BERITA TERBARU

POLITIK

Langkah Prabowo Jadi Mediator Perang Iran–AS Berisiko Guncang Politik Dalam Negeri Sab, 07 Maret 2026 08:50:32

JAKARTA, FNN  — Forum Jurnalis Merdeka punya cara sendiri dalam mengisi waktu ngabuburit. Sekelompok wartawan senior itu menggelar diskusi politik ekonomi menyikapi kondisi terkini tanah air merespons gejolak perang di Timur Tengah. Pemerhati intelijen Kolonel Infanteri (Purn) Sri Radjasa menilai langkah Presiden Prabowo Subianto menawarkan diri sebagai mediator konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berpotensi menjadi kesalahan strategis. Sikap tersebut dinilai tidak membaca perubahan peta geopolitik global sekaligus membuka risiko politik di dalam negeri. “Menjadi mediator adalah kebijakan yang kebablasan. Apakah Presiden tidak tahu bahwa ada prasyarat khusus dari kedua negara yang bersengketa? Misalnya harus ada pengakuan dari pihak yang berkonflik. Faktanya Iran juga tidak mungkin menerima Indonesia,” kata Sri Radjasa dalam diskusi publik yang digelar Forum Jurnalis Merdeka di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026). Diskusi bertajuk “BoP, Perang Timur Tengah, dan Guncangan di Istana” itu membahas dampak geopolitik konflik Iran–Israel–Amerika Serikat serta implikasinya bagi Indonesia. Forum tersebut juga menyoroti kemungkinan adanya operasi politik domestik di balik manuver diplomasi Indonesia. Menurut Sri Radjasa, pemerintah Indonesia dinilai keliru membaca perubahan arah politik Amerika Serikat yang semakin menonjolkan kepentingan nasional. Ia menilai penurunan kekuatan ekonomi AS memicu nasionalisme yang lebih agresif. “Sekarang terlihat kecenderungan baru di Amerika. Mereka tidak lagi berperan sebagai pemimpin dunia, tetapi bertindak sebagai penguasa dunia. Kita bisa melihatnya dari kasus Venezuela sampai isu Greenland,” ujarnya. Ia menilai kondisi tersebut seharusnya menjadi pertimbangan utama sebelum Indonesia mengambil posisi geopolitik tertentu, termasuk ketika bergabung dengan blok ekonomi BRICS maupun ketika masuk dalam gagasan Board of Peace (BoP). “Di sini letak blundernya. Ketika Indonesia bergabung dengan BRICS, Donald Trump mengambil sikap kontras terhadap blok itu. Artinya langkah ini menempatkan Indonesia pada posisi yang sensitif,” kata dia. Sri Radjasa juga menilai Amerika Serikat saat ini lebih memprioritaskan kepentingan ekonomi dibanding isu lain, termasuk hak asasi manusia. Hal itu, menurutnya, membuat konfigurasi politik global semakin keras dan transaksional. Ia mengingatkan bahwa keputusan Indonesia untuk mengambil peran mediator dapat berbalik menjadi tekanan politik bagi pemerintah jika tidak dihitung secara matang.  “Menabur angin bisa menuai badai. Risiko politiknya besar jika langkah seperti ini tidak dihitung dengan cermat,” ujarnya. Diskusi yang dimoderatori wartawan senior Sri Widodo Soetarjowiyono ini juga dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya pemerhati politik Imam Bogie Yuda Swara serta pemerhati sejarah dan budaya Joko Sumpeno. Selain persoalan politik luar negeri, diskusi tersebut juga menyinggung dampak ekonomi jika konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berkembang menjadi perang terbuka. Sejumlah peserta forum menilai eskalasi perang berpotensi mendorong lonjakan harga minyak dunia, menekan nilai tukar rupiah, serta memperlebar beban subsidi energi dalam APBN. (DH).

READ MORE

HUKUM

Bertahan di Bawah Gubug, Perjuangan Wa Ndora Menunggu Keadilan Kamis, 26 Februari 2026 14:15:08

SAMARINDA,  MEDIATRUST.ID — Di tepi Jalan H.M. Ardans, Samarinda, Kalimantan Timur, sebuah gubug seng berdiri sunyi di bawah terik matahari. Di sanalah Wa Ndora tinggal. Tidak ada dinding kokoh. Tidak ada pintu untuk dikunci. Hanya lembaran seng tipis yang menjadi pelindungnya dari panas dan hujan. Di tempat itu pula, ia bertahan di atas tanah yang diyakininya sebagai peninggalan keluarganya—tanah yang kini bukan lagi miliknya, setidaknya di atas kertas. “Dari awal penggusuran, saya tetap di sini,” ucapnya pelan. Dulu, rumahnya berdiri di sana. Ia tidak sendiri. Ada anak-anak dan keluarga yang mengisi hari-harinya. Kini, rumah itu telah rata dengan tanah. Anak-anaknya terpaksa menumpang di rumah kerabat. Ia memilih tinggal sendiri, menjaga apa yang tersisa: harapan. Tanah seluas sekitar 2 hektare itu bukan sekadar aset. Di situlah hidupnya tumbuh. Di situlah masa depannya pernah ia bayangkan. Namun semuanya berubah ketika eksekusi pengadilan datang. Wa Ndora mengaku tidak pernah menjual tanah tersebut. Ia pun menggugat, berharap ada ruang untuk didengar. Dalam mediasi di Pengadilan Negeri Samarinda, Kamis (26/2/2026), secercah harapan sempat muncul. PT Sumber Mas Timber menawarkan uang kerohiman Rp200 juta. Namun, tawaran itu ia tolak. Bagi Wa Ndora, nilai itu tidak sebanding dengan kehilangan yang ia rasakan. Kuasa hukumnya, Rustani, S.H., menyebut kliennya telah kehilangan rumah, tanah, dan mata pencaharian. Mereka mengajukan tuntutan ganti rugi sebesar Rp3 miliar. Sementara itu, perusahaan menyatakan kepemilikan lahan telah sah secara hukum. Uang kerohiman Rp200 juta, menurut mereka, adalah bentuk kepedulian, bukan kewajiban. Di tengah tarik-menarik itu, Wa Ndora tetap menjalani hari-harinya di bawah seng berkarat. Ia tidak tahu sampai kapan. Ia hanya tahu, ia belum ingin pergi.“Mau pindah ke mana? Untuk makan saja kadang susah,. Kalau uang kerohiman layak, misalnya Rp500 juta, mungkin saya terima,” katanya lirih. Setiap hari, ia melihat tanah itu. Tanah yang dulu ia sebut rumah.Ia tidak berbicara tentang hukum. Ia tidak berbicara tentang putusan. Ia hanya berbicara tentang harapan sederhana. “Saya hanya ingin hak saya kembali,” ucapnya. Di bawah langit Samarinda, di atas tanah yang diperebutkan, Wa Ndora masih bertahan. Menunggu. Berharap. Dan belum menyerah. (*)

READ MORE

EKONOMI

Nurani Astra Salurkan Bantuan Ambulans dan Alkes Mendukung Pemulihan Masyarakat Pascabencana di Sumatra Jum'at, 13 Maret 2026 05:58:00

