ALL CATEGORY
Logika Tajam dan Realistis untuk Membaca Board of Peace (BoP)
Oleh Fadhil As. Mubarok | Chairman of MUBAROK INSTITUTE MEMBAYANGKAN sebuah organisasi internasional di mana Donald Trump menunjuk dirinya sendiri sebagai ketua seumur hidup lengkap dengan hak veto atas keputusan anggota, memang terdengar lebih seperti klub eksklusif daripada lembaga multilateral tradisional. Apalagi dengan kehadiran Israel di dalamnya, skeptisisme bahwa anggota lain hanya akan menjadi penonton atau pengikut adalah kekhawatiran yang sangat beralasan. Namun, jika kita membedah langkah diplomasi yang sedang diambil Indonesia dalam konteks Board of Peace (BoP) ini, ada permainan catur yang lebih kompleks daripada sekadar tunduk pada keinginan Trump dan Israel. Program Reciprocal Trade sebagai Timbal Balik Ada dimensi ekonomi yang sangat pragmatis di sini. Program ini bukan sekadar soal Palestina, tapi juga soal memperkuat ekonomi domestik melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat. Hal ini merupakan metode transaksional yang disukai Trump. Indonesia memberikan dukungan pada inisiatif perdamaiannya dan imbalannya adalah akses pasar yang lebih luas untuk komoditas Indonesia serta pengurangan tarif. Demikian ini menjadi cara mengunci kepentingan Trump lewat keuntungan ekonomi yang dia dambakan. Kemudian untuk membentuk blok penyeimbang di dalam, meskipun Trump adalah ketua BoP tetapi organisasi ini juga diisi oleh negara-negara seperti Arab Saudi, Turki, Qatar dan Yordania. Program diplomasi Indonesia adalah membangun koalisi dengan negara-negara Muslim ini untuk menciptakan suara kolektif. Apabila Indonesia berjuang sendirian, tentu akan sulit. Namun, jika blok ini bersatu menuntut solusi dua negara (Two-State Solution), Trump dan Israel tidak bisa mengabaikan mereka tanpa merusak legitimasi BoP itu sendiri di mata dunia internasional. 1. Exit Strategy sebagai Senjata Terakhir Presiden Prabowo secara terbuka menyatakan bahwa keterlibatan ini bukan tanpa syarat, jika BoP hanya menjadi alat hegemoni yang mengkhianati prinsip kemerdekaan Palestina, Indonesia memiliki program untuk Walk Out atau keluar. Ancaman penarikan pasukan secara masal akan menciptakan lubang keamanan yang fatal bagi proyek Trump tersebut. Inilah kartu AS Remi yang dipegang untuk memastikan suara Indonesia tetap didengar. 2. Strategi Boots on the Ground sebagai Leverage Trump mungkin punya kendali administratif, tetapi Indonesia menawarkan sesuatu yang tidak dimiliki banyak negara lain yaitu pasukan penjaga perdamaian (ISF). Dengan komitmen sekitar 8.000 hingga 10.000 personel TNI ke Gaza, Indonesia memegang kendali atas operasional di lapangan. Logikanya, tanpa keamanan di lapangan, rencana rekonstruksi Trump hanya akan menjadi tumpukan kertas. Indonesia menggunakan kehadiran fisik pasukannya sebagai alat tawar untuk memastikan bantuan kemanusiaan sampai kepada hak-hak warga Palestina yang tidak bisa diabaikan begitu saja. 3. Strategi Infiltrasi daripada Isolasi Metodenya adalah diplomasi inklusif dengan berada di dalam lingkaran setan tersebut, Indonesia bisa mendengar langsung rencana mereka dan melakukan intervensi secara dini. Menolak bergabung berarti kehilangan suara sama sekali. Dengan bergabung, Indonesia bisa menjadi \"rem\" atau setidaknya saksi mata yang bisa membocorkan jika ada agenda tersembunyi yang merugikan kedaulatan Palestina. Mengunci Trump dengan Bahasa Deal Ekonomi Donald Trump tidak bergerak berdasarkan nilai-nilai hak asasi manusia, melainkan berdasarkan keuntungan ekonomi dan citra politik sebagai The Deal Maker. Indonesia mengaitkan partisipasi di BoP dengan Agreement on Reciprocal Trade (ART). Indonesia memposisikan diri sebagai mitra dagang strategis yang bisa membantu Trump menekan defisit perdagangan AS. Trump tidak akan berani mendikte Indonesia secara semena-mena jika itu mengancam kesepakatan dagang yang menguntungkan konstituennya di Amerika. Indonesia menggunakan uang sebagai perisai politik. Monopoli keamanan di lapangan ISF sebagai rem, Israel mungkin punya teknologi militer, tetapi mereka memiliki krisis legitimasi dan keletihan pasukan di lapangan. Di sinilah International Security Forces (ISF) yang dipimpin Indonesia menjadi sangat krusial. Dengan menempatkan ribuan personel TNI di zona penyangga, Indonesia memegang kendali fisik atas akses bantuan kemanusiaan dan perlindungan sipil. Israel tidak bisa melakukan tindakan militer sepihak di area yang dijaga pasukan Indonesia tanpa memicu krisis internasional besar. Jadi, meskipun mereka \"mengarahkan\" kebijakan di atas meja, Indonesia yang \"memegang kunci pintu\" di lapangan. Ini adalah veto fisik yang jauh lebih efektif daripada veto di atas kertas. Aliansi gajah muslim sebagai blok penyeimbang, Indonesia tidak masuk sendirian. Strateginya adalah merangkul Arab Saudi, Qatar dan Turki untuk membentuk satu suara di dalam BoP. Trump dan Israel sangat membutuhkan dana dari negara-negara Teluk untuk membiayai rekonstruksi pasca-perang yang nilainya miliaran dolar. Indonesia berperan sebagai pemimpin moral dan intelektual dari blok ini. Jika Trump bertindak terlalu jauh, blok ini bisa mengancam untuk menarik pendanaan dan dukungan politik. Tanpa uang dari Arab dan legitimasi dari Indonesia, rencana \"perdamaian\" Trump akan runtuh dan ia akan terlihat gagal di mata dunia. Benteng Alternatif Dalam Diplomasi Infiltratif Dalam sosiologi politik ada istilah “Jika Saya Tidak Berada di Meja, Saya Berada di Menu”, dengan berada di dalam struktur BoP maka Indonesia memiliki akses langsung ke rancangan kebijakan sebelum diputuskan. Indonesia bisa melakukan sabotase diplomasi terhadap poin-poin yang merugikan Palestina sejak tahap draf awal. Jauh lebih mudah menggagalkan rencana licik dari dalam ruangan daripada berteriak protes dari luar pagar saat keputusan sudah diketok palu. Program kepastian hukum abolisi dan amnesti untuk memastikan proses ini tidak dipolitisasi di dalam negeri maupun internasional, Indonesia mendorong aspek kepastian hukum melalui mekanisme pemberian abolisi dan amnesti bagi pihak-pihak yang terlibat dalam rekonsiliasi. Hal ini adalah cara Indonesia memastikan bahwa perdamaian yang dihasilkan bukan sekadar kesepakatan politik sesaat, melainkan memiliki dasar hukum yang kuat dan diakui secara global. Kita tidak sedang bermimpi bisa mengubah watak Trump atau Israel, kita sedang mengikat kaki mereka dengan rantai kepentingan ekonomi dan kebutuhan keamanan lapangan. Dengan demikian ini merupakan permainan yang sangat pragmatis, Indonesia memberikan apa yang mereka butuhkan stabilitas dan \"win\" politik untuk mendapatkan apa yang kita inginkan kemerdekaan Palestina dan kedaulatan ekonomi. Tentu saja ini merupakan perjudian diplomatik tingkat tinggi dan bagaikan menari jaipongan. Risikonya nyata, terutama menghadapi tokoh yang licik seperti yang aaya sebutkan. Akan tetapi, pilihannya saat ini adalah mencoba mengarahkan badai dari dalam kapal atau hanya menonton dari pinggir pantai sementara badai itu menghantam semuanya. Menghadapi dua aktor kawakan yang sangat transaksional dan ideologis seperti Donald Trump dan Israel memang tidak bisa menggunakan retorika diplomasi normatif. Jika Indonesia masuk ke dalam Board of Peace (BoP) hanya bermodalkan doa dan harapan, tentu kita akan habis dimakan. Strategi yang sedang dimainkan ini sebenarnya adalah asymmetric leverage atau daya tawar asimetris.(*)
