UIN Sunan Kalijaga dan Mubarok Institute Inisiasi Transformasi Ekonomi Nasional

YOGYAKARTA, FNN – Dalam upaya memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pendekatan riset yang berbasis nilai, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta resmi menjalin kemitraan strategis dengan Mubarok Institute. Kolaborasi ini menandai babak baru dalam pengintegrasian dunia akademik dengan lembaga pemikir (think tank) kebijakan publik untuk menjawab tantangan ekonomi global yang kian kompleks.

Inisiasi kerja sama ini dimatangkan dalam sebuah rapat koordinasi yang berlangsung khidmat di Yogyakarta, Kamis (16/4/2026). Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran petinggi kedua lembaga, di antaranya Chairman Mubarok Institute, Fadhil As. Mubarok, Sekretaris Jenderal Mubarok Institute, Herry Purnomo, serta jajaran pimpinan universitas yang dipimpin langsung oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, bersama para Wakil Rektor dan Kepala LPPM.

Filosofi "Om William" sebagai Fondasi Sinergi

Satu hal yang unik dalam kolaborasi ini adalah digunakannya sosok legendaris pendiri Astra, almarhum William Soeryadjaya, sebagai titik awal refleksi intelektual. Kedua belah pihak sepakat untuk menyelenggarakan bedah buku memoar bertajuk “Semangat Hidup dan Pasrah Kepada Tuhan”.

Buku ini bukan sekadar catatan biografi, melainkan sebuah panduan praktis mengenai bagaimana integritas dan kepasrahan kepada Tuhan dapat berjalan beriringan dengan kesuksesan bisnis yang masif. Sosok yang akrab disapa "Om William" tersebut dipandang sebagai representasi nyata dari ekonomi yang memanusiakan manusia, sebuah visi yang sejalan dengan napas pendidikan di UIN Sunan Kalijaga.

Pertemuan Menara Karya Sebuah Amanah Keberlanjutan

Narasi besar kolaborasi ini sejatinya telah dimulai dari sebuah pertemuan di Menara Karya, Jakarta Selatan. Hannan Tirtadinala, Direktur Eksekutif Mubarok Institute—yang juga tercatat sebagai mahasiswa aktif Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) UIN Sunan Kalijaga—melakukan diskusi strategis dengan pihak PT Saratoga Investama Sedaya Tbk.

Dalam momen tersebut, Edwin Soeryadjaya, putra dari mendiang William Soeryadjaya, menitipkan amanah khusus berupa buku memoar sang ayah untuk diserahkan kepada Rektor UIN Sunan Kalijaga. Penyerahan buku yang dilakukan pada Februari 2026 tersebut menjadi jembatan yang menghubungkan gagasan besar keluarga Soeryadjaya dengan institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia ini.

Visi Strategis Rektor UIN Sunan Kalijaga

Menanggapi inisiasi ini, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, menekankan pentingnya universitas untuk keluar dari menara gading akademik dan terlibat aktif dalam isu-isu strategis nasional.

"Kami melihat bahwa kemitraan ini adalah manifestasi nyata dari revitalisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. UIN Sunan Kalijaga tidak hanya ingin mencetak sarjana yang cerdas secara kognitif, tetapi juga profesional yang memiliki landasan etika dan spiritualitas yang kokoh. Bedah buku William Soeryadjaya adalah pintu masuk bagi mahasiswa dan peneliti kami untuk membedah bagaimana nilai-nilai kemanusiaan dapat memperkuat ketahanan ekonomi nasional di masa depan," tegas Prof. Noorhaidi.

Beliau juga menambahkan bahwa keterlibatan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) akan memastikan bahwa hasil kolaborasi ini nantinya akan diterjemahkan ke dalam kebijakan publik yang aplikatif dan pro-rakyat.

Tiga Pilar Penguatan Ekonomi

Kerja sama strategis ini akan berfokus pada tiga pilar utama pembangunan:
1.    Transformasi Riset: Menciptakan riset-riset ekonomi yang tidak hanya berhenti di perpustakaan, namun menjadi rujukan bagi regulator dalam mengambil kebijakan.
2.    Inovasi UMKM: Mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat bawah sebagai tulang punggung ekonomi nasional melalui pendampingan dan inovasi.
3.    Ekosistem Pentahelix: Memperkuat kolaborasi antara akademisi, pelaku bisnis (industri), pemerintah, masyarakat, dan media untuk menciptakan regulasi ekonomi yang inklusif.

Melalui langkah ini, Mubarok Institute dan UIN Sunan Kalijaga berharap dapat melahirkan generasi ekonomi baru yang tidak hanya mengejar profitabilitas, tetapi juga menjunjung tinggi kebermanfaatan bagi sesama, sebagaimana filosofi hidup yang diwariskan oleh William Soeryadjaya sang maestro ekonomi.(*)

59

Related Post