Jakarta, FNN | Sebagai bagian dari upaya penanganan pascabencana bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Astra melalui Nurani Astra pada hari ini (12/3) menyerahkan 156 unit alat kesehatan dan 20 unit ambulans kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI). Penyerahan ini merupakan tahap lanjutan dari dukungan kemanusiaan Astra bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra, yang diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di tiga provinsi tersebut. Pada seremoni Penyerahan Ambulans Pada Daerah Terdampak Bencana Hidrometeorologi Sumatra, yang dilaksanakan di Kementerian Kesehatan RI, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyaksikan penyerahan ambulans dan alat kesehatan secara simbolis dari Direktur Astra Hamdhani Dzulkarnaen Salim salah satu perwakilan rumah sakit yang menerima didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, dan Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto. “Pemerintah mengapresiasi dukungan Astra dalam membantu memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memastikan fasilitas kesehatan di daerah agar dapat terus memberikan pelayanan yang cepat dan memadai bagi masyarakat, terutama dalam masa pemulihan pascabencana,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. “Melalui Nurani Astra, kami berupaya hadir dan berkontribusi dalam membantu  masyarakat yang tengah menghadapi masa pemulihan pascabencana. Penyaluran ambulans dan alat kesehatan ini, diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan di daerah terdampak, sehingga masyarakat dapat memperoleh akses pertolongan medis dengan lebih cepat dan lebih baik,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto. Dukungan lanjutan ini diwujudkan melalui penyaluran 20 unit ambulans dengan spesifikasi transport untuk Puskesmas yang didistribusikan ke berbagai wilayah terdampak. Sebanyak 16 unit ambulans disalurkan kepada Puskesmas di wilayah Aceh dan 1 unit kepada RSUD di wilayah Aceh, serta masing-masing 1 unit ambulans disalurkan kepada Puskesmas di Tapanuli Tengah, RSUD di Kota Medan, dan Puskesmas di Kota Padang Pariaman. Sejak Desember 2025, secara keseluruhan Astra juga telah melakukan pemeriksaan dan perbaikan terhadap 126 unit ambulans yang tersebar di berbagai wilayah terdampak, meliputi 4 titik di Aceh, 17 titik di Sumatra Utara, dan 10 titik di Sumatra Barat, sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan layanan kesehatan bagi masyarakat. Selain itu, Astra melalui Astra Otoparts juga telah mendistribusikan sebanyak 156 unit alat kesehatan guna mendukung peningkatan layanan kesehatan di wilayah terdampak. Bantuan tersebut terdiri atas 122 unit alat kesehatan yang disalurkan kepada 8 RSUD di wilayah Aceh serta 34 unit alat kesehatan yang diserahkan kepada Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Medan. Semangat Astra dalam mendukung penguatan layanan kesehatan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia. (*)

READ MORE
HUT ke-69 Astra: Perjalanan Membangun Negeri Jum'at, 20 Februari 2026 20:02:40
Pasar Modal dan OJK Butuh Dijangkau Presiden Kamis, 12 Februari 2026 13:49:28

NASIONAL

Astra Siaga Lebaran 2026 Hadir di Jalur Strategis Mudik, Siagakan Ribuan Teknisi dan Layanan Terpadu Jum'at, 13 Maret 2026 18:15:16

