“Salah Kaprah” Bila Polda Jatim Salahkan Member MeMiles

By Dr. Margarito Kamis

Jakarta, FNN – Mengejutkan, itulah kata yang tepat digunakan untuk menggambarkan sikap orang-orang yang menamakan dirinya sebagai member menghadapi kasus MeMiles. Tidak sembunyi-sembunyi seperti halnya Harun Masiku, tersangka dalam kasus suap terhadap seorang Komisioner KPU.

Mereka member MeMiles, tentu saja tak semuanya, malah mendatangi Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim). Mereka, seperti yang dilansir CNNIndonesia, memprotes  tindakan penyidikan yang dilakukan penyidik Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Jatim atas kasus MeMiles.

Sedikitnya 25 member MeMiles asal DKI dan bekasi mendatangi Markas Polda Jatim. Mereka perotes langkah Kepolisian Daerah Polda Jatim yang membekukan aplikasi investasi Milik PT Kam and Kam tersebut. Iksan (38) salah seorang member MeMiles, mengatakan kedatangannya sebagai bentuk keprihatinan atas penahanan pendiri MeMiles yang juga Direktur PT and Kam, Kamal Trachan (47).

Iksan berharap Polisi menghentikan penyidikan dan meminta akses Memiles kembali dibuka. Menurutnya, polisi seharusnya menindak oknum atau orang yang memang bersalah. Jangan malah membekukan aplikasinya. Dalam penyidikan kasus ini, penyidik telah menyita 18 unit mobil, dua sepeda motor, puluhan barang elektronik dan beberapa asset berharga lainnya (CNNIndonesia, 15/1/2020).

MeMiles mengaku memadukan tiga jenis bisnis. Menurut laman resmi mereka, yaitu advertising, market place dan traveling. Mereka “menjual” (tanda petik dari saya) slot kepada pengguna aplikasi dengan cara melakukan top up mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu.

Dalam praktiknya bukan slot iklan yang membuat member tergiur. Melainkan iming-iming bonus dari top up tersebut. Mulai dari ponsel, motor, hingga mobil. Angkanya bisa berkali-kali lipat dari jumlah setoran, dan sangat tidak masuk akal (Tirto. Co.id, 16 Januari 2020).

Titian Terjal  

Menariknya menurut Ashary, Wakil Ketua Komunitas Member MeMiles (KMM) merupakan aplikasi periklanan yang manarik uang dengan batas waktu tertentu. Berkat pemasangan iklan melalui aplikasi tersebut, pihaknya merasa diuntungkan, lantaran memancing pelanggan membeli produknya. MeMiles, kata Ashary selanjutnya, adalah aplikasi periklanan untuk bisa pasang iklan dengan cara beli slot iklan dengan batas waktu tertentu. Jika tidak menggunakan slot iklannya bisa hangus.

Intan Kemala, Ketua Komunitas Member (KKM), dengan nada yang sama, disisi lain menyatakan selama ini pihaknya tidak merasa dirugikan dengan aplikasi MeMiles. Dirinya dan puluhan ribuan anggota lain, justru mendapat reward atau hadiah dari MeMiles. Kami ini bukan korban. Kami justru malah diuntungkan. Makanya kami butuh Memiles diaktifkan lagi (Jawa Pos.com, 11/1/2020).

Kenyataan yang disodorkan Anshary dan Intan di atas menjadi alasan yang menghalangi jalan menuju tuduhan investasi bodong, atau investasi tipu-tipu. Beralasan yang sangat jelas dan jelas. Sayangnya, dalam kenyataan penyidik Krimsus Polda Jatim menembakan pasal 24 jo pasal 106 dan atau pasal 9 jo pasal 105 UU Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan. Pasal 46 ayat (1) dan ayat (2) jo pasal 6 ayat (1) UU Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan atas UU Nomor 7 tahun 1992 Tentang Perbankan muncul sebagai peluru cadangan.

Peluru pertama mengatur perdagangan tanpa izin. Ini berbeda jauh dengan peluru kedua. Sebab peluru kedua mengatur perdagangan dengan “skema piramida ponzi.”  Tetapi kedua peluru ini, dengan semua argumen hukum yang tersedia memiliki kesamaan elementer, disamping satu perbedaan yang juga elementer. Perihal peluru perbankan, mustahil bisa berfungsi.

Peluru pertama dan kedua sama-sama menempatkan “pelaku usaha” sebagai sasaran tembakan. Hanya itu. Tidak lebih dari itu. Tetapi peluru pertama menempatkan syarat “izin usaha.” Peluru kedua menempatkan syarat “skema piramida.”

Pada titik ini, penyidik dipaksa memasuki ruang interpretasi, siapakah yang memenuhi kualifikasi sebagai pelaku usaha? Pemilik perusahaan dan menejemen? Member MeMiles juga? Jumlah member sebanyak kurang lebih 270-an ribu atau berapapun itu, jelas bukan masalah. Masalahnya terletak pada “member” dalam kenyataannya “membeli” slot iklan. Slot disediakan oleh PT Kam and Kam. Itu masalahnya.

Pembeli mau dikualifikasi sama dengan pelaku usaha? Bila ya, dimanakah letak kesamaannya? Masalahnya sebab dan substansi antara pengusaha dengan pembeli? Membeli slot iklan. Lalu pembeli mengiklankan barang milik pembeli pada slot itu, dan barang yang diiklankan itu dibeli orang. Siapapun mereka itu, mau dikonstruksi sebagai sebab atau keadaan hukum yang mengubah status hukum pembeli menjadi pengusaha?

Penjelasan pasal 9 mengenai “skema piramida” dimaksudkan sebagai usaha bukan dari hasil kegiatan penjualan barang. Kegiatan usaha itu memanfaatkan peluang keikutsertaan mitra usaha untuk memperoleh imbalan atau pendapatan, terutama dari biaya partisipasi orang lain yang bergabung kemudian atau setelah bergabungnya mitra usaha tersebut.

Kombinasi unsur normatif pasal 9 dan penjelasannya, membawa siapapun pada satu titik. Titik itu adalah kedua pasal yang digunakan penyidik secara exprecis verbis menempatkan pengusaha, bukan pembeli-member- sebagai subyek. Orang yang bertanggung jawab.

Pembelian adalah tindakan hukum perdata. Ketika barang atau jasa yang dibeli telah diserahkan, maka berakhirlah hubungan perdata antar pembeli dan penjual. Dalam hal terdapat cacat tersembunyi pada barang atau jasa yang dibeli, maka soalnya bergeser ke pidana. Bila penjualnya menolak bertanggung jawab atas cacat tersembunyi pada barang yang dijual itu, maka soalnya menajdi pidana. Siapa yang bertanggung jawab? Pasti Penjual. Bukan pembeli atau member MeMiles.

Dititik ini muncul masalah lain. Masalahnya terpusat pada tindakan penyitaan terhadap mobil, dan barang lainnya dari member yang top up. Apakah hadiah top up itu beralasan disita penyidik Krimsus Polda Jatim? Bila ya, soal berikut yang muncul adalah apakah umroh juga bisa disita?

Andai mobil hadiah itu dikonstruksi sebagai bukti-fakta adanya usaha MeMiles, yang saat ini dinyatakan illegal, maka harus diakui  dengan tindakan itu memiliki alasan hukum? Sebatas itukah. Tak lebih dari itu? Mengapa member-member itu, sejauh ini, terlihat  tidak tahu bahwa MeMiles merupakan usaha illegal. Ketidaktahuan itu menjadi alasan hukum hilangnya tanggung jawab hukum mereka.

Tetapi bila mobil, hand phone dan lainnya tetap dikualifikasi barang illegal, karena usaha MeMiles dianggap illegal, sehingga top up dengan sendirinya juga illegal. Masalahnya apa pada kualifikasi hukum atas uang member yang top up itu? Illegal jugakah? Bila dinyatakan illegal, apa konstruksi hukumnya? Hukum positif tak cukup tersedia untuk diandalkan.

