FPI Pesta Pora, Pendukung Istana Ambyar (bagian 1)

Mereka bersemangat merayakan pesta akbar yang belum pernah kita saksikan saat penyambutan raja, kepala negara, presiden, olahragawan, apalagi artis. Bahkan, jumlah penyambut Rizieq jauh lebih banyak ketimbang jumlah pendukung Joko Widodo saat mengaraknya dari gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, tahun 2014.

by Mangarahon Dongoran

Jakarta, FNN – Selasa (17/11). Seminggu sudah Front Pembela Islam (FPI) mengadakan pesta akbar. Dimulai dari penyambutan pimpinan tertinggi FPI Imam Besar Habib Rizieq Shihab, yang tiba di tanah air, Selasa, 10 November 2020 yang lalu.

Sejak Ketua Umum FPI, Ahmad Sobri Lubis mengumumkan rencana kepulangannya di hadapan massa demo, di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa 13 Oktober 2020 yang lalu, berbagai persiapan pesta akbar penyambutannya dirancang sedemikian rupa. Ya, ibarat sebuah hajatan perkawinan atau sunatan, tentu penyelenggara atau tuan rumah mempersiapkan segala sesuatunya dengan rapi, agar tamu-tamu undangan merasa nyaman menghadirinya.

Rapat maraton pun terus dilakukan, terutama sepekan sebelum kepulangannya dari pengasingan di Tanah Suci Mekah yang sudah berlangsung 3,5 tahun. Berbagai skenario dilakukan, termasuk kemungkinan pesawat yang ditumpangi Habib Rizieq dan rombongan “dipaksa” mendarat di Bandara Halim Perdanakusumah – pangakalan militer – di Jakarta Timur guna mengelabui para penyambutnya yang berkonsentrasi di Bandara Sukarno-Hatta Cengkareng, Tangerang, Banten.

Skenario terburuk pun diantisipasi, yaitu kemungkinan Habib Rizieq ditangkap aparat keamanan atau menjadi sasaran pembunuhan seperti yang dialami oposisi Manila, Benigno Aquino Jr, pada 21 Agustus 1983, di Bandara Internasional Manila, saat pulang dari pengasingan, Amerika Serikat.


Sekedar mengingatkan kembali, Benigno Aquino yang berada di pengasingan selama tiga tahun adalah musuh politik Ferdinand Marcos, Presiden Filipina waktu itu. Kematiannya justru menambah vitamin penyemangat perlawanan dari pendukungnya, yang akhirnya menumbangkan Ferdinand Marcos, dan digantikan oleh Crozon Aquino, istri mendiang Benigno Aquino.

FPI pesta akbar! Kembali ke penyambutan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (IB HRS), sehari sebelum kedatangannya, para pendukung dan simpatisannya sudah mulai menyemut di markas FPI, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sejak pagi, massa yang didominasi pakaian serba putih terus berdatangan. Mereka datang dari berbagai daerah, menyemarakkan pesta akbar yang akan segera tiba.

Semakin larut malam, jumlahnya bukan menyusut bahkan terus bertambah. Akibatnya, jalan Petamburan Raya yang menuju Tanah Abang dan menuju lampu merah (jembatan layang tol) Slipi pun sekali-sekali macet. Bagi mereka yang sudah paham akan ada pesta akbar FPI, langsung menghindar dari kawasan tersebut.

Saya yang berada di kawasan markas FPI melihat betapa antusiasnya masyarakat untuk menyambut kedatangan habib yang saat ini dianggap orang yang paling berani terang-terangan melawan kezaliman. Senin (9/11/2020) malam saya menyaksikan umat yang ingin menyambut kedatangannya terlihat duduk-duduk berkelompok dan hilir- mudik terutama di jalan menuju markas FPI.

FPI pesta akbar! Saya katakan antusias, karena ada beberapa orang yang sebenarnya tidak tahu di mana rumah HRS. Ada beberapa orang yang sempat menanyakan kepada saya, mengenai rumah Rizieq.

Bahkan, seorang lelaki tua juga sempat bertanya kepada saya. “Yang mana rumah Habib Rizieq, Pak,” tanyanya kepada saya.

Saya jabaw, “Ya, di sini.” Saat itu lelaki tua tersebut berada di gang kecil menuju rumah habib (bukan di jalan menuju gerbang rumahnya). Tentu, saya juga tidak mau konyol menunjuk rumah habib, walau saya tahu dan sudah sering keluar masuk rumahnya. Ini menyangkut keamanan, karena dalam situasi seperti itu bisa jadi akan ada orang yang menyaru, berpura-pura nanya, padahal disuruh orang lain untuk kepentingan tertentu (kepentingan negatif).

Ya, itu baru rencana penyambutan di Petamburan. Belum lagi umat yang berduyun-duyun datang ke Bandara Sukarno-Hatta.

FPI pesta akbar! Berdasarkan laporan yang saya baca, baik media resmi online, apalagi medsos, kawasan Bandara Sukarno-Hatta pun sudah mulai dipenuhi umat sejak Senin malam. Bahkan, hotel di sekitar bandara penuh dibooking umat dan berbagai pihak yang berkepentingan.

Suasana semakin padat menjelang dan sesudah solat subuh. Sebab, begitu selesai solat Subuh, sebagian umat Islam, baik yang tidur di rumah masing-masing, di masjid, di hotel dan juga sebagian yang ada di Petamburan langsung meluncur ke Bandara Sukarno-Hatta.

Mereka tak mengenal lelah. Mereka ingin segera manyambut sang imam yang sudah lama dirindukan.

Pendukung Istana Hambar

Tidak heran, sejak pukul 6.00 pagi akses jalan tol menuju bandara mulai tersendat. Penyambutan yang luar biasa, akhirnya membuat akses tol menuju Bandara Sukarno Hatta macet total. Akibatnya, banyak calon penumpang pesawat yang tidak bisa terbang. Selain itu, 118 penerbangan pun di delay. Luar biasa!

Masih dalam tayangan video viral yang bisa ditonton, penyambutan luar biasa juga dilakukan para karyawan Angkasa Pura 2 di sekitar pesawat yang parkir. Pilot pesawat Arab Saudi pun terlihat dalam sebuah video “mengawal” Habib Rizeq berjalan di lorong keluar dari pesawat.

Semua pendukung dan simpatisan FPI berpesta-pora menyambut kedatangannya. Mereka bersemangat merayakan pesta akbar yang belum pernah kita saksikan saat penyambutan raja, kepala negara, presiden, olahragawan, apalagi artis. Bahkan, jumlah penyambut Rizieq jauh lebih banyak ketimbang jumlah pendukung Joko Widodo saat mengaraknya dari gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, tahun 2014.

Kedatangan Habib Rizieq disambut luar biasa. Perjalanannnya dari Terminal 3 Sukarno-Hatta mendapat pengalawan dan sambutan yang luar biasa. Bahkan, tidak saja iring-iringan mobil, sejumlah pendukung yang menggunakan sepeda motor pun menerobas jalan tol Prof. Sediyatmo.

Tentu, penyambutan yang luar biasa itu membuat lawan-lawan FPI banyak yang sakit gigi. Para pendukung istana ambyar dan banyak yang menjadi hambar. ** (Bersambung).

Penulis adalah Wartawan Senior FNN.co.id

Tinggalkan Balasan