Jakarta | FNN - Astra kembali menghadirkan program Astra Siaga Lebaran 2026 untuk mendukung kelancaran perjalanan mudik masyarakat. Program yang telah berjalan lebih dari 15 tahun ini menghadirkan berbagai layanan terpadu di jalur strategis mudik nasional, mulai dari bengkel siaga, pos istirahat pemudik, hingga layanan bantuan darurat bagi pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat. Kick Off Astra Siaga Lebaran 2026 digelar pada Jumat (13/3) dan dihadiri oleh Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro, jajaran Direksi Astra, serta para eksekutif Grup Astra yang terlibat dalam pelaksanaan program ini. Direktur Astra Thomas Junaidi Alim Wijaya mengatakan bahwa Astra Siaga Lebaran merupakan bentuk kontribusi Astra dalam mendukung perjalanan mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat. “Astra melalui Astra Siaga Lebaran terus berupaya memberikan dukungan bagi pelanggan yang melakukan perjalanan mudik. Melalui berbagai layanan yang disiagakan di jalur-jalur utama, kami berharap pemudik dapat melakukan perjalanan dengan lebih aman, nyaman, dan tenang,” ujar Thomas. Dalam pelaksanaan tahun ini, sebanyak 600 teknisi mobil dan 1.092 teknisi sepeda motor Honda akan disiagakan di berbagai titik strategis jalur mudik nasional sebagai berikut: Layanan Terpadu Kendaraan Roda EmpatPeriode layanan kendaraan roda empat berlangsung pada 17–24 Maret 2026, meliputi:- 132 Bengkel Siaga- 14 Pos Siaga- 61 Armada Garda Siaga 24 Jam- 66 Armada Emergency Roadside Assistance AstraWorld- 3 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Layanan Terpadu Kendaraan Roda DuaPeriode layanan kendaraan roda dua berlangsung pada 19–28 Maret 2026, meliputi:- 12 Titik Posko Mudik Honda- 13 Titik AHASS Siaga Plus- 150 Titik AHASS Siaga- 240 Armada Honda Care Fasilitas Pos Siaga AstraDalam program tahun ini, Pos Siaga Astra menghadirkan layanan yang lebih lengkap dan nyaman bagi para pemudik.Untuk kendaraan roda empat:- Servis ringan dan konsultasi teknis kendaraan- Gratis makanan ringan dan minuman- Fasilitas WiFi gratis- Cek kesehatan gratis- Ruang istirahat yang lebih luas dan nyaman- Fasilitas Garda Health Tech persembahan dari Asuransi Astra Untuk kendaraan roda dua:- Gratis servis ringan dan konsultasi sepeda motor- Diskon pembelian suku cadang, aksesoris, dan apparel motor- Fasilitas ruang ibadah bagi pemudik Titik Pos Astra Siaga Lebaran 2026Pos Siaga Astra tersebar di berbagai jalur utama mudik, yaitu:- Palembang: Pondok Pindang Bu Ijah Jl. Sriwijaya No 16 Karya Jaya, Kota Palembang, Sumatera Selatan.- Lampung: Rest Area 49 A Ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar dan Rest area tol Bakauheni – Kayu Agung KM 163A.- Banten: Tol Jakarta Merak rest area KM 68 B.- Cikampek: Tol Cikampek rest area KM 57 A & KM 62 B.- Cipali: Rest area tol Cipali KM 166 A.- Salatiga A: Rest area tol Semarang – Solo KM 456 A.- Salatiga B: Rest area tol Semarang – Solo KM 456 B.- Situbondo: SPBU Kendit, Krojan Timur, Kabupaten Situbondo.- Tabanan: Beach Restaurant & Rest Area Jl. Raya Denpasar - Gilimanuk, Kabupaten Tabanan,Bali.  Sinergi dengan Desa Sejahtera Astra Sebagai bagian dari kontribusi berkelanjutan kepada masyarakat, Astra juga mengajak para pemudik untuk mengunjungi Desa Sejahtera Astra yang lokasinya sejalan dengan sejumlah titik Pos Siaga Astra. Program Desa Sejahtera Astra merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang mencakup kluster pertanian, perikanan, wisata kriya budaya. Kehadiran Desa Sejahtera Astra di jalur mudik tidak hanya memberikan alternatif destinasi singgah yang nyaman dan edukatif bagi pemudik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Melalui sinergi ini, Astra menghadirkan nilai tambah perjalanan mudik yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga bermakna. Kolaborasi Grup Astra Dukung Layanan Mudik Terintegrasi Semua fasilitas Astra Siaga Lebaran 2026 yang diberikan bagi para pemudik merupakan hasil kolaborasi dan sinergi dari berbagai perusahaan Grup Astra, yaitu Astra Daihatsu, Astra Isuzu, Auto2000, BMW Astra, Astra Motor, Astra Honda Motor, Astra UD Trucks, Lexus Sales Operation, FIF Group, OLXMobbi,  Garda Oto, Astra Credit Companies, Toyota Astra Financial Services, Bank Saqu, Astralife, AstraPay, AstraOtopower, Astra Infra, Halodoc, Heartology dan AstraWorld. Selain Pos Siaga dan Bengkel Siaga, terdapat berbagai fasilitas lain yang disediakan oleh Grup Astra yaitu:   1. Bale Santai Honda PT Astra Honda Motor (AHM) bersama dengan main dealer Honda, turut menyediakan Bale Santai Honda yang terdiri dari Posko Mudik Honda, AHASS Siaga+ dan AHASS Siaga. Fasilitas ini memberikan tempat beristirahat bagi pemudik, khususnya para pengguna sepeda motor pada tanggal 19-28 Maret 2026.  Posko Mudik HondaPosko Mudik Honda akan buka selama 24 jam dan akan menyediakan fasilitas meliputi tempat untuk istirahat, kursi pijat elektrik, snack dan minuman gratis, musholla, pengecekan kesehatan, safety check sepeda motor secara gratis, diskon suku cadang, aksesoris dan apparel, serta fasilitas lainnya. Selain itu terdapat pula Layanan Honda CARE (Customer Assistance & Road Emergency) di setiap titik Posko Mudik Honda. Berikut informasi titik lokasi Posko Mudik Honda: - Lampung Selatan: SPBU Pertamina Batu Puru Bumi Sari Natar, Jl. Lintas Sumatera No.25, Bumisari, Kec. Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung- Tangerang: Jl. Masjid Nurul Ilmi Cibadak, Kec. Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten- Indramayu: UPPKB Losarang, Jl. Raya Losarang No.KM 76, Muntur, Kec. Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat - Cirebon: UPTD. Pengujian Kendaraan Bermotor Kota Cirebon, Gg. Pelita, Pegambiran, Kec. Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat- Cianjur: Masjid Al Jabbar Cipeuyeum, Jl. Raya Cipeuyeum No. 498 Cipeuyeum, Kec. Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat- Tegal: Area Parkir Ponpes Al-Quran Zaenuddin Jl. Raya Maribaya KM.9, Pengasinan, Maribaya, Kec. Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. - Semarang: Rumah Makan Menara Mbak War, Jl. Fatmawati No.92B, Kec. Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. - Jatilawang: Hotel Karanganyar Indah, Jl. Raya Kepunden, Karanganyar, Kec. Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. - Pekuncen: Halaman Parkir RM. Padang ASLI Minangkabau, Desa Karangkemiri, Kec. Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. - Jombang: SPBU Pertamina 54.614.17, Jl. Raya Bandar Kedung, Gondang Manis, Kec. Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.- Malang: SPBU Pertamina 54.651.54, Jl. Raya Karangpandan, Gambiran, Karangpandan, Kec. Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur- Situbondo: SPBU Utama Raya 54.683.10, Krajan, Banyuglugur, Situbondo Regency, Jawa Timur. AHASS Siaga+ dan AHASS SiagaAHM bersama jaringan main dealer menyiapkan bengkel resmi khusus untuk melayani perawatan sepeda motor Honda selama masa libur Lebaran 2026. AHASS Siaga+ dan AHASS Siaga beroperasi dari pukul 07.30 hingga pukul 17.00 WIB. AHASS Siaga+ tersedia di 13 lokasi dari Lampung hingga Bali, dengan detail lokasinya yaitu di Kalianda (Lampung), Serang, Tangerang, Tangerang Selatan, Subang, Tasikmalaya, Pemalang, Sragen, Majenang, Gombong, Jember, Lamongan, dan Negara (Bali). Sementara itu, AHASS Siaga dihadirkan di 150 lokasi di seluruh Indonesia.  2. Asuransi Kesehatan Rawat Jalan Garda Healthtech, Persembahan dari Asuransi Astra Untuk mendukung keamanan dan kenyamanan pemudik selama perjalanan, Asuransi Astra menghadirkan hadiah spesial berupa polis Garda Healthtech dalam program Astra Siaga Lebaran. Garda Healthtech merupakan asuransi kesehatan rawat jalan perorangan dari Asuransi Astra yang menyediakan layanan telekonsultasi dengan dokter umum maupun dokter spesialis melalui aplikasi Halodoc. Manfaat yang diberikan meliputi konsultasi kesehatan online, pembelian obat, hingga santunan meninggal dunia atau cacat akibat kecelakaan senilai Rp25.000.000*).Program ini berlaku selama periode Astra Siaga Lebaran pada 17 hingga 24 Maret 2026. Pemudik yang mengunjungi Pos Siaga Astra dapat mengaktifkan polis dengan mengisi formulir melalui tautan berikut: bit.ly/AktivasiAstraSiagaLebaran_2026E-polis akan dikirimkan secara otomatis ke email peserta maksimal empat hari setelah formulir diisi. Perlindungan Garda Healthtech berlaku selama satu tahun sejak polis diterima melalui email terdaftar. Bersama Asuransi Astra, perjalanan mudik menjadi lebih aman dan nyaman. 3. OLXMobbi Menyambut mudik Lebaran 2026, OLXmobbi menawarkan Promo Beruntung berupa bonus saldo digital hingga Rp1,5 juta* untuk setiap pembelian unit di store OLXmobbi terdekat. Selain itu, untuk menemani perjalanan pelanggan, OLXmobbi juga mengadakan photo competition #MudikBarengOLXmobbi berhadiah saldo digital AstraPay dengan total Rp2,5 juta* untuk foto terbaik yang memotret kebersamaan dengan keluarga dan saudara selama perjalanan.Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi olxmobbi.co.id, syarat dan Ketentuan berlaku. 4. ASTRA Infra Momen mudik lebaran tidak semata tentang tujuan, tetapi juga tentang menikmati perjalanan. Menyambut periode Lebaran 1447 H, ASTRA Infra sebagai penyedia layanan infrastruktur publik khususnya jalan tol, siap melayani pemudik dan menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman, agar setiap momen kebersamaan dapat dirasakan dari perjalanan dimulai hingga tiba di kampung halaman. Berbagai persiapan telah dilakukan ASTRA Infra dalam menyambut 6,8 juta kendaraan yang diprediksi akan melalui ruas tol ASTRA infra selama arus mudik dan balik lebaran 2026. Angka ini meningkat sekitar 2,1 persen dibandingkan volume lalu lintas kendaraan pada periode yang sama di tahun 2025. Berbagai langkah dan upaya kesiapan telah dilakukan, antara lain kesiapan infrastruktur jalan, sarana dan prasarana, kesiapan petugas, rest area, serta koordinasi dalam mengantisipasi cuaca ekstrem dan juga kepadatan di lokasi tertentu. Selain menyelesaikan penambahan lajur ketiga di sebagian ruas tol Tangerang-Merak dan Cikopo-Palimanan sejak tahun lalu, ASTRA Infra juga mempersiapkan infrastruktur jalan dengan melakukan pemeliharaan perkerasan jalan yang akan selesai pada maksimal H-10 lebaran. Dalam mengantisipasi cuaca ekstrem, ASTRA Infra melakukan pembersihan drainase secara rutin untuk mencegah terjadinya banjir, penguatan beberapa titik lereng sebagai pencegahan tanah longsor, pemasangan moveable concrete barrier (MCB) dan geobag untuk mencegah meluapnya air ke badan jalan, serta penyiapan pompa di titik-titik rawan banjir. Selain itu, juga dipastikan perambuan dalam kondisi baik untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Dari sisi penyiapan rest area, ASTRA Infra memastikan ketersediaan SPBU, SPKLU, toilet, mushola, area parkir, serta beragam pilihan kuliner. Selanjutnya, ASTRA Infra juga menyiagakan lebih dari 800 petugas yang dilengkapi lebih dari 90 kendaraan operasional jalan tol yang terdiri dari armada patroli, derek, rescue, hingga ambulance. Tidak hanya itu, dalam memastikan keamanan dan kelancaran berkendara pengguna jalan tol, ASTRA Infra telah menyiapkan lebih dari 500 unit CCTV terintegrasi yang didukung oleh 7 unit traffic counter, dan layanan sentra komunikasi 24 jam. Untuk mengantisipasi kepadatan, ASTRA Infra melakukan koordinasi dengan kepolisian dalam penerapan rekayasa lalu lintas, antara lain penerapan one way dan contra flow. 5. Layanan Darurat Untuk mempermudah pemudik yang membutuhkan bantuan darurat di jalan atau memperoleh informasi mengenai kegiatan Astra Siaga Lebaran 2026, Astra juga menyediakan nomor contact center yang beroperasi 24 jam, 7 hari seminggu melalui Call AstraWorld 1500-898, Call Garda Akses 1500-112, atau Honda Customer Care Center 1500-989. Selain itu, pemudik dapat memanfaatkan layanan melalui WhatsApp AstraWorld Roadside Assistance (ARA) di 0895-38-1500-898 untuk mendapatkan bantuan layanan emergency dari AstraWorld atau dapat menghubungi 0895-0-1500-112 untuk meminta bantuan layanan darurat siaga dari Asuransi Astra. Semua ini merupakan persembahan Astra kepada pelanggan, sehingga perjalanan mudik tetap terasa tenang di jalan.  6. Kampanye Keselamatan Berlalu-Lintas bagi Pemudik Sebagai bagian dari kampanye “Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas\", Astra mengajak pemudik untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara dengan cara memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima. Pos Siaga Astra menyediakan tempat istirahat dan pemeriksaan kesehatan gratis di beberapa titik, bekerja sama dengan RS Hermina Grup. Layanan ini mencakup pengecekan tekanan darah, saturasi oksigen, serta obat ringan jika diperlukan. Pemeriksaan tersedia pada 17-24 Maret 2026 (Pukul 04.00-12.00 WIB dan 12.00-20.00 WIB). Layanan kesehatan 24 jam tersedia di Rest area tol Semarang-Solo KM 456 A pada tanggal 17-20 Maret 2026, sementara di Rest area tol Semarang-Solo KM 456 B pada tanggal 22-24 Maret 2026. (*).