Menariknya aplikasi MeMiles tidak disita. Dirkrimsus Polda Jatim cukup tegas dalam soal ini. Kita, kata Dirkrimsus Polda Jatim, nda menutup. Kita melakukan penyidikan, dia enggak bayar (server) ya matilah berarti. Kalau mau jalan terus, jalan terus aja, kalau bayar. Tetapi saya enggak menutup, saya memblokir rekening PT Kam and Kam (CNNIndonesia, 15/1/2020).

Mengapa MeMiles tidak disita penyidik? Apa yang menghalangi penyidik menyita Memiles? Bukankah aplikasi MeMiles itulah yang memicu masalah ini? Bukan MeMiles yang menjadi bagian integral dari barang bukti? Itu satu soal.

Soal kedua, uang yang disita. Soalnya apakah uang yang disita dari bank atau disita dirumah atau dikantor PT Kam and Kam? Andai disita di bank, maka tindakan penyitaan yang disediakan KUHAP adalah tidak lebih dari memblokir rekening.

Memblokir rekening adalah kerangka kerja KUHAP untuk penyitaan barang bukti yang tersimpan pada rekening Bank. Tidak lebih dari itu. Menariknya lagi, uang yang disita itu diperlihatkan kepada publik. Jumlahnya sangat banyak.

Apapun itu, sekali lagi, lebel penipuan terlihat tak lagi tepat disandangkan pada MeMiles. Ini nalar dari pasal yang diterapkan penyidik. Berusaha tanpa izin dan skema piramida ponzi bukan penipuan. Apalagi tak ada yang merasa dirugikan, atau tertipu. Bakal tertipu itu, pasti tidak sama dengan tertipu.

Nuasa ponzi yang menggila mengiringi kasus ini dalam nada “berpotensi penipuan” sungguh jauh dari yang dapat dibayangkan. Potensi penipuan pasti bukanlah penipuan menurut bahasa hukum. Usaha tanpa izin, untuk alasan hukum, pasti juga tak dapat dianalogikan dengan penipuan.

Berada di titian terjal terlihat sedang melilit gerak penuntasan kasus ini. Beberapa dimensi elementernya memiliki daya mengelincirkan. Dimensi status uang member, salah satunya, bisa menggelincirkan. Tetapi apapun itu, klaim ilmu hukum mencegah munculnya tesis titian terjal itu meliputi dan mencakup member. (Bersambung)

Penulis adalah Pengajar Hukum Tata Negara Universitas Khairun Ternate

83 tanggapan untuk ““Salah Kaprah” Bila Polda Jatim Salahkan Member MeMiles

  • 5 Februari 2020 pada 10:06
    Permalink

    Sangat aneh tindakan yg di lakukan polda jatim.#savememiles

    Balas
    • 5 Februari 2020 pada 10:54
      Permalink

      1000% agree dengan Pak margarito. Save memiles!!!

      Balas
      • 6 Februari 2020 pada 07:01
        Permalink

        Saya sebagai member sangat dirugikan dengan penutupan aplikasi memiles,seharusnya dibukan ini reward sdh jatuh tempo dan seharusnya sdh mendapatkan reward, sementara uang topup slot iklan ini hasil pinjaman yg harus dicicil berikut bunga . Memiles sudah memberi bukti kalaupun bapak2 polisi yang terhormat akan menyita reward yg sudah diterima tidak cukup setahun karena sudah banyak member yg sudah mendapatkan reward dan tidak akan muat hasil sitaan disimpan di Polda Jatim, reward Holyland ,umrah dan sejenisnya bagaimana anda akan menyita nya??? Saya salah satu korban dari sekian ribu member dari penutupan aplikasi ini.

        Balas
    • 5 Februari 2020 pada 11:02
      Permalink

      🙏🙆🤭🤣KITA FLASHBACK DULU untuk MENOLAK LUPA🤣🤭🙆🙏
      *Banyak orang yg tdk tau apa itu MEMILES* Aplikasi MeMiles hanyalah Sebuah Media promosi seperti aplikasi lainya seperti OLX,LAZADA,BUKA LAPAK DLL,,Jadi bukan PERUSAHAAN INVESTASI seperti yg dipaparkan POLDA JATIM pada SEMUA MEDIA INFORMASI Karena pesatnya perkembangan omset bisnis MEMILES ini *DIDUGA MELAKUKAN USAHA PENGHIMPUNAN DANA INVESTASI utk menghimpun dana Masyarakat(KATANYA TAKUT MENELAN BANYAK KORBAN)* Jadi cuma *_ATAS DASAR KECURIGAAN DUGAAN ITULAH+LAPORAN SALAH SATU MEMBER MEMILES YG DIRUGIKAN(“KATANYA,,”)_* Maka Polda Jatim melakukan PENYELIDIKAN+MENGOBRAK ABRIK bisnis MEMILES INI karena sebelum ada LAPORAN ITU MeMiles lancar jaya(TIDAK ADA GEJOLAK APA”) dan Semua Member berbahagia😂😂🙈 *REKAYASA* Pihak kepolisian hampir sempurna,, _*Ada banyak kejanggalan dlm kasus ini*_YANG DINILAI BEBERAPA AHLI HUKUM sebenarnya MASIH TERLALU DINI/PREMATUR UTK DIPUBLIKASIKAN dan utk pembubaran MeMiles ini belum jelas _Statusnya_ Bahkan Sampai saat ini *masih tahap PENYIDIKAN*,,bahkan pihak polda tdk cukup bukti utk menjerat perusahaan MeMiles *makanya sekarang Polda jatim lagi gencar membangun opini Masyarakat lewat semua media Nasional*,,bahkan tidak hanya itu Polda Jatim juga *memasang perangkap* dgn mengadakan *posko pengaduan penipuan* Demi mendapatkan barang bukti agar MeMiles bisa dijerat dgn *kasus pidana penipuan* Dan dengan begitu aset perusahaan otomatis akan disita sebagai barang bukti kejahatan(TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG lagi” KATANYA”🤣🤣🙈)Duit 750Milyard ini proyek besar TUAN…Duit member ratusan Milyard yg seharusnya bisa digunakan perusahaan utk Menopang ketahanan/Regulasi ditumpuk+dijemur” sehingga lumpuh Total,Karena semua Aset disita+aplikasinya ditutup,,Dan kini KERESAHAN MASYARAKAT/MEMBER” MAKIN MENJADI” karena SATU”NYA TUJUAN UTAMA MEMBER” MEMILES BERBISNIS Adalah Utk MENDAPATKAN MANFAAT/KEUNTUNGAN DALAM BISNIS INI tiba” HARUS TERANCAM TINDAK PIDANA MONEY LAUNDRY begitulah Hebatnya mereka memutar balik kan FAKTA,,MOHON kiranya SAYA SEBAGAI RAKYAT KECIL Indonesia Untuk SEKEDAR BERTANYA tuan”.. APAKAH TINDAKAN MENIMBULKAN KERESAHAN MASYARAKAT INI JUGA DIDUKUNG+DIPERBOLEHKAN dalam peraturan PERUNDANG UNDANGAN YANG SAH DALAM NEGARA INI TUAN”…🙏MOHON KIRANYA TUAN” MEMBERIKAN PENJELASAN KEPADA KAMI RAKYAT KECIL AGAR BISA TERTIB HIDUP DALAM TATANAN NEGARA INDONESIA INI🙏*⬇Banyak kejanggalan dr kasus MeMiles ini SIMAK PENJELASAN DARI KABID HUMAS POLDA JATIM INI MAKA KITA AKAN SEDIKIT FAHAM ALUR+SEKENARIO KASUS INI⬇*
      https://youtu.be/lxnCxEKkVPI
      *MEMILES SUDAH SUSAH PAYAH MEMBANGUN BISNIS INI DARI NOL SETELAH BESAR pada akhirnya Mimpi besar RATUSAN RIBU MEMBER DIHANCURKAN HANYA DENGAN SEBUAH DUGAAN/PRASANGKA BURUK..Semoga ada hikmah dr semua ini..🙏🙏🙏*

      Balas
      • 5 Februari 2020 pada 11:20
        Permalink

        Kita merasa malu, koq ada Polisi bintang 2 tidak bijaksana dan tidak pintar ilmunya, tapi meraba-meraba dan ngawooor cara kerjanya.
        Kasus Memiles adalah pesanan/setingan. Kelihatan bangets.
        Tambah stress dia ketika OJK mengatakan bahwa Memiles bukan dibawah pengawasan OJK. Sedaaaap!!!