Syarat Terlalu Berat, Keluarga Wandora Tolak Uang Ganti Rugi Rp300 Juta dari PT Sumber Mas Timber
Samarinda, FNN - Sengketa Tanah seluas 2 ha di tepi Jl HM Ardans Samarinda Kalimantan Timur terus bergulir. Pihak perusahaan, yakni PT Sumber Mas Timber ingkar memenuhi janjinya. Hasil mediasi di PN Samarinda antara PT Sumber Mas Timber dengan ahli waris La Singga berakhir buntu. Pihak PT Sumber Mas hanya akan memberikan uang kerokhiman sebesar Rp 300 juta. \"Kami tolak uang itu karena syaratnya berat sekali, yaitu semua dokumen asli, diminta oleh perusahaan,\" kata Wandora kepada wartawan, Kamis.12 Maret 2026 di PN Samarinda. Pengakuan Wandora dibenarkan oleh penasihat hukumnya, Rustani, SH.,MH. \"Jelas kami tolak, sebabpersyaratan terlalu berat. Klien kami disuruh menyerahkan surat segel asli, surat hibah asli, dan surat INPN. Tak hanya itu, klien kami disuruh membuat pernyataan tertulis bahwa lahan tersebut bukan milik La Singga,\" kata Rustani. Semua surat itu kata Rustani, harus diserahkan kepada PT Sumber Mas Timber. Setelah itu baru uang kerohiman 300 juta diberikan. Menurut Rustani, tawaran itu tidak adil dan tidak masuk akal. Lahan seluas 2 Ha milik keluarga La Singga, (orang tua Wandora), kok cuma mau diganti Rp 300 juta. Sementara dalam perjanjian awal kata Rustani uang kerokhiman itu untuk mengganti tanam tumbuh dan rumah yang sudah dihancurkan oleh PT Sumber Mas. \" Ini jelas menyalahi komitmen dan kami menolaknya,\" paparnya. Namun demikian, perdamaian masih terbuka, mana kala pihak perusahaan menjaga komitmen dengan baik. Wandora menyatakan kalau perusahaan bersedia membayar ganti rugi yang disepakati, pihaknya siap keluar dari lokasi dan PT Sumber Mas bisa menguasainya. \"Dokumen yang diminta juga akan kami serahkan kepada PT Sumber Mas. Keluarga meminta uang ganti rugi total keseluruhan sebesar Rp 5 miliar. Jika ini disepakati, keluarga La Singga tidak akan mengungkit lagi persoalan lahan di jalan Ring Road Samarinda tersebut,\" kata Wandora. Bagi Wandora, angka tersebut tidak sebanding dengan apa yang telah hilang: rumah, tanah warisan, mata pencaharian, dan rasa aman. “Klien kami kehilangan segalanya. Nilai itu sangat tidak layak,” tegas kuasa hukum Wandora, Rustani. Pihak keluarga tetap menuntut ganti rugi yang setidaknya bisa untuk berteduh, modal jualan, dan bayar utang. Di atas lahan yang kini disengketakan, Wandora masih bertahan. Bukan di rumah, melainkan di bedeng sederhana di tepi Jalan H.M. Ardans, Samarinda, Kalimantan Timur. Di situlah ia menjalani hari-harinya bersama puluhan anak cucunya sejak penggusuran meratakan tempat tinggalnya. Tanah seluas 2 hektare itu diyakini sebagai milik keluarga besarnya berdasarkan surat surat yang dimilikinya. Ia mengaku sudah puluhan tahun tinggal di lokasi itu dan tidak pernah menjualnya. Namun, putusan pengadilan berujung eksekusi yang membuatnya kehilangan segalanya. “Saya hanya ingin hak saya kembali,” ujarnya lirih. Keterbatasan ekonomi membuatnya tidak memiliki pilihan lain selain bertahan di lokasi sengketa. Upaya hukum telah ditempuh. Wandora menggugat PT Sumber Mas Timber melalui perkara Nomor 254/Pdt.G/2025/PN.SMR, dengan dasar kepemilikan surat hibah tertanggal 30 September 2022. Di sisi lain, perusahaan menyatakan telah memenangkan perkara hingga berkekuatan hukum tetap dan mengklaim sebagai pemilik sah lahan tersebut. Akhirnya terjadilah upaya perdamaian di meja mediasi. Sayang mediasi gagal mencapai kesepakatan. Langkah berikutnya kata Rustani adalah pengajuan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung.(*)
Kritik terhadap Momentum Pertemuan Bilateral Jepang–Amerika Serikat
Oleh Meidia Pratama | Pengamat Politik dan Keamanan Internasional PERTEMUAN bilateral antara Sanae Takaichi, Perdana Menteri Jepang, dan Donald Trump telah dilaksanakan pada 19 Maret 2026 di Washington, Amerika Serikat. Dalam pertemuan tersebut, Jepang mempertimbangkan untuk menjadi bagian dari sistem pertahanan rudal berlapis milik Amerika Serikat (Golden Dome Defense Missile System). Konsep Golden Dome merupakan cerminan peningkatan sistem pertahanan rudal Amerika Serikat sebagai perlindungan dari negara-negara yang dianggap sebagai ancaman. Pada prinsipnya, sistem ini dirancang untuk menangkis serangan berskala besar dari negara-negara setara dengan menggunakan ribuan satelit yang dilengkapi sensor dan sistem pencegat. Sistem ini juga melibatkan pengerahan rudal hipersonik berkecepatan tinggi (hypersonic glide vehicle) yang mampu mencapai lebih dari lima kali kecepatan suara. Selain itu, sistem ini diperkuat dengan perlindungan yang menggunakan drone (unmanned aerial vehicle) serta dukungan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Pengembangan rancangan sistem pertahanan ini dimulai melalui perintah eksekutif Donald Trump pada 27 Januari 2025. Namun, gagasan tersebut memiliki kemiripan dengan Inisiatif Pertahanan Strategis yang pernah diusulkan oleh Ronald Reagan pada tahun 1983.Rencana keterlibatan Jepang dalam sistem pertahanan ini tidak dapat dilepaskan dari dua hal utama. Pertama, hubungan kedua negara berkembang melalui kerja sama strategis yang disebut Quadrilateral Security Dialogue, yaitu kerja sama antara empat negara di kawasan Indo-Pasifik. Keempat negara tersebut adalah Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan India yang bertujuan memperkuat stabilitas keamanan, kerja sama ekonomi, serta keseimbangan kekuatan di kawasan. Kerja sama tersebut dimulai pada tahun 2007 dan digagas oleh Shinzo Abe, mantan Perdana Menteri Jepang. Kedua, adanya ancaman regional dari Cina yang berkaitan dengan posisi geografis pulau-pulau Jepang, seperti Okinawa dan Ryukyu. Posisi