READ MORE
Ini Cara Astra Memberdayakan Desa Ahad, 01 Februari 2026 16:41:59

INTERNASIONAL

Langkah Prabowo Jadi Mediator Perang Iran–AS Berisiko Guncang Politik Dalam Negeri Sab, 07 Maret 2026 08:50:32

JAKARTA, FNN  — Forum Jurnalis Merdeka punya cara sendiri dalam mengisi waktu ngabuburit. Sekelompok wartawan senior itu menggelar diskusi politik ekonomi menyikapi kondisi terkini tanah air merespons gejolak perang di Timur Tengah. Pemerhati intelijen Kolonel Infanteri (Purn) Sri Radjasa menilai langkah Presiden Prabowo Subianto menawarkan diri sebagai mediator konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berpotensi menjadi kesalahan strategis. Sikap tersebut dinilai tidak membaca perubahan peta geopolitik global sekaligus membuka risiko politik di dalam negeri. “Menjadi mediator adalah kebijakan yang kebablasan. Apakah Presiden tidak tahu bahwa ada prasyarat khusus dari kedua negara yang bersengketa? Misalnya harus ada pengakuan dari pihak yang berkonflik. Faktanya Iran juga tidak mungkin menerima Indonesia,” kata Sri Radjasa dalam diskusi publik yang digelar Forum Jurnalis Merdeka di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026). Diskusi bertajuk “BoP, Perang Timur Tengah, dan Guncangan di Istana” itu membahas dampak geopolitik konflik Iran–Israel–Amerika Serikat serta implikasinya bagi Indonesia. Forum tersebut juga menyoroti kemungkinan adanya operasi politik domestik di balik manuver diplomasi Indonesia. Menurut Sri Radjasa, pemerintah Indonesia dinilai keliru membaca perubahan arah politik Amerika Serikat yang semakin menonjolkan kepentingan nasional. Ia menilai penurunan kekuatan ekonomi AS memicu nasionalisme yang lebih agresif. “Sekarang terlihat kecenderungan baru di Amerika. Mereka tidak lagi berperan sebagai pemimpin dunia, tetapi bertindak sebagai penguasa dunia. Kita bisa melihatnya dari kasus Venezuela sampai isu Greenland,” ujarnya. Ia menilai kondisi tersebut seharusnya menjadi pertimbangan utama sebelum Indonesia mengambil posisi geopolitik tertentu, termasuk ketika bergabung dengan blok ekonomi BRICS maupun ketika masuk dalam gagasan Board of Peace (BoP). “Di sini letak blundernya. Ketika Indonesia bergabung dengan BRICS, Donald Trump mengambil sikap kontras terhadap blok itu. Artinya langkah ini menempatkan Indonesia pada posisi yang sensitif,” kata dia. Sri Radjasa juga menilai Amerika Serikat saat ini lebih memprioritaskan kepentingan ekonomi dibanding isu lain, termasuk hak asasi manusia. Hal itu, menurutnya, membuat konfigurasi politik global semakin keras dan transaksional. Ia mengingatkan bahwa keputusan Indonesia untuk mengambil peran mediator dapat berbalik menjadi tekanan politik bagi pemerintah jika tidak dihitung secara matang.  “Menabur angin bisa menuai badai. Risiko politiknya besar jika langkah seperti ini tidak dihitung dengan cermat,” ujarnya. Diskusi yang dimoderatori wartawan senior Sri Widodo Soetarjowiyono ini juga dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya pemerhati politik Imam Bogie Yuda Swara serta pemerhati sejarah dan budaya Joko Sumpeno. Selain persoalan politik luar negeri, diskusi tersebut juga menyinggung dampak ekonomi jika konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berkembang menjadi perang terbuka. Sejumlah peserta forum menilai eskalasi perang berpotensi mendorong lonjakan harga minyak dunia, menekan nilai tukar rupiah, serta memperlebar beban subsidi energi dalam APBN. (DH).

READ MORE

DAERAH

Bertahan di Bawah Gubug, Perjuangan Wa Ndora Menunggu Keadilan Kamis, 26 Februari 2026 14:15:08

SAMARINDA,  MEDIATRUST.ID — Di tepi Jalan H.M. Ardans, Samarinda, Kalimantan Timur, sebuah gubug seng berdiri sunyi di bawah terik matahari. Di sanalah Wa Ndora tinggal. Tidak ada dinding kokoh. Tidak ada pintu untuk dikunci. Hanya lembaran seng tipis yang menjadi pelindungnya dari panas dan hujan. Di tempat itu pula, ia bertahan di atas tanah yang diyakininya sebagai peninggalan keluarganya—tanah yang kini bukan lagi miliknya, setidaknya di atas kertas. “Dari awal penggusuran, saya tetap di sini,” ucapnya pelan. Dulu, rumahnya berdiri di sana. Ia tidak sendiri. Ada anak-anak dan keluarga yang mengisi hari-harinya. Kini, rumah itu telah rata dengan tanah. Anak-anaknya terpaksa menumpang di rumah kerabat. Ia memilih tinggal sendiri, menjaga apa yang tersisa: harapan. Tanah seluas sekitar 2 hektare itu bukan sekadar aset. Di situlah hidupnya tumbuh. Di situlah masa depannya pernah ia bayangkan. Namun semuanya berubah ketika eksekusi pengadilan datang. Wa Ndora mengaku tidak pernah menjual tanah tersebut. Ia pun menggugat, berharap ada ruang untuk didengar. Dalam mediasi di Pengadilan Negeri Samarinda, Kamis (26/2/2026), secercah harapan sempat muncul. PT Sumber Mas Timber menawarkan uang kerohiman Rp200 juta. Namun, tawaran itu ia tolak. Bagi Wa Ndora, nilai itu tidak sebanding dengan kehilangan yang ia rasakan. Kuasa hukumnya, Rustani, S.H., menyebut kliennya telah kehilangan rumah, tanah, dan mata pencaharian. Mereka mengajukan tuntutan ganti rugi sebesar Rp3 miliar. Sementara itu, perusahaan menyatakan kepemilikan lahan telah sah secara hukum. Uang kerohiman Rp200 juta, menurut mereka, adalah bentuk kepedulian, bukan kewajiban. Di tengah tarik-menarik itu, Wa Ndora tetap menjalani hari-harinya di bawah seng berkarat. Ia tidak tahu sampai kapan. Ia hanya tahu, ia belum ingin pergi.“Mau pindah ke mana? Untuk makan saja kadang susah,. Kalau uang kerohiman layak, misalnya Rp500 juta, mungkin saya terima,” katanya lirih. Setiap hari, ia melihat tanah itu. Tanah yang dulu ia sebut rumah.Ia tidak berbicara tentang hukum. Ia tidak berbicara tentang putusan. Ia hanya berbicara tentang harapan sederhana. “Saya hanya ingin hak saya kembali,” ucapnya. Di bawah langit Samarinda, di atas tanah yang diperebutkan, Wa Ndora masih bertahan. Menunggu. Berharap. Dan belum menyerah. (*)