        #MemilesBangkit

        Balas
        • 5 Februari 2020 pada 15:07
          Permalink

          Sudahlah pak polisi Jatim…..biarkan kami berjalan untuk kemajuan kami semua member….kan masih banyak kasus diluaran sana yg perlu ditangani….terlebih begal dan narkoba yg sdh merajalela dimana mana. Kalau kami semua member tdk pernah merasa dirugikan selama ini. Malah kami rugi karena penutupan memiles .jadi kami memohon supaya dibuka kembali.trimakasih.

          Balas
        • 5 Februari 2020 pada 15:42
          Permalink

          Terkesan sembrono alias ceroboh… Sehingga proses hukumnya jadi kelihatan prematur….

          Balas
      • 5 Februari 2020 pada 14:13
        Permalink

        #Savememiles ,kembalikan aplikasi memiles

        Balas
      • 5 Februari 2020 pada 15:44
        Permalink

        Semoga mimeles yg tidak bersalah bisa terlihat jelas di mata dunia sehingga Memiles bisa bangkit lagi.. aamiin

        Balas
        • 7 Februari 2020 pada 08:59
          Permalink

          Memiles itu membantu rakyat
          Jadi aktifkan kembali aplikasi Memiles

          Jangan main tutup aja polda Jatim aplikasi Memiles
          Kami rakyat pak bukan penjahat…

          Balas
      • 5 Februari 2020 pada 15:45
        Permalink

        Terkesan sembrono alias ceroboh… Sehingga proses hukumnya jadi kelihatan prematur….

        Balas
      • 5 Februari 2020 pada 15:46
        Permalink

        Polda jatim.. Polda jatim…

        Balas
    • 5 Februari 2020 pada 12:13
      Permalink

      saya sebagai member memiles sangat sedih dgn tindakan polda yg sesuka hati menuduh memiles investasi bodong, menyita reword yg sudah menjadi hak member, menutup aplikasi yg membuat kerugian bagi kami…tolong sebagai penegak hukum jadilah pengayom masyarakat, melindungi, bukan menjadi pengancam bagi kelangsungan hidup kami. saya beli slot pake uang saya sendiri, n keuntungan yg rasakan sebagai member memiles dalam 3 bln sungguh bisa kami rasakan…tetapi dlm sekejap hidup kami dibunuh begitu saja, harapan, impian sudah musnah. tolong kembalikan memiles kembali🙏🙏🙏

      Balas
      • 5 Februari 2020 pada 15:10
        Permalink

        #SAVEMEMILES

        Ada kejanggalan…..yg benar di katakan salah …yang salah di katakan benar…dunia ini sudah terbalik hanya mementingkan jabatan semata….ingat di langit masih ada langit…..ALLAH akan balas orang orang yg suka menzholimi sesama kaumnya ….allahuakbar….kunfayakun

        Balas
      • 6 Februari 2020 pada 14:55
        Permalink

        Saya sangat dirugikaan oleh penutupan apllikasi memiles oleh polda jatim. Titik tanpa koma

        Balas
        • 5 Februari 2020 pada 17:31
          Permalink

          Pak Margarito tentunya beeani untuk mengatakan “Ada udang apa dibalik batu pak?” Sdh jadi kecurigaan publik, pastinya ada pihak2 yg mencari keuntungan, baik materil maupun imateril dari kasus Memiles yg dipaksakan ini.

          Balas
      • 5 Februari 2020 pada 19:56
        Permalink

        Polda jatim… Polda Jatim
        Rekayasa kalian Rrruaaaar biasa!!!

        Balas
        • 6 Februari 2020 pada 02:26
          Permalink

          DARI 4 JAMAN YANG BERJALAN KINI SUDAH MASUK ERA 4.0

          Urutan Zaman Dunia Ekonomi:

          🌏 ERA 1.0 = di jaman SATU TITIK KOSONG ini adalah ERA PERTANIAN, dimana tiap negara mengembangkan cara-cara bertani yang baik.

          🌏 ERA 2.0 = di jaman DUA TITIK KOSONG ini adalah ERA INDUSTRI, dimana tiap negara mulai mengembangkan INDUSTRI hasil pengembangan dari ERA PERTANIAN.

          🌏 ERA 3.0 = di jaman TIGA TITIK KOSONG ini adalah ERA TEKNOLOGI, dimana tiap negara mulai mengembangkan TEKNOLOGI kelanjutan dari ERA INDUSTRI.

          🌏 ERA 4.0 = di jaman EMPAT TITIK KOSONG ini adalah ERA TEKNOLOGI DAN INFORMASI, dimana tiap negara mulai mengembangkan TEKNOLOGI DAN INFORMASI yang semakin mutakhir.

          Sekarang kita berada di jaman 4.0 jamannya TEKNOLOGI DAN INFORMASI..

          Para pengusaha profesional dalam mengembakan usahanya pasti akan mengikuti perkembangan jaman karena kalau tidak itu artinya melawan ARUS, dan jika usaha melawan ARUS tentu resikonya sangat besar.

          Tidak bisa di pungkiri di ERA 4.0 ini dunia IT, dunia Teknologi dan informasi merajai pasar, dari segi produk misalnya kini di kuasai toko-toko online hingga dampaknya toko-toko off line banyak yang tumbang.

          Dan di jaman 4.0 ini pula ada PERUBAHAN BESAR bukan saja segi produk tapi juga segi nilai MATA UANG.
          Uang SENTRAL sekarang akan bersaing dengan uang THE SENTRAL, yaitu UANG FISIK vs UANG DIGITAL.

          Baca baik2 perubahan d atas.

          Balas
      • 6 Februari 2020 pada 00:19
        Permalink

        Sudahlah pak polisi Jatim…..biarkan kami berjalan untuk kemajuan kami semua member….kan masih banyak kasus diluaran sana yg perlu ditangani….terlebih begal dan narkoba yg sdh merajalela dimana mana. Berantas begal dan narkoba,…Kalau kami semua member tdk pernah merasa dirugikan selama ini. .
        Malah kami rugi karena penutupan memiles .jadi kami memohon supaya dibuka kembali……ingat Pak, atas tindakan yg bpk lakukan sdh bnyk mengsengsarakan 270 ribu member yg tezolimi….

        Balas
    • 5 Februari 2020 pada 14:08
      Permalink

      Suara ahli yang obyektif menyuarakan essensi kebenaran, singkron antara suara nurani, pikiran dan jiwa, dengan maksud isi UU yg dikenakan pada Memiles ditempatkan secara proporsional dgn pendalaman makna yg menjiwainya. Sungguh dgn kejernihan dan kejujuran nuraninya dgn tanggungjawab pemikiran dari keilmuanya, bisa meluruskan pemikiran bengkok dan meng-ajeg-kan pemikiran yg pemahamannya yg masih kabur, Itulah eksistensi sejati dari kajian ilmiah dari para ahli akademisi.. Sungguh yang diungkapkan Bung Garito Kamis sebagai guru besar bidang Hukum dgn pewarta FNN telah memunculkan suara kebenaran mewakili para perindu pencerahan.. Sungguh ungkapannya sangat berbobot, harus jadi bahan pemikiran (freming) yang harus diperhatikan berbagai pihak berkenaan tersandungnya MeMiles apalagi bagi para praktisi penegak hukum.. memang Memiles punya visi dan misi mensejahterakan masyarakat, yg tentunya segalanya sudah dipikirkan dan dipersiapkan secara lengkap dan matang dan keberadaannya layak didukung berbagai pihak.. (mrd).

