POLDA JATIM yang sudah melakukan penutupan memiles sehingga merugikan para member yang berjumlah ratusan ribu orang.
        CLASS ACTION … CLASS ACTION … CLASS ACTION

        Balas
    • 31 Januari 2020 pada 17:41
      Permalink

      saya hanya mau bilang , kami member tdk merasa dirugikan karna apa kami beli slot iklan dng sejumlah dana sesuai kebutuhan periklannan kami ,yg mana dana Top up ini dah kami gunakan utk biaya pasang iklan sama spt perusahaan iklan umumnya dng kesadaran penuh dr kami bukan paksaan nah kami dah gunakan dana top up utk biaya pasang iklan barang dagangan kami, hak kami utk pasang iklan produk
      kami dah kami gunakan, jd perusahan punya hak utk gunakan uang itu mau beli rewardkah dll, sama spt kita beli barang di toko uang yg di dapatkan dr pembeli sama yg punya toko berhak blanjakan uang itu terserah buat apa ,,apalgi uang top up ini diblajankan utk beli hadiah member jd untungnya berkali lipat sudah kami pakai buat pasang iklan barang dagangan kami, kami di berikan hadiah pula dimana cba ada spt ini ,harus perlu di apresiasi sbanarnya memiles ini

      Balas
    • 31 Januari 2020 pada 23:01
      Permalink

      Benar sekali itu mas rudi,, saya juga sebagai menber memiles tidak merasa dirugikan karana dalam kasus memiles ini kami tidak dipaksa kan untuk melakukan top up,, kami disini memasang slot iklan,, semoga memiles berkibar kmbali,, saya sebagai member memiles merasa di rugikan karna tidakan polda jatim yang se cara sepihak menggrebek dengan mengatas nama kan hukum

      Balas
    • 1 Februari 2020 pada 04:37
      Permalink

      Saya dari awal mengikuti berita memiles, selama ini yang diperlihatkan hanya bukti2 dan orang tersangka, serta publik figur yang selalu di perlihatkan. “KENAPA ORANG YANG PERTAMA KALI MELAPORKAN MEMILES TIDAK DI PERLIHATKAN” hehehehehe, aneh benar2 aneh. Saya juga pingin tahu siapa sih yang pertama kali melaporkannya dan gimana tampangnya sih, gara2 dia semua anggota memiles jadi rugi dan resah. SAYA MOHON KEPADA PAK KAPOLDA TUNJUKAN KAMI SIAPA DAN BAGAIMANA TAMPANG ORANG YANG SUDAH MELAPORKAN MEMILES TERSEBUT!!!!!!!!!!!!, agar saya tidak bertanya2 pada diri saya sendiri.

      Balas
    • 1 Februari 2020 pada 07:15
      Permalink

      Bener banget judulnya, menarik.

      Ijin ikutan komen ya para netizen….

      Polisi… dalam hal ini terwakili oleh polda jatim, tdk mencerminkan polisi yg baru, polisi dibawah kepemimpinan jendral yg baru, yaitu Jendral Idham Azis.
      Kasus memiles ini sampai di angkat di DPR membuat pamor kepolisian makin buruk (di saat banyak harapan dari Jendral IA untk perbaikan citra Polisi), sudah pasti ini “nambah2in” kerjaan polisi yg tdk begitu penting karena kasus negara yg lebih penting begitu banyak dan rasanya Jendral IA sudah mulai mempertimbangkan pencopotan kapolda jatim. Kenapa…

      1. Terlepas apakah tindakan ini benar atau tidak, memenuhi seluruh aspek hukum atau tidak, yg jelas tindakan dan keputusan polda jatim kali ini tidak mulus, tdak smooth, tdk gantlement sehingga bikin gaduh, bikin ribut, bikin heboh, hingga menjadi perhatian di Senayan….

      2. Sindiran dari anggota DPR, yg mengatakan kinerja luar biasa kepolisian bisa mengungkap kasus memiles dg begitu cepatnya, di sisi lain kapolda ditantang untk tdk membiarkan adanya kerugian negara, yaitu agar mengungkap juga indikasi adanya kerugian negara yg dilakukan oleh salah satu perusahaan dan direksi bank…

      3. Sangat kelihatan di mata publik keburukan tindakan polda jatim yg tdk menganut asas hukum praduga tdk bersalah. Bahwa memiles selalu diklaim dan disebut sebagai investasi ilegal, investasi bodong, padahal legalitas dan bisnis proses yg berjalan di memiles selama ini adalah bisnis advertising. Punya ijin yg sah. System transaksi yg terjadi di memiles juga sah. Tdk ada yg dilanggar. Sangat nyambung dg komentar dari anggota dewan yg meminta Polisi untk membuktikan sebutan memiles adalah investasi ilegal.

      4. Kalo memang kepolisian memegang prinsip2 mengayomi, mbok ya tindakannya yg humanis, diteliiti dulu, dicek dulu, dibina dan diluruskan kalo memang memiles ada yg salah, didamaikan lah kalo ada kasus kasus kecil. Tegur saja itu memiles, (kalo misal sudah banyak rewards yg sudah saatnya diterima member namun kenyataannya member blm terima) ya diberi peringatan aja direkturnya Kam and Kam itu. Gitu aja… simple. Itu kan juga beredar video seorang perwira polisi juga member Kam n Kam, kok ngga dikejar barang buktinya…..
      Malah gaduh terus terusan…. membuat malu korps kepolisian RI. Sampai dipanggil DPR RI hanya soal perusahaan kecil, yg dirugikan pun tdk ada, seandainya ada yg merasa dirugikan pun paling hanya segelintir orang saja, PT Kam and Kam juga masih baru, beroperasi belum genap 1thn.

      Terima kasih, sudah bisa ikutan berkomentar dan mengeluarkan apa yg ada dlm otak dan pikiran. Mohon maaf atas kekurangan dan kelebihan dlm tulisan tsb.

      Balas
    • 5 Februari 2020 pada 14:21
      Permalink

      SaveMemiles , Tetap semangat petinggi memiles

      Balas
  • 31 Januari 2020 pada 10:17
    Permalink

    Silakan di jawab Pak Kapolri dgn sahaja….bagaimanapun uraian demi uraian telah gamblang redaksi di atas…dan semua jg sangat logika… Saatnya Anda Kapolda Jatim bertanggung jawab balik

    Balas
    • 31 Januari 2020 pada 11:51
      Permalink

      #Save Memiles
      Mohon Pak Kapolda Jatim agar kasus Memiles dihentikan, biarlah Misi Visi Memiles berjalan kembali demi kesejahteraan Rakyat Indonesia

      Balas
  • 31 Januari 2020 pada 10:29
    Permalink

    Sebagai manusia tidak terlepas dari kekeliruan termasuk kasus polda jatim, sehingga tidak berlama lama kasus ini harap segara diakiri sehingga memiles berjalan kembali.

    Balas
    • 31 Januari 2020 pada 10:34
      Permalink

      Buka kembali aplikasi memiles.jangan main tutup aja.Polda Jatim harus tanggungjawab.

      Balas
      • 31 Januari 2020 pada 11:05
        Permalink

        Tolong Pak Kepala Polda Jatim
        Saya nyatakan kalau Memiles bukan Investasi, dan bukan pula yang bodong2, yang bodong Udelnya kapolda jatim kaleee

        Balas
        • 31 Januari 2020 pada 14:18
          Permalink

          Yth.. Bapak Pengayom masyarakat.. Jika benar katakan benar, jika salah bimbinglah agar benar. Jangan karena kekuasaan menjadikan anda dzolim, apalagi thdp orang banyak, yang notabene gaji dan seragam anda dr pajak mereka. Ingatlah pangkat, jabatan dan kekuasaan ada masanya tp tidak dgn doa2 org yg terzdolimi.. Menemani anda sampai diujung maut. Innalilahi wa innalilahi Rojiun.

          Balas
      • 31 Januari 2020 pada 11:53
        Permalink

        #Save Memiles
        Mohon Pak Kapolda Jatim agar kasus Memiles dihentikan, biarlah Misi Visi Memiles berjalan kembali demi kesejahteraan Rakyat Indonesia

        Balas
        • 31 Januari 2020 pada 12:01
          Permalink

          Dukung dong untuk Rakyat sejahtera. Emang mau tanggung jawab perekonomian masyarakat kan kagak.. Dengan adanya memiles membantu perekonomian masyarakat

          Balas
      • 31 Januari 2020 pada 12:01
        Permalink

        #SaveMeMiles
        Tolong Pak Kapolda Jatim hentikan penyidikan MeMiles krn MeMiles tdk bersalah. Kami butuh MeMiles, kami tdk merasa dirugikan oleh MeMiles. Lihatlah kami yg terdiri dari 270rb member, kami hanya rakyat kecil. Tolong perhatikan kami. Buka kembali aplikasi MeMiles.
        #SaveMeMiles

        Balas
    • 31 Januari 2020 pada 10:38
      Permalink

      Semoga dibukakan jalan utk memberikan jawaban kepada banyak orang yang merasa didhzaliminya…

      Balas
  • 31 Januari 2020 pada 10:36
    Permalink

    Kami tidak pernah di rugikan memiles, tapi kami dirugikan oleh penutupan memiles oleh kapolda jatim , mohon pak kapolri dan bpk presiden untuk meninjau kasus meniles ini. Terimakasih

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 11:00
    Permalink

    Kami salah satu member dari 270 member memiles tidak pernah merasa dirugikan oleh memiles, tapi dirugikan karena aplikasinya ditutup oleh Polda jatim, salah apa kami sebagai member memiles yang ingin pasang iklan di memiles Dan mensejahterakan keluarga kami melalui top up pasang iklan saja. Mohon dengan sangat kepada Bapak Jokowi selaku Bapak negara meninjau kasus tentang memiles ini. Terima kasih banyak kami ucapkan sebelumnya.

    Balas
    • 31 Januari 2020 pada 16:22
      Permalink

      Yth Bapak President Jokowidodo Dan Bapak Kapolri

      Apa yg Bapak Presiden Canangkan bagi Kaum Milenial agar Bisa Berkreasi dg Perkembangan zaman now..

      Ini Karya Anak Bangsa yg masih Belia Umur 22 th bernama Prima
      Seharusnya Putra Bangsa ini Dibawa ke Istana diberikan Penghargaan Luar biasa bisa mengoncangkan Dumia internationa
      Sekarang Putra Bangsa yg Berprestasi Di Penjara di Polda Jatim
      Mohon Pak Presiden Perintahkan Oknum yg Tdk Bertanggung Jawab membuat jutaan Rakyat Indonesia Gelisah
      Ini bukan Wilayah kerja Jatim sdh Melanggar Institusi Polri..

      Balas
    • 1 Februari 2020 pada 04:37
      Permalink

      DAN UNTUK PARA.PETINGGI KEPOLISIAN KHUSUSNYA JAJARAN POLDA JATIM, PERLU DI INGAT…DARI PULUHAN RIBU MEMBER MEMILES ITU ASLI RAKYAT INDONESIA YANG TARAF HIDUPNYA MUNGKIN TIDAK SAMA DENGAN BAPAK” SEKALIAN, DAN SAYA YAKIN DIANTARA KAMI PASTILAH ADA SAUDARA, TETANGGA BAHKAN DARI SESAMA INSTITUSI BAPAK” POLISI ADA YANG MENJADI MEMBER MEMILES. BAGAIMANAKAH PERASAAN MEREKA JUGA ATAS PENUTUPAN SEPIHAK APLIKASI MEMILES OLEH POLDA JATIM.
      SALAM INTROPEKSI.

      Balas
  • 31 Januari 2020 pada 11:01
    Permalink

    Polda Jatim yang seenaknya saja tutup aplikasi memiles sangat merugikn kami 270 mmber memiles kanrena penutupan aplikasi .mka segera lh BPK polri Jatim untk buka kan kembli aplikasi memiles untuk kami . Ingt pak memiles bukn investasi bodong . Buk. Money game bukn ponsi dan bukan jg perbankkan .memiles adalh periklana. Seperti laszada shoopy .JD.id .toko pedia .ovo ojek dll aplikasi .jdi harap kemblikan memiles untk kami .memiles bukan penipu to memiles mau mensejahterakan masyarakat Indonesia .harap di fahm ya pak ?