Okinawa dianggap sangat strategis sekaligus berisiko dalam skenario perang karena lokasinya berdekatan dengan Taiwan. Sebagaimana diketahui, Cina memiliki kepentingan untuk mSelain itu, Okinawa menjadi lokasi Kadena Air Base dan Marine Corps Air Station Futenma yang dimiliki oleh Amerika Serikat di Asia Timur, serta berfungsi sebagai basis logistik untuk membantu Taiwan. Oleh karena itu, Okinawa disebut sebagai “frontline of the Indo-Pacific security architecture” karena hanya berjarak sekitar 600–700 kilometer dari Taiwan. Reinkarnasi Konservatisme JepangSetelah keterlibatannya dalam Perang Dunia II, Jepang menetapkan diri sebagai negara pasifis yang menolak perang. Prinsip tersebut dituangkan dalam Konstitusi Jepang yang disahkan dan mulai berlaku pada tahun 1947, terutama dalam Pasal 9 yang secara umum memiliki dua ayat utama. Pada ayat (1) dinyatakan bahwa Jepang menolak perang sebagai hak kedaulatan negara dan tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk menyelesaikan sengketa internasional. Sementara itu, pada ayat (2) disebutkan bahwa untuk mencapai tujuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Jepang menyatakan tidak akan mempertahankan angkatan darat, laut, dan udara, serta tidak mengakui hak berperang negara. Dengan demikian, Jepang memosisikan negaranya berdasarkan prinsip larangan perang agresif, tetapi tidak sepenuhnya melarang pertahanan diri. Kendati konstitusi melarang pembentukan angkatan bersenjata konvensional, Jepang tetap memiliki Japan Self-Defense Forces. Pada masa pemerintahan Shinzo Abe sebagai Perdana Menteri Jepang, dilakukan penafsiran ulang terhadap Pasal 9 pada tahun 2015. Dari yang semula hanya berorientasi pada pertahanan diri, kemudian berkembang menjadi konsep collective self-defense. Perubahan tersebut memungkinkan Jepang membantu sekutunya apabila diserang atau apabila terdapat ancaman terhadap keamanan dan kedaulatan Jepang sebagai negara. Pergeseran pemaknaan tersebut diwujudkan melalui kerja sama yang semakin erat dengan Amerika Serikat. Langkah tersebut dipandang memiliki dasar rasional karena adanya ancaman regional, seperti program nuklir Korea Utara, sengketa wilayah Kepulauan Senkaku serta aktivitas militer Cina, dan ketegangan antara Cina dan Taiwan yang berpotensi mengganggu jalur perdagangan Jepang. Pandangan konservatif Shinzo Abe terhadap ancaman regional tersebut kembali dihidupkan oleh Sanae Takaichi. Kesamaan latar belakang politik dalam faksi Partai Liberal Demokrat (Liberal Democratic Party/LDP) antara Shinzo Abe dan Sanae Takaichi menempatkan Takaichi sebagai salah satu politisi konservatif dalam politik Jepang. Ia juga dipandang sebagai salah satu penerus pandangan politik konservatif Shinzo Abe. Oleh karena itu, langkah kebijakan keamanan yang ditempuh Sanae Takaichi dengan dukungan Amerika Serikat dapat dipandang sebagai kelanjutan dari kebijakan yang pernah dijalankan oleh Shinzo Abe sebelumnya. Diplomasi Keamanan Jepang Kurang Sensitif Para analis geopolitik dan keamanan bersepakat bahwa terdapat empat kawasan yang menjadi titik paling panas di dunia karena memiliki potensi konflik yang sangat besar, yaitu Timur Tengah, Selat Taiwan, Laut Cina Selatan, dan Ukraina. Saat ini, masyarakat dunia sedang menyaksikan validitas analisis para pakar geopolitik tersebut. Timur Tengah kembali menjadi kawasan peperangan sengit antara Iran dan Israel, yang juga melibatkan dukungan dari Amerika Serikat. Akibatnya, tekanan terhadap perdagangan global serta jalur distribusi energi menjadi perhatian banyak pihak. Ketegangan perang juga belum menunjukkan tanda-tanda penurunan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.Di tengah kecemasan global akibat konflik di Timur Tengah, Jepang justru melakukan diplomasi dengan Amerika Serikat terkait sistem pertahanan rudal berlapis. Diplomasi internasional yang menyangkut kerja sama perdagangan dan keamanan semestinya mempertimbangkan konteks keamanan internasional secara lebih luas. Pada prinsipnya, diplomasi keamanan akan lebih tepat dilakukan dalam kondisi damai untuk membangun daya tangkal (deterrence). Argumentasi ini didasarkan pada fakta bahwa Jepang bukan merupakan aktor utama yang secara langsung terlibat dalam konflik di Timur Tengah. Jepang lebih tepat diposisikan sebagai aktor pinggiran (periphery) yang terdampak secara tidak langsung, misalnya melalui gangguan pasokan minyak akibat konflik tersebut. Langkah diplomasi yang dilakukan oleh Sanae Takaichi dalam pertemuannya dengan Donald Trump dapat dipandang sebagai tindakan yang tergesa-gesa karena kurang mempertimbangkan momentum waktu. Tindakan tersebut memicu kritik dan polemik di dalam negeri Jepang, terutama dari kelompok oposisi yang menyoroti kedekatan Takaichi dengan Donald Trump, kemungkinan dukungan militer Jepang, serta arah militerisasi Jepang di masa depan. 0Akibatnya, muncul kekhawatiran bahwa langkah diplomasi yang dilakukan Sanae Takaichi dengan bertemu Donald Trump dapat menarik Jepang lebih jauh ke dalam konflik berskala global. (*)
Kuliah S3 di Jepang, Tak Takut Mati, Akhirnya Lumpuh di Atas Parcel
NAMA Rismon Sianipar pernah melesat ke ruang publik seperti meteor: tiba-tiba muncul, terang benderang, lalu membuat banyak orang menengadah dengan rasa heran. Ia bukan pejabat, bukan tokoh besar, hanya seorang yang datang dengan keberanian retorika yang meluap-luap. Dengan modal suara lantang dan keyakinan yang tampak tak tergoyahkan, ia menantang siapa saja—dari Kapolri hingga Presiden Joko Widodo. Publik pun terbelah antara takjub dan geli. Ada yang melihatnya sebagai simbol keberanian, ada pula yang menilainya sekadar fenomena “mulut lebih cepat daripada akal”. Namun satu hal yang tak terbantahkan: keberanian verbal itu sempat menciptakan sensasi. Ia tampak seperti sosok yang, meminjam istilah orang kampung, sudah kehilangan rasa takut. Urat takutnya sudah putus. Sayangnya, panggung keberanian itu rupanya tidak bertahan lama. Belum genap satu tahun, arah cerita berubah drastis. Sosok yang dahulu memuntahkan sumpah serapah kepada kekuasaan mendadak melunak. Ludah yang pernah disemprotkan dengan penuh emosi kini seperti diseruput kembali—perlahan, hati-hati, bahkan tampak dinikmati. Di sinilah drama klasik manusia kembali dipentaskan. Dalam teori perjuangan, penderitaan sering disebut sebagai bahan bakar perlawanan. Namun dalam praktik kehidupan nyata, penderitaan sering berubah menjadi alat seleksi: siapa yang benar-benar teguh, dan siapa yang sekadar singgah di panggung keberanian. Negara selalu menjadi arena paradoks. Ia