      Balas
    • 5 Februari 2020 pada 14:14
      Permalink

      Saya bener2 dirugikan paska penutupan aplikasi memiles.
      soalnya tggal 13 saya baru topup dan belum paid.
      keburu di tutup aplikasinya.
      bukan karna perusahaan kam anf kqm merugi.
      tapi karna ulah polda jatim yang seperti mengerbek gembong teroris. sadis dan tak berkeprimanusiaan.
      Kami sudah siap untung dan siap rugi. itu namanya berbisnis..
      Iklan adalah bisnis. riward no (2).
      tapi bukan cara di obok2 seperti ini.
      Kalau memang pt kam and kam sudah A1.
      kenapa harus mencari bukti2 lagi…
      kami juga pernah sekolah pak pol.
      jad8 setop membohongi masyarakat .
      kami topup pakai uang kami.
      dan kami tidak pernah merugikan orang lain.
      Sungguh aneh dan lucu kasus memiles ini…
      apa lagi dibilang pencucian uang..?
      dasarnya dari mana?
      Kita pasang slot iklan 6 jt. dengan harapan,mendapat riward mobil..
      Apa gak rugi?
      Mending gabung aja di memiles..
      gak usah repot2 cari kesalahan memiles.
      Kalau kaya..
      itu didapat dengan cara halal… OK..?!

      Balas
    • 6 Februari 2020 pada 02:34
      Permalink

      Salut buat bang Margarito Kamis, miris miris penegakan hukum di Indonesia, sangat berani memperlihatkan ketidakadilan di 270 000 pasang mata, mari teman2 di seluruh Nusantara kita bersatu berjuang untuk menegakkan keadilan, Salut juga buat ketua KMM yang masih memperjuangkan agar memiles berjaya kembali, kita masih sangat yakin sampai hari ini KEBENARAN AKAN MENGALAHKAN KEJAHATAN/ KEBATILAN, JAYA MEMILES .

      Balas
    • 6 Februari 2020 pada 11:46
      Permalink

      Memang Polda Jatim itu aneh sekali, kenapa tidak dari dulu, kenapa baru sekarang disitanya setelah hasilnya banyak, memang jelas memancing dulu, kalau udah segunung barulah diambil hasilnya. Licik.

      Balas
      • 7 Februari 2020 pada 09:30
        Permalink

        Lanjutkan memiles..mitra jabodetabek..berjuang demi bangkitnya aplikasi memoles

        Balas
  • 5 Februari 2020 pada 10:07
    Permalink

    Mantap bung MARGARITO..

    Balas
    • 5 Februari 2020 pada 12:30
      Permalink

      Selamat malam OM MARGARITO kitorang orang2 di ternate tara pernah merasa memiles kase rugi pakitorang nanti polda jatim dong tutup baru kitorang orang2 maluku utara rasa kitorang rugi soalnya kitorang sotara bsa pasang iklan lagi tlng kase tau padorang apya capat2 song buka lagi kah trimakasi 👍👍👍👍👍

      Balas
    • 5 Februari 2020 pada 18:45
      Permalink

      Kembalikan memiles kepada kami pak… Please bijaksanalah, jgn mengatakan menyelamatkan uang member noooo, tidak sama sekali. Kami malah sangat sangat dirugikan dgn penutupan secara sepihak yg dilakukan oleh andaaahhhh polda Jatim… Kalian tertawa2 dgn menunjukkan barang bukti yg kalian sita dan jarah… Emas, dan brg2 reward lainnya.. Hrsnya kalian tau bahwa itu adalah hak kami… Bangga sekali kalian yg sudah merampas ini semua.. Semoga kalian lebih belajar lagi dan lebih memintarkan diri kalian utk menyambut teknologi jaman now, update tu otak!!!!

      Balas
  • 5 Februari 2020 pada 10:12
    Permalink

    Jika Pasal-pasal yg dituduh kan ke Memiles semua tdk tepat,maka segera hentikan Tindakan Nekad yg asal Tangkap dan asal Sikat Nilai Top Up dan Reward-reward Kami, sebelum nanti Tuhan Allah SWT yg yg akan mengeluarkan Bapak Pejabat Polda yg Bermartabat.
    Kami Rakyat yg ingin Melihat Masa Depan Kami Lebih Terhormat.

    Balas
    • 5 Februari 2020 pada 11:07
      Permalink

      Sangat miris Polda Jatim menahan tersangka hmpir 2 BLN lebih ya klo GK salah ,yg pda saat ini tersangka masih praduga/blom terbukti bersalah.berapa kerugian yg kita alami saat ini ,karna Polda Jatim sdh menutup aplikasi kita(memiles)dan berapa kerugian yg di alami perusahaan tsb karna tindakan Polda Jatim. So kmi 270 ribu member sangat kecewa dengan tindakan polda jatim yg SDH merugikan kmi semua.kami mau Polda Jatim membuka mata/hati dan pikiran untuk melihat memiles yg kedepan nya akan mensejatrakan masyarakat yg harusnya saat ini cofe shop sdh launcing di beberapa daerah,dan modal usaha juga sdh seharusnya kmi terima dan mulai membuka usaha(patnership)bersama cofe shop.Namun semuanya tinggal harapan karna Polda Jatim sdh merebut kebahagiaan yg akan kami dpkan dri memiles.Save memiles

      Balas
      • 5 Februari 2020 pada 12:47
        Permalink

        Om MARGARITO kitorang yg iko memiles ini kitorang banyak jga dari hatim.dari halbar.dari halsel.dari halut dari tidore dan halteng sama kota ternate dan sofifi padahal kitorang pake aplikasi ini bgs sekali kitorang bsa bajual kitorang pnya usaha lewat iklan memiles bantu pakitorang jgn sampe kitorang pedoi2 dong rampas lgi kasian itu doi bukan doi pancuri tpi kitorang pedoi2 yg halal kong dorang bilang bodong itu sotalalu polda jatim ini

        Balas
    • 5 Februari 2020 pada 11:23
      Permalink

      …Kita sering mendengar istilah :
      SALAH TANGKAP!
      SALAH TEMBAK!
      DAN SALAH MENTERSANGKAKAN ORANG!

      Ini semua siapa yang melakukan?
      Yah Polisi dong!!!

      Balas
      • 6 Februari 2020 pada 12:47
        Permalink

        Ini usaha yg membantu rakyat Indonesia 270 RB member ditutup sepihak oleh Polda Jatim dengan alasan ilegal.bagaimana orang mau membantu perekonomian baru berkembang aja udah ditutup, dan belom mendapatkan hasil dari usaha yg mau dibuka Januari 5jt coffeshop keliling, dsb.itu salah satunya Wee udah disita dan ditutup aplikasinya , dengan alasan tidak bayar server, sekarang orang awampun tahu , gimana mau bayar server untuk BLN Mei dst, kalau uangnya aja udah disita semua sama Polda Jatim….lucu ya….coment kok salah terus ya itu Polda, kasus 1 bilang meMiles secara resmi disita dan aplikasi ditutup, sekarang membela diri dengan tidak bayar server …gimana mau bayar kalau uangnya di AMBIL semua…lucu dan salah besar..

        Balas
  • 5 Februari 2020 pada 10:25
    Permalink

    Mantab dan sangat edukatif sekali paparan narasi hukum nya..trims Bung Margarito.#Save Memiles#

    Balas
    • 5 Februari 2020 pada 10:51
      Permalink

      Merasa aneh yg nangkap polda jatim, padahal wilayah hukumnya Ada di Jakarta.