READ MORE

LINGKUNGAN

OPINI

Rismon Sianipar Terkapar Melawan Orang Besar

Oleh: Laksma TNI (Purn.) Ir. Fitri Hadi S., M.A.P. | Analis Kebijakan Publik AHLI digital forensik Rismon Sianipar, yang sebelumnya sempat menyatakan keyakinannya hingga “11.000 persen” bahwa ijazah Presiden Joko Widodo palsu, kini telah mencabut pernyataan tersebut dan mengakui bahwa ijazah Jokowi adalah asli. Dalam sebuah klarifikasi dan permintaan maaf yang diunggah di kanal YouTube Balige Academy pada 11 Maret 2026, Rismon Sianipar mengakui adanya kesalahan dalam penelitian awalnya. Lalu, ke mana pernyataan “11.000 persen” itu? Awalnya, banyak orang menganggap kelompok yang menamakan dirinya RRT—singkatan dari Roy, Rismon, dan Tifa—sebagai para pejuang yang berani. Kelompok ini merupakan gabungan nama Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma (Tifa). Pernyataan mereka yang menyebut 99,99 persen atau bahkan 11.000 persen bahwa ijazah Jokowi palsu benar-benar menggetarkan “dinding-dinding Istana” Jokowi di Solo—yang kini oleh sebagian pihak disebut sebagai “tembok ratapan”. Jokowi kemudian melaporkan kasus tersebut kepada kepolisian, sehingga beberapa orang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Belum cukup dengan laporan Jokowi, barisan orang yang mereka sebut “Termul” pun bergerak. Mereka berusaha melawan dan melaporkan pula tokoh utama yang menyatakan bahwa 99 persen atau 11.000 persen ijazah Jokowi palsu. Perdebatan sengit di media sosial, terutama di televisi, menjadi semakin panas. Serangan terhadap kelompok RRT semakin besar, tetapi mereka justru semakin berani. Keberanian tersebut diwujudkan dengan terbitnya sebuah buku berjudul Jokowi’s White Paper. Buku ini merupakan kajian yang dibuat oleh trio Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma. Isinya memuat kajian digital forensik, telematika, dan neuropolitika terkait keabsahan dokumen serta perilaku kekuasaan, termasuk membahas isu dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi. Perlahan tetapi pasti, kepercayaan publik terhadap pernyataan mereka—yang didasarkan pada hasil penelitian—mulai mendapat dukungan yang semakin luas. Rismon semakin bersemangat. Tidak mau setengah-setengah, ia kembali menggebrak dengan mendahului sejawatnya. Kali ini ia menulis buku berjudul Gibran End Game: Wapres Tak Lulus SMA, sebuah buku yang ditulis oleh Rismon Hasiholan Sianipar. Sementara itu, Roy dan Tifa baru menyampaikan rencana akan meluncurkan buku mereka pula. Inilah sebuah pertempuran—pertempuran antara kekuatan kecil yang mungkin hanya bermodalkan keberanian dan ide melawan kekuatan besar yang berusaha tetap eksis mempertahankan hegemoni kekuasaannya. Inilah asymmetric warfare (perang asimetris) dalam bentuk lain, yakni peperangan yang ditandai oleh ketidakseimbangan kekuatan atau ketahanan logistik yang signifikan antara pihak-pihak yang bertikai. Konfrontasi kedua belah pihak pun berlangsung. Mereka belum sampai ke pengadilan; mereka baru beradu opini, meskipun sudah saling menjatuhkan. Kekuatan RRT mulai berjatuhan. Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis memilih berdamai; mereka pun sowan ke Istana Jokowi. Entah apa yang mereka bicarakan, tetapi keduanya akhirnya berdamai. Damai dan Egi pun lepas dari status tersangka dan memperoleh RJ (restorative justice). Giliran RRT diserang di jantungnya. Orang yang paling vokal dengan klaim “11.000 persen” menjadi sasaran. Andi Azwan, yang dikenal sebagai Ketua Umum Jokowi Mania (Joman), mengeluarkan jurus barunya—jurus yang dianggap jitu dan membuat Rismon Hasiholan Sianipar terkapar. Tuduhan ijazah palsu dibalas dengan tuduhan serupa: Rismon dilaporkan bahwa ijazah S-2 dan S-3-nya palsu, bahkan disebut-sebut membuat surat kematian palsu pula. Langkah Andi Azwan ini benar-benar membuat Rismon Hasiholan Sianipar goyah. Pijakannya terasa runtuh sehingga ia mengajukan RJ ke Polda dan sowan, menyampaikan tabik, serta memohon maaf kepada Jokowi di Solo. Konon kabarnya, tabik Rismon yang sudah terkapar itu tidak diterima. Jika informasi bahwa permintaan maafnya ditolak benar adanya, maka pepatah lama tampaknya tepat: untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak—mengharapkan burung punai yang terbang, pungguk di tangan dilepaskan; sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sesungguhnya, bila Rismon merasa 11.000 persen bahwa ijazah Jokowi palsu dan meyakini bahwa ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka atau yang setara tidak ada, mengapa harus takut ketika ijazah S-2 dan S-3-nya digugat? Rocky Gerung kerap disebut profesor. Namun ketika sebutan itu diserang, ia mengakui bahwa dirinya hanya memiliki gelar S-1. Publik hingga saat ini masih mengakui kepakarannya. Ia pun masih menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi ternama, meskipun sebutan profesor baginya berhasil dirontokkan oleh para lawannya. Ada satu hal yang harus diingat oleh para penulis Jokowi’s White Paper, terutama Rismon: tulisan kalian telah tersebar luas, dan ahli digital forensik bukan hanya Anda. Masih banyak peneliti lain yang dapat menilai apakah tulisan tersebut akurat atau justru penuh rekayasa. Sebagai peneliti, setidaknya kalian harus memasukkan data-data standar sehingga, ketika penelitian terus berkembang (ongoing), informasi atau data baru tidak serta-merta menegasikan temuan sebelumnya. Biasanya, data baru justru memperkuat temuan lama atau melahirkan variabel baru. Kepada Roy dan Tifa, kalian harus benar-benar sadar siapa lawan kalian. Siapa saja yang telah masuk penjara karena mempersoalkan ijazah tersebut? Ingatlah sejarah perang ketika Raden Wijaya melawan bala tentara Mongol yang datang pada tahun 1293. Kekuatan besar itu berhasil dihancurkan dan diusir dari bumi pertiwi. Atau jauh sebelumnya, pada zaman Muhammad, ketika beliau menghadapi kekuatan besar suku Quraisy. Keyakinan akan kebenaran perjuangan itulah yang pada akhirnya memenangkan mereka, karena kebenaran diyakini berada di pihak Tuhan, Allah Swt. Sesungguhnya kebenaran itulah kekuatan terbesar. Jokowi pernah mengatakan ada kekuatan besar di belakang RRT. Pernyataan Jokowi itu bisa saja benar apabila penelitian yang dilakukan RRT dilandasi keinginan menegakkan kebenaran, kejujuran, dan keadilan di negeri ini. Teruslah berjuang jika kalian merasa berada di jalan yang benar, karena Tuhan menyertai kalian. (*)

