“Dendam” Idham Azis Pada Ibul?

by Rahmi Aries Nova

Jakarta FNN – Jumat (23/10).  LIGA Indonesia musim 2020 terancam berhenti total, di saat, di  berbgai belahan dunia lain, kompetisi sepakbolanya sudah berputar kembali. Meski Persatuan Sepakbola Seluurh Indonesia (PSSI) sudah bersiap melanjutkan Liga 1 yang baru menggelar tiga pertandingan sebelum pandemi Covid 19, serta memutar Liga 2, ternyata ijin yang dibutuhkan dari Kepolisian justru tidak turun.

PSSI gagal mendapat ijin keramaian dari institusi Polri. Status Ketua Umum PSSI Mochamad Irawan, biasa disapa Iwan Bule (Ibul), yang mantan petinggi di Polri dengan pangkat terakhir Komisaris Jendral Polisi (Purn), sepertinya, tidak ada pengaruhnya.

Mengapa Iwan Bule tidak mampu melobi Kapolri Jendral Idham Azis? Bukankah tiga hal yang menjadi pertimbangan tidak dikeluarkannya ijin keramaian untuk Liga bisa didiskusikan? Padahal Liga yang sedianya akan digelar awal Oktober lalu, seperti yang dipaparkan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Argo Yuwono, Selasa (29/9) semuanya bisa “didiskusikan kembali”.

Pertama, situasi pandemi Covid-19 di Indonesia masih terus berlangsung. Jumlah masyarakat yang terinfeksi virus tersebut juga masih tinggi. Faktanya saat ini kurvanya sudah semakin menurun. Kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan Covid juga semakin tinggi.

Kedua, jika Polri bersikukuh telah lebih dulu mengeluarkan maklumat untuk tidak memberikan izin keramaian di semua tingkatan. Kenyataan Pilkada dan demo di berbagai daerah tetap berlangsung dengan massa yang jauh lebih banyak dari pada menggelar pertandingan tanpa penonton.

Terakhir, saat ini Polri bersama TNI mengaku tengah berkonsentrasi melakukan Operasi Yustisi untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam menerapkan protokol kesehatan. Padahal partai-partai Liga yang akan digelar pun pasti menggunakan aturan dan protokol Covid yang ketat.

Usai mengikuti Rapat Terbatas dalam Persiapan Piala Dunia U-20 di Istana Kepresidenan Bogor pada Selasa (20/10) Iwan Bule meminta dukungan dari pemerintah agar kompetisi bisa terus berjalan. Alasannya agar program dari pelatih Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong tidak hilang.

Pelatih asal Korea itu memang ingin pemainnya bertambah jam terbangnya lewat kompetisi dan bisa mendapat tambahan pemain baru hasil kompetisi, sebelum timnya berlaga tahun depan.

Tapi apakah Iwan Bule (Ibul) bakal beroleh dukungan dari Kapolri? PSSI masih harus menunggu. Atau betulkah rumor bahwa Idham masih menyimpan dendam pada Ibul? Semoga tidak. Karena kepentingan nasional sudah seharusnya diletakkan di atas segalanya.

Penulis adalah Wartawan Senior FNN.co.id.