      Dan para member gak ada yg nuntut pt Kam and Kam, bukti bahwa member tidak Di rugikan oleh pt Kam and Kam

      Di gebreknya pt Kam and Kam bukan pada kondisi One prestasi, tapi justru pada saat akan berlangsungnya pemberian reward

      #savemeMiles

      Balas
      • 5 Februari 2020 pada 12:30
        Permalink

        Assalamualaikum Wr Wb, Memiles menurut saya adalah salah satu solusi yang bisa menjadi obat bagi mereka pelaku bisnis online yang sudah pernah dirugikan atau bahkan ditipu oleh beberapa jenis bisnis online yang memiliki basis investasi, sehingga berakhir scam/ tutup dan bahkan si pengelola nya kabur dan hilang entah kemana, hingga banyak juga jenis bisnis-bisnis online gaya baru yang terus bermunculan entah itu produk kacamata kesehatan, menjadi pelaku bisnis mas murni atau jenis aplikasi-aplikasi penjualan jasa iklan, trading, bisnis saham yang sekaligus bersifat usaha jaringan. Dan bagi kami sudah jenuh, trauma dan saya dan temen-temen yang senasib dengan saya lebih banyak diam gak gampang diajak ke suatu usaha bisnis online baru yg terus bermunculan dan ditawarkan kepada kami, tetapi setelah kami sering kumpul dan kenal dengan orang yang sudah lebih dulu join dan sudah mempelajari sistem nya dan teman saya sudah buktikan hasilnya dan saya bertanya sedemikian dalam dan hati-hati dan setelah saya dibawa ke BOP dan teman saya tadi menyarankan jangan beli slot iklan yang mahal-mahal dulu, akhirnya saya join dan bahkan karena semakin yakin dan ketemu dengan managing director bahwa memiles ternyata punya misi dan visi untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia khususnya rakyat pada ekonomi menengah ke bawah untuk supaya bisa lebih baik dalam kondisi perekonomian mereka dapat sejajar diantara rata-rata orang Indonesia yang sudah berkecukupan, sehingga kita terhindar dari kesenjangan ekonomi masyarakat Indonesia yang semakin tajam, oleh karena itu alangkah shock nya kami sebagai member, melihat owner dan managemen ditahan jadi tersangka, tanpa diberi kesempatan untuk klarifikasi bahwa MeMiles adalah perusahaan Aplikasi advertising, travelling dan markerplace ko kenapa jadi dituduh usaha Investasi, sebelum penyidik menyatakan usaha Investasi, mungkin kalau benar Investasi kami para member lebih dulu bertindak dengan tidak join dan tidak akan tertarik meskipun dengan iming-iming reward apapun kalau MeMiles nyata-nyata usaha bisnis online yang bergerak di bidang usaha investasi, kami semua tumbuh besar hingga 270.000 member karena alasan memiles bukan usaha investasi, yg bagi kami sudah tidak ada kepercayaan lagi untuk investasi karena sudah trauma, dan ketulusan MeMiles untuk memberi reward sudah terbukti bukan janji dan akan memberi kehidupan yqng lebih baik yg mungkin belum pernah ditawarkan oleh jenis bisnis manapun, jadi MeMiles adalah penopang kemajuan ekonomi rakyat yang bisa diandalkan dan terpercaya untuk semua lapisan masyarakat, Maka dari itu kiranya pemerintah harus dapat membela rakyat kecil yang penuh harapan besar dan harus berpihak pada nasib para member karena termasuk kebutuhan hajat hidup orang banyak, dan Memiles adalah Inovasi terbaik karya anak bangsa, dan bisa berbagi kepada yang membutuhkan, Wassalam.. Save MeMiles Forever……

        Balas
      • 6 Februari 2020 pada 02:13
        Permalink

        Pesan untuk semua media juga jngan langsung menanggapi ini investasi, media jngn dengar dri satu pihak, media juga ikut bodoh dalm menanggapi sesuatu yang sudah jelas media tau memiles ini periklanan, masih sja kalian bilang investasi bodong, malu tau, apalagi televisi2 yg bilng ini investasi. Blajar ilmu hukum jgn sembarangan.

        Balas
  • 5 Februari 2020 pada 10:26
    Permalink

    Terimakasih atas atensinya BUNG MARGARITO untuk kami para MEMBER MEMILES YG JD KORBAN PENUTUPAN,BUKAN PENIPUAN..#SAVEMEMILES

    Balas
  • 5 Februari 2020 pada 10:32
    Permalink

    Maaf sy yg tidak begitu paham tentang hukum,kasus ini sedikit aneh dan terlalu dipaksakan,lihat di semua media bahwa memiles investasi bodong,tapi membernya mengatakan tidak di rugikan,dan banyak yg di untungkan,terus kasus ini terjadi tanpa ada laporan dr membernya sebelum penutupan,baru ada yg melapor setelah aplikasi memiles nya di tutup, itu yg aneh buat sy yg tidak paham hukum,biasanya suatu permasalahan muncul karna ada laporan bukan dugaan,klo dugaan masih “praduga”betul kata penulis Dr.Margarito kamis jd klo praduga masih akan belum tentu terjadi…

    Sedangkan sebanyak 270 ribu member memiles sampai saat ini masih pd resah,bingung,dan mungkin banyak yg ketakutan juga dg kondisi saat ini.

    Semoga permasalahan ini cepat selesai,dan ada jalan keluar dan solusi terbaik,dan tidak ada salah satu pihakpun yg di rugikan.

    Keadilan,kebenaran,dan kejujuran harus di tegakan,di negeri republik indonesia tercinta ini.
    Terimakasih mhn maaf klo ada kata2 yg salah🙏

    Balas
  • 5 Februari 2020 pada 10:42
    Permalink

    Kantor dan operational semuaa di jkt, tp yg rame ngapa surabayaaa😑 dah gtu aja

    Balas
  • 5 Februari 2020 pada 10:42
    Permalink

    Untuk bung Margarito, sy sangat mengapresiasi dan berterimakasih untuk mau mengangkat kasus Memiles disini, disaat hampir semua media online dan elektronik menyudutkan dan mendiskreditkan Memiles.
    Untuk bung Margarito ketahui,dg berjalannya kembali Memiles, ada hak2 kami para member disana,ada harapan kami disana dan ada impian kami disana.
    Kami tdk sedang berhalusinasi ataupun berkhayal seperti kata para pembully kami di medsos. Yang kami tahu,kami hanya sedang mengikuti dan melakukan perubahan zaman yg terus berkembang. Bila kita tdk ikut didalamnya maka kita akan tergilas dg sendirinya. Namun kenyataan yg terjadi, sebaliknya kami digilas oleh mereka yg tdk paham akan wadah usaha kami ini. Untuk itu mohon bantu kami membuka kembali aplikasi Memiles dan tolg bersihkan narasi2 jahat yg selama ini gencar dilakukan kepada Memiles. Terimakasih #savememiles

    Balas
  • 5 Februari 2020 pada 10:44
    Permalink

    Terimakasih atas atensinya BUNG MARGARITO untuk kami para MEMBER MEMILES YG JD KORBAN PENUTUPAN,BUKAN PENIPUAN..#SAVEMEMILES

    Balas
  • 5 Februari 2020 pada 11:04
    Permalink

    Semoga kesabaran kami para member akan indah pada waktunya ,terima kasih para pakar yg sdh memberi pencerahan kepada kami yg awam hukum.#SAVE MEMILES#

    Balas
    • 5 Februari 2020 pada 13:41
      Permalink

      Setelah membaca apa yg dipaparkan Bapak Dr.Margarito, saya ko seakan punya harapan kalo orang pintar yg luas pengetahuan dan pengalaman seperti beliau bisa bantu memperkuat MEMILES untuk bangkit kembali.
      Untuk itu di kesempatan ini saya sebagai member memiles yg merasa “TIDAK PERNAH MERASA DIRUGIKAN” oleh PT “Kam and Kam” mohon kepada Bapak Dr.Margarito yg mengerti tentang apa yg sedang dialami oleh MEMILES ini, kiranya sudi membantu kami.
      Tolong bantu kami ,Pak…
      Kami berharap Bisnis aplikasi Memiles bisa berjalan lagi, karna Memiles punya program2 bagus yg akan direalisasikan awal Tahun ini jadi terhambat, padahal program2 Memiles bisa mensejahterakan masyarakat, bisa mengurangi pengangguran, dll…
      Sekali lagi saya mohon, bantu kami…
      Jangan sampai Ke-SALAH KAPRAHan yg Bapak saksikan, Bapak biarkan…
      #Save MEMILES#

      Balas
      • 7 Februari 2020 pada 03:17
        Permalink

        Terimakasih Bung Margarito Pencerahan Nya..