Pengaruh Penutupan Selat Hormuz terhadap Keamanan Energi Global

Oleh: Meidia Pratama | Pengamat Politik dan Keamanan Internasional PERANG antara Iran dan Israel yang didukung Amerika Serikat telah berlangsung lebih dari satu minggu. Kedua belah pihak masih saling melancarkan serangan. Iran memiliki posisi geografis yang relatif menguntungkan dalam konflik ini, bukan hanya karena menyulitkan lawan melakukan invasi darat, tetapi juga karena kemampuannya memengaruhi kondisi suplai energi global. Selat Hormuz merupakan celah sempit (chokepoint) di Teluk Persia yang menjadi jalur utama transportasi minyak dan gas bagi pasokan energi global. Diperkirakan sekitar 20 persen kebutuhan minyak dunia melewati selat tersebut. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran tentu akan sangat memengaruhi pasokan minyak dunia. Akibatnya, harga minyak dunia saat ini melonjak hingga mencapai sekitar US$100 per barel, dari sebelumnya yang berkisar US$60 per barel. Peningkatan harga minyak ini direspons oleh sejumlah negara dengan tingkat kekhawatiran yang tinggi serta menimbulkan efek berantai terhadap perekonomian global. Diperkirakan Selat Hormuz dilintasi sekitar 100–144 kapal setiap hari. Dengan demikian, dalam satu tahun terdapat sekitar 30.000–33.000 kapal yang melintasi celah sempit ini. Kapal-kapal tersebut terdiri atas kapal tanker minyak yang mengangkut sekitar 20 juta barel minyak per hari, kapal kontainer, serta kapal kargo curah (bulk carrier). Perang yang saat ini dihadapi Iran melawan Israel dengan dukungan Amerika Serikat memosisikan Selat Hormuz dalam kerangka geostrategi. Penguasaan Iran atas wilayah tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengganggu lalu lintas minyak dunia. Ancaman Iran untuk menutup selat itu telah memicu gejolak harga minyak dunia sekaligus menimbulkan ancaman terhadap keamanan energi global. Keamanan global dalam konteks ini dapat dimaknai sebagai kondisi stabil dan damai dari berbagai ancaman yang berpotensi mengganggu stabilitas politik, ekonomi, serta kelangsungan hidup masyarakat internasional. Ketidakstabilan pasar energi, potensi krisis energi, dan gangguan jalur perdagangan akibat penutupan Selat Hormuz memicu respons dari hampir seluruh negara di dunia, terutama di Amerika Utara, Asia, dan Eropa.Tiongkok merupakan negara terbesar yang mengandalkan impor minyak dari Iran, disusul oleh India, Jepang, dan Korea Selatan. Selain itu, Rusia juga meningkatkan harga gas sebagai dampak dari ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah. Sejumlah fasilitas energi di kawasan tersebut turut terdampak konflik. Kilang-kilang minyak di Arab Saudi, Kuwait, dan Bahrain tidak luput dari serangan Iran. Perusahaan minyak Saudi Aramco sempat menghentikan sementara produksi setelah serangan drone Iran yang merusak kilang Tanura. Demikian pula QatarEnergy yang menghentikan produksi liquefied natural gas (LNG) setelah serangan drone terhadap fasilitas energi di Ras Laffan dan Mesaieed. Bahkan ExxonMobil, perusahaan energi besar asal Amerika Serikat, memutuskan mengurangi operasinya serta mengevakuasi pegawai di Timur Tengah dengan alasan keamanan dan gangguan di Selat Hormuz. Chevron juga menghentikan produksi di ladang gas Leviathan di Israel. Perusahaan lain yang turut menghentikan produksi sebagai langkah pencegahan antara lain DNO, Gulf Keystone Petroleum, dan Dana Gas. Sejumlah fasilitas energi strategis juga ditutup akibat gangguan serangan rudal dan drone selama konflik berlangsung. Terminal LNG Ras Laffan di Qatar, terminal ekspor minyak Al-Basra di Irak, terminal minyak Fujairah di Uni Emirat Arab, serta kilang Sitra di Bahrain dilaporkan telah menghentikan operasinya. Dalam menghadapi kondisi yang tidak menentu seperti ini, salah satu faktor utama yang memicu gangguan stabilitas energi global adalah serangan Israel yang didukung Amerika Serikat terhadap Iran. Serangan tersebut memicu tindakan balasan Iran terhadap pangkalan militer dan aset-aset Amerika Serikat di Timur Tengah, termasuk fasilitas energi dan kilang minyak di berbagai wilayah. Oleh karena itu, konflik yang berlangsung antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat tidak hanya berdampak pada keamanan kawasan, tetapi juga memicu reaksi internasional yang luas. Banyak negara menilai eskalasi konflik tersebut sebagai salah satu sumber utama ketegangan yang berpotensi menyebabkan penutupan Selat Hormuz. Saat ini Amerika Serikat dan Israel tidak hanya mendapatkan perhatian dari masyarakat internasional, tetapi juga menghadapi tekanan dari berbagai pihak, termasuk para pemimpin negara di dunia serta dinamika politik domestik di kedua negara tersebut. (*)

