Gadget Telah Memperbudak Manusia Sedunia

by Komisaris Jenderal Pol. Drs. Dharma Pongrekun, SH., M.M., M.H.

Jakarta, FNN – Sudah setahun lamanya hampir seluruh dunia telah berada dalam keadaan yang diseragamkan oleh suatu kekuatan organisasi Non State Actor. Keadaan ini membuat hampir seluruh dunia berada dalam keadaan yang sangat memprihatinkan dalam segala aspek kehidupan, diakibatkan oleh adanya isu yang diseragamkan secara massive dengan mengambil thema tertentu yang telah membuat hampir seluruh dunia seolah tak berdaya serta mengalami kebuntuan di dalam menghadapinya.

Namun sadarilah bahwa semua yang sedang terjadi ini sebenarnya adalah potongan-potongan puzzle dari Grand Design yang sudah dipersiapkan dengan sangat matang melalui strategi yang sangat jitu, karena Terstruktur, Sistematis dan Massive (TSM) sekali, sehingga hampir tidak satupun diantara kita yang menyadari pergerakan yang terjadi dan akhirnya kita semua terperangkap di dalam permainan dari organisasi tersebut beserta underbow-nya. Padahal kalau saja kita mau menelaah dengan seksama dan hati yang jernih, maka kita akan melihat benang merahnya dengan sangat jelas, bahwa sesungguhnya ada sutradara dibalik layar bagaikan suatu skenario dari film-film yang sering kita saksikan di layar lebar, dimana akhir dari pada ceritanya dengan mudah dapat kita tebak.

Didahului dengan prakondisi yang sangat cerdas melalui Gadget sebagai Artificial Inteliigence (alat pengintai) namun dengan motivasi yang sangat licik seperti ular, mengingatkan pada pepatah kuno yang tidak pernah usang yakni “bagaikan musang berbulu domba”. Mereka begitu cerdik menutupi “motivasi jahatnya” dibalik agenda besarnya bagaikan “udang dibalik batu” dengan tujuan memperbudak manusia di seluruh dunia dengan cara memainkan kejiwaan manusia lewat program alam bawah sadar untuk menguasai kejiwaan manusia dan akhirnya dengan sangat mudah mindset manusia dimanipulasi, sehingga tanpa disadari jiwa manusia sudah dikendalikan dan akhirnya menjadi budak.

Motivasi itu merupakan salah satu unsur yang ada dalam jiwa manusia, sehingga sulit dibuktikan secara materiil sebagaimana metode pembuktian yang dianut oleh dunia yaitu sesuatu dinyatakan terbukti jika dapat dilihat dengan mata atau dijelaskan dengan logika sains, sementara logika sains sendiri memang sengaja diprogram agar tidak sampai memahami beyond scientific yang berkaitan dengan hal-hal immaterial, karena logikanya sudah diprogram hanya untuk memahami apa yang dapat dilihat dan dihitung saja.
Ketahuilah juga bahwa sejak adanya Gadget atau Smart Phone atau Cellular Phone 10 (sepuluh ) tahunan lebih yang lalu, disitulah mulai lmaraknya istilah Hoax, Hate Speech dan Bully bermunculan.

Sebenarnya inilah cara mereka membangun pemahaman yang nantinya akan mereka jadikan senjata makan tuan bagi kita semua juga termasuk semua perangkat yang ada pada Gadget tersebut seperti kamera yang selama ini tanpa kita sadari selalu memata-matai kita demikian pula dengan GPS nya, bahkan Google dan aplikasi yang menjadi platformnya untuk memuluskan terwujudnya motivasi jahat mereka.

Gadget selama ini dikenal sebagai Artificial Intelligence (AI) yang sengaja diartikan sebagai kecerdasan buatan untuk memanipulasi pemahaman kita, agar manusia tidak menyadari bahwa gadget yang selalu melekat ditangan kita setiap hari sesungguhnya adalah teknologi pengintai yang digunakan oleh mereka sebagai pengganti manusia seperti pada saat perang fisik dulu untuk menyusup ke wilayah musuh dan mengintai kondisi kekuatan dan kelemahan lawan demi mendapatkan informasi yang sebanyak-banyaknya untuk digunakan dalam mempersiapkan penyerangan pada saat yang tepat.