        Buat Polda jatim yang terhormat..
        sudah lah. jangan tegar tengkuk..

        ngaku aja salah mempradugakan Memiles.. dari pada terlanjur malu..

        jangan buat masyarakat makin tidak percaya kepada kepolisian, dengan meramu mengulik hal hal yang di ada ada .. dan di setting
        sedemikian rupa. kalo niat gitu.. BL, Toped, JD, Shpe, sekalian di bubarin.. itu platform nya sama Pak Polisi.

        masyarakat sekarang ga bodo Pak Polisi..
        Ojk aja ngaku ga berwenang. dari pada mempermalukan instansi..

        pulihkan nama baik Memiles..
        Biarkan anak bangsa berkarya menopang ekonomi era digital..
        jangan terlalu mau di setir sama kepentingan dan muatan.

        anda brometer kualitas kepercayaan masyarakat..
        buktikan kalo Bapak Polda Jatim layak mengemban Amanah ini…

        Lebih Besar hati dan Bijak lagi ya Bapak Bapak Polda Jatim..

        semoga segera di beri Hidayah.. Aammiinn.

        Balas
  • 5 Februari 2020 pada 11:12
    Permalink

    sy sbg masyarakat kecil yg menjadi member meMiles sngat merasa dirugikan oleh polda jatim karena tadinya sy sdh membeli slot iklan dan memasang iklan usaha sy yaitu grosir sandal dan bisa dilihat iklan sy kepada seluruh calon pembeli yg ada di indonesia tp setelah adanya tindakan polda jatim akhirnya sy benar” dirugikan
    untuk itu sy mengharap kepada bpk kapolri sekaligus bpk presiden kita H Ir Jokowidodo
    agar dapat membantu kami sbg rakyat kecil agar aplikasi meMiles bisa berjalan kembali
    sebab sy yakin visi misi meMiles sangat mulia memajukan UKM dan pengusaha kecil
    ada juga program beasiswa yg sangat membantu masyarakat yg kurang mampu
    jd meMiles ini bukan semata mata mengharapkan reward mobil motor dsb tetapi banyak hal lain yg lebih menguntungkan masyarakat kcl seperti sy pribadi.
    jd sekali sy mohon agar kapolda jatim kembalikan meMiles agar kembali berkibar untuk kami member yg berjumlah 270 ribu orang member

    salam Yudi Freedom
    kendari
    save meMeles

    Balas
    • 5 Februari 2020 pada 23:39
      Permalink

      Sy orang yg bodoh yg tdk sekolah yg awam hukum dan maaf klo sy salah,sy hanya merasa aneh dan tdk mengerti knp harus polda jatim yg mempermasalahkn memiles?
      Bukankh klo terjadi kejahatan dikota A yg berperan penting ngurusin kasus itu y polisi kota A,knp klo memng memiles dipermasalahkn bukan polisi atau polda jakpus atau polda metro yg ngurus,ini kok malah melangkh jauh sekali.
      Dngn tindakkan polda jatim ini sy sbgai member memiles amat sangat dirugikan,sangt kecwa knp ini terjadi?
      Apakah bpk polda jatim lbh senang rakyat indonesia miskin?
      Apakh tdk berkeinginan mensejahterakn rakyat kecil?
      Knp memiles ditutup?
      Memiles satu”x harapn kami sbgai rakyat miskin yg inshaallah dngn ijin allah memileslah jalan kami menuju sukses.
      Memileslh jalan kami kluar dr belenggu kemiskinan.
      Memileslh yg bisa mengeluarkn kami dr cicilan dan uang riba.
      Tolong kami bpk polda jatim biarkn memiles mengukir karya biarkn memiles jd jembatan smua mslh kami.
      Bknkh msih bnyak kasus yg hrs diurus bnyk kasus yg hrs diselesaikn dinegara ini,knp harus memiles😢😢😢 knp pak?
      Selagi memiles tdk merugikan kami dan tdk melanggar hukum biarkn kami mengukir prestasi biarkn kami memerangi kemiskinn.
      Kami/ sy rakyat miskin tdk prnh protes tdk prnh ngeluh dngn kebijakn pemerintah yg menaikkan hrg itu dan ini,krn sy sadar itulh sbgi wujud pemerintah untuk mengurangi beban utang negara wlopn bnyk rakyat yg tdk suka atau demo,itu krn mereka tdk ada uang itu membayarnya,itu smua wujud protes krn tdk mampu,coba klo kami punya dan berkecukupan tdk akan ada mslh dngn kebijakn pemerintah apapun,jadi tolonglah kami bpk polda jatim,tolong kami bpk presiden kembalikn memiles kami,kembalikn 😢😢😢🙏🙏🙏.

      #save memiles#

      Balas
  • 5 Februari 2020 pada 11:12
    Permalink

    Yg terhormat BPK polisi kami,tugas anda mengayomi kami rakyat di negri ini,sisakanlah hati nurani untuk kami,jangan hilangkan impian kami, jangan matikan Memiles kami,kembalikanlah….Memiles pada kami MEMBER MEMILES

    Balas
    • 5 Februari 2020 pada 23:25
      Permalink

      #savememiles. Dari rakyat biasa yang berharap bahagia wajar karena semua manusia pasti seperti itu bermimpi menjadi kenyataan , bahwa keanggotaan ikut tanpa ada paksaan dalam keadaan sadar ,sehat dan wal’afiat. Dimana’ yg namanya bisnis prosesnya adanya tahapan antrian yg sudah ditentukan meskipun sadar dan sabar untung’an, kalo rugi yg ditanggung sendiri konsekuensinya dalam keikutsertaannya. Siapapun rakyat biasa sampai menengah yg ikut pasti berharap mimpi menjadi kenyataan dengan adanya usaha dan doa, ditambah lagi modal yg dimiliki anggota adalah uang halal dari hasil keringat dan jerih parah anggotanya msg’. Memiles adalah aplikasi advertising iklan dengan cara topup iklan pada app tsb. Bila pelaku bersalah ditindak,7 tapi bukan
      pada appnya dan anggota nya yg terkena imbas. Tidak ada yg merasa dirugikan oleh memiles. #savememiles

      Balas
  • 5 Februari 2020 pada 11:13
    Permalink

    Di Bali ada Polwan yang dapat reward Memiles, satu unit mobil mewah Lexus + Agya + HP, kenapa tidak disita?
    Dan banyak anggota TNI dan Polri yang jadi member dan sudah dapat reward, sita dong woooi Mr. Luki.
    Juga gerobak kopi memiles ada ribuan + reward ribuan Umroh serta 700 org paket Holyland. Hahahhahaa..
    Keliatan bangets ada Pengusaha/Mafia yg pesan kasus ini… Kita sbg rakyat, org biasa bisa melihat, kental bangets settingannya.. Tuhan utus Malaikat-Mu tuk tampar mereka yang berbuat jahat kepada 270.094 orang member Memiles.