Politik Bebas Aktif yang Lincah dalam Ruang Board of Peace 

Oleh Fadhil As. Mubarok | Chairman of Mubarok Institute DIPLOMASI Jaipongan merupakan bentuk geostrategi smart power. Indonesia menyadari bahwa secara militer kita mungkin tidak sekuat para pemain utama. Namun, secara geopolitik posisi Indonesia sangat penting. Dengan “menari” di antara kepentingan kekuatan besar, Indonesia berusaha memastikan bahwa kepentingan nasional—terutama stabilitas ekonomi dan prinsip internasional berupa kemerdekaan Palestina—tetap terjaga tanpa harus menjadi martir dalam konflik pihak lain. Diplomasi Jaipongan sebagai Strategi Indonesia dalam Board of Peace Istilah Diplomasi Jaipongan yang disampaikan oleh KH Marsudi Syuhud, Wakil Ketua Umum MUI, merupakan perumpamaan untuk menggambarkan strategi politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, tetapi tetap lincah serta taktis dalam menghadapi kekuatan besar dunia seperti Amerika Serikat. Saya melihat bahwa maksud dari diplomasi tersebut, berdasarkan narasi yang disampaikan, adalah kelincahan dalam menjaga jarak—seperti gerakan tari jaipong yang dinamis. Indonesia harus pintar menarik langkah agar tidak terinjak ketika berada dekat dengan kekuatan besar seperti Amerika Serikat, tetapi juga harus berani menangkis atau bersikap tegas jika ditekan atau diserang dari jauh. Diplomasi Jaipongan memanfaatkan celah diplomasi. Marsudi Syuhud menekankan bahwa Indonesia tidak bisa hanya diam atau sekadar mengutuk keadaan. Diplomasi Jaipongan berarti berani masuk ke dalam forum-forum strategis seperti Board of Peace untuk mencari peluang sekecil apa pun demi kemerdekaan Palestina dan perdamaian dunia, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi penonton. Dalam realitas geopolitik, istilah ini juga merujuk pada kesadaran akan keterbatasan kekuatan militer dan ekonomi Indonesia dibandingkan dengan negara-negara besar. Oleh karena itu, Indonesia perlu menggunakan seni diplomasi yang lentur agar tetap mampu memperjuangkan kepentingan nasional dan kemanusiaan tanpa harus terjepit dalam konflik antarnegara besar.Cara berpikir positif terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo adalah dengan memahami bahwa bangsa Indonesia perlu berprasangka baik kepada presiden yang sedang memainkan “tarian diplomasi” ini—yakni masuk ke dalam sistem untuk mencoba mengubah atau memengaruhi keadaan dari dalam. Selama masih ada harapan bagi perdamaian, Indonesia harus berani memberikan nilai tawar. Secara substantif, Diplomasi Jaipongan dapat dipahami sebagai analogi diplomasi yang cerdik, taktis, dan fleksibel agar Indonesia tidak mudah didikte oleh pihak mana pun dalam dinamika geopolitik global yang kompleks. Diplomasi sebagai Instrumen Geopolitik dan Geostrategi yang Lincah Secara geopolitik, posisi Indonesia berada di persilangan kepentingan kekuatan besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan negara-negara di Timur Tengah. Oleh karena itu, Diplomasi Jaipongan bermakna bahwa Indonesia tidak boleh kaku atau statis. Jika dikaitkan dengan geopolitik dan geostrategi, konsep diplomasi ini menggambarkan strategi adaptif Indonesia dalam menghadapi pergeseran kekuatan dunia. Ketika Indonesia memutuskan untuk masuk ke forum yang didominasi Amerika Serikat, yaitu Board of Peace, hal itu merupakan langkah geopolitik untuk berada di dalam lingkaran pengambilan keputusan. Tujuannya agar suara Indonesia—terutama mengenai kemerdekaan Palestina—dapat didengar langsung oleh para pemain kunci, bukan sekadar menjadi penonton di luar sistem yang tidak memiliki pengaruh. Dengan demikian, ketahanan nasional di tengah konflik global sangat berkaitan dengan geostrategi. Geostrategi merupakan cara suatu negara menggunakan posisi geografisnya untuk mencapai tujuan nasional. Perlu dipahami bahwa konflik di wilayah yang jauh, seperti di Selat Hormuz (Iran), dapat berdampak langsung pada Indonesia, misalnya melalui krisis energi atau kenaikan harga yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi nasional. Dalam konteks ini, Diplomasi Jaipongan berfungsi sebagai perisai geostrategis. Indonesia harus lincah bergerak mendekat untuk bernegosiasi agar kepentingan ekonomi dan energi tetap aman, tetapi juga harus siap menarik diri atau bersikap tegas apabila kedaulatan serta prinsip kemanusiaan mulai ditekan oleh kekuatan besar tersebut. Implementasi Politik Bebas Aktif yang Pragmatis Dalam implementasi politik bebas aktif yang pragmatis, konsep ini menegaskan kembali doktrin politik luar negeri Indonesia di hadapan dunia internasional. Bebas berarti Indonesia tidak terikat pada blok mana pun sehingga memiliki fleksibilitas untuk bergerak di antara pihak-pihak yang bertikai.Aktif berarti Indonesia turut serta mencari solusi bagi perdamaian dunia. Analogi Jaipongan menekankan bahwa dalam geostrategi modern, Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan militer yang terbatas—seperti yang sering disinggung dalam perbandingan alutsista—melainkan harus mengandalkan kecerdikan dalam bernegosiasi untuk menjaga stabilitas kawasan dan kepentingan nasional. Manajemen Risiko dalam Hubungan Internasional Dalam konteks manajemen risiko hubungan internasional, Diplomasi Jaipongan mengakui adanya kemungkinan “terinjak” atau “ditimpuk” oleh negara adidaya. Oleh karena itu, geostrategi Indonesia harus memiliki strategi keluar (exit strategy). Jika dalam jangka waktu tertentu—misalnya tiga tahun—keterlibatan Indonesia dalam suatu forum tidak memberikan hasil nyata bagi perdamaian atau justru merugikan kepentingan nasional, maka Indonesia harus lincah menarik diri dan mencari jalur diplomasi lain. Hal ini penting agar Indonesia tidak ikut terdampak konflik di Selat Hormuz yang berpotensi mengancam ketahanan energi nasional, sebagaimana sering disinggung dalam diskusi para pengamat politik, hukum, dan sosial. Selat Hormuz sebagai Nadi Energi Dunia Dampak konflik di Selat Hormuz terhadap Indonesia merupakan contoh nyata bagaimana geopolitik global dapat langsung memengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia, terutama dalam hal ketahanan energi dan stabilitas ekonomi. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran paling vital di dunia untuk pengiriman minyak. Sekitar 20–30 persen pasokan minyak mentah dunia melewati selat sempit yang memisahkan Iran dan Oman ini. Jika terjadi eskalasi militer, jalur tersebut dapat terganggu atau bahkan ditutup. Bagi Indonesia, kondisi ini menjadi ancaman langsung karena sebagian besar impor minyak mentah dan bahan bakar minyak berasal dari kawasan Timur Tengah atau melalui jalur perdagangan yang dipengaruhi stabilitas wilayah tersebut. Gangguan di Selat Hormuz dapat memicu lonjakan harga minyak dunia secara drastis sehingga membebani APBN melalui peningkatan subsidi energi. Jika pasokan bahan bakar bagi pembangkit listrik terganggu atau harganya melonjak tajam, risiko pemadaman listrik bergilir maupun kenaikan tarif listrik menjadi sangat nyata. Situasi tersebut dapat memicu inflasi berantai karena energi merupakan motor penggerak ekonomi. Kenaikan harga BBM akan diikuti oleh kenaikan harga bahan pokok dan biaya transportasi, yang pada akhirnya dapat memicu ketidakstabilan sosial dan ekonomi. Di sinilah relevansi Diplomasi Jaipongan. Indonesia tidak bisa hanya diam ketika terjadi konflik antara Iran, Israel, atau Amerika Serikat karena dampaknya sangat lokal bagi perekonomian nasional. Indonesia harus menggunakan posisinya untuk menyerukan deeskalasi atau penurunan ketegangan di forum-forum internasional. Secara geostrategis, Indonesia juga perlu mencari sumber energi alternatif atau mitra dagang baru agar tidak sepenuhnya bergantung pada stabilitas satu jalur perdagangan di Selat Hormuz. Menjaga Keseimbangan Hubungan Internasional Dalam konteks hubungan Amerika Serikat dan Iran, Indonesia mencoba menyeimbangkan kepentingan melalui keterlibatan dalam Board of Peace sekaligus menjaga hubungan baik dengan Iran. Indonesia memahami bahwa jika kedua negara tersebut terlibat dalam konflik terbuka, dampaknya terhadap ekonomi domestik bisa sangat besar. Oleh karena itu, diplomasi Indonesia diarahkan untuk menjaga stabilitas global agar sistem ekonomi dunia tetap berjalan. Pada akhirnya, untuk memperkuat ketahanan energi nasional agar tidak terlalu rentan terhadap gejolak di Timur Tengah—terutama konflik di Selat Hormuz—Indonesia perlu mengambil langkah-langkah strategis sebagai wujud nyata Diplomasi Jaipongan dan geostrategi nasional. Melalui langkah-langkah tersebut, Indonesia tidak hanya “menari” secara diplomatis untuk mendorong perdamaian, tetapi juga membangun benteng ketahanan di dalam negeri. Jika geostrategi ini berjalan dengan baik, maka lampu di Indonesia akan tetap menyala, meskipun dinamika geopolitik di Selat Hormuz sedang memanas. (*)