    Balas
    • 31 Januari 2020 pada 12:45
      Permalink

      Mohon dan mohon dg sangat2 agar Memiles HARUS TERUS DIAKTIFKAN KEMBALI krn sangat2 membantu saya sebagai pelaku usaha , fasilitas pemasangan iklan yg krn pemasanfan tsb tanah & property atau pun kos2 yg kami tawarkan di beli customer saya.
      Trs sbg member Memiles Reward berupa Pendidikan S1 unt anaknya yg akan kami terima menjadi terhenti di karenakan penutupan Memiles
      Masyaallah .. harapan naik haji saya pun jd pupus krn apa yg sdh di kerjakan olehpolda Jatim
      Asli ini nenurut saya maaf banget terlihat kl Polda Jatim “ ora sinau & tidak ikutin perkembangan bisnis Digital yg ada “
      Wah saya sampe mengerut kan dahi sambil geleng2 semua dasar 2 hukum nya koq gak nyambung
      Trus kita di paksaunt hrs ikutin pasal2 yg gak matching dg masalah Digital
      Kami seluruh member : berdoa .. Bismillah semoga pak Kapolri peka thp case ini krn mohon dg hormat dan sangat pak Kapolriagar MeMiles di aktifkan kembali
      Krn memang seluruh member & ribuan UKM sangat membutuh kanMeMiles
      asli saya & seluruh members sangat2 dirugikan oleh ditutupnya MeMiles oleh Polda Jatim
      Please pak kasihanilah kami ribuan Members MeMiles ini justru sangat diuntungkan oleh ada nya MeMiles yg sangat mensejahterakan kehidupan members nya BUKAN merugikan spt yg ada dlm berita2 TV
      Terima kasih sy haturkan kep penulis diatas yg luar biasa
      Smg Tuhan membalas semua kebaikan bp Aamiin yra

      Balas
  • 31 Januari 2020 pada 11:06
    Permalink

    Hanya doa yang bisa kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk bisa menolong bangkitnya MeMiles kembali…

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 11:08
    Permalink

    Pokoknya memiles harus bangkit lagi jangn rampas kesenangn kami untk beriklan di memiles pak polri Jatim .segerah kembali kan alias bukakan kembali memiles untk kami .sekli lagi saya tegaskan kami di rugikan oleh penutupan apliksi memiles pak .harap di fahm di mngerti kmi rakyat Indonesia sampe ke luar negri yg bgtu ribuan 270 ribu mmber yg ingin beriklan di memiles untuk mndptkn hasil tambahan penghasilan usaha kami mengiklan kn pak Polda Jatim . Tolong di lihat degn baik pak polri jatim

    Balas
    • 31 Januari 2020 pada 11:14
      Permalink

      Kami tidak pernah merasa di rugikan. Kami bukan korban penipuan tapi kami korban penutupan.tolong pak polisi Polda Jatim aktipkan lagi memiles ku.. kami merasa terbantu dengan adanya Memiles.KAMI SEBANYAK 270.000 Member dari Sabang sampai Merauke menginginkan MEMILES bangkit dan berkibar lagi

      Balas
  • 31 Januari 2020 pada 11:09
    Permalink

    Buka kembali aplikasi memiles, saya sebagai member sangat kecewa dgn penutupan aplikasi memiles, krn sy merasa TIDAK ditipu oleh Memiles.. Saya join dri bln Agustus 2019 dan saya topup motor dgn pencapaian omset 150M dan menunggu masa Hari Kerja (HK) 221 hari, deharusnya bln Februari 2020 sdh terima reward tersebut.. Tp polda jatim telah merenggut impian saya utk memiliki sebuah motor.. Saya sbg seorg honorer dgn hadirnya bisnis aplikasi ini sangat bersyukur krn stdknya kami terbantu tidak perlu kredit, cukup dgn dana yg setidaknya terjangkau oleh kmi yg tergolong ekonomi menengah. Jadi tolong buka kambali aplikasi memiles dan ijinkan kmi kembali beraktivitas, semoga memiles kembali bangkit dan dgn manajemen yg lbih baik lgi.. Memiles slh stu bisnis startup, MTerima kasih kapolda jatim..🙏🙏🙏

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 11:10
    Permalink

    KAPOLDA JATIM SOK BERNIAT JADI PAHLAWAN DGN KASUS MEMILES TP SBNRNYA DIA MALAH MEMPERTONTONKAN KEKONYOLANNYA DAN KEBODOHANNYA SNDIRI.SEMUA MEMBER MEMILES MERASA TERDZALIMI DGN ULAH POLDA JATIM YG KATANYA TUGASNYA MENGAYOMI N MELINDUNGI MASYARAKAT INDONESIA.#SAVEMEMILES#MEMILESAKTIFKEMBALI#

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 11:10
    Permalink

    Polda jatim harus ganti kerugian akibat ditutupnya aplikasi memiles….

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 11:11
    Permalink

    Benar ..kami selaku member memiles ..tidak merasa di rugikan ..justru dgn di tutupnya memiles ..kami di rugikan ..dan ribuan member hatinya sakit ..

    Balas
    • 31 Januari 2020 pada 11:25
      Permalink

      Saya pribadi justru menjadi rugi akibat penutupan aplikasi oleh Polda Jatim padahal jumlah hari kerja saya nanti dibulan Maret 2020 justru sudah diblokir oleh pihak Polda Jatim… Jujur saya sangat dirugikan, padahal itu modal usaha saya pak polisi yang terhormat, saya bukan koruptor, itu hasil kerja keras saya selama 3 tahun.

      Balas
      • 31 Januari 2020 pada 11:46
        Permalink

        Save MeMiles….semakin jaya.

        Balas
  • 31 Januari 2020 pada 11:12
    Permalink

    TRIMA KASIH POLDA JATIM
    SUDAH MEMPERKENALKAN
    KEDAHSYATAN APLIKASI MEMILES….
    YANG BIKIN PRESTASI KERJA PAK POLDA JATIM DI KENAL DAN DI INGAT MASYARAKT INDONESIA.

    Balas
    • 31 Januari 2020 pada 12:07
      Permalink

      Setujuu… banget memiles bisa ke. bali normal kasian kami yg sudah top up tidak mendapatkan apa yg diharapkan kami semua karena uang kami disita polisi semua alasannya memiles kami bodong mohon penjelasan nya pa kapolada jatim…
      apa sekarang yg hrs kami lakuan, kembalikan uang kami, kami tidak dirugikan sedikitpun,kita hanya menunggu sesuai prosedur.

      Balas
  • 31 Januari 2020 pada 11:14
    Permalink

    Halo pak kapolda jatim yg kami hormati…kami member memiles tidak dirugikan…mohon di bukakan kembali aplikasi memiles…karena kami sangat butuh buat pasang iklan.kami blom ada merasa ketipu pasang iklan di memiles jadi tolong diaktifkan kembali….

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 11:16
    Permalink

    Kami Korban PENUTUPAN bukan Korban PENIPUAN..
    SAVE MEMILES..
    MEMILES HARUS JALAN LAGIIIII

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 11:20
    Permalink

    Silahkan di jawab pak polda jatim yg terrrrrrrrrrrrrr terrrrrrrrr terrrrrrr

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 11:20
    Permalink

    Dg adanya aplikasi Memiles,kami rakyat kecil merasa sgt terbantu krn Memiles mengajak kami tumbuh kembang dg berbagai macam kreatifitas dan semangat pantang menyerah walaupun realita perekonomian kami minim. Namun dg adanya aplikasi ini justru kami lupa akan hal itu,kami diajarkan utk selalu berpikiran positif di sini. Sejauh ini Memiles sdh membuktikan dpt membantu mengentaskan kemiskinan,mengurangi dampak kriminal,memberikan peluang usaha pd semua member dan mengurangi pengangguran. #savememiles

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 11:23
    Permalink

    BPK Kapolda Jatim yth tolong lepas dan tinggalkan kasus memiles kami diuntungkan dan disejahterakan oleh memiles..
    Banyak kasus lain yang lebih merugikan negara dan masyarakat…
    SAVE MEMILES

    Balas
    • 31 Januari 2020 pada 11:48
      Permalink

      #savememiles

      Saya selaku member me miles ber garap me miles bisa kembali bangkit lagi, Saya selama ini tidak merasa di rugikan gabung dengan me miles. Saya yakin me miles itu bisa mensejahterakan rakyat Indonesia.tapi dengan adannya penutupan ini saya merasa kecewa sekali.
      Tolong yang berwenang kembali kan me miles biar kan kami sukses ber sama me miles.

      Balas
  • 31 Januari 2020 pada 11:26
    Permalink

    Buat kapolda jatim
    Ntah apa maksudnya mengayomi atau menghancurkan harapan kami
    Tolong kembalikan memiles kami
    Tolong kasus ini di selesaikan
    Kami semua mau bianis kami lagi
    Ga perlu kami diurusin
    Tolong urusin aja yg narkoba pembunuh perampok korupsi dll kami bukan perampok itu saja
    Tolong y jajaran kapolda jatim pake hati nurani uang digelar2 itu menyalahgunakan fungsi uang
    Kami merasa keberatan atas tindakan kapolda jatim.
    Ntah baik ke maksud kalian itu berakibat buruk buat kami kami tidak perlu pengawasan yg begini ga pake nurani
    Mksh.

    Balas
    • 31 Januari 2020 pada 14:08
      Permalink

      Saya pasang iklan di olx 1,4 juta..trus pake program sundul nya 50ribu.berlaku selama 7 hari.kalau udah 7 hari slot sundulnya belum habis ..sisanya hangus.

      Saya anggap pasang iklan di memiles hampir sama di maeketplace yg berbayar ditempat lain.setelah pasang iklan ,misal isi slot iklan 800rb..saya pakai sampai habis.setelah dapat buyer yang masuk ke wa saya ,dan closing beli projek yg saya pasarkan ..dan saya dapet fee lebih dari slot iklan yang saya beli….

      Walaupun seandainya ga ada program reward dari memiles..saya udah untung dari buyer yang masuk ke list data saya ,apalagi sampai Closing beli ..alhamdulillah..

      Dan saya masih bingung letak investasi bodong nya seperti apa..karena memang tujuannya ingin pasang iklan di marketplace dengan nama #MEMILES

      Saya pasang iklan juga di FB berbayar ..untuk menjangkau buyer yang potensial..

      Kalau slot iklan di memiles masih ada trus di tutup gini,saya jadi ga bisa pasang iklan lagi..rugi doong karena slot iklan saya masih ada.

      😊

      Balas
      • 1 Februari 2020 pada 04:15
        Permalink

        Untuk satgas investasi tidak usah jadi duri untuk memiles dan khususnya nutuk para member. Masih banyak perusahaan / institusi lain yg harus diinvestigasi yg lebih urgant .
        Pada.intinya kami para tidak pernah dirugikan sama.aplikasi memiles.harap dipahami itu.

        Balas
  • 31 Januari 2020 pada 11:27
    Permalink

    Harapan kami tuk kesejahteraan
    Tuk membangun ekonomi yg baik dan mengurangi penganguran serta membantu pemerintah indonesia tuk lebih maju rajyat sejahtera.
    Jangan Memaksakan undang undang yg tidak tepat.
    Mohon dan kami minta tuk sama sama membangun sdm yg berdaya guna. Tidak semua masalah di tuntaskan di meja hijau.
    Semoga bpk kapolri mampu mengayomi kami sbg nasyarakat taat hukum. Wassalam

    Balas
    • 1 Februari 2020 pada 06:09
      Permalink

      Saya sebagai Masyarakat yg miskin, ingin menjadi sukses, makanya saya bergabung di Memiles, tlg Pak kembalikan uang kami😭

      Balas
  • 31 Januari 2020 pada 11:28
    Permalink

    #SAVEMEMILES
    Kami 270 ribu member MEMILES merasa terzholimi atas tindakan anda pak kapolda JATIM, ingat.. Doa orang yg terzholimi itu tanpa ada penghalang… gak takut apa jika seluruh member MEMILES melaknat para oknum kapolda jatim yg telah menutup MEMILES?? Sehingga mereka mendapat azab dari yg MAHA ADIL?? AZAB ALLAH ITU SANGAT PEDIH…

    Tolong team redaksi.. mohon kiranya berita ini tolong sampaikan ke bpk presiden & petinggi negara lainnya..

    Balas
    • 31 Januari 2020 pada 11:42
      Permalink

      Bapak kapolda JATIM yg saya hormati…selama saya bergabung di memiles ini saya tdk pernah merasa dirugikan…harapan saya memiles ini harus diaktifkan kembali demi kesuksesan kami semua member MEMILES se INDONESIA. Sekarang kami ini korban penutupan. Jadi biar kami tdk jadi korban penutupan lagi biarlah kami dengan tenang bekerja di Memiles ini. Kalau pun ada kekurangan dan kelemaha kami kel. Besar MEMILES ini sebaiknya kami di ajari dan diberi masukan supaya kami semua sukses.trimakasih.

      Balas
      • 31 Januari 2020 pada 14:45
        Permalink

        Bapak Kapolda Jatim yg terhormat , saya cuma mau tanya sama bapak apa bapak tidak takut nanti di aherat bapak bertanggung jawab kpd kami 270 ribu member yg telah bapak rugikan dan bapak sakiti. Tolong pak buka lagi aplikasi memiles dan bebaskan pak Sanjay dkk spy bisa meneruskan apa yg di cita2kannya yaitu mensejahterakan rakyat Indonesia bukan menyengsarakan.Kami sangat berterima kasih kalau Memiles aktif kembali dan pak Sanjay dkk bebas. Terima kasih bapak Kapolda yg terhormat…

        Balas
  • 31 Januari 2020 pada 11:36
    Permalink

    BAPAK KAPOLDA JATIM YG TERHORMAT….SEMOGA APA YG BAPAK LAKUKAN DI BALAS OLEH ALLAH….

    BUKAN NYA MENDUKUNG DEMI KEMAJUAN MASYARAKAT INDONESIA…MALAH MAIN GREBEK AJHA…PAK GEROBAK COFFE MEMILES SITA JUGA DONK BAWA KE DEPAN LAPANGAN POLDA JATIM …MINTA KE ERGO RITZ..AGAR MASYARAKAT LUAS TAU..PROGRAM COFFE SHOP ME MILES DIDIRIKAN UNTUK YG AUSAH MENCATI PEKERJAAN…DAN MEREKA YG MEMILIKI MODAL MINIM UNTUK MEMBUKA USAHA…

    MOHON DI SIMAK KOMENTAR SAYA👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼😊😊😊😊😊

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 11:43
    Permalink

    Jgn merasa sok jd pahlawan kapolda jatim yg terhormat…. Jgn hy ingin dilihat masyarakat pny prestasi yg berbintang… Jgn hy demi jabatan anda korbankan rakyat kecil,,, ingat… Citra seorang polisi sdh JELEK di mata masyarakat,,,, jangan anda PER JELEK lagi.

    Balas
    • 31 Januari 2020 pada 11:54
      Permalink

      Masyarakat yang mana Mba? Masyarakat Memiles? Admin memiles saja tidak bisa menunjukkan pendapatan Murni dari Google, tidak bisa menunjukkan bahwa reward diberikan dari pendapatan perusahaan. dan sudah terbukti aliran dana mulai dipecah-pecah. Mau nunggu banyak korban lagi?

      Balas
      • 31 Januari 2020 pada 12:41
        Permalink

        Coba lihat sekitar anda…. Tanya sm mrk ttg seorang polisi… Lalu apa jawaban mrk… Buka mata buka telinga bang…

        Balas
      • 31 Januari 2020 pada 12:58
        Permalink

        Macam paranormal saja, yg dikuatirkan poldajatim itu belum terbukti.
        sampai saat ini belum ada satupun member yg merasa dirugikan memiles.
        Member semuanya dirugikan atas penutupan aplikasi.
        Jadi yg belum terjadi ga usah repot2 kuatirlah.