    Balas
  • 5 Februari 2020 pada 11:15
    Permalink

    Terimakasah bpk MARGARITO atas Bantuannya mengulas membeberkan secara gamblang akan masalah yg dialami Mekles ini. Sy sbg member yg usia sdh mulai tua sangatlah berharap memiles bs berjalan normal kembali.krn sy sbg marjeting sangat terbantu dgn adanya slot iklan yg disediakan oleh Pt Kam N Kam ini. Sy bs beriklan sampai target2sy sbg marketing terpenui dan yg paling membantu lg yaitu Riword2 yg disediakan perusahaan. Trutama yg blm punyavrumah. Motor. Mobil bs berharap terkabulkan dr memiles. Sy yakin kl memiles diijinkan untuk secepatnya beroperasi jembali.banyak rakyat miskin yg bs terbantu mewujutkan impiannya.tolong pak srkalilagi bantu kmdgn tulisan2 dan ulasan bpk dpy namabaik memiles kembali bersih di mata masyarakat indonesia.Aamiin smg bpk sll diberikesehatan Alloh Ta,alla.Aamiin

    Balas
  • 5 Februari 2020 pada 11:32
    Permalink

    Saya sangat mengapresiasi yg sangat luar biasa untuk redaksi JNN dan BPK MARGARITO,yg telah menggangkat masalah kasus memiles di redaksi ini,anda telah mewakili suara dan aspirasi kmi selaku member memiles, semoga pak presiden dan mabes polri,ataupun pihak terkait ikut membaca ,dan segera turun tangan untuk mengamati dan mempertimbangkan atas kasus memiles,yg saat ini telah di tangani polda jatim,sesungguhx kmi selaku member tidak pernah merasa di rugikan oleh memiles,melaikan kmi selaku member DIRUGIKAN atas di tutupx memiles oleh polda jatim, saya berharap agar kasus ini mendapat perhatian kusus oleh pihak terkait,dan pihak terkait membantu dan mengarahkan bila mna ada persyaratan yg masih kurang,mengingat memiles ini masih baru berdiri,dan masih dlm tahap pembenahan, bukanx main tutp seenakx, sekali lagi saya ucapkan bnyak trima kasih unt BPK MARGARITO, yg telah peduli mewakili suara para member memiles….,salam hormat dri saya…..lope lope lope yu pullllll😉😊👍🏼🙏🤝

    Balas
  • 5 Februari 2020 pada 12:11
    Permalink

    Dengan penjelasan dan pencerahan ini saya selaku member MeMiles semakin yakin kuat harapan bahwa MeMiles tidak salah harus berkibar kembali, saya sangat kecewa kepada polda jatim yang tidak melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat nya! Lalu kepada siapa kami berlindung kalau tindakan seperti ini yg dipertontonkan kepada kami masyarakat dalam hal penanganan MeMiles, tidak percaya lagi pak, disini kami tidak ditipu pak polis yg mewakili bahwa kami ditipu ada apa ini ndan!
    Terima kasih BUNG, maju terus kami siap!

    Balas
  • 5 Februari 2020 pada 12:18
    Permalink

    Trm ksh pak Margarito atas ulasan fakta hukumnya terkait kasus Memiles. Kami terus berharap ada Margarito2 lain yg datang menolong kami Member memiles yg kini jadi korban dari tindakan brutal kepolisian polda Jatim yg kami lupa2 ingat nama Kapoldanya.. 😆😅😴

    Kami 270+ member memiles bukan korban penipuan PT Kam and Kam tapi Kami korban kecerobohan kepolisian polda Jatim.

    Semoga ada perhatian segra dari petinggi negeri ini (bpk. Presiden, Ketua DPR RI dan KAPOLRI) atas maslah ini, agar apa yg mjd harapan segera terwujud.

    #SAVEMEMILES

    Balas
  • 5 Februari 2020 pada 14:03
    Permalink

    Kami Member MeMiles bukan korban aplikasi memiles tapi
    KORBAN penutupan POLDA JATIM

    Balas
    • 5 Februari 2020 pada 14:18
      Permalink

      Saya bener2 dirugikan paska penutupan aplikasi memiles.
      soalnya tggal 13 saya baru topup dan belum paid.
      keburu di tutup aplikasinya.
      bukan karna perusahaan kam anf kqm merugi.
      tapi karna ulah polda jatim yang seperti mengerbek gembong teroris. sadis dan tak berkeprimanusiaan.
      Kami sudah siap untung dan siap rugi. itu namanya berbisnis..
      Iklan adalah bisnis. riward no (2).
      tapi bukan cara di obok2 seperti ini.
      Kalau memang pt kam and kam sudah A1.
      kenapa harus mencari bukti2 lagi…
      kami juga pernah sekolah pak pol.
      jad8 setop membohongi masyarakat .
      kami topup pakai uang kami.
      dan kami tidak pernah merugikan orang lain.
      Sungguh aneh dan lucu kasus memiles ini…
      apa lagi dibilang pencucian uang..?
      dasarnya dari mana?
      Kita pasang slot iklan 6 jt. dengan harapan,mendapat riward mobil..
      Apa gak rugi?
      Mending gabung aja di memiles..
      gak usah repot2 cari kesalahan memiles.
      Kalau kaya..
      itu didapat dengan cara halal… OK..?!

      Balas
    • 5 Februari 2020 pada 15:04
      Permalink

      Yang terhomat jajaran polda jatim tidak ada kata terlambat untuk meminta maap kira nya anda tau dan mengerti hukum, wajar sebagai manusia pasti ada khilap nya, saya sebagai rakyat kecil merasa d rugikan dgn d tutupnya aplikasi memiles.

      Balas
  • 5 Februari 2020 pada 14:29
    Permalink

    UUD hasil ramuan si anu di jatim..
    Kata DPR RI Komisi 3 meramu untuk meyakinkan kita.. Hehe bintang 2 kok begitu sih…

    Balas
  • 5 Februari 2020 pada 15:40
    Permalink

    Terima kasih banyak karena telah memberikan informasi yg sangat berguna bagi saya sebagai member MeMiles dari sisi Bpk. Margarito.
    Tidak bermaksud utk menyudutkan atau menutupi, tetapi justru memperkuat penilaian saya terhadap kasus MeMiles ini.
    Membedah satu per satu, untuk bisa menyusun bukti & logika, dalam posisi netral. Saya adalah saksi bukan korban pak di MeMiles.
    Posisi member MeMiles adalah saksi, bukan korban. Kami adalah saksi karena tidak dalam posisi dirugikan.
    Ini adalah bagian dari narasi yg dibuat Polda Jatim sampai saat ini.
    Posisi kami sebagai member seakan di blok. Status kami seakan dibawa ke posisi yg tidak tepat, dan pastinya akan berakibat pada proses peradilan nanti.
    Mohon pendapat bapak mengenai hal ini.

    Balas
  • 5 Februari 2020 pada 23:05
    Permalink

    SEMOGA Memiles bisa berjalan lagi di situ ada banyak harapan kami para member untuk perubahan hidup kami #SAVE MEMILES

    Balas
  • 6 Februari 2020 pada 00:45
    Permalink

    Setidaknya berikanlah kesempatan memiles mensejahterakan masyarakat indonesia dg caranya, bukan malah menghalang2i apalagi mempermasalahkannya dg dalih yang tidak jelas.

    Justru kami member memiles sangat dirugikan setelah tindak penutupan sepihak oleh krimsus polisi jatim ini,

    Balas
  • 6 Februari 2020 pada 01:18
    Permalink

    Menutup Rezeki orang lain berarti “Dia” tlah mnutup Rezekinya sendiri.

    Balas
  • 6 Februari 2020 pada 01:24
    Permalink

    Ya allah…Semoga polda jatim…mendapat hidayah….dibuka mata hatinya..melihat member” memiles yg dirugikan karena aplikasi memiles ditutup…ya allah..semoga polda jatim.. disholehkan…aamiin ya robb…..

    Balas
  • 6 Februari 2020 pada 01:24
    Permalink

    Ya allah…Semoga polda jatim…mendapat hidayah….dibuka mata hatinya..melihat member” memiles yg dirugikan karena aplikasi memiles ditutup…ya allah..semoga polda jatim.. disholehkan…aamiin ya robb…..

    Balas
    • 6 Februari 2020 pada 02:04
      Permalink

      Kalau saya lihat memiles bukanlh investasi melainkan periklanan, kalau sy pikir jaman skarang d era 4.0 adalah jaman dmana semuanya praktis, dapat uang 1 M salam 1 haripun pasti bisa, saya rasa ilmu polda jatim blm menyentuh era 4.0, masih ktinggalan jaman, coba kalian berfikir, iklan d televisi dan media lainny d bayar lo, tapi tdk dapat imbalan, dmana ke untunganny masuk ke pemilik media tersebut, tapi memiles keuntunganny bagi rata ke semua membernya, d sini perbedaan dri aplikasi lain dgn memiles. Pesan untk member memiles semanagat terus, bila perlu kalian k polda jatim untk cepat menyelesaikn masalah ini. Jgn membuat masalh ini menjadi larut. Trmakasih

      Balas
  • 6 Februari 2020 pada 01:51
    Permalink

    udah tau memiles bukan investasi, malah dibilang investasi. Klo investasi itu, uang nya menjadi ganda atau bisa bertambah, naaah di memiles kan tidak seperti itu. bener2 super aneh tindakan polda jatim

    Balas
    • 6 Februari 2020 pada 02:15
      Permalink

      UU kok di ramu? Sy sebagai masyarakat malu dgn tindakan penegak hukum yg melanggar kode etiknya.