Jadi Gadget ini juga sekaligus digunakan untuk memanipulasi pola pikir (mindset) kita, karena opini yang dibangun adalah untuk memanjakan manusia dengan kemudahan, kecepatan dan kenyamanan yang akan membuat kita terlena dan terjebak dalam zona nyaman ( comfort zone), sehingga kita tidak menyadari lagi bahwa sebenarnya gadget itu adalah alat pengintai untuk menguasai kejiwaan manusia. Jadi Gadget ini adalah tehnologi pengintai yang digunakan pada perang non-fisik saat ini. Ingatlah kata-kata “ Siapa yang menguasai informasi, dia yang akan menguasai Dunia “.

Bagaimana cara kerjanya? Alat pengintai tersebut akan bekerja dengan algoritmanya untuk mempelajari sekaligus mendata karakter manusia individu per individu berdasarkan SWOT (strengths, weaknesses, opportunities) Analysis (dipelajari kekuatan dan kelemahan manusia, lalu melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan tantangan yang akan dihadapi), sehingga tanpa disadari oleh kita sebagai objeknya, maka mereka akan dengan mudah memprogram manusia lewat alam bawah sadarnya dengan opini-opini yang sudah disiapkan untuk disusupkan melalui konten-konten dan aplikasi-aplikasi yang selalu dibuat menarik agar kita terhipnotis dengan cara merasionalisasi sesuatu melalui visual seolah-olah kita sedang berada dalam kehidupan nyata.

Padahal ini adalah ruang kehidupan semu, sehingga sama sekali tidak kita sadari apa dampaknya dikemudian hari, karena mereka sangat lihai menyembunyikan motivasinya, bahwa dibalik semua kecanggihan teknologi tersebut sesungguhnya terdapat udang dibalik batu berupa agenda besar yang tidak terbantahkan, yakni untuk menguasai mindset dan merusak potensi sel setiap manusia yang pada akhirnya alat pengintai tersebut mengetahui bagaimana cara untuk menaklukan manusia agar dapat dikontrol sepenuhnya dan akhirnya dapat diperbudak. Hal tersebut tidak saja akan melumpuhkan bangsa kita, tetapi seluruh manusia di muka bumi ini ingin mereka perbudak.

Bagaimana cara memprogramnya? Yakni dengan reprogram alam bawah sadar manusia dengan mengulang-ulangi secara terus menerus (repetition), sehingga menjadi sedimen (endapan) di dalam alam bawah sadar kita yang direkam oleh sel-sel di dalam tubuh manusia seperti pita kaset sampai terbentuk kejiwaan manusia sesuai agendanya, sangat mudah bukan? Mereka memulainya dengan cara yang sangat cerdik, karena menawarkan kemudahan, kecepatan/instan, kenyamanan dan kemewahan yang merupakan hal yang memanjakan manusia, menjadi suatu kebiasaan agar manusia hidup dalam ketergantungan dan akhirnya terlena dengan tujuan agar manusia menjadi lemah dan tak berdaya.

Perhatikanlah bahwa segala sesuatu yang dipromosikan selalu hanya tentang manfaatnya saja, sedangkan dampak yang merusaknya sengaja disembunyikan agar motivasi jahatnya tidak terselami, makanya tidak pernah mereka ekspose, karena kalau diekspose sejak awal, tidak akan ada yang mau menggunakannya. Tujuannya adalah supaya penggunanya mudah untuk dijerat. Hanya setelah banyak yang mengalami dampak buruk dari kerusakan yang dialami barulah mulai berpikir cara untuk mengatasinya, namun sudah sulit untuk keluar lagi, karena sudah masuk dalam jeratannya. Jadi cara kerja mereka itu bagaikan sarang laba-laba yang tersamar, sehingga membuat serangga lain terjerat.

Sadarilah bahwa gadget adalah teknologi yang dengan sengaja dirancang khusus dengan motivasi dari pembuatnya untuk memperbudak manusia dibawah kontrol mereka dengan permainan alam bawah sadar yang terlebih dahulu merusak otak manusia dengan gelombang elektromagnetik-nya yang merusak 5 bagian otak sekaligus tanpa disadari, karena tidak terlihat. Ketahuilah bahwa otak manusia adalah pikiran sadar (conscious) merupakan prosesor yang mensupply data/informasi yang akan diterima oleh sel-sel tubuh yang kemudian akan diolah dan siap untuk disajikan dalam bentuk pikiran dan perasaan, sehingga terciptalah motivasi pada jiwa manusia untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang dipikirkan dan dirasakannya berdasarkan sensor yg ada.