        Balas
  • 31 Januari 2020 pada 11:51
    Permalink

    Bisa jadi wartawannya ikut topup….. sudah jelas dari analisa reward dan Pendapatan perusahaan tidak imbang…. Dan sudah sangat jelas reward dibayar melalui Uang topup member yang lain (skema Ponzi 100%). Kok masih ngeyel…… Nanti dipengadilan juga bakal kena pasal penipuan.

    Balas
    • 31 Januari 2020 pada 12:42
      Permalink

      Anda kalau tdk faham jgn ikut komentar…

      Balas
    • 31 Januari 2020 pada 13:11
      Permalink

      Heh, kalau gak paham jangan comment. Ketika omset nasional baru 300 milyar, reward yg diberikan sdh 2 Triliun lebih. Kamu ngerti gak definisi ponzi. Kalau bodoh jangan lama2, ayo kalau duel hitung2an, sy alumni slah satu jurusan di ITB, kalaupun kamu misal dr MIT ayo gak takut. Mikiiir

      Balas
    • 31 Januari 2020 pada 14:15
      Permalink

      Kalau reward dan pendapatan tidak seimbang kenapa uang yang 761M masih utuh.itu artinya uang Memiles tidak berkurang dan Memiles sudah siapkan usaha ril berupa gerobak kopi dan usaha lain nya di bulan Januari 2020.

      Memiles bisa di sebut membantu program pemerintah untuk menuntaskan kemiskinan

      #SAVE MEMILES#
      #MEMILES HARUS BANGKIT#

      Balas
  • 31 Januari 2020 pada 11:57
    Permalink

    Yang terhormat Bapak kapolda jatim
    Mohon aktip Kan kembali aplikasi memiles,kami tdk mersa di rugikan apa lagi di tipu.
    Memiles membantu program pemerintah kami sebagai vendor merasa terbantu dg ada nya memiles..
    Memiles punya misi dan visi mensejahtrakan masyarakat indonesia.

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 11:59
    Permalink

    Yang terhormat Bapak kapolda jatim
    Mohon aktip Kan kembali aplikasi memiles,kami tdk mersa di rugikan apa lagi di tipu.
    Memiles membantu program pemerintah kami sebagai vendor merasa terbantu dg ada nya memiles..
    Memiles punya misi dan visi mensejahtrakan masyarakat indonesia.

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 12:10
    Permalink

    Yang terhormat ,,bpk kapolda jatim,,
    Kami member memiles tlong Aktifkan kembali aplikasi memiles,,yg selama ini
    Menjadi harapan kami,,kami sendiri tidak mersa di rugikan,,apalagi di tipu,,Memiles adalah termasuk membantu program pemerintah ,,mensejehterakan rakyat indo
    nesia,,Harusy polda jatim sbagai pengayom masyarakat,,bukan bikin resah masyrakat,,
    Tlong bpk presiden jokowidodo kami butuh keadilan,

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 12:10
    Permalink

    Saya tidak mengerti dengan polda jawa timur ini, katanya pengayom masyarakat pelindung masyarakat tapi dimana pengayomnya? Malahan kalian merugikan kami masyarakat member memiles.

    PT.Kam and kam salah apa????? Legaliatas lengkap, uang ada, owner ada tidak kabur, barang ada sebagai bukti reward, OJK juga mengakui memiles bukan dibawah OJK karena memiles adalah bergerak dibidang periklanan bagi sesama membernya, memiles ada partner bisnis dengan coffe shop, memiles membatu UKM dengan mengiklankan barangnya, bekerjasama dengan vendor-vendor. Memiles mlm nya dimana?? Penipuannya dimana?? Investasinya dimana? uangnya ada di rekening kan..bukan juga bank.
    Jika dianggap ada suratnya yg kurang ya di kasih teguran dan dibina biar lebih maju memilesnya, dipanggil ownernya ka..ini malah di segel kantornya, ditutup aplikasinya ditangkapin pemiliknya…mana katanya pengayom masyarakat? Polda jatim tau dengan ditutupnya aplikasi memiles ini sejak tgl 18 desember 2019 kami semua member memiles sangat dirugikan..uang kami dijemur dipamer, kalian tau itu hasil keringat kami, salah ka jika kami menginginkan reward?
    Di memiles tidak ada orang dirugikan, semua yg melapor itu merasa rugi karena polda menutup aplikasi memiles.
    Sekarang alasannya surat ijin tdk seauai dgn lokasi kantor, itupun tidak bisa jadi alasan utk dikatakan bodong..knp? Krn kantor sdh tdk memungkinkan menampung kunjungan member yg begitu membludak dlm tempo hanya bbrp bulan sehingga harus membuka 3 kantor sementara sambil menunggu pengadaan kantor baru yg permanen dan lebih besar. Sudahlah pak kapolda tolong dibuka kembali aplikasi memiles, biarkan kami kembali menjalankan usaha kami di memiles..jangan menghalangi orang berinovasi dalam berbisnis di era four for zero..ini eranya bisnis startaup, unicorn dll.

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 12:11
    Permalink

    kesimpulan saya,yg merugikan,yg meresahkan,yg oon bin tolol sedari awal ya polda jatimnya emang yg jancok…
    #save memiles
    #keadilan harus ditegakkan
    #tuntut balik itu kapolda jatim yg gendeng

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 12:15
    Permalink

    Saya ingin memiles berjalan lagi,tolong pak polisi polda jatim hentikan penyelidikan kasus memiles dan biarkan memiles berjalan lagi…banyak impian dan harapan saya,keluarga saya,orang tua saya di memiles…saya ini orang yang kurang mampu, ekonominya pas-pasan,sementara saya tulang punggung keluarga…saya ingin membahagiakan mereka pak polisi,satu-satunya harapan saya di memiles..saya ingin memiles bankit lagi..minimal saya bisa berjulan saat bop memiles lumayan daganganya laku keras

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 12:18
    Permalink

    Mohon pak Kapolda Jatim, hentikan kasus memiles ini biarkan kami 270.000 member adalah bagian dari rakyat Indonesia kembali menjalankan kehidupan kami bersama memiles. Jauh lebih bermartabat jika pak Kapolda menghentukan kasus ini daripada jika tetap dipaksakan untuk bersalah.

    Balas
    • 31 Januari 2020 pada 12:33
      Permalink

      #savememiles ..semoga bisa kembali lancar.. kepada polda jatim..semoga allah selallu memberikan keberkahan .. uang kami uang halal pak Bukan dari penipuan …. Kita mencari uang berkah .. hidup hanya mengingatkan tabur tuai .. sampai Berapa turunan .. semoga bisa cepat Buka kembali .. aamiin yra

      Balas
      • 1 Februari 2020 pada 03:49
        Permalink

        Udah pak KAPOLDA JATIM khusus memiles lepasin aje…apalagi hidup di Jkarta byk kerah putih terselubung yg lebih byk penipu ulung yg selalu morotin dan bikin miskin..kompensasinya ada memiles ,penipu semua org itu terbayar bahkan bisa ngangkat diri dihadapan semua yg tidak penipu jd lanjutin aja memiles pak Kapolda semoga org iri yg bedik dan syirik yg maen blk lewat mo iriin ilang…ada memiles bedik..syi
        rik …dengki cwk cwk iri nyinyir ilang

        Balas
    • 31 Januari 2020 pada 12:34
      Permalink

      #savememiles ..semoga bisa kembali lancar.. kepada polda jatim..semoga allah selallu memberikan keberkahan .. uang kami uang halal pak Bukan dari penipuan …. Kita mencari uang berkah .. hidup hanya mengingatkan tabur tuai .. sampai Berapa turunan .. semoga bisa cepat Buka kembali .. aamiin yra

      Balas
  • 31 Januari 2020 pada 12:19
    Permalink

    memiles duitnya banyak

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 12:20
    Permalink

    Sungguh rasanya ingin sekali menuntut balik kepada yth Polda Jatim
    Karena kami sebagai member Memiles merasa sangat dirugikan dengan penutupan aplikasi Memiles ini.

    Kepada yang terhormat Bapak Kapolri agar menangani permasalahan ini sampai tuntas.Tunjukan Marwah Polri yang melayani dalam melindungi masyarakat,Bukannya membuat resah dan masyarakat.

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 12:21
    Permalink

    Yang terhormat bapak Kapolda Jatim
    Saya sebagai member memiles tdk dirugikan oleh memiles, tapi penutupan aplikasilah yg membuat saya Dan teman2 saya dirugikan…
    Bapak telah menghancurkan impian2 kami…impian ingin membahagiakan orang tua, anak dan orang2 yang kami cintai…
    Yang bapak pertontonkan itu adalah uang slot beli iklan kami…itu uang hasil jerih payah kami…bukan uang HARAM…
    Kami berharap polda jatim bs mengembalikan memiles seperti dulu…
    Tujuan memiles sangatlah murni untuk mensejahterakan rakyat…mungkin saja saudara, teman, tetangga atau bahkan keluarga bapak turut juga sebagai member dg tujuan ingin memperbaiki keadaan ekonomi…
    Selama saya ikut dlm memiles..blm dengar saya ada member yg dikecewakan…
    Dan baru kali ini saya dan teman2 dikecewakan oleh aparat kepolisian dimana seharusnya bapak melindungi kami…
    Kami mau memiles aktif lagi
    Kami mau memiles bangkit lagi
    Kami mau sejahtera…dan di memiles harapan dan impian kami bs terwujud..
    Insya allah…
    Aamiin yra
    Terima kasih
    #savememiles

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 12:22
    Permalink

    Sungguh rasanya ingin sekali menuntut balik kepada yth Polda Jatim
    Karena kami sebagai member Memiles merasa sangat dirugikan dengan penutupan aplikasi Memiles ini.

    Kepada yang terhormat Bapak Kapolri agar menangani permasalahan ini sampai tuntas.Tunjukan Marwah Polri yang melayani dalam melindungi masyarakat,Bukannya membuat masyarakat resah dan khawatir..

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 12:22
    Permalink

    Kpd bpk kapolda jatim yg terhormat…sblmnya saya punya mimpi besar gabung brsama memiles…saya bkerja jd TKW di singapure cita2 saya ingin cepat pulang ke indonesia kumpul lg brsama keluarga..akan tetapi bpk kapolda mengubur hidup2 mimpi sya..
    Mudah2an bpk kapolda cepat dikasih hidayah agar memiles bisa berjaln kembali untuk melanjutkan niatnya mensejahterakan masyarakat indonesia

    Balas
    • 31 Januari 2020 pada 13:48
      Permalink

      #SaveMemiles#
      Semoga Kapolda Jatim mempunyai hati nurani ,welas asih terhadap 270.000 member memiles.
      Segera hentikan kasus memiles.
      Biarkan memiles aktif kembali.
      Memiles karya anak bangsa
      Kami bukan korban penipuan tapi kami korban penutupan.
      #BebaskanMerekaSemua#SaveMemiles#

      Balas
  • 31 Januari 2020 pada 12:26
    Permalink

    Sangat setuju terima kasih sdh mewakili kami sebagai member Memiles,,, kamipun berharap PT Kam and Kam berjalan seperti dr awal dan janji serta harapan yg kami harapkan dr hasil kami top up
    Maju terus Memiles bangkit lagi PT Kam and Kam kami menanti
    Terima kasih Tuhan Menyertai kita semua
    Apa yg kita tabur itulah yg kita tuai

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 12:32
    Permalink

    Kami rakyat kecil yang ingin mensejahterakan keluarga kami, kami mempunyai kendala modal utk bisnis kecil2an, di memiles itu ada pemberian modal usaha dan ada pemberian gerobak kopi memiles dengan gratis. Rencananya bulan Januari 2020 kami sdh dapatkan gerobak utk jualan kopi itu. Oleh sebab itu kami dg susah payah mengumpulkan uang bahkan ber bulan2 utk ikutan top up pasang iklan bahkan ikutan konsorsium (gabungan) dengan teman2. Semua impian dan angan2 kami musnah sejak penggerebekkan oleh Bapak Kapolda Jatim….kami mohon dengan sangat tolong kembalikan aplikasi memiles kami supaya kami semua bisa menlanjutkan cita2 kami semua… memperbaiki hidup ini …. Terima kasih.

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 12:33
    Permalink

    Bismillahirrohmanirrohim…

    Semoga meMiles tetap berjaya dan membuktikan yg benar adalah benar, dan salah adalah pihak yg berencana menutup dan mengubur mimpi semua mitra meMiles.
    kami sbg mitra tdk dirugikan sedikit pun, tetapi justru pihak2 yg diluaran sana yg merugikan kami krn dibekukannya aplikasi meMiles ini.
    In Syaa Allah… semua pihak2 di luaran sana semoga terbuka hatinya untuk membuka kembali aplikasi meMiles untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.
    Aamiin yaa Robbal ‘alamiin…

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 12:36
    Permalink

    Kapolda Jatim Bapak Luki harus bertanggung jawab atas kerugian member2 memiles akibat penutupan aplikasi yg dilakukan secara sembrono.
    Baik kerugian materiil maupun imateriil!

    Balas
    • 31 Januari 2020 pada 12:45
      Permalink

      Lagu lama, tangkap dulu cari bukti kemudian….