      Balas
      • 6 Februari 2020 pada 02:34
        Permalink

        Wilayah penangkapan nya juga berbeda kan bikin malu, anneeeeeeeeehhhhhh, saya tanya media televisi, kira2 media tidak merasa aneh apa? Lain gatal lain garuk.

        Balas
      • 6 Februari 2020 pada 02:51
        Permalink

        Polda Jatim membuka pos pengaduan, spy mrk mndptkn bukti laporan dr member memiles, bhw mrk kirban penipuan, padahal awal kasusnya bkn krn ada laporan member yg tertipu, jumlh member yg melapor saat ini yg katanya berkisar 600 sampai 700 member, itu d karenakan telah ditutupnya aplikasi memiles, dgn di iming2 akan dikembalikan uang topupnya, jk member2 yg jmlahnya ada 270rb melapor ke Polda Jatim. sgt ironis. Kalaupun memang ada member yg melapor tertipu oleh memiles, bisa di buktikan alasan tertipunya, jk yg merasa d tipu mengatakan rewardnya blm dia terima, perlu dinketahui bhw pemberian ada syaratnya, yaitu hrs capai Omzet nas, dn masa tunggu, kemudian jk sdh trpenuhi syaratnya, selanjutnya 0emberian rewardnya jg berproses, bs 1 or 2 mggu, bahkan 1 bln, trgantung kesediaan brgnya. Sebab itu yg d alami oleh member2 yg sdh mndptkn reward. Jd hallo pak Polisi, di.manakah unsur penipuannya?, jk alasannya tdk memiliki izin, knapa langsung di blokir dn petinggi2nya langsung ditahan?, cukuplah rek kamp and kamp di blokir, kenapa uang member kalian sita dr bank?, dan dipertontonkan di publik?. Hemmm,,,sgt miris.

        Balas
  • 6 Februari 2020 pada 02:25
    Permalink

    Sebuah pertanyaan besar
    “SUAPAKAH AKTOR BESAR DI BALIK KASUS MEMILES” begitu nafsu yang dipertintonkan, tidak mengedepankan asas asas hukum yaitu asas praduga tak bersalah, dengan missi pembinasaan sebuah peluang usaha yang nyata nyata tidak merugikan Negara. Bahkan belum terbukti merugikan masyarakat umum.

    Sungguh ironis dunia bisnis di Tanah air Indonesia. Haruskah kami melakukan kejahatan untuk hanya sekedar bertahan hidup di negara tercinta ini???

    Rakyat hanya dibodohi oleh pemegang kekuasaan yang hidupnya sudah nyaman bergelimang harta walaupun hartanya legal atau illegal.

    Semoga Allah mendengar keluhan orang kecil ini. Amiiin

    Balas
  • 6 Februari 2020 pada 02:30
    Permalink

    Apa mungkin pada mau naik jabatan…. cari2 kasus spy dilihat ada prestasiny

    Balas
  • 6 Februari 2020 pada 02:40
    Permalink

    UU yg sudah bagus jgn d ramu lagi, ingat masyarakat paling taat terjadap penegak hukum, tapi kalau penegak hukum nya salah kaprah, masyarakat pasti marah, masyarakat aja marah apalagi petinggi negara pasti lebih marah, karena tingkah laku penegak hukum yang menyalai aturan, bapak presiden kita sudah menegaskan bagi yang salah tetap di salahkan, bahkan yang salah wajibb d beri sanksi.

    Balas
  • 6 Februari 2020 pada 08:59
    Permalink

    Memang memiles bikan investasi….tpi pnghimpunan dana buat mereka..apakah tuan gk prnah bca brita..klau stelah di usut kurang lbih 7 rekning pribadi yg dpt aliran dna dari pt km n km…dn kurang lbih skitar 25 m…
    Alloh maha tau…krna smua ini udh g sehat jdi smua ke bongkar…
    Biar g mkan bnyak korban…..

    Balas
    • 6 Februari 2020 pada 12:34
      Permalink

      Kejadiannya TKPnya dijakarta kok yg nangkap Polda Jatim lucuuuu ya , berarti Polda Jakarta diremehkan donk tidak dihargai ….
      Apa itu semua supaya mendapat prestasi kok salah kaprah ….tidak menghargai yg punya wilayah….katanya kalau TKPnya diwilayah Jakarta seharusnya yg bertindak Polda Jakarta….dari dulu kan begitu , kenapa baru kali ini ya kejadian pertama kali hukum di Indonesia dibikin bikin . ANEH bin NYATA….semua orang awampun tahulah ….kalau saya ditampar dijatim harus lapor Polda Jatim dan yg menangkap pun Polda Jatim, seharusnya kan begitu, bukan menuai prestasi tapi menuai malu karena menyalahi aturannya sendiri….
      Lagian kasus korupsi dijatim aja tidak terpecahkan sampe sekarang kok urus wilayah hukum tempat lain. Kasus mandiri ( kata DPR ) lho. Yg korupsi dibiarkan. Yg usaha diilegalkan lucu Yach, sama aja yg halal diharamkan dan yg haram dihalalkan..

      Balas
  • 6 Februari 2020 pada 13:43
    Permalink

    Sebetulnya pada tgl. 6-7 Januari 2020 kemarin sesuari dengan syarar dan ketentuan, saya sudah dapat mobil Toyota Rush.
    Berhubung MeMiles diperkara oleh Polda Jatim,maka saya terpaksa gigit jari.
    Bila dilihat, disini jelas-jelas yg merugikan saya adalah “SEMUA TAHU SENDIRI” siapa yg merugikan saya itu.

    Balas
    • 7 Februari 2020 pada 08:58
      Permalink

      Memiles itu membantu rakyat
      Jadi aktifkan kembali aplikasi Memiles

      Jangan main tutup aja polda Jatim aplikasi Memiles
      Kami rakyat pak bukan penjahat…

      Balas
  • 6 Februari 2020 pada 14:57
    Permalink

    Semoga memiles segera di buka lagi
    Dan bisa bermanfaat untuk rakyat indonesia
    Dan bisa mengubah perekonomian para member memiles
    .untuk yg terrhormat pak polda jtm mohon
    Segera di tuntaskan masalah miles
    agar miles segera bangkit lagi dan bisa jalan seperti sediakala 🙏🙏

    Balas
  • 7 Februari 2020 pada 05:13
    Permalink

    Pak Yuki dan jajaran polisi Jatim, ingat pak, seragam kalian kami yg belikan, makan dan kesejahteraan istri dan anak kalian, kami yang sediakan. Nga usah menjadi pahlawan kesiangan klo hanya menduga2 pak. Sekolah tinggi hanya untuk jabatan? Moralnya dimana? Ngapain pake gelar sampe 3, kalau ilmu teknologi digital saja, NOL!!!! ERA ZAMAN SUHARTO SUDAH NGA LAKU PAK!!!, anda di bentuk untuk membantu masyarakat, bukan merugikan masyarakat!!! Jgn sampai kepolisian dibubarkan pak, di ganti dengan pembela masyarakat. #INGAT, KALIAN MELAPOR KE MASYARAKAT (DPR) kalau kinerja kalian banyak merugikan masyarakat, ya sudah pantas di bubarkan. Toh kalian bukan bela negara, sudah ada TNI!!!

    Balas
  • 10 Februari 2020 pada 17:32
    Permalink

    Polda jatim… Polda Jatim
    RAMUAN kalian SANGAT RRRUAR BIASA!!!

    HUKUM KARMA MENANTIMU

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.