Penanaman doktrin pada manusia adalah dengan cara memprogram pikiran dengan melakukan pengulangan/repetisi dari sesuatu hal yang menjadi agenda dari si pembuat program terhadap manusia dengan cara membangun opini lewat imajinasi yang divisualisasikan lewat alat visualisasi sekaligus Artificial Intelligence (A=1 I=9) sebagai alat yang memata-matai perilaku manusia dengan cara menawarkan hal-hal yang mengasyikan, sehingga menjadi candu dan akhirnya manusia mudah diperbudak oleh doktrin yang ditanamkan.

Ini adalah permainan alam bawah sadar yang membuat manusia tanpa sadar mudah diadu domba mengikuti skenario dari si pembuat program.
Jadi cara untuk mengendalikan manusia adalah dengan cara kita dibuat tergantung terhadap segala sesuatu yang dianggap dibutuhkan oleh tubuh jasmani dengan cara memanipulasi/merekayasa jiwa yang fitrah (kudus) dengan hal-hal yang tidak fitrah, sehingga jiwa akan dengan mudah dikendalikan oleh kekuatan yang tidak fitrah ( tidak kudus).

Kalau tidak ada rekayasa, maka otak kita akan memerintahkan hal yang baik dan diterima oleh sel, sel itu akan mengolah data/informasi yang dikirim oleh prosesor, setelah itu sel mulai bekerja merespon good signal yang dikirim oleh prosesor dan dia akan memproduksi hormon yang baik. Hasil olahan tersebut akan membentuk jiwa (pikiran dan perasaan) dan akan menghasilkan perbuatan yang positif sesuai dengan hasil olahan tersebut, maka motivasi yang muncul pun akan baik dan benar, karena potensi selnya maksimal, sehingga akan terefleksi pada tubuh.

Sebenarnya tubuh kita ini hanyalah sebagai media, di dalam tubuh kita ini terdapat sel-sel tubuh, yang berperan sebagai sentral/ inti dari aktifitas kehidupan kita, yaitu menjadi transmitter dan sekaligus receiver yang digerakkan oleh gelombang/frekwensi. Sel-sel tubuh akan menerima (receiver) stimulus/rangsangan dari otak yang kemudian akan diolah menjadi data/informasi untuk menentukan bentuk/macam/jenis responnya, lalu dikirim (transmitter) dan akan terpancar keluar melalui frekwensi yang akan diterima oleh tubuh manusia sebagai medianya. Inilah yang disebut body inteligent, dimana sel-sel tubuh kita akan mengirimkan alert berupa frekwensi yang teresonansi pada tubuh kita dan tubuh kita akan mengikutinya secara otomatis.

Ketahuilah bahwa pertahanan sel inilah yang selalu diserang untuk dihancurkan lewat program alam bawah sadar tersebut karena sel-sel tubuh berfungsi menerima informasi berupa dara untuk di olah lalu disajikan kembali seperti teori “garbage in garbage out”, sehingga terbentuklah jiwa ( pikiran, perasan dan kehendak) sesuai yang diprogram oleh pembuatnya. Sel inilah kunci dari pertahanan imunitas manusia. Kalau Selnya rusak akibat stress yang bertubi-tubi, maka imunitas akan melemah dan tubuh jasmani kita akan merefleksikan apa yang terjadi di dalamnya. Jadi kuncinya setiap penyakit yang kita derita adalah akibat rusaknya sel-sel tubuh!!!

Sel inilah adalah inti dari kehidupan manusia hidup yang merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa, dimana mekanisme bekerjanya sel dalam tubuh manusia yang berinteraksi melalui gelombang frekwensii telah menjadi inspirasi yang ditiru oleh penggagas Dunia Cyber dengan motivasi tersembunyinya yakni untuk menundukkan manusia di dunia dan menjadi budaknya.

Kiranya tulisan ini dapat menyadarkan kita semua yang selama ini tidak menyadari, bahwa kita sudah masuk dalam jebakan dari program alam bawah sadar ( Sub Consious).

Penulis adalah Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Mantan Direktur Narkoba Bareskrim Polri (2015)

Tinggalkan Balasan

Terjemahkan »