      Balas
  • 31 Januari 2020 pada 12:41
    Permalink

    PAK POLISI POLDA JATIM saya member memiles tidak pernah merasa dirugikan oleh memiles, justru pak polisi telah mengancurkan harapan saya dengan menutup aplikasi memiles…TOLONG-TOLONG BAPAK POLISI BIARKAN MEMILES BERKIBAR LAGI, tolong yah..please pak polisikan pinter,punya kekuasaan..saya merasa terbantu kok dengan adanya memiles..pak polisikan tau biaya hidupkan mahal, bantuan pemerintahkan kan tidak bisa seperti memiles, memiles membantu masyarakat kecil, memiles juga bayar pajak untuk pemerintah..tahukan planing kedepannya MEMILES LUAR BIASA, yang saya tau HADIAHNYA BENAR..REWARD KAN HADIAH..HADIAH TOP UP IKLAN

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 12:42
    Permalink

    Pak kapolda jatim yg terhormat dn yg dimuliakan Allah,tolng jangan rampas hak kami ,kami mencari rezeki melalui PT KAM AND KAM untk memasarkan produk kami dg beriklan dimemiles,dimana salah kami dn PT KAM AND KAM,klw dia bodong sudah dibawa kabur itu uang,rewerd tdk akan dibagikan,MASYAALLAH pak kapolda jatim ini menyangkut hajat orang banyak yg sudah terzholimi dg ditutupnya PT KAM AND KAM dan aplikasinya,ingat pak kapolda jatim ada 2700 member yg terzholimi maka akan dikabulkan ALLAH doa orang2 yg dizholimi…aamiin. hati2 pak kapolda

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 12:43
    Permalink

    Kami member memiles 270.000 org sangat dirugikan atas penutupan aplikasi memiles oleh bapak kapolda jatim yth,kami bukan korban penipuan dari memiles.kami sangat ingin merubah perekonomian kami sehari2 dari aplikasi memiles.uang yg kami gunakan tuk top up slot iklan dimemiles bukan dari sim sala bim tp jerih keringat kami yg halal.salahkah kami ingin menuju kehidupan yg mapan lewat memiles…Ya Allah…tunjukanlah yg benar adalah benar dan yg salah akan terlihat salah…Aamiin

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 12:46
    Permalink

    Polda Jatim yg terhormat,
    MeMiles itu semisal petani cabe yg sdg menyemai bibit. Setelah bibit itu tumbuh datang aparat dengan jumawa menghancurkan kebun petani,petani bertanya apa dosa mereka ? Aparat dgn yakin menjawab : “Kalian telah menanam ganja ! Itu melanggar hukum !”
    Polda Jatim yg terhormat betapa memalukan jika aparat tidak dibekali pengetahuan yg cukup shg tdk bisa membedakan antara tanaman “cabe” Dan ‘ganja” .Dalam Hal ini tidak bisa membedakan antara “investasi” dan bisnis “periklanan” jika ragu atau tidak memiliki pengetahuan yg cukup cobalah dengan kerendahan hati utk bertanya, karena betapa ngerinya negri ini yg memiliki aparat yg “kudet” seperti ini dan memiliki jabatan yg tinggi pula !. Mau dibawa kemana Indonesia di masa yg akan datang ? Tolong Ikutilah perkembangan tekhnologi terkini agar lebih bijaksana dalam bertindak.

    Balas
    • 31 Januari 2020 pada 14:12
      Permalink

      Bantahan utk mentahkan tuduhan polda jatim thd memiles sdh banyak dan smua benar adanya , aku cuma minta kpd polda jatim ‘ hentikan manuver bpk , kembalikan memiles dan asetnya yg anda sita kpd yg berhak ” !!!!

      Balas
  • 31 Januari 2020 pada 12:48
    Permalink

    #Save meMiles

    Kami sbg mitra meMiles berharap semoga secepatnyaa aplikasi meMiles segera dibuka untuk kepentingan dan kesejahteraan semua mitra.
    Tolong kpd semua pihak yg merugikan mitra meMiles segera diberikan petunjuk untuk membela yg benar.
    dan kami sbg mitra jg berharap semua masalah yg sedang dihadapi segera secepatnya diselesaikan.

    #Save meMiles
    #Mitra meMiles bersatu

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 12:59
    Permalink

    Tooollloooongggg…..
    Tolloooong kami pak…
    Tooolooonggg kami bu…

    teriak teriak minta tolong Sana sini gada yg mau denger kali ya, apa karena kami rakyat kecil.. ??? Teriakan minta tolong kami sampai tidak ada yg mendengar dan tidak ada yg mau menolong..???

    Apakah kami 270rb rakyat indonesia ini tidak layak utk ditolong dr ketidakadilan? Yg di sita yg di pajang itu uang hasil dr jerih payah kami keringat kami Rakyat Biasa Rakyat Kecil.. Tooolooooonngggg…. Tolong kami Tuhan🙏🏽🙏🏽🙏🏽🙏🏽

    Balas
    • 31 Januari 2020 pada 14:26
      Permalink

      Kami bukan korban penipuan.. tapi kami korban penutupan memiles..

      #SAVE MEMILES#

      Balas
  • 31 Januari 2020 pada 13:02
    Permalink

    Kepada Yth Bapak Kapolda Jatim……
    Tolong jangan bunuh harapan kami rakyat kecil yg ingin mewujudkan impian kami bersama Memiles. Kalo memang ada yg perlu diperbaiki, tolong BINA KAMI. JANGAN BINASAKAN.

    Balas
    • 31 Januari 2020 pada 14:23
      Permalink

      Bpk dan jajaran yg menangani kasus MeMiles berasumsi bhw memiles adalah salah satu jenis investasi bodong, investasi abal2, investasi illegal…… Maka kami jg punya hak utk berasumsi bhw memiles adalah bukan investasi bodong, bukan investasi abal2, jg bukan investasi illegal. MeMiles BUKAN investasi, tapi MeMiles adalah APLIKASI.
      MeMiles BUKAN investasi, karena kami BUKAN investor dan kami tidak pernah berinvestasi dgn uang kami di MeMiles, dan jika dikatakan investasi maka uang kami pd saatnya nanti akan bisa kami tarik kembali dan kami harus menerima secara rutin setiap bulan atas hasil keuntungan berinvestasi tsb. KENYATAANNYA? kami hanya membeli Slot Iklan dan uang yg kami berikan dgn cara melakukan Top Up Slot Iklan ke Rekening BCA PT. Kam & Kam berlaku putus setelah Slot Iklan telah diberikan ke kami. Disini sudah berlaku yg namanya jual beli. dan SAH. perlu dipahami bhw Slot Iklan yg telah kami beli tadi TIDAK MENGHARUSKAN mengiklankan produk dan jasa saja. TIDAK ADA larangan bagi kami dari SIAPAPUN bahkan OLEH ATURAN HUKUM SEKALIPUN ketika kami harus menampilkan selfi kami dgn keluarga kami dlm kecerian disuatu tempat tertentu pd Slot Iklan yg telah kami beli. UNTUNGNYA bagi kami ternyata pembelian Slot Iklan ini memiliki “VALUE” dimana pihak PT. Kam & Kam memberikan Reward (apapun jenisnya) sesuai dgn nilai Top Up yg kita lakukan dgn kategori “ketentuan dan persyaratan berlaku”. Dimana ini bisa kita lihat? Tentunya sudah dicantumkan di dlm FAQ pd Aplikasi MeMiles. Anda dan saya pasti heran terheran heran……. it is impossible!
      Masa 7 jt atau 8,4 jt bisa dapat mobil mewah seharga 450 jt? (ini cuma contoh saja). Bgmn mungkin? Bagi anda dan bagi saya kelihatannya TIDAK MUNGKIN LAH…. Tapi bagi Advertasing Digital era Now semua hal yg tidak mungkin menjadi mungkin. Sejauh belum ada yg dirugikan oleh pihak PT. Kam & Kam melalui Aplikasi MeMiles nya, maka kami pikir ini oke-oke saja. Namun pd kenyataannya, kami justru banyak dirugikan ketika ini ditutup dan dikasuskan. Dimana kerugian kami sebagian besar para customer MeMiles? Harusnya kami sudah mendapatkan Reward, kami sudah bisa Tour ke Jepang, Asia, Eropa, dan berwisata di Dalam Negeri……MALAH menjadi gagal. Waktu, pikiran, tenaga, dan harapan kamipun terbuang percuma.
      WHAT WOULD YOU DO?

      Balas
  • 31 Januari 2020 pada 13:08
    Permalink

    Menurut sy dan di rasakan langsung karna ada memiles sy dan orng2 sekitar saya, banyak yg kembali optimis dalam menghadapi situasi ekonomi yg semua kita rasakan, tp semenjak ada masalah yg di buat oleh pihak Polda Jatim banyak orng bertanya kenapa pihak yg seharusnya mengayomi malah merusak mimpi indah ratusan ribu rakyat yg menggantungkan mimpi lewat memiles.

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 13:10
    Permalink

    Apakah polda pikir 270member bodo semua join tanpa membaca,menilai,mempelajari ,kami pemain Bisnis onlen sangat di rugikan dengan tindakan bapak kapolda ,anda juga manusia biasa seperti kami pak , member2 memiles juga banyak polisi ,apakah mereka bodoh ikut gabung di memiles pak ,
    Bu risma ,tolong tegak kan keadilan bu risma , kami percaya ibu pasti bisa jadi jembatan kami ,kami member memiles ter ZHOLIMI bu ,,, ini wilayah ibu ,jawa timur ,,,TOLONGGGGG KAMI BU ,,,KAMI BUKAN KORBAN MEMILES TAPI KORBAN KAPOLDA BU RISMA ,

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 13:12
    Permalink

    Saya pribadi memberi apresiasi yg luar biasa untuk redaksi FNN,yg telah mewakili aspirasi kmi member memiles,saya berharap bpk kapolri beserta jajaranx ikut serta turun tangan dlm hal ini,kmi selaku member tidak pernah mersa di rugikan seperti apa yg di GAUNGKAN,oleh POLDA JATIM,saya harap pihak terkait memberi bimbingan/ arahan pada memiles bila mna dlm hal persyratan ada yg blom terpenui,bukanx main tutup seenakx,….sekali lagi trimakasih FNN….love you pulllll👍💪🤝😘😘

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 13:16
    Permalink

    Kepada yth: Bapak Kapolri kami memohon untuk ditinjau cara kerja Polda Jatim,yaitu kenapa lgs digrebek jauh jauh dari Jatim kan msh ada polisi daerah tersebut,kenapa bisa melangkahi zona apa tdk ada aturan,koq terlalu berani ambil dana PT.kam and kam seharusnya cukup diblokir sj dan luruskan masalah bukan ditutup,masa dana toup di blg uang kejahatan,itu uang toup hsl keringat smua,member rugi Krn ditutup oleh Polda Jatim dan kami tdk dirugikan oleh PT.kam and kam malah kami terbantu,dgn mengiklankan produk lgs terbantu dgn member yg 270rb yg melihat dan tertarik mohon pak Kapolri dan bpk presiden yg kami banggakan dan DPR RI yg kami banggakan utk segera dibuka kembali Memiles spy kami 270rb member dpt hidup sejahtera,

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 13:16
    Permalink

    #savememiles

    Uang top up iklan saya hangus saya ga bisa pasang iklan impian saya dan harapan saya di rampas bapak kapolda Jatim.
    Semoga memiles berkibar kembali dan bisa mensejahterahkan rakyat indonesia. Ya Allah kabulkan doa kami rakyat kecil yang teraniyaya.

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 13:19
    Permalink

    P ka polda,bpk tlh MENZOLIMI 270 rb member Me Miles,tolong hentikn kasusnya inget p orang panen tergantung apa yg d tanam,bpk sadar ga ucapan bpk d media tv tnpa merasa salah klo Me Miles Investasi bodong,pd hal pengadilan blm menetapkn,pernyataan itu bpk sadar gak,sngat menyakitkn hati 270 rb member .permintaan sy jg pr member,kasus ini d hentikn,dn buka aplikasi,ingat pak dr pd d GIGIT P JKW,swun.

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 13:23
    Permalink

    Kapolda jatim ini kok gak sejalan dengan visi misi pak Jokowi, yg mendukung industri 4.0. Kok Memiles yg secara konsep adalah bagian dr itu dan bisa membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja, menghidupkan jutaan UMKM dan selama 8 bulan ini sdh banyak hasilnya kok malah ditutup, harusnya analisa dulu yg mendalam secara tepat dan benar. Tindakan penutupan ini merupakan salah satu upaya yg bertentangan dg keinginan presiden. Sy sendiri sebagai alumni teknik di ITB justru kagum dengan inovasi yg dimiliki Memiles. Mohon pak Presiden Jokowi agar bisa mengevaluasi kinerja para aparat yg bertentangan dengan agenda2 besar serta visi misi bapak

    Balas
    • 31 Januari 2020 pada 14:45
      Permalink

      Bukan tidak sejalan mas, tapi nggak ngerti n gk faham kykx dngan bisnis era digital…yg di fahami cm itu dikit2 bodong,bodong,bodong…kasian banget.