Kepemimpinan Mojtaba Khamenei di Tengah Gejolak Perang Iran – Israel AS  

Oleh Meidia Pratama | Pengamat Politik dan Keamanan Internasional  MAJELIS para ahli (majles-e khabregan) telah memutuskan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran. Anak kedua mendiang Ayatollah Ali Khamenei ini menggantikan posisi ayahnya yang meninggal karena serangan udara Israel AS pada tanggal 28 Februari 2026. Secara kualitas, Mojtaba Khamenei belum sepenuhnya memiliki persyaratan yang memadai untuk menjadi pemimpin tertinggi Iran. Iran dikenal sebagai negara yang menerapkan prinsip hukum Islam secara ketat untuk memilih pemimpin, sesuai prinsip wilayah para fakih (velayat-e-faqih) yang dilaksanakan sejak Revolusi Islam 1979. Salah satu persyaratan utama pemimpin tertinggi Iran adalah pemimpin agama yang termasuk ke dalam kategori sebagai Marja i Taqlid, dalam hal ini Mojtaba Khamenei bukanlah pemimpin ideal dari sisi agama sesuai persyaratan yang telah ditentukan. Namun, Iran menuliskan sejarah yang sama saat Ayatollah Ali Khamenei dipilih menjadi pemimpin tertinggi Iran pada tahun 1989 untuk menggantikan Ayatollah Ruhullah Khomeini, dia bukanlah sosok ideal untuk menduduki posisi tersebut, kondisi ini sama terjadi pada Mojtaba Khamenei. Pengamat dari luar sering melupakan bahwa menjadi pemimpin tertinggi Iran bukan saja penguasaan skriptualitas tekstual fikih Islam. Akan tetapi, pemahaman terhadap filsafat Islam, diplomasi, strategi militer, analisa politik, kepemimpinan politik, menjadi pertimbangan lain untuk memilih pemimpin tertinggi Iran.     Nama Mojtaba Khamenei sudah dikenal lama oleh para petinggi Garda Revolusi Iran (Iran Revolutionary Guard Corps), meskipun jarang tampil di hadapan publik selama ayahnya berkuasa. Hubungan Mojtaba dengan para petinggi Garda Revolusi Iran dimulai sejak keterlibatannya dalam perang Iran-Irak selama 1980-1989, saat itu Mojtaba muda yang masih berusia 17 tahun memilih untuk bergabung pasukan Garda Revolusi Iran dari tahun 1987-1989, serta tergabung dalam batalion Habib bin Mizahir. Dari batalion ini, Mojtaba memiliki hubungan dekat dengan Mohammad Bagher Ghalibaf, salah satu mantan petinggi Garda Revolusi Iran dan sekarang menjadi Dewan Kosultatif Iran (Majles-e Shura-ya Eslami), selain itu Hossein Hamedani yang meninggal saat membantu operasi Iran di Suriah. Mojtaba juga disebut sebagai pihak di balik layar yang berpengaruh dalam Basij (Basij-e Mostazafan), sebuah organisasi relawan yang berada di bawah Komando Garda Revolusi Iran, dan memiliki peranan penting dalam menjaga keamanan dalam negeri Iran.   Pandangan Mojtaba yang ditafsirkan sangat konservatif oleh sejumlah pengamat, diperkirakan sikap, tindakan, dan keputusannya akan lebih keras dibandingkan ayahnya. Pandangan ini tentunya tidak keliru, namun perlu dipertimbangkan kondisi perang yang hadapi Iran telah mempersatukan pandangan reformis dan konservatif untuk menghadapi musuh bersama, yaitu Amerika Serikat dan Israel. Keberadaan kelompok reformis dan konservatif telah dirasakan sejak dibentuknya Republik Islam Iran tahun 1979. Kedua faksi ini memiliki perbedaan pandangan, tetapi menariknya yaitu sama-sama nilai-nilai dan prinsip dasar dalam sistem republik Islam, sehingga perbedaan antara keduanya lebih menekankan pada cara menjalankan sistem pemerintahan.  Kehadiran Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi Iran baru tentunya akan langsung menghadapi tantangan besar, terlebih lagi saat Iran sedang berperang melawan AS dan Israel. Pada sisi lain, perang memberikan fungsi positif laten untuk semakin meneguhkan kekuatan masyarakat Iran, termasuk menyatukan pandangan dari kelompok reformis dan konservatif. (*)

EDITORIAL

Rismon Tampang Sangar - Hati Eggi, Tak Malu pada Kurnia Tri Royani Jum'at, 13 Maret 2026 01:30:25

DUNIA polemik ijazah kembali menyuguhkan ironi yang sulit ditutupi. Tokoh yang selama ini tampil paling lantang dan paling “ilmiah” justru menjadi orang pertama yang melemah ketika tekanan datang. Tokohnya adalah Rismon Sianipar Hasiholan. Selama berbulan-bulan ia tampil dengan gaya meyakinkan. Analisis forensik digital dipamerkan, buku setebal tujuh ratusan halaman diterbitkan, dan keyakinan tentang ijazah Joko Widodo disampaikan dengan nada hampir absolut.  Ia orasi dari satu panggung ke panggung lain, dari podcast, radio  hingga televisi. Bahkan ia pernah mengklaim keyakinan hingga “11 ribu persen” ijazah Jokowi palsu. Namun keberanian yang terdengar heroik itu ternyata tidak bertahan lama.Begitu status tersangka datang, keberanian itu mendadak melemah bahkan tak berdaya, berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih sederhana: permintaan maaf. Bukan hanya kepada Joko Widodo, tetapi juga kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Lebih dari itu, ia juga mengajukan penyelesaian melalui mekanisme restorative justice. Sebuah langkah yang sebelumnya justru ia sindir ketika dilakukan oleh Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis. Ia caci maki mereka tanpa ampun. Di titik inilah ironi itu menjadi lengkap.Dulu ia tampil sangar di ruang publik, tetapi ketika realitas hukum datang, sikapnya berubah lembut. Seolah-olah yang selama ini dipertontonkan hanyalah keberanian retorik, bukan keberanian konsekuensi. Ironinya lagi, Rismon kini mengaku selama ini dieksploitasi oleh rekan-rekan seperjuangannya sendiri. Pernyataan ini tentu memunculkan dua kemungkinan yang sama-sama problematis. Jika benar ia dieksploitasi, berarti gerakan yang selama ini mengusung isu ijazah hanyalah panggung politik yang memanfaatkan “penelitian ilmiah”. Namun jika tidak benar, maka publiklah yang selama ini dieksploitasi oleh klaim ilmiah yang terlalu percaya diri. Keduanya sama-sama tidak menggembirakan. Yang menarik, tidak semua tokoh dalam lingkaran isu ini memilih jalan yang sama. Roy Suryo, misalnya, tetap menyatakan keyakinannya bahwa ijazah Jokowi bermasalah. Bahkan ia masih menyebut angka keyakinan hingga 99,9 persen ijazah Jokowi palsu. Sementara itu, beberapa tokoh lain masih memilih melanjutkan jalur hukum hingga pengadilan. Artinya, polemik ini belum benar-benar selesai hanya karena satu orang berubah sikap. Rismon mungkin merasa perjuangannya telah selesai. Ia bahkan menyebut penelitian ilmiah bersifat progresif dan on going. Tetapi justru di situlah kontradiksi paling mencolok dan menohok. Jika penelitian masih berjalan, mengapa kesimpulannya sudah ditutup dengan permintaan maaf? Pertanyaan ini sulit dihindari. Lebih sulit lagi ketika publik mengingat bahwa sebelumnya Rismon pernah bersumpah siap dihujat oleh 280 juta rakyat Indonesia jika ia berkhianat terhadap perjuangannya sendiri.Hari ini sumpah itu terasa seperti retorika yang terlalu cepat dilupakan. Di panggung politik Indonesia, fenomena seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Banyak tokoh terlihat gagah ketika berbicara di ruang publik, tetapi berubah drastis ketika berhadapan dengan risiko hukum. Namun kasus ini tetap menarik karena memperlihatkan satu pelajaran klasik:keberanian di media sosial tidak selalu sama dengan keberanian dalam kenyataan. Rismon mungkin telah memilih jalannya sendiri. Ia bisa meminta maaf, menarik bukunya, atau menutup penelitiannya. Namun satu hal tidak bisa ia tarik kembali: narasi besar yang pernah ia bangun sendiri. Dan dalam politik, narasi yang sudah dilepas ke publik sering kali hidup lebih lama daripada orang yang menciptakannya. (*)

READ MORE