membutuhkan pahlawan untuk menjaga idealisme, tetapi juga menyediakan karpet merah bagi pragmatisme. Banyak orang memulai perjalanan dengan teriakan moral, tetapi mengakhiri langkahnya dengan kompromi yang sangat rasional. Sejarah menunjukkan bahwa kepahlawanan bukan soal seberapa keras seseorang berteriak di awal perlombaan, melainkan seberapa lama ia mampu bertahan di lintasan. Sebab dalam maraton moralitas, godaan terbesar bukanlah kekalahan, melainkan tawaran untuk berhenti dengan imbalan kenyamanan. Maka kisah ini sebenarnya bukan hanya tentang satu orang. Ia adalah cermin kecil dari penyakit besar dalam kehidupan publik: keberanian yang mudah diproduksi, tetapi sulit dipertahankan. Banyak orang bersedia menantang dunia ketika risiko masih terasa jauh. Namun ketika konsekuensi mulai mendekat—entah kehilangan uang, kebebasan, atau kenyamanan—keberanian sering mendadak lumpuh. Dan di tengah semua itu, publik hanya bisa menyaksikan satu pertanyaan lama yang terus berulang dalam sejarah manusia: ketika kebenaran menuntut harga yang mahal, apakah seseorang tetap berdiri tegak—atau justru duduk tenang di atas parcel kenyamanan? (*)
Simposium Ramadhan Mubarok Institute Bahas Geostrategi dan Integritas Bangsa
Jakarta, Liranews.com l Mubarok Institute menggelar diskusi interaktif dan simposium Ramadhan bertajuk “Menyikapi Dinamika Politik Global dalam Perspektif Geostrategi dan Geopolitik Indonesia, ” pada Sabtu, 14 Maret 2026 di Resto Batik Kuring SCBD, Jakarta. Hadir puluhan tokoh nasional seperti Dewan Pengarah BRIN, Marsudi Wahyu Kisworo, Komisaris PT MRT Jakarta Leles Sudarmanto, para pebisnis dan pelaku usaha di Jakarta. Forum ini membahas posisi strategis Indonesia di tengah dinamika geopolitik global sekaligus menekankan pentingnya integritas moral dalam kepemimpinan nasional. Vice President Mubarok Institute, Sulkhan Chakim, menegaskan lembaganya berkomitmen menjadi mitra strategis perguruan tinggi di Indonesia serta memfasilitasi sinergi antara kampus, pemerintah, dan sektor swasta. Ia juga menilai forum Ramadhan menjadi momentum refleksi bagi peran Indonesia dalam menjaga stabilitas politik global. Lebih jauh Sulkhan menyatakan bahwa Indonesia berada pada fase penting diplomasi global sehingga paradigma politik luar negeri Bebas Aktif perlu diimplementasikan secara lebih substantif untuk melindungi kepentingan nasional. Simposium tersebut juga menekankan tiga agenda strategis, yakni redefinisi geopolitik nasional, penguatan integrasi infrastruktur dan ekonomi, serta kemandirian pangan dan energi untuk menghadapi krisis global. Menurut Sulkhan, saat ini Indonesia berpotensi menjadi kekuatan alternatif di panggung internasional, dengan syarat memperkuat integritas kepemimpinan dan penegakan hukum tanpa pandang bulu. Melalui forum ini, Mubarok Institute berharap lahir rekomendasi strategis bagi pemerintah guna menjaga stabilitas nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah global. Kepada kampus kampus di seluruh Indonesia, Sulkhan berharap secara proaktif memberikan masukan kepada Presiden Prabowo dalam merespons situasi terkini keadaan bangsa kita (*)
Akulaku Group dan BAZNAS RI Hadirkan Program CSR untuk Anak Binaan LPKA Jakarta
JAKARTA, FNN [13 Maret 2026] – Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan, Akulaku kembali bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI) menghadirkan berbagai program sosial bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk pelatihan keterampilan bagi anak-anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jakarta. Kolaborasi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan CSR Ramadan 2026 yang diinisiasi bersama oleh Akulaku Group dan BAZNAS RI. Salah satu inisiatif yang diselenggarakan pada Ramadan kali ini adalah dengan memberikan pelatihan keterampilan sablon bagi anak-anak binaan, yang bertujuan memberikan bekal keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan sebagai modal kemandirian di masa depan. Direktur Teknologi Informasi PT Akulaku Finance Indonesia, Edy Salim, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi positif kepada masyarakat, khususnya melalui kegiatan sosial yang dapat memberikan dampak nyata. “Ramadan adalah momentum untuk memperkuat kepedulian dan berbagi dengan sesama. Melalui kolaborasi bersama BAZNAS RI, bantuan yang disalurkan diharapkan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A, mengatakan bahwa kegiatan ini bagian dari upaya BAZNAS menghadirkan program Ramadan yang tidak hanya bersifat bantuan konsumtif, tetapi juga berorientasi pada pemberdayaan. “Melalui program ini kami ingin menghadirkan kebahagiaan Ramadan sekaligus memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan mereka”. Sementara itu, Kepala Divisi Pendayagunaan, Layanan UPZ dan CSR BAZNAS RI, Ajat Sudrajat, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi BAZNAS dan Akulaku dalam menyalurkan berbagai program sosial selama Ramadan. “Hari ini kita melaksanakan program Hidangan Berkah Ramadan berupa pembagian hidangan berbuka puasa, mulai dari takjil hingga makanan utama bagi anak-anak binaan”. Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Jakarta, Syaikoni, turut menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak binaan di lembaganya. “Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS RI dan Akulaku Group atas dukungan serta perhatian yang diberikan kepada anak-anak binaan di LPKA Jakarta”. Salah satu anak binaan berinisial RAPO (16) mengaku senang dapat mengikutikegiatan tersebut. “Saya senang sekali mengikuti acara ini karena kami bisa belajar menyablon dan mengetahui perbedaan sablon digital dan manual. Terima kasih kepada BAZNAS dan Akulaku Group yang sudah datang dan berbagi dengan kami”. Akulaku Group berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai inisiatif sosial yang tidak hanya bersifat bantuan jangka pendek, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya dalam aspek kesejahteraan dan pemberdayaan. (*)
Mubarok Institute Menakar Kedaulatan Bangsa dalam Simposium Ramadhan, Antara Spiritualitas dan Geopolitik