      Balas
  • 31 Januari 2020 pada 13:23
    Permalink

    Menurut saya. Segera pak kapolri turun tangan langsung ke persoalan memiles ini. Krn dgn perbuatan anggotanya yg di jatim bisa mencoreng nama institusi kepolisian. Ini hantam kromo tanpa pikir panjang nasib anggota memiles. Saran saya gugat kerugian ke polda jatim yang sudah ditimbulkan akibat di tutupnya aplikasi memiles. Hitung perhari dan sudah ditutup berapa lama. Biar mereka kapok tdk semena mena tangkap orang. Suruh polda jatim bayar rewardnya member yang sudah jatuh tempo. Semoga memiles cepat beroperasi lagi. Salam Memiles

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 13:25
    Permalink

    *MEMILES BUKAN INVESTASI*
    *MEMILES BUKAN MLM*
    *MEMILES BUKAN SKEMA PIRAMIDA*
    *MEMILES BUKAN MONEY GEMA*

    BPK KAPOLDA JATIM YTH.
    JANGAN MENGHALANGI MEMILES UNTUK MEMBANTU KAMI MASYARAKAT INDONESIA UNTUK BANGKIT DAN SEJAHTERA.TOLONG BPK BISA PIKIR KAN KEMBALI .MASIH BANYAK YANG HARUS BPK URUS YG INFESTASI BODONG DAN TIDAK PUNYA IJIN & TDK BERTANGGUNG JAWAB DI LUARAN SANA.
    KENAPA BPK TDK TAU DAN TIDAK MENCARI TAU .TAPI KENAPA MEMILES YG SUDAH JELAS IDENTITAS NYA DAN TERBUKA DAM TIDAK ADA YG DI TUTUP2I MALAH BPK HANCUR KAN.&TIDAK ADA RASA KEMANUSIAAN .BERAPA BANYAK KORBAN ORANG MISKIN YANG INGIN BANGKIT MALAH BPK HANCURKAN HARAPAN NYA .KAMI NDAK MERASA RUGI TAPI BPK TUTUP APLIKASI MEMILES.SEHARUS NYA BPK YG DI SEGANI DAN HARUS NYA DI HORMATI MALAH MENGHANCURKAN HARAPAN RAKYAT YG HARUS NYA PATUH DAN TAAT PADA PERATURAN YG HARUS DI JALAN KAN .TAPI BPK SENDIRI LAH YG TDK MENGHARGAI CITRA BPK SEBAGAI APARAT MAAF KAMI RAKYAT KECIL YG HARUS NYA DI BELA DAN DI BANTU BUKAN MALAH DI HANCURKAN HAK KAMI
    MAAF BPK KAPOLDA ALLOH SELALU BERSAMA ORANG YG TER DHOLIMI DAN TERSAKITI

    #SAVE MEMILES#

    Balas
    • 31 Januari 2020 pada 13:37
      Permalink

      Jangan mempermalukan diri sendiri sebagai Polisi jaga nama Baik
      Memiles bukan investasi Bodong, kami para Member Memiles di Indonesia merasa rugi karena di Tutup sm polda Jatim yg tidak mengerti sm sekali Sistem Memiles, yang bisa merubah Rakyat miskin, tolong kembalikan Memiles kepada kami orang2 miskin

      Balas
    • 31 Januari 2020 pada 13:56
      Permalink

      Save MeMiles
      Kami tidak dirugikan oleh Memiles tapi
      Kami korban penutupan MeMiles
      Iklan yg sudah kami pasang tidak bisa tayang dan reward tidak bisa siberikan akibat penutupan aplikasi,
      Kembalikan Memiles .. Untuk kesejahteraan masyarakat banyak

      Balas
  • 31 Januari 2020 pada 13:34
    Permalink

    Kpd bkp kapolda jatim yg terhormat..sebelum nya saya punya cita” ingin punya kehidupan yg layak..maka dari itu aku ikut gabung di memiles ingin mewujudkan cita” saya tp syang bpk telah mengubur cita” saya karna bpk telah merampas / menutup memikes..saya harap bpk harus segera mengembalikan memiles agar saya bisa hdup yg layak..apa bila bpk tdk mengembalikan memiles bpk sma aja mengubur cita” saya..smg bpk di beri hidayah supaya bpk sdar agar bpk ngengatifkan aplikasi memiles yg akan mensejahterakan masyarakat indonesia..

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 13:38
    Permalink

    Bukti bukti belum kongkrit……

    Tuduhan investasi bodong salah kaprah

    Tolong di hentikan saja penyidikan ini
    Dan di buka lagi semua kegiatan perusahaan memiles..

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 13:39
    Permalink

    Polda jatim,,lebih baik swgwra hentikan kasus ini daripada nanti anda beserta jajarannya malu sendiri,,karena memiles visi misi nya jelas mensejahterakan masyarakat indonesia,,masih banya di luar sana kasus besar yang harus anda tangani yang jelas jelas melanggar aturan hukum,,jangan cari cari kesalahan deh di memiles,dan tolong segera bebaskan pak sanjay,pak f. Suhanda dan timnya,

    Terimakasih..

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 13:39
    Permalink

    Kami member memiles tdk prnh merasa dirugikan olh memiles tpi kami malah dirugikan oleh kapolda jawa timur krn telah menutup aplikasikasi memiles..
    Kepada bpk.Kapolri tlg kami pak..kami 270rb member telah dirugikan oleh kapolda jatim..selama ini kami sangat percaya sekali kpd polisi sbgai pengayom masyarakat..jgn hanya krn beberapa oknum polisi, keprcayaan kami masyarakat kecil ini jdi hilang bgtu sja pak..
    Dan buat bpk.Presiden RI bpk Jokowi yg kami cintai..tolong kami 270rb rakyatmu pak yg telah dirugikan oleh kapolda jatim krn tlh menutup aplikasi Memiles kami..
    SEKALI LGI KAMI TDK MERASA DIRUGIKAN OLH MEMILES TPI KAMI SANGAT DIRUGIKAN ATS PENUTUPAN APLIKASI MEMILES OLEH KAPOLDA JAWA TIMUR
    #SAVEMEMILES
    #BUKAKEMBALIAPLIKASIMEMILESKAMI

    Balas
    • 31 Januari 2020 pada 13:58
      Permalink

      Ya…Allah Berikan Jalan agar Memiles bisa berjalan kembali…karena banyak yang di rugikan akibat penutupan aplikasi Memiles…save Memiles

      Balas
  • 31 Januari 2020 pada 13:43
    Permalink

    Memiles bener gak merugikan masyarakat malah menguntungkan masyarakat knpa di grebek pk polisi salah ny apa, itu orang yang lapor ke Polda Jatim orang idiot kali bs di tuntut balik klo memiles bner gk salah

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 14:09
    Permalink

    Polda jatim memang sembrono, mestinya juga dilihat sumber keuangan Memiles ini dari mana saja, bukan uang top up saja yg di sampaikan, tapi income pasif dari geogle AdSense perlu di ungkap karena ini bisnis network yg ada kesepakatan online. Belum lagi income vendor dan cafe shop yang akan di buka bulan January , Apa nggak mau mengungkap ya…?
    Supaya di anggap nggak ada ya..?
    Mudah mudah Allah membuka kebenaran .Aamiin Aamiin Aamiin Allahuma Aamiin

    #SaveMemiles

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 14:12
    Permalink

    Sebaiknya mimeles biarkan dulu jln..sambil diawasi oleh semua…
    Jgn terlalu berprasangka buruk terhadap sesuatu yg baru…kalau MM berjalan betapa banyak org yg diuntungkan…jgn dibrangus ide anak bangsa…mari kita benahi jika ada kesalahan…

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 14:22
    Permalink

    Saya member Memiles, saya tidak pernah dirugikan memiles, malah saya sangat senang sekali dengan kehadiran memiles. Saya bingung kenapa Polisi yg keberatan ya. Uang ya uang saya, mau rugi atau ngga apa urusannya sama polisi ya?

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 14:28
    Permalink

    Kyny baru ini ada kasus yg baru disidik tp dijembreng duitnya, padahal msh praduga… apa etika hukumny bgtuu.. maap yee tp pansos bgt yaa polda disetting heboh😌 hrsnya yg korupsi tangkap tangan tuuu dijembreng duitnyaa..

    Jd inget kmrn Contoh kasus perkosa laki di inggris sana.. itu aja slm proses sampe slesai korban pelaku saksi2 dilindungi lhooo… stlh semua jelas dan jatuh putusan baruu on media…kereeen lah aparatnyaa…kl dsiniiii ? Dijembreng diumbar Udh ky drama sinetron 😆 negaraa flower +62

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 14:29
    Permalink

    Kepada yth bpk kapolda jatim yg terhormat…tlg pk lain kali seandainya msh dpt jabatan di jjaran polri, tlg pelajari dl baik2 n pahami benar ttg dunia bisnis,trlebih bisnis era digital kyk skrg ini…jgn asl main tangkap,segel,nyita,nutup aja. Jgn pola pokir bpk dikit2 investasi bodong,bodong,bodong…knp bpk tidak tanya dl kpd para ahli,datangkan dong ahli yg tau persis soal bisnis era digital,jgn sok tau lalu main tangkap dsbx. Pasti bpk brharap dpt prestasi luar biasa dri pk kapolri,presiden ats apa yg bpk sdh lakukan trsbt, pke pamer uang sitaan yg jmlahx ratusan milyar segala… udah dpt yah prestasi dr kapolri tw presiden? Tp pk kapolda jatim yg trhormat, kmi sarankan lbh baik bpk minta maaf n akui ksalahan bpk,sblm 270.000 member melawan bpk n doakan yg terjelek buat bpk…istigfar pk. Satu yg pasti bahwa prestasi yg bpk mungkin impikan itu tdk akan bpk dptkan… dn akhirx kezhaliman apapun yg bpk lakukan kpd kami member memiles,kmi ttp berterima kasih kpd bpk krna ulah bpk memiles tambah DAHSAT mksh bantuan bpk ats bntuan mempromosikan kehebatan n kebesaran meMILES…..

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 14:34
    Permalink

    Kapolda jatim gara gara tindakkan bpk kami saat ini menderita, saya korban penutupan memiles yg bpk lakukan, ada org pinter yg visi misiy jelas ingin mensejahtrakan rakyat seluruh indonesia kok malah di jegal, apakah bpk mampu mensejahtrakan rakyat indonesia, seharusy bpk ikut senang klo rakyat kecil bs sejahtera.
    270 ribu member telah bpk sakiti. Allah tidak pernah tidur bpk, ingat itu, cukup doa doa, dan doa dr 270 ribu member Untuk polda jatim.

    Kami sangat berterimakasih kpd redaksi FNN, yg telah membantu 270 ribu member, semoga Allah memberi berlipat lipat kebaikan mengangkat nm FNN setinggi tinggiy aamiin.

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 14:50
    Permalink

    Sy sebagai member tdk merasa di rugikan oleh PT. Kam and Kam dgn aplikasi bisnisnya yaitu MeMiles, justru dgn ditutupnya bisnis aplikasi MeMiles ini oleh Satgas OJK & Polda Jatim malah merugikan saya & menjadi korban shg semua impian -impian saya yg ngin membantu dan menolong orang-orang miskin dan pengangguran tdk bs terwujud.
    Satgas OJK & Kapolda Jatim beserta anak buahnya telah berbuat dzolim.

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 14:56
    Permalink

    Kepada Pak Kapolda Jatim… Ibarat…Gajah Dgan Semut…Jangan ngijak2 sarang semut…karena Merasa Jadi Gajah…kalo nggak mau semut 270 ribu…akan menggigit pelan2 akan banyak luka nggak akan sembuh…

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 14:59
    Permalink

    Dari awal…saya sdah mempajari….memahami bahwa meMiles itu adalah sebuah aplikasi yg menjual Slot iklan…akad jual beli nya jelas seperti halnya kita membeli kuoata internet….kita beli .lalu mau di pake atw tidak nya kuota tsb adalah hak kita yg penting secara akad sudah selesai….
    Lalu…. perusahaan memberikan hadiah atw reward di sebabkan ada keuntungan kedua belah pihak dari kegiatan masyarakat yg ada di aplikasi meMiles ini…apa salah nya perusahaan berbagi dgn membernya…??
    Haloooooo bapak polda Jatim yg terhormat tolong jelaskan kepada kami masyarakat bodoh ttg akad jual beli tsb… apakah sudah sah secara hukum…?????
    Dan yg lebih bikin aneh dan nyesek…kenapa pihak Polda bicara ttg melindungi kepentingan masyarakat banyak….saya mau tanya… masyarakat yg mana yg bapak terhormat maksud kan….kami paham ko dan kami sama sekali tidak merasa di rugikan Sama meMiles.. justru ketidak pahaman bapak yg terhormat lah yg membuat kami semua jadi rugi,..
    Ayoo lah pak…knpa ko bernafsu banget ingin mengurus meMiles…?????
    Ada apakah ini…. sebagian masyarakat sdah banyak yg paham dgn bisnis plan aplikasi meMiles ini….. jadi tolong malu lah pak dgn kami semua yg tdak sebodoh yg bapak sangka kan selama ini…..
    Tolong jgn tutup mata tutup telinga demi sebuah keegoisan…..

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 15:00
    Permalink

    Kasihan ni aparat bukan nya mendapatkan pujian.tapi menuai hujatan.dikiranya bisa buat prestasi agar jadi batu loncatan jabatan yg lebih bagus ..+62..negeri wayang kulit.bukan nya korupsi yang triliunan di urusin.
    #save memiles

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 15:01
    Permalink

    Semoga Bapak Kapolri bisa bertindak tegas kepada oknum Polda Jatim yang sudah bertindak arogan dan keluar dari prosedur hukum yang ada.

    Kami Member Memiles adalah KORBAN POLDA JATIM.

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 15:02
    Permalink

    Kepada bapak kapolda jatim sebagai member memiles saya tidak merasa dirugikan toh janganlah bikin perkara yang tidak masuk di akal . Nambah2in dosa aja kalian disumpah bukan untuk menjatuhkan banyak orang gini .

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 15:10
    Permalink

    Buat kapolda jatim beserta jajarannya hati2 lah dlm bertindak 270.000 member memiles tdk akan tinggal diam kami selalu memperhatikan bhkan seluruh masyarakat indonesia jg ikut memperhatikan kasus ini.. jika ini bkn investasi bodong melainkan tuduhan bodong dr kapolda jatim mka hukum yg kau salah gunakan yg kelak akan menghukum mu

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 15:10
    Permalink

    Semoga pemerintah bisa berlaku adil..
    Demi Allah,Sebagai Member MeMiles saya merasa sangat sangat dirugikan oleh Polda Jatim..

    Saya bukan korban Memiles
    Tapi KORBAN POLDA JATIM.

    Semoga Allah mengazab oknum Polda Jatim.Amiin.

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 15:17
    Permalink

    Semoga berita ini menjadi masukan penyeimbang bagi para pengadil negri ini. Save memiles. Lanjutkan misi muliamu. Aamiin YRA. Terima kasih.

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 15:20
    Permalink

    Kami bukan nabung di memiles, kami jg tdk investasi, kami hanya beli slot iklan, utk kami pasang iklan, bedanya pasang iklan di memiles dg di tempat lain adalah, kalau di memiles uang iklan kami tdk hilang, perusahaan memberikan apresiasi berupa reward, dg persyaratan tertentu, kami tdk pernah merasa dirugikan oleh memiles, tp kami merasa sangat dirugikan karena MEMILES kami ditutup oleh Polda Jatim, tlg kembalikan MEMILES kami, kami ingin sejahtera , bukankah bagus jk byk masyarakat Indonesia yg sejahtera hidupnya . ..

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 15:28
    Permalink

    KAMI KORBAN POLDA JATIM BUKAN KORBAN MEMILES, ASALKAN BPK KAPOLDA TAU SAYA TOPUP BUKAN HASIL DARI UANG HARAM SAYA TOPUP HASIL DARI KERINGAT SAYA KULI, BUAT TOPUP D MEMILES KARNA SAYA KEPINGIN MAJU BUKAN MUNDUR.

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 15:30
    Permalink

    Lucu banget siapa yg merasa dirugikan dan siapa pula yg melaporkan ??? Kalo oknum dr internal kepolisian sdri yg melapor apa itu bukannya mencari masalah dari yg tidak ada perkara menjadi ada. seharusnya perkara ada krn adanya laporan dr org masyarakat sipil awam umunya. Apa betul cara demikian aparat kepolisian spt begini diperkenankan? padahal masih banyak loh kasus2 lain yg belum terungkap tahunan bahkan puluhan tahun terbengkalai, kok bisa2nya mencari suatu case perkara dr memiles ini sebenarnya Tujuan Utama apa yaa….Pencitraan atau Apa nih ???? Harap dijawab sdri ya bapak2 Polisi yg terhormat. Salam Tobat Karena Tuhan Tahu apa yg Kita perbuat.

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 15:31
    Permalink

    Menuju Indonesia maju, pasti teknologi merupakan bagian penting yang akan mendukung nilai kinerja. Aplikasi Memiles merupakan sebuah aplikasi yang menjadi akses menyatukan anak bangsa dari berbagai belantara memahami akan kekuatan jaringan mitra kerja dunia bisnis yang menguntungkan “mensejahtrakan masyrakat dengan nyata bukan iming iming atau abal abal ” karya anak bangsa membina sebuah pengertian dampaknya inofatif dan kreatifitas menuju Indonesia maju, yang wajarnya diberi apresiasi.
    Bagaimana dengan sikap aparat (Polda Jatim) yang ekstrim dengan mengambil sikap menghadirkan ambiguitas terhadap 270.000 member memiles dengan menutup Aplikasi Memiles yang merupakan dokumen partner bisnis,serta menyita keuangan hasil top up, mobil hasil karya kinerja Memiles, menghadirkan para saksi dan lain sebagainya, terlihat apakah semua tindakan itu merupakan bukti keprofesionalan selaku aparat kepolisian atau hanya menciptakan kesenjangan terhadap masyrakat untuk menghargai instansi kepolisian. Pak kapolri tolong segera berikan pencerahan kepada kami masyrakat untuk menemukan jawaban tentang kasus ini. Memiles segera kembali diaktifkan untuk berkibar. Kami korban dari penutupan Memiles,,

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 15:32
    Permalink

    Sy anggota MM yg setia
    Mohon polda jatim..berpikirlah dgn jernih..jgn berpikir dgn keruh dan kotor…
    Dimana letak kesalahannya MM…
    Jgn mnjdi pecundang di siang bolong..

    Mari kita bersatu anggota MM yg setia..
    Kita lawan polda jatim..
    Kita harus yakin bahwa kita MM adalah benar

    Bravo memiles

    Balas
    • 31 Januari 2020 pada 19:18
      Permalink

      Saya suka….saya sukaaa…., ini baru media yang benar…, pokoknya save memiles, baru kali ini ya ada program kememberan semua anggotanya kompak untuk membela, itu artinya memiles mmg sangat berharga untuk seluruh membernya, kami semua ingin memiles kami segera aktif kembali, bagaimana negara ini akan berkembang jika kasus dalam kepolisian adalah target untuk mencapai reward, bisa² yg gk bersalah jd disalahkan, kemajuan anak bangsa mengolah tehnologi dibatasi dan kambinghitamkan, nama baik pelindung masyarakat dicemarkan oleh oknum yang memanfaatkan keadaan, save memiles, save penegak hukum negara indonesia tercinta dari pencemaran nama baik penegak hukum bangsa ini. Bangga buat penulis senior ini, ini baru namanya wartawan sejati Lope you pull pokoknya… 👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏

      Balas
  • 31 Januari 2020 pada 15:32
    Permalink

    Lucu banget siapa yg merasa dirugikan dan siapa pula yg melaporkan ??? Kalo oknum dr internal kepolisian sdri yg melapor apa itu bukannya mencari masalah dari yg tidak ada perkara menjadi ada. seharusnya perkara ada krn adanya laporan dr org masyarakat sipil awam umunya. Apa betul cara demikian aparat kepolisian spt begini diperkenankan? padahal masih banyak loh kasus2 lain yg belum terungkap tahunan bahkan puluhan tahun terbengkalai, kok bisa2nya mencari suatu case perkara dr memiles ini sebenarnya Tujuan Utama apa yaa….Pencitraan atau Apa nih ???? Harap dijawab sdri ya bapak2 Polisi yg terhormat. Salam Tobat Karena Tuhan Tahu apa yg Kita perbuat.

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 15:37
    Permalink

    Semoga bangkit #savememiles

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 15:37
    Permalink

    Stop dugaan dan berita yang tidak bijak ttg Memiles Ingat kita semua akan mati dan mempertanggungjawabkan amal perbuatan masing2 Mari Bela yg benar stop Bela yg bayar MM msh byk yg menginginkannya smg pemerintah membantu dalam hal ini…

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 15:40
    Permalink

    Yth : Bp. Kapolda Jatim
    Biarkan MeMiles membagikan hadiah sebagai penghargaan untuk kami yg sudah topup….

    Biarkan MeMiles aktif kembali untuk mensejahterakan kami….

    Ada harapan yg lebih baik di MeMiles utk anak² kami….

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 15:42
    Permalink

    Pak. kapolda yg terhormat perlu di ingat 270 ribu Costumer Bapak Kecewakan kami. Dengan menutup aplikasi kami. Berarti Bapak Menutup Rezeki kami.

    Ingat Pak doa kami semua umat 270 ribu berdoa kpd ALLAH mhn agar MeMiles kembali dibuka.

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 15:44
    Permalink

    Assalamualaikum..
    Saya sangat berharap Memiles bisa bangkit kembali karena di zaman sekarang dengan menggunakan teknologi internet bisa dimanfaatkan untuk mensejahterakan rakyat kecil menengah kebawah,yg tidak bisa mensejah terakan keluarga karena penghasilan kecil,dengan adanya aplikasi Memiles rakyat kecil bisa terbantu dengan visi dan misinya yg sangat mulai,ingin mensejahterakan para membernya,dengan ditutup nya aplikasi Memiles, kami member Memiles sangat dirugikan karena sejauh ini member belum ada yg merasa dirugikan,maka kami sangat berharap Memiles bisa bangkit kembali,dan bila ada kekurangan mohon di beritahu agar menagement bisa memperbaiki kekuranganya,dan pemerintah saling memantau guna untuk kesejahteraan rakyat indonesia,karena rakyat indonesia sangat membutuhkan aplikasi Memiles karena visi dan misinya sangat mulia.

    Waalaikumsalam..
    Aamiin…
    Salam sukses

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 15:46
    Permalink

    Bismillahirrahmanirrahim,

    Wahai pemerintah tegakanlah keadilan..
    Kami Member Memiles di zalimi oleh Polda Jatim.Kami di curangi.Kami di rugikan.kami diteror!!!.

    Tuntaskan tindakan kesewenang-wenangan Polda Jatim ini.

    Kalau pemerintah tidak berlaku adil.Kalau Polda Jatim terus memperkarakan dan tidak berhenti menzalimi kami semua member MeMiles..

    Kami Member Memiles,kami rakyat NKRI hanya mampu berdoa kepada Alloh.
    Semoga Allah mengazab keluarga oknum Polda Jatim dengan azab yang pedih dan menyengsarakan..

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 15:48
    Permalink

    Pak kapolda jatim sungguh memalukan sikapmu .. tdk sesuai dgn sekolahmu yg tinggi dan gelarmu yg tinggi .. masa gk bisa membedakan antara investasi dgn beli slot iklan ..klo memiles dianggap bodong ttup lah semua yg berhubungan dgn periklanan di indonesia ini.. orang yg terlalu pintar kadang2 menjadi bodoh krna kesombonganny sendiri

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 15:50
    Permalink

    Bismillahirrahmanirrahim,

    Wahai pemerintah tegakanlah keadilan..
    Kami Member Memiles di zalimi oleh Polda Jatim.Kami di curangi.Kami di rugikan.kami merasa seperti diteror!.Kami ketakutan!..ya Allah.

    Tuntaskan tindakan kesewenang-wenangan Polda Jatim ini.

    Kalau pemerintah tidak berlaku adil.Kalau Polda Jatim terus memperkarakan dan tidak berhenti menzalimi kami semua member MeMiles..dan tidak mau segera bertobat.

    Kami Member Memiles,kami rakyat NKRI hanya mampu berdoa kepada Alloh.
    Semoga Allah mengazab keluarga oknum Polda Jatim dengan azab yang pedih dan menyengsarakan…Amiin ya mujibasaailiin.

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 15:55
    Permalink

    Bagaimana bisa Bapak mengatakan kalau member memiles dirugikan, sementara semua member bilang tidak ?

    Inilah contoh bisnis digital saat ini, tidak masuk akal, tp jadi masuk akal.
    Coba deh Bapak pelajari bagaimana Gofood dari Gojek yg memberikan promo potongan harga sebesar rp 20.000,- dan gratis ongkir sepuasnya setiap membeli makanan senilai rp 30.000 selama sebulan penuh ? Saya hanya membayar rp 119.900,- saja ke Gojek, tapi langsung mendapat keuntungan total sebesar rp 3.750.000,- tanpa perlu menunggu seperti di memiles. Berapa kali lipat keuntungan yang daya peroleh tsb ? Belum lagi diskon gojek rp 7.000,- secara gratis setiap hari anak saya berangkat & pulang dari sekolah. 7000 x 2 x 20 = rp 280.000,- Masuk akal tidak itu, Pak ?

    Grabfood setiap hari saya mendapatkan secara gratis tanpa bayar se-senpun : diskon 20%, 30%, 35% & 40% setiap saya memesan makanan.

    Dari Ovo, Dana dan juga Gopay, jika kami top up, kami bisa secara gratis mendapatkan promo2 diskon di berbagai tempat belanja & resto.

    Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dll pembeli bisa mendapatkan Free Ongkir.
    Toko online saya hanya menyumbang 1% saja ke Tokopedia, tp mereka memberikan gratis ongkir sebesar rp 20.000,- kepada semua pembeli di toko saya. Sehari utk toko saya saja bisa 5-7 kiriman gratis ongkir, belum lagi ribuan toko online di marketplace yang sama, yang bahkan lebih ramai dari toko saya. Berapa total dana yang disisihkan oleh Tokopedia untuk promo gratis ongkir tsb jika sebulan Pak ?

    Tidak masuk di akal ya, Pak ? Tapi inilah fakta bisnis jaman now.

    Di Memiles top up 1,2 jt dapat hp atau motor. Top up 1,8jt bisa umroh atau ke Holiland. To up 8,4jt dapat mobil ? Masuk akal !

    Suka2 perusahaan jika telah merasa diuntungkan utk memberikan apa pun kepada member atau pelanggannya dong.

    Di Memiles juga sudah ada beberapa bisnis plan penting mulai awal th 2020, tp belum apa2 sudah “dibredelin” seperti ini, dipaksa menyandang status bodong. Menyedihkan sekali.

    Adalah bijak jika setiap kali DPR, Kapolri, media massa membicarakan tentang Memiles kami ini, adakanlah hearing dari member Memiles yang kompeten untuk menjelaskan seperti apa sebetulnya Memiles itu, karena Memiles bukan melulu soal top up, tapi Memiles mempunyai bisnis plan yang hebat ! Jangan menggali info dari member yang bahkan masih baru join dan tidak tahu apa2 tentang Memiles sedalam-dalamnya. Jadi SEHARUSNYA dengarkanlah pendapat dari pihak member juga, jangan main cut saja. Saya usulkan untuk Bapak2 mengundang member Memiles yang kompeten dari Forum Komunikasi
    Memiles Nusantara.

    Terimakasih telah membaca tulisan ini.

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 16:04
    Permalink

    Ah polisi lagu lama, ayo melek teknologi, jgn pake gaya lama terus ntar Lou di copot sama pak Jokowi, di pecat baru nyahok lu.

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 16:08
    Permalink

    Kami member memiles tdk merasa di rugikan malah sebaliknya kami merasa di untungkan, karena hanya dengan modal sedikit kita bisa memasarkan/mengenal kan usaha kita melalui ruang iklan yg di sediakan di aplikasi memiles. Untuk semua pihak yang menangani kasus memiles, tlng selesaikan secepatnya supaya semua member memiles bisa beraktivitas seperti semula.

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 16:09
    Permalink

    Kami dari papua.sangat mengharapkn memiles bisa aktif kembali.untuk mensejahterakan masyarakat indonesia.agar hidup kita semua bisa sama sama jaya kaya raya.#SAVEMEMILESBANGKITLAGI

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 16:10
    Permalink

    bismilah…..bpk kpolda jatim yg terhormat.tolong kmbalikn aplikasi memiles kmi.kmi semua membutuhkn nya.kmi tdk pernah mrs drugikn…..yg merugikn kmi adalh anda bpk kapolda jatim.apa anda gk mikir dgn menghapusnya aplikasi memiles itu telah menghancurkn ribuan masyarakt indonesia.mikir skli lg mikir pak kpolda.

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 16:10
    Permalink

    Kami Member Memiles,
    Kami adalah KORBAN POLDA JATIM.

    Kami di rugikan,
    Kami di takut takuti,
    Kami di buat resah.

    Kami menuntut KEADILAN.

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 16:58
    Permalink

    Yth Bapak Kalpori Mohon di Usut dananya 135 Milyar kurang lebih kami melihat dari Uang yg Di dipajang kok Diambil dari Bank Mandiri
    Sementara Members Transfer ke BCA..

    Apakah Dana Korupsi juga dipajangkan
    Bagaimana Keamanan Barang Bukti jika ada Yg Hilang? Siapa yg beryanggung Ja wab? kenapa Tidak Di Blokir saja di Bank sampai
    Ada Kepastian perkara bisa dikategori bersalah atau tidaknya ini Akrobat Apa Pak Kapolri..
    Miris hati kami..
    Kami kecewa jika Bapak tdk Bisa Menindak oknum yg tdk bertanggung jawab jika Uang.Emas berkardus2 hp Laptop yg disita Digudang pt.kam and kam hilang yg akan dibagikan bulan Februari ini
    kami Akan Tuntut jika ini Hilang..krn oknum yg tdk bertanggung Jawab..
    Rakyat Resahhh…
    Mohon Bantuanya Pak Kalpori
    Memiles di aktifkan Kembali..
    Hancur Pak Rakyat mu gara2polda jatim..
    Adili Pak..jika mereka buat Pasal Palsu..
    Terima Kasih Bantuannya Pak Kalpori mudah2an Pak Presiden Baca keluhan hati jutaan Rakyat Indonesia

    Balas
    • 2 Februari 2020 pada 14:11
      Permalink

      Kami Member Memiles,
      Kami adalah KORBAN POLDA JATIM.

      Kami di rugikan,
      Kami di takut takuti,
      Kami di buat resah.

      Kami menuntut KEADILAN.

      Balas
  • 31 Januari 2020 pada 23:36
    Permalink

    Hormat pak Kapolri,
    Mohon ditunjau kembali kinerja kapolda jatim bahwa hanya mengayomi masyarakat, tapi mengayominya dimana???
    Yang ada Polda jatim telah merugikan 270 ribu member dengan penutupan aplikasi memiles. Sebelum ditutup tidak ada yang merasa dirugikan yg ada itu diuntungkan…polda jatim telah menghalangi inovasi orang untuk bebisnis.. juga polda jatim sudah menyengsarakan members memiles bukannya mengayomi.
    Mohon pak kapolri agar memiles dibuka kembali demi mensejahterakan rakyat indonesia sesuai visi misi memiles.

    #SAVEMEMILES
    #BANGKITKAN MEMILES
    #MEMILESMENSEJAHTERAKAN

    Balas
  • 31 Januari 2020 pada 23:39
    Permalink

    Surat Terbuka Buat
    Bapak Presiden JokoWidodo
    Bapak Kapolri

    Assalamualaikum Pak Kami Mewakili Members Memiles Meminta Bapak Presiden Punya Hati Nurani Untuk bisa Menindak Tegas Polda Jatim Yg Menurut Kami telah Memalukan Istitusi Polri dan Menghancurkan Hidup Orang Banyak. Sekian Byk Keluhan Rakyat yg Merasa dirugikan Pihak Polda Jatim yg Telah Menutup PT.Kam And Kam yg Berbasis Periklanan..
    Pihak Polda Menutup Perusahaan Tsb yg Bukan Wilayah dan Zona Polda Jatim Apakah Begini Cara kerja Istitusi Polri

    Berarti Polda Aceh Bisa Menutup Perusahaan di Papua ataupun Kalimantan
    Apa Tidak biaya Tinggi.

    Penutupan Perusahaan Ini Seperti Teroris Gerak Cepat Satu Hari Ditangkap Dua Hari Sudah Bisa Menarik Uang Sebesar Rp 50 Milyar di Dijemur dilapangan Dan Direktur Ditangkap seperti Teroris yg dipermalukan Dua minggu dana ditarik lagi sehingga Uang Ditebar Sebanyak 120 Milyar Apakah Semua Kerja Institusi seperti ini bagaimana Keamanan Uang tsb siapa yg Bertanggung Jawab jika Hilang bagaimana tidak DiBlokir saja lebih aman
    Yth Bapak Presiden
    Kami Punya Data Dari Ojk Bahwa Perusahaan ini Dinyatakan Bisnis Aplikasi Bukan Perbangkan Ataupun investasi
    Dasar Apa Pihak Polda Jatim Mengatakan Ini Bodong Dalam Waktu Dua Hari Sdh Mengumumkan Tampa Mengumpulkan Berkas Perkara..
    Kami Menuntut Polda Jatim sdh Melakukan Pencemaran Nama Baik.
    270000 Members Menjerit bahkan Stress
    Mendengar pernyataan Polda Jatim

    Anggota Members Memiles bukan Hanya Kalangan Artis saja Pak Banyak Rakyat Sipil tentara polisi pegawai Negri bahkan Para lowyer yg Mereka Orang Cerdas Dan mengetahui Ini Bisnis Kecangihan IT dimana Bpk Mengajak para Milenial Untuk kreatif ini karya Anak bangsa Pak Umur 22Th nama Prima skr dipenjara yg Seharusnya dpt Penghargaan Dari Bapak

    Mohon Pak Presiden baca Coment Members Diatas semua sdh disampaikan
    pecat Pak Oknum yang Membuat Rakyat Resah..dan Sdh Menghancurkan Kesejahteraan Rakyat.
    Mereka Para Oknum diberikan Seminar bagaimana Perkembangan IT zaman Now.
    Jangan Gaptek main Tangkap saja.

    Maaf Pak Presiden jika Surat Terbuka ini tdk Berkenan jika banyak kesalahan dari tutur bahasa
    Kami Percaya Bapak tegas dalam Hal ini
    Salam Kami Rakyat yg Terzholimin
    Henny

    Balas
    • 1 Februari 2020 pada 00:37
      Permalink

      Assalamualaikum pak Kapolda Jatim ,kami member Memiles beli slot iklan tidak ada yg memaksa,kami top up dgn transfer uang ke PT Kam and Kam ,artinya uang yg dibelikan slot iklan itu BUKAN uang kami lagi tapi sudah menjadi milik PT Kam And Kam.Kami sangat bingung knpa uang itu ditarik dari Bank dan dipajang di Polda Jatim dgn alasan mengamankan uang member ,itu bukan uang kami lg pak,kami TDK berhak lg atas uang itu,Krn kami bukan berinvestasi ,bukan menabung .Kalau uang itu nanti dikembalikan ke kami lg gmn kami ngembalikan slot iklan yg sdh dipakai untuk promosi? Slot iklan itu bukan berupa benda pak.Jadi pak tolong uang itu dikembalikan kepada pemiliknya yaitu PT Kam and Kam .Memiles ini bisnis yg banyak membantu orang ,kami bisa promosi dan bisa mendapat reward pula,baru di Memiles sy menemui beli slot iklan dapat reward.Makanya Memiles sangat cepat berkembang Krn sangat membantu ,member sama sekali tidak dirugikan .Jadi tolong pak Kapolda jangan tutup Memiles kami ratusan ribu member merasa dirugikan justru Krn penutupan ini.

      Balas
    • 1 Februari 2020 pada 00:57
      Permalink

      Saluut antoa wartawan cerdas .. 👍
      Tidak seperti biasanya, kali ini bukan saja kasat mata tp jg kasat pikiran knapa barang bukti yg sdh tersimpan aman di bank itu .. diambil lalu dipertotonkan kpd masyarakat sekaligus diblow up dgn konferensi pers sedemikian rupa?
      Penggiringan opini seolah Memiles sdh terbukti bersalah. Lalu dimana azas hukum praduga tak bersalah itu dalam kasus ini?
      Jeritan ratusan ribu korban penutupan Memiles bukan korban penipuan smoga didengar oleh siapapun dari Pemerintah dan DPR RI agar usaha kreatif tdk mudah dipasung atas nama hukum apalagi atas nama persaingan usaha.

      Balas
  • 1 Februari 2020 pada 00:26
    Permalink

    SAVE MEMBER MEMILES
    SAVE MEMILES
    SAVE NKRI
    BUAT KAPOLRI.. PECAT KAPOLDA JATIM YG MENUTUP MEMILES KRN SAMA SAJA DIA MEMBUNUH KAMI MEMBER MEMILES.

    Balas
  • 1 Februari 2020 pada 00:29
    Permalink

    Kpd yth BPK:Kisman Latumakulita,
    Terima kasih diucap oleh kami member memiles 270.000 org kpd bpk atas dukungan nya..
    Semoga berhasil dan berkah dari Allah turun kehadirat mu
    Tiada yg dpt kami lakukan hanya berdoa kepada Tuhan. Amin

    Kepada Polda Jatim semoga kalian di berikan kesadaran atau kalau tidak semoga kalian merasakan akumulasi dari ketidaknyamanan kami semua Member Memiles yang di rugikan oleh kalian.

    Balas
  • 1 Februari 2020 pada 00:32
    Permalink

    MeMiles itu bisnis investasi bodong, Pak Kapolda, karena tdk memberikan profit tiap bulan pd member, dan jg bukan MLM karena member tidak membentuk jaringan sampai ribuan orang, mereka cuma top up dan ngajak tmn/sdr tp klo tmn/sdr-nya ngajak orang dia tdk diberi bonus.
    Member juga TIDAK MERASA DITIPU karena klo mereka top up mk mereka ada yang mendapatkan mobil, motor, hp, umroh dll.
    MEMBER TIDAK MENJADI KORBAN PENIPUAN TAPI MENJADI KORBAN PENUTUPAN MEMILES OLEH POLDA JATIM!!!

    Balas
  • 1 Februari 2020 pada 00:37
    Permalink

    MeMiles itu BUKAN bisnis investasi bodong, Pak Kapolda, karena tdk memberikan profit tiap bulan pd member, dan jg bukan MLM karena member tidak membentuk jaringan sampai ribuan orang, mereka cuma top up dan ngajak tmn/sdr tp klo tmn/sdr-nya ngajak orang dia tdk diberi bonus.
    Member juga TIDAK MERASA DITIPU karena klo mereka top up mk mereka ada yang mendapatkan mobil, motor, hp, umroh dll.
    MEMBER TIDAK MENJADI KORBAN PENIPUAN TAPI MENJADI KORBAN PENUTUPAN MEMILES OLEH POLDA JATIM!!!
    Ketika belum ditutup member mendapatkan keuntungan berlipat-lipat dari uang top up-nya tp setelah ditutup mereka mendapat kerugian karena tidak mendapatkan reward padahal mereka sudah mengeluarkan uang puluhan juta untuk top up.

    Balas
  • 1 Februari 2020 pada 00:46
    Permalink

    Langsung pointnya saja. Karena aku bukan ahli menulis, hukum, penceramah dan sejenisnya.
    Untuk diketahui semua khalayak ramai menjadi member MEMILES harus bayar( top up) sesuai menu yang di pilih oleh member, mengenai hadiah yang diharapkan toh tidak serta merta langsung dapat dalam tempo singkat kan perlu waktu yang cukup lama. Kan itu Dunia IT, kenapa orang milenia pada oon ya. Harus nya tau dong. Kan konsepnya seperti bisnis Youtuber yg lagi marak bisa dapat duit setelah wievernya bejibun, itu aja seh makanya semoga Memiles On lagi

    Balas
  • 1 Februari 2020 pada 00:56
    Permalink

    Maaf jng asal nindak donk pak,,,ingat kondisi rakyat kita,,masih banyak hidup di bawa garis kemiskinan…kapan kalau mau maju,kalau begini terus

    Balas
  • 1 Februari 2020 pada 00:58
    Permalink

    Dng penutupan aplikasi memiles ini banyak member yg menderita,sampai2 ada keluarganya yg meninggal…di mana hati nuraninya…lihat kami rakyat kecil….

    Balas
  • 1 Februari 2020 pada 01:02
    Permalink

    mohon kapoda jatim diganti yang sudah lulus sekolah

    Balas
  • 1 Februari 2020 pada 01:12
    Permalink

    Sangat super sekali…. Saya member
    Memiles sangat senang sekali dengan berita ini…
    Kami merasa di rugikan bukan karena di tipu meMiles tapi justru karena meMiles di tutup…

    Balas
  • 1 Februari 2020 pada 01:36
    Permalink

    Saya orang awam,saya heran koq ,saat penyitaan aneh bin ajaib uang sitaan ditarik dari semua regk,kemudian uang itu diperlihatkan untuk umum,bahwa itu barang sitaan,yg saya yakini selama ini baik melalui medsos,media elexronik,seumur2 tdk pernah menyaksikan kejadian demikian,yg saya tau dan ingat hanya ada pemblokiran rekening,setelah ditarik dana yg meliaran itu ditaruh dimana,digudang dimakan rayap atau kembali ke bank,a.n.siapa,dan saya percaya uang itu adalah uang member ,uang top up mereka,yg jadi pertanyaan apakah uang tersebut akan dikembalikan ke member lagi,apakah mungkin mengembalikan uang top up itu menunggu ada yg melapor,saya rada tdk mungkin2 pihak lain yg dpt mengembalikan uang top up itu ketangan member,kalau tidak dari admin memiles yg mengembalikannya,karena mereka yg lebih tahu siapa yg sdh top up,saran, kembalikan urusan pengembalian uang kepada perusahaan yg menangani urusan memiles atau mengizinkan memiles untuk beroperasi kembali,tksh

    Balas
  • 1 Februari 2020 pada 02:13
    Permalink

    Saya berharap memiles bisa bangkit lagi,saya yakin biarpun saya belum dapat reward dari memiles saya berharap memiles bangkit lagi

    Balas
  • 1 Februari 2020 pada 02:26
    Permalink

    Menurut saya Jika itu tidak merugikan masyarakat, jangan dilanjutkan perkaranya. Polda Jatim jangan malu untuk mengakui Jika terjadi kesalahan. Itu manusiawi Kok.

    Balas
    • 1 Februari 2020 pada 12:57
      Permalink

      Dengan adanya pejelasan ini semoga seluruh pihak terkait, terutama orang no 1 di Indonesia Bpk.Presiden dan aparat penegak hukum Bpk kapolri untuk menjadi perhatian yang serius dalam menangani kasus ini karena saya salahsatu dari 270 rbu member memile yang merasa dirugikan dengan adanya penutupan Pt Kan nd kam ( memiles ) oleh pihak penegak hukum yaitu POLDA JATIM. saya berharap MEMILES segera untuk beroprasi kembali Terikasih Kepada semua pihak saya masyarakat kecil 🙏🙏🙏

      Balas
  • 1 Februari 2020 pada 02:58
    Permalink

    Wahai Polda Jatim Jangan kalian teruskan kebohongan publik ini,takutlah azab Tuhan.

    Kami Member MeMiles KORBAN PENUTUPAN POLDA JATIM
    Bukan Korban Memiles.

    Balas
  • 1 Februari 2020 pada 03:32
    Permalink

    Bp.JOKOWI ingin mensejahtrakan Rakyat nya….! MULIA sekali
    Tapi BAGAIMANA bisa…?
    Rakyat Baru mulai berinovasi agar bangkit dr keterpurukan agar dpt sejahtera SDH di JEGAL…! POLDA JATIM
    Mungkin yg ada menjadi Takut dan Takut.
    POLDA JATIM
    Kami “KORBAN PENUTUPAN BUKAN KORBAN PENIPUAN”
    Kami tidak merasa ketipu.
    #SAVE meMiles
    Kami Bukan Kriminal
    Kami Bukan KORUPTOR
    Kalau memang ada yg salah dg WADAH kami (MEMILES)
    Kami ingin mendapatkan bimbingan dan pembelajaran agar kami tidak melakukan kesalan….!
    Kami sedih MODAL kami dg susah payah untuk medapatkannya diKatakan itu HARAM
    Tolong Kami bpk JOKOWI yg terhormat.agar CITA2 bpk bisa TERWUJUD Rakyat SEJAHTERA Aamiin
    # SAVE MEMILES
    harus bangkit kami tidak SALAH kami Butuh Dukungan Yg membangun bukan Cemoan
    #SAVE meMiles

    Balas
  • 1 Februari 2020 pada 03:35
    Permalink

    Apakah kerja polisi itu menyita uang itu harus fi pamerkan di depan semua orang? Klau bisa bgitu kenapa uang koropsi tdk pernah di pamerkan di depan umum biar semua orang tau,,semakin aneh

    Balas
  • 1 Februari 2020 pada 03:38
    Permalink

    Logikanya bodongnya dimana jika org byr 7 juta dpt 400 juta kslo org bayar 400 jura cmn dpt 7 juta itu bodong..bahkan byk yg praktek dukun byr 3.5 juta dpt 500 juta tidak ditangkap..ada di alas purwo tdk seperti memiles..meskipun masih dpt kecil…kenapa semua rakyat jg memikes di support trus acuh akhirnya tutup…ternyata pemain besar..sehingga melupakan yg kecil..cmn ya mbok ojo ditutup..dibuka maleh…pelampiasan org spy nggak korupsi…bodong enggak ….semoga pembangunan bisa dilanjutkan…lewat memiles hidup kembali…smg kemiskinan ilang

    Balas
  • 1 Februari 2020 pada 03:56
    Permalink

    Pak kapolda jatim
    Kami masuk memiles itu tdk dipaksa, kami top up tdk bisa dipaksa, klo kami ada duit topup, kalo tdk ada duit yg tdk top up, resikonya cuma kami tdk bisa beriklan di memiles dan tdk dapat reward…

    Jadi mohonlah, jangan terlalu mencari kesalahan memiles, itu usaha anak bangsa yg bercita cita membantu sesama anak bangsa….
    Jika memang ada yg kurang dlm perusahaan itu….suruh perbaiki kekurangan itu, bukan ditutup/ dimatikan seperti ini…..hal ini kami sebagai member merugi karna polda jatim menutupnya

    Balas
  • 1 Februari 2020 pada 04:01
    Permalink

    Jaman IT tapi masih berfikir model lama tanpa ada evaluasi mendalam,sehingga Polda Jatim merugikan ribuan member.#savememiles.

    Balas
  • 1 Februari 2020 pada 06:09
    Permalink

    Grusa grusu, orderan kah?? Lawong member aja ga merasa dirugikan.

    Balas
  • 1 Februari 2020 pada 06:44
    Permalink

    Luar Biasa Cerdas Pak Kisman Latumakulita, Salut Saya.

    Memang seharusnya Berfikir Sebelum Bertindak, bukan sebaliknya seperti Kapolda Jatim lakukan langsung vonis MeMiles salah atau bodong bahkan disebut investasi.

    MeMiles aplikasi jaman kini yang secara Logika Tidak Mungkin, tapi Bisa di Wujudkan oleh MeMiles. Strateginya yg harus kita pelajari dan kembangkan, bukan di bumi hanguskan.

    Balas
  • 1 Februari 2020 pada 09:40
    Permalink

    Smart Terimakasih Pak kisman latumakulita

    Semoga bisa bangkit lgi memiles

    Balas
  • 1 Februari 2020 pada 10:38
    Permalink

    POLDA JATIM RUGIKAN RATUSAN RIBU MEMBER MEMILES.TERMASUK SAYA.

    POLRI HARUS TINDAK TEGAS DEMI INTEGRITAS POLISI.

    Balas
  • 1 Februari 2020 pada 13:32
    Permalink

    Polisi indonesia?hallooooo…saya tunjuk jempol ke bawah untuk kinerjanya.polisi indonesia itu musuh rakyat bukan penhayom rakyat.tangkap tuh para penjahat teroris begal yang masih berkeliaran.malah nangkap orang usaha.dasar aparat konyol.media di indonesia sama aja.maknya bagi saya haram nonton tv lokal indonesia.tutup aja tv tv lokal . Beritanya ngawur semua.buat bapak presiden tolong benahi instansi kepolisian.kalo pengen dapet kepercayaan dari masyarakat.

    Balas
    • 1 Februari 2020 pada 15:08
      Permalink

      POLDA JATIM,saya member memiles tidak pernah merasa dirugikan oleh Memiles.

      Justru POLDA JATIM lah yang telah mengancurkan harapan kami dengan menutup aplikasi Memiles.

      Yth BAPAK KAPOLRI TOLONG BANTULAHKAMI RAKYAT INDONESIA,
      Member Memiles..

      BIARKAN MEMILES DIBUKA LAGI

      Balas
  • 2 Februari 2020 pada 07:06
    Permalink

    HAI POLDA JATIM, KAMI MEMBER MEMILES INDONESIA ADA 264 RB MEMBER, APA SELAMA INI KAMI MERUGIKAN ANDA, KAN TIDAK , KAMI TOP UP PASANG IKLAN ATAS KEMAUAN SENDIRI , KENAPA APLIKASI MEMILES KAMI DITUTUP SECARA PAKSA, KENAPA ANDA INCAR PENDAPATAN PT KAM &
    KAM, DAN DISITA ITU PUNYA RAKYAT INDONESIA ( MEMBER MEMILES ), SEHARUSNYA YG ANDA INCAR ITU KORUPTOR , PARA KORUPTOR YG TELAH MERUGIKAN NEGARA INI, BUKAN KAMI, KALAU MENCARI UANG YG HALAL LAH, BUKAN YG HALAL MENJADI HARAM DAN YG HARAM DIHALALKAN. SAYA TIDAK AKAN MEMOHON KEPADA OKNUM YG TELAH MERUGIKAN KAMI PARA MEMBER MEMILES. INGAT KAPOLDA JATIM. DAN
    SATU LAGI DARI SAYA JAWAB KAPOLDA, APA ANDA YG BISA MENSEJAHTERAKAN PARA MEMBER MEMILES SELURUH INDONESIA, TENTU TIDAK KAPOLDA, KALAU BUKAN USAHA DARI KAMI SENDIRI UNTUK KESEJAHTERAAN HIDUP KELUARGA KAMI……..

    Balas
  • 2 Februari 2020 pada 07:30
    Permalink

    MEMANG KINERJA POLDA JATIM KESELERUHAN👎👎👎👎BISANYA MEMERAS RAKYAT PEMBELI HP JUGA DIBILANG PENADAH, PADAHAL YG JUAL TEMAN SENDIRI DENGAN ALASAN MENCARI UANG YG TIDAK HALAL, PARA KORUPTOR YG SELALU BEBAS BERKELIARAN PADAHAL MEREKA SANGAT2 MERUGIKAN NEGARA, MEMILES DIANGGAP BODONG DAN DISITA , TETAPI MANDIRI TIDAK BISA DIPECAHKAN ( KATA DPR RI ). LUCUNYA HUKUM INDONESIA.BUKAN JADI PENGAYOM MALAH JADI PEMALAK.

    Balas
  • 3 Februari 2020 pada 09:06
    Permalink

    “sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat (bias membantu) untuk orang lain”

    Yth. Pembaca setia Portal Berita FNN.co.id yang budiman, khususnya member MeMiles,,,

    Dengan Hormat !!!

    Mengingat tulisan dengan judul “Kasus MeMiles, Kapolda Jatim Permalukan Polisi” kini punya frekwensi pembaca yang tinggi. Sejak ditayangkan Jum’at sore 31 Januari 2020, sekitar pukul 16.00 WIB sampai saat ini Senin 3 Februari 2020, pukul 15,18 WIB telah dibaca 16.855 kali. Dan yang memberikan tanggapan sebanyak 242 kali.

    Dari jumlah tanggapan yang masuk, sekitar 99% menyatakan sangat sangat dan sangat diutungkan dengan adanya MeMiles. Sebaliknya, hanya sekitar 1% menolak kehadiran Memiles. Mereka yang yang menyatakan diuntungkan perekonominan mereka, terutama ibu-ibu para janda yang menanggung dan menghidupi sendiri anak-anaknya, yang jumlahnya antara 2-5 orang

    Berkaitan dengan itu, Redaksi Portal Berita FNN.co.id telah memutuskan untuk melanjutkan tulisan MeMiles tersebut dari berbagai sudut pandang. Misalnya, 1. aspek hukum secara keseluruhan, khususnya dari sudut pandang tata negara, 2. kaitan dengan persaingan di pelaku bisnis top up, 3. skema piramida ponse, 4. dampak keberadaan dan penutupan MeMiles terhadap perekonomian nasional, khususnya 270.000 an para member MeMiles.

    Untuk itu, kami sangat membutuhkan data-data untuk mendukung penulisan nanti. Misalnya, akte pendirian PT. Kim and Kim, SIUP PT. Kim and Kim, SITU PT. Kim and Kim dan NPWP PT. Kim and Kim. Begitu juga dengan cerita-cerita para members tentang manfaat atau keuntungan yang sudah didapat dari menjadi members MeMiles

    Data-data tersebut sangat penting bagi kami. Tujuannya, untuk menghindari kami menulis dengan sebutan “mengarang bebas dotcom”. Artinya, tulisan yang kami tulis tidak diperkuat dengan data-data pendukung yang memadai.

    Kalau punya data dan cerita tentang MiMiles, tolong jafri ke Kisman Latumakulita, telepon/WA 0813-87517000 atau Sri Widodo, telepon/WA 0812- 82312841

    Terima kasih atas kesediaannya. Semoga bisa bermanfaat menolong dan membenatu, amin amin amin

    Salam Hormat !!!

    Balas
  • 4 Februari 2020 pada 10:06
    Permalink

    Mohon pak Kapolri…memiles itu sangat meberi manfaat bagi orang kecil dan hal itu sangat baik untuk bangsa ini kenapa harus dijadikan masalah ?? Mencari pwkerjaan jaman sekarang susah, coba pak lihat disana sini ada yg rampok ada yg jual narkoba itu karena apa ? ya karena kesulitan ekonomi..memiles hadir memberikan kesejahteraan kpd masyarakat kenapa harus diperangi, memiles tidak jahat pak, jika ada kekurangannya ya tolong ditegur dan dibina.. jika mungkin hanya karena persaingan bisnis ya mari semua bersaing sehat.
    Mohon pak Kapolri dan kapolda jatim tolong bebaskan memiles dari tuduhan yg tidak mendasar jangan hal baik kalian berantas sementara narkoba dan kejahatan pembunuhan dan kejahatan jiwsraya itulah yg sebenarnya harus di urus, janganlah memiles, memiles tidak perlu dikasuskan, macam kurang kerjaan saja polda jatim ini

    Balas
    • 6 Februari 2020 pada 01:30
      Permalink

      Ya robb…berikan hidayah…buka mata hati polda jatim…sholehkan polda jatim ya robb…

      Balas
  • 6 Februari 2020 pada 08:07
    Permalink

    Polda jatim berhentilah menyusahkan kami para member Memiles

    Balas
  • 7 Februari 2020 pada 19:38
    Permalink

    Klo saya pahami kenapa memiles itu di dutup .oleh pihak berwenang .alasanya di duga penipuan .bpk terhormat bolehlah kita minta penjelasan apakah BPK blom tau ada apa didalam memiles .??
    Klo BPK pelajari sistemnya dengan IT jaman sekarang pasti tdak ada yg salah .jdi pelajari dulu ??
    Klo hanya dugaan .mestinya tdak di tangkap dulu tapi di sidak dulu dst.masak ada orang bawa sabit mau kesawa di tangkap.dengan alasan di duga akan membunuh.seatau saya
    Penangkapan itu klo ada kejadian .
    Permintaan saya kembalikan saja alokasi ini ke pada PT Kam and Kam.

    Balas
  • 8 Februari 2020 pada 04:13
    Permalink

    Jika memiles memberikan kebahagiaan bagi para member mengapa harus dihentikan, saya yakin tdk ada seorang pun member yg dirugikan. Karena polda jatim tutup memiles itu makanya semua jadi rugi

    Balas
  • 11 Februari 2020 pada 01:55
    Permalink

    Terimakasih banyak pak wartawan senior, saya merasa semua ini ada udang dibalik batu, saya meyakini itu bahwasanya polda jatim hanya melihat satu sisi hhahaha permainan politik lagi dan lagi, tolong pikir kami rakyat mecil

    #savememiles

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.