JAKARTA, FNN – Di tengah suasana khidmat bulan suci Ramadhan, Mubarok Institute menggelar diskusi interaktif dan simposium (14/3) bertajuk \"Menyikapi Dinamika Politik Global dalam Perspektif Geostrategi dan Geopolitik Indonesia.\" Forum ini tidak sekadar menjadi ajang bedah kebijakan, namun juga refleksi mendalam mengenai hakikat pengabdian manusia sebagai insan di tengah pusaran kekuasaan dunia. Sinergi Geopolitik dan Moralitas, Mubarok Institute Bedah Posisi Strategis Indonesia di Kancah Global Rangkaian simposium Ramadhan, Mubarok Institute membawa diskusi interaktif ke level yang lebih strategis dalam membedah tema tersebut. Simposium ini menegaskan bahwa kedaulatan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari kekuatan militer, tetapi dari ketahanan integritas dan etika para pemimpinnya. Dalam sesi geostrategi, diskusi menyoroti posisi Indonesia yang berada di titik silang kepentingan kekuatan besar dunia. Mubarok Institute memandang bahwa di tengah ketegangan geopolitik global, Indonesia harus memerankan politik Bebas Aktif yang transformatif. \"Indonesia memiliki potensi untuk menjadi kekuatan alternatif di panggung dunia, prasyarat utamanya adalah bangsa kita ini harus \'sehat\' secara mental dan bersih dari penyakit korupsi sistemik,\" ujar Herry Purnomo Sekretaris Jenderal Mubarok Institute dalam simposium Sabtu siang ini. Lebih lanjut, Fadhil As. Mubarok Chairman Mubarok Institute mengatakan, “Penegakan hukum yang kuat tanpa pandang bulu disebut sebagai manifestasi nyata dari bangsa yang berdaulat secara hakiki”. Filosofi Pulang Lebaran dan Integritas Pemimpin Simposium ini ditekankan menjadi sebuah refleksi filosofis mengenai \"Hakikat Pulang\". Ramadhan menjadi momentum untuk menyadari bahwa setiap individu, termasuk para pemangku kebijakan pada akhirnya akan pulang menghadap Sang Pencipta (Rahmatullah). Dalam narasi yang disampaikan, ditekankan bahwa ketakutan akan kematian seringkali bersumber dari keterikatan duniawi (Hubbud Dunya) yang berlebihan dan minimnya bekal amal. \"Jika dunia hanya dianggap sebagai terminal, maka kepulangan menuju Allah akan terasa ringan. Namun, bagi mereka yang rakus dan menumpuk harta melalui jalan yang tidak benar, kepulangan menjadi hal yang menakutkan,\" ungkap Gus Fadhil panggilan akrab Chairman Mubarok Institute ini dalam sambutan pembuka diskusi tersebut. Antara Lebah dan Lalat sebagai Manifestasi Etika Bernegara Simposium ini menyoroti perbedaan tajam antara perilaku \'Lebah\' yang membangun peradaban dengan kemanfaatan, dibandingkan perilaku \'Lalat\' yang melambangkan pribadi gemar mencari kesalahan dan menyebarkan penyakit sistemik bernama korupsi. Fadhil mengatakan, “Mubarok Institute secara tegas menggarisbawahi bahwa korupsi dan praktik mafia adalah bentuk nyata Akhlaq Madzmumah atau budi pekerti tercela”. Belajar dari ketegasan Rasulullah SAW terhadap kasus wanita cantik dari Bani Makhzum yang mencuri. Bani Makhzum yaitu suku Arab yang dihormati karena mayoritas mereka saudagar sukses, forum ini menyerukan bahwa hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas. “Integritas bangsa dipertaruhkan pada kemampuan negara menegakkan hukum tanpa pandang bulu, demi menghindari kehancuran peradaban”, demikian kata Gus Fadhil panggilan akrab Fadhil As. Mubarok dengan lantang. Strategi Ya Robbi dan Ya Lobby Sebagai solusi praktis-strategis, Mubarok Institute memperkenalkan formula Ya Robbi dan Ya Lobby, bahwa Ya Robbi (Dimensi Vertikal) yang jelas menempatkan niat tulus dan spiritualitas sebagai fondasi perjuangan. Sedangkan Ya Lobby (Dimensi Horizontal) melakukan diplomasi cerdas dan penguatan jejaring bersih untuk melawan dominasi oligarki serta oknum politisi kotor. Sinergi inilah yang diharapkan mampu mengawal aspirasi luhur bangsa Indonesia yang bersih dari praktik-praktik menyimpang yang berujung pada jeruji besi, sebagaimana kasus OTT yang menimpa sejumlah kepala daerah akhir-akhir ini. Indonesia di Panggung Dunia Dalam perspektif geostrategis, simposium ini membedah bagaimana Indonesia harus memposisikan diri di tengah dinamika global yang kian kompleks. Dengan memadukan ikhtiar profesional (Lobby) dan kepasrahan spiritual (Robbi), Indonesia diharapkan mampu menjadi kekuatan alternatif yang berdaulat, beradab dan disegani di panggung internasional. \"Kesuksesan bernegara tidak boleh dipisahkan dari kesadaran bahwa kita semua akan pulang. Kepemimpinan yang autentik adalah kepemimpinan yang menyadari tanggung jawabnya di hadapan sejarah dan di hadapan Tuhan,\" pungkas Gus Fadhil dalam simposium tersebut. Melawan Oligarki Mubarok Institute menawarkan solusi \"Sinergi Jaringan\" Salah satu poin krusial yang dibahas adalah bagaimana menghadapi tantangan domestik yang menghambat gerak geopolitik Indonesia, seperti dominasi pengusaha hitam dan politik uang. Membangun jejaring profesional yang bersih untuk mengomunikasikan aspirasi luhur bangsa dan mengimbangi pengaruh oligarki yang destruktif. Memastikan bahwa setiap langkah diplomasi dan kebijakan negara memiliki landasan moral yang kuat, dengan kesadaran bahwa kekuasaan adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan saat pulang “meninggal dunia” nanti. Pesan Tegas Hukum Bukan Komoditas Mengingat kembali kisah Bani Makhzum, simposium ini memberikan peringatan keras kepada para pemangku kebijakan. Diskusi ini mengingatkan bahwa kehancuran sebuah peradaban dimulai ketika hukum menjadi tumpul ke atas. Pesan ini menjadi sangat relevan di tengah dinamika politik nasional, di mana Mubarok Institute mendorong agar Indonesia meneladani prinsip keadilan absolut. \"Jangan sampai kita mengejar keinginan sesaat yang berujung pada kehinaan seperti kasus-kasus OTT yang memalukan. Kita mencari keberkahan dalam bernegara, bukan sekadar kemenangan politik,\" tegas Fadhil dalam diskusi tersebut. Sementara Prof. Sulkhan Chakim, Wakil Rektor UIN SAIZU Purwokerto menegaskan bahwa Mubarok Institute berkewajiban memberikan masukan positif kepada pemerintah atas perkembangan politik global yang terjadi saat ini. Momen Buka Puasa Bersama seperti ini sangat baik untuk merenungkan kembali peran bangsa Indonesia bagi stabilitas politik Indonesia di dunia internasional. Ramadhan sebagai Kompas Kebijakan Simposium diakhiri dengan kesimpulan bahwa perspektif geopolitik Indonesia tidak boleh dilepaskan dari nilai-nilai spiritualitas Al-Qur\'an. Menjadi manusia (Insan) yang beradab dan berintegritas adalah modal utama bagi Indonesia untuk mengaung di Asia dan dunia.Dengan memadukan ikhtiar profesional dan kepasrahan spiritual, Mubarok Institute mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengawal visi Indonesia yang bersih, jujur dan pro-rakyat demi mewujudkan harapan baru Indonesia yang sejahtera. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan segar yang tidak hanya tajam secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral dalam menyongsong masa depan Indonesia yang lebih terang benderang.(*)
Astra Siaga Lebaran 2026 Hadir di Jalur Strategis Mudik, Siagakan Ribuan Teknisi dan Layanan Terpadu
Jakarta | FNN - Astra kembali menghadirkan program Astra Siaga Lebaran 2026 untuk mendukung kelancaran perjalanan mudik masyarakat. Program yang telah berjalan lebih dari 15 tahun ini menghadirkan berbagai layanan terpadu di jalur strategis mudik nasional, mulai dari bengkel siaga, pos istirahat pemudik, hingga layanan bantuan darurat bagi pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat. Kick Off Astra Siaga Lebaran 2026 digelar pada Jumat (13/3) dan dihadiri oleh Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro, jajaran Direksi Astra, serta para eksekutif Grup Astra yang terlibat dalam pelaksanaan program ini. Direktur Astra Thomas Junaidi Alim Wijaya mengatakan bahwa Astra Siaga Lebaran merupakan bentuk kontribusi Astra dalam mendukung perjalanan mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat. “Astra melalui Astra Siaga Lebaran terus berupaya memberikan dukungan bagi pelanggan yang melakukan perjalanan mudik. Melalui berbagai layanan yang disiagakan di jalur-jalur utama, kami berharap pemudik dapat melakukan perjalanan dengan lebih aman, nyaman, dan tenang,” ujar Thomas. Dalam pelaksanaan tahun ini, sebanyak 600 teknisi mobil dan 1.092 teknisi sepeda motor Honda akan disiagakan di berbagai titik strategis jalur mudik nasional sebagai berikut: Layanan Terpadu Kendaraan Roda EmpatPeriode layanan kendaraan roda empat berlangsung pada 17–24 Maret 2026, meliputi:- 132 Bengkel Siaga- 14 Pos Siaga- 61 Armada Garda Siaga 24 Jam- 66 Armada Emergency Roadside Assistance AstraWorld- 3 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Layanan Terpadu Kendaraan Roda DuaPeriode layanan kendaraan roda dua berlangsung pada 19–28 Maret 2026, meliputi:- 12 Titik Posko Mudik Honda- 13 Titik AHASS Siaga Plus- 150 Titik AHASS Siaga- 240 Armada Honda Care Fasilitas Pos Siaga AstraDalam program tahun ini, Pos Siaga Astra menghadirkan layanan yang lebih lengkap dan nyaman bagi para pemudik.Untuk kendaraan roda empat:- Servis ringan dan konsultasi teknis kendaraan- Gratis makanan ringan dan minuman- Fasilitas WiFi gratis- Cek kesehatan gratis- Ruang istirahat yang lebih luas dan nyaman- Fasilitas Garda Health Tech persembahan dari Asuransi Astra Untuk kendaraan roda dua:- Gratis servis ringan dan konsultasi sepeda motor- Diskon pembelian suku cadang, aksesoris, dan apparel motor- Fasilitas ruang ibadah bagi pemudik Titik Pos Astra Siaga Lebaran 2026Pos Siaga Astra tersebar di berbagai jalur utama mudik, yaitu:- Palembang: Pondok Pindang Bu Ijah Jl. Sriwijaya No 16 Karya Jaya, Kota Palembang, Sumatera Selatan.- Lampung: Rest Area 49 A Ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar dan Rest area tol Bakauheni – Kayu Agung KM 163A.- Banten: Tol Jakarta Merak rest area KM 68 B.- Cikampek: Tol Cikampek rest area KM 57 A & KM 62 B.- Cipali: Rest area tol Cipali KM 166 A.- Salatiga A: Rest area tol Semarang – Solo KM 456 A.- Salatiga B: Rest area tol Semarang – Solo KM 456 B.- Situbondo: SPBU Kendit, Krojan Timur, Kabupaten Situbondo.- Tabanan: Beach Restaurant & Rest Area Jl. Raya Denpasar - Gilimanuk, Kabupaten Tabanan,Bali. Sinergi dengan Desa Sejahtera Astra Sebagai bagian dari kontribusi berkelanjutan kepada masyarakat, Astra juga mengajak para pemudik untuk mengunjungi Desa Sejahtera Astra yang lokasinya sejalan dengan sejumlah titik Pos Siaga Astra. Program Desa Sejahtera Astra merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang mencakup kluster pertanian, perikanan, wisata kriya budaya. Kehadiran Desa Sejahtera Astra di jalur mudik tidak hanya memberikan alternatif destinasi singgah yang nyaman dan edukatif bagi pemudik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Melalui sinergi ini, Astra menghadirkan nilai tambah perjalanan mudik yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga bermakna. Kolaborasi Grup Astra Dukung Layanan Mudik Terintegrasi Semua fasilitas Astra Siaga Lebaran 2026 yang diberikan bagi para pemudik merupakan hasil kolaborasi dan sinergi dari berbagai perusahaan Grup Astra, yaitu Astra Daihatsu, Astra Isuzu, Auto2000, BMW Astra, Astra Motor, Astra Honda Motor, Astra UD Trucks, Lexus Sales Operation, FIF Group, OLXMobbi, Garda Oto, Astra Credit Companies, Toyota Astra Financial Services, Bank Saqu, Astralife, AstraPay, AstraOtopower, Astra Infra, Halodoc, Heartology dan AstraWorld. Selain Pos Siaga dan Bengkel Siaga, terdapat berbagai fasilitas lain yang disediakan oleh Grup Astra yaitu: 1. Bale Santai Honda PT Astra Honda Motor (AHM) bersama dengan main dealer Honda, turut menyediakan Bale Santai Honda yang terdiri dari Posko Mudik Honda, AHASS Siaga+ dan AHASS Siaga. Fasilitas ini memberikan tempat beristirahat bagi pemudik, khususnya para pengguna sepeda motor pada tanggal 19-28 Maret 2026. Posko Mudik HondaPosko Mudik Honda akan buka selama 24 jam dan akan menyediakan fasilitas meliputi tempat untuk istirahat, kursi pijat elektrik, snack dan minuman gratis, musholla, pengecekan kesehatan, safety check sepeda motor secara gratis, diskon suku cadang, aksesoris dan apparel, serta fasilitas lainnya. Selain itu terdapat pula Layanan Honda CARE (Customer Assistance & Road Emergency) di setiap titik Posko Mudik Honda. Berikut informasi titik lokasi Posko Mudik Honda: - Lampung Selatan: SPBU Pertamina Batu Puru Bumi Sari Natar, Jl. Lintas Sumatera No.25, Bumisari, Kec. Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung- Tangerang: Jl. Masjid Nurul Ilmi Cibadak, Kec. Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten- Indramayu: UPPKB Losarang, Jl. Raya Losarang No.KM 76, Muntur, Kec. Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat - Cirebon: UPTD. Pengujian Kendaraan Bermotor Kota Cirebon, Gg. Pelita, Pegambiran, Kec. Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat- Cianjur: Masjid Al Jabbar Cipeuyeum, Jl. Raya Cipeuyeum No. 498 Cipeuyeum, Kec. Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat- Tegal: Area Parkir Ponpes Al-Quran Zaenuddin Jl. Raya Maribaya KM.9, Pengasinan, Maribaya, Kec. Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. - Semarang: Rumah Makan Menara Mbak War, Jl. Fatmawati No.92B, Kec. Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. - Jatilawang: Hotel Karanganyar Indah, Jl. Raya Kepunden, Karanganyar, Kec. Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. - Pekuncen: Halaman Parkir RM. Padang ASLI Minangkabau, Desa Karangkemiri, Kec. Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. - Jombang: SPBU Pertamina 54.614.17, Jl. Raya Bandar Kedung, Gondang Manis, Kec. Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.- Malang: SPBU Pertamina 54.651.54, Jl. Raya Karangpandan, Gambiran, Karangpandan, Kec. Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur- Situbondo: SPBU Utama Raya 54.683.10, Krajan, Banyuglugur, Situbondo Regency, Jawa Timur. AHASS Siaga+ dan AHASS SiagaAHM bersama jaringan main dealer menyiapkan bengkel resmi khusus untuk melayani perawatan sepeda motor Honda selama masa libur Lebaran 2026. AHASS Siaga+ dan AHASS Siaga beroperasi dari pukul 07.30 hingga pukul 17.00 WIB. AHASS Siaga+ tersedia di 13 lokasi dari Lampung hingga Bali, dengan detail lokasinya yaitu di Kalianda (Lampung), Serang, Tangerang, Tangerang Selatan, Subang, Tasikmalaya, Pemalang, Sragen, Majenang, Gombong, Jember, Lamongan, dan Negara (Bali). Sementara itu, AHASS Siaga dihadirkan di 150 lokasi di seluruh Indonesia. 2. Asuransi Kesehatan Rawat Jalan Garda Healthtech, Persembahan dari Asuransi Astra Untuk mendukung keamanan dan kenyamanan pemudik selama perjalanan, Asuransi Astra menghadirkan hadiah spesial berupa polis Garda Healthtech dalam program Astra Siaga Lebaran. Garda Healthtech merupakan asuransi kesehatan rawat jalan perorangan dari Asuransi Astra yang menyediakan layanan telekonsultasi dengan dokter umum maupun dokter spesialis melalui aplikasi Halodoc. Manfaat yang diberikan meliputi konsultasi kesehatan online, pembelian obat, hingga santunan meninggal dunia atau cacat akibat kecelakaan senilai Rp25.000.000*).Program ini berlaku selama periode Astra Siaga Lebaran pada 17 hingga 24 Maret 2026. Pemudik yang mengunjungi Pos Siaga Astra dapat mengaktifkan polis dengan mengisi formulir melalui tautan berikut: bit.ly/AktivasiAstraSiagaLebaran_2026E-polis akan dikirimkan secara otomatis ke email peserta maksimal empat hari setelah formulir diisi. Perlindungan Garda Healthtech berlaku selama satu tahun sejak polis diterima melalui email terdaftar. Bersama Asuransi Astra, perjalanan mudik menjadi lebih aman dan nyaman. 3. OLXMobbi Menyambut mudik Lebaran 2026, OLXmobbi menawarkan Promo Beruntung berupa bonus saldo digital hingga Rp1,5 juta* untuk setiap pembelian unit di store OLXmobbi terdekat. Selain itu, untuk menemani perjalanan pelanggan, OLXmobbi juga mengadakan photo competition #MudikBarengOLXmobbi berhadiah saldo digital AstraPay dengan total Rp2,5 juta* untuk foto terbaik yang memotret kebersamaan dengan keluarga dan saudara selama perjalanan.Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi olxmobbi.co.id, syarat dan Ketentuan berlaku. 4. ASTRA Infra Momen mudik lebaran tidak semata tentang tujuan, tetapi juga tentang menikmati perjalanan. Menyambut periode Lebaran 1447 H, ASTRA Infra sebagai penyedia layanan infrastruktur publik khususnya jalan tol, siap melayani pemudik dan menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman, agar setiap momen kebersamaan dapat dirasakan dari perjalanan dimulai hingga tiba di kampung halaman. Berbagai persiapan telah dilakukan ASTRA Infra dalam menyambut 6,8 juta kendaraan yang diprediksi akan melalui ruas tol ASTRA infra selama arus mudik dan balik lebaran 2026. Angka ini meningkat sekitar 2,1 persen dibandingkan volume lalu lintas kendaraan pada periode yang sama di tahun 2025. Berbagai langkah dan upaya kesiapan telah dilakukan, antara lain kesiapan infrastruktur jalan, sarana dan prasarana, kesiapan petugas, rest area, serta koordinasi dalam mengantisipasi cuaca ekstrem dan juga kepadatan di lokasi tertentu. Selain menyelesaikan penambahan lajur ketiga di sebagian ruas tol Tangerang-Merak dan Cikopo-Palimanan sejak tahun lalu, ASTRA Infra juga mempersiapkan infrastruktur jalan dengan melakukan pemeliharaan perkerasan jalan yang akan selesai pada maksimal H-10 lebaran. Dalam mengantisipasi cuaca ekstrem, ASTRA Infra melakukan pembersihan drainase secara rutin untuk mencegah terjadinya banjir, penguatan beberapa titik lereng sebagai pencegahan tanah longsor, pemasangan moveable concrete barrier (MCB) dan geobag untuk mencegah meluapnya air ke badan jalan, serta penyiapan pompa di titik-titik rawan banjir. Selain itu, juga dipastikan perambuan dalam kondisi baik untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Dari sisi penyiapan rest area, ASTRA Infra memastikan ketersediaan SPBU, SPKLU, toilet, mushola, area parkir, serta beragam pilihan kuliner. Selanjutnya, ASTRA Infra juga menyiagakan lebih dari 800 petugas yang dilengkapi lebih dari 90 kendaraan operasional jalan tol yang terdiri dari armada patroli, derek, rescue, hingga ambulance. Tidak hanya itu, dalam memastikan keamanan dan kelancaran berkendara pengguna jalan tol, ASTRA Infra telah menyiapkan lebih dari 500 unit CCTV terintegrasi yang didukung oleh 7 unit traffic counter, dan layanan sentra komunikasi 24 jam. Untuk mengantisipasi kepadatan, ASTRA Infra melakukan koordinasi dengan kepolisian dalam penerapan rekayasa lalu lintas, antara lain penerapan one way dan contra flow. 5. Layanan Darurat Untuk mempermudah pemudik yang membutuhkan bantuan darurat di jalan atau memperoleh informasi mengenai kegiatan Astra Siaga Lebaran 2026, Astra juga menyediakan nomor contact center yang beroperasi 24 jam, 7 hari seminggu melalui Call AstraWorld 1500-898, Call Garda Akses 1500-112, atau Honda Customer Care Center 1500-989. Selain itu, pemudik dapat memanfaatkan layanan melalui WhatsApp AstraWorld Roadside Assistance (ARA) di 0895-38-1500-898 untuk mendapatkan bantuan layanan emergency dari AstraWorld atau dapat menghubungi 0895-0-1500-112 untuk meminta bantuan layanan darurat siaga dari Asuransi Astra. Semua ini merupakan persembahan Astra kepada pelanggan, sehingga perjalanan mudik tetap terasa tenang di jalan. 6. Kampanye Keselamatan Berlalu-Lintas bagi Pemudik Sebagai bagian dari kampanye “Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas\", Astra mengajak pemudik untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara dengan cara memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima. Pos Siaga Astra menyediakan tempat istirahat dan pemeriksaan kesehatan gratis di beberapa titik, bekerja sama dengan RS Hermina Grup. Layanan ini mencakup pengecekan tekanan darah, saturasi oksigen, serta obat ringan jika diperlukan. Pemeriksaan tersedia pada 17-24 Maret 2026 (Pukul 04.00-12.00 WIB dan 12.00-20.00 WIB). Layanan kesehatan 24 jam tersedia di Rest area tol Semarang-Solo KM 456 A pada tanggal 17-20 Maret 2026, sementara di Rest area tol Semarang-Solo KM 456 B pada tanggal 22-24 Maret 2026. (*).
Rismon Sianipar Terkapar Melawan Orang Besar
Oleh: Laksma TNI (Purn.) Ir. Fitri Hadi S., M.A.P. | Analis Kebijakan Publik AHLI digital forensik Rismon Sianipar, yang sebelumnya sempat menyatakan keyakinannya hingga “11.000 persen” bahwa ijazah Presiden Joko Widodo palsu, kini telah mencabut pernyataan tersebut dan mengakui bahwa ijazah Jokowi adalah asli. Dalam sebuah klarifikasi dan permintaan maaf yang diunggah di kanal YouTube Balige Academy pada 11 Maret 2026, Rismon Sianipar mengakui adanya kesalahan dalam penelitian awalnya. Lalu, ke mana pernyataan “11.000 persen” itu? Awalnya, banyak orang menganggap kelompok yang menamakan dirinya RRT—singkatan dari Roy, Rismon, dan Tifa—sebagai para pejuang yang berani. Kelompok ini merupakan gabungan nama Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma (Tifa). Pernyataan mereka yang menyebut 99,99 persen atau bahkan 11.000 persen bahwa ijazah Jokowi palsu benar-benar menggetarkan “dinding-dinding Istana” Jokowi di Solo—yang kini oleh sebagian pihak disebut sebagai “tembok ratapan”. Jokowi kemudian melaporkan kasus tersebut kepada kepolisian, sehingga beberapa orang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Belum cukup dengan laporan Jokowi, barisan orang yang mereka sebut “Termul” pun bergerak. Mereka berusaha melawan dan melaporkan pula tokoh utama yang menyatakan bahwa 99 persen atau 11.000 persen ijazah Jokowi palsu. Perdebatan sengit di media sosial, terutama di televisi, menjadi semakin panas. Serangan terhadap kelompok RRT semakin besar, tetapi mereka justru semakin berani. Keberanian tersebut diwujudkan dengan terbitnya sebuah buku berjudul Jokowi’s White Paper. Buku ini merupakan kajian yang dibuat oleh trio Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma. Isinya memuat kajian digital forensik, telematika, dan neuropolitika terkait keabsahan dokumen serta perilaku kekuasaan, termasuk membahas isu dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi. Perlahan tetapi pasti, kepercayaan publik terhadap pernyataan mereka—yang didasarkan pada hasil penelitian—mulai mendapat dukungan yang semakin luas. Rismon semakin bersemangat. Tidak mau setengah-setengah, ia kembali menggebrak dengan mendahului sejawatnya. Kali ini ia menulis buku berjudul Gibran End Game: Wapres Tak Lulus SMA, sebuah buku yang ditulis oleh Rismon Hasiholan Sianipar. Sementara itu, Roy dan Tifa baru menyampaikan rencana akan meluncurkan buku mereka pula. Inilah sebuah pertempuran—pertempuran antara kekuatan kecil yang mungkin hanya bermodalkan keberanian dan ide melawan kekuatan besar yang berusaha tetap eksis mempertahankan hegemoni kekuasaannya. Inilah asymmetric warfare (perang asimetris) dalam bentuk lain, yakni peperangan yang ditandai oleh ketidakseimbangan kekuatan atau ketahanan logistik yang signifikan antara pihak-pihak yang bertikai. Konfrontasi kedua belah pihak pun berlangsung. Mereka belum sampai ke pengadilan; mereka baru beradu opini, meskipun sudah saling menjatuhkan. Kekuatan RRT mulai berjatuhan. Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis memilih berdamai; mereka pun sowan ke Istana Jokowi. Entah apa yang mereka bicarakan, tetapi keduanya akhirnya berdamai. Damai dan Egi pun lepas dari status tersangka dan memperoleh RJ (restorative justice). Giliran RRT diserang di jantungnya. Orang yang paling vokal dengan klaim “11.000 persen” menjadi sasaran. Andi Azwan, yang dikenal sebagai Ketua Umum Jokowi Mania (Joman), mengeluarkan jurus barunya—jurus yang dianggap jitu dan membuat Rismon Hasiholan Sianipar terkapar. Tuduhan ijazah palsu dibalas dengan tuduhan serupa: Rismon dilaporkan bahwa ijazah S-2 dan S-3-nya palsu, bahkan disebut-sebut membuat surat kematian palsu pula. Langkah Andi Azwan ini benar-benar membuat Rismon Hasiholan Sianipar goyah. Pijakannya terasa runtuh sehingga ia mengajukan RJ ke Polda dan sowan, menyampaikan tabik, serta memohon maaf kepada Jokowi di Solo. Konon kabarnya, tabik Rismon yang sudah terkapar itu tidak diterima. Jika informasi bahwa permintaan maafnya ditolak benar adanya, maka pepatah lama tampaknya tepat: untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak—mengharapkan burung punai yang terbang, pungguk di tangan dilepaskan; sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sesungguhnya, bila Rismon merasa 11.000 persen bahwa ijazah Jokowi palsu dan meyakini bahwa ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka atau yang setara tidak ada, mengapa harus takut ketika ijazah S-2 dan S-3-nya digugat? Rocky Gerung kerap disebut profesor. Namun ketika sebutan itu diserang, ia mengakui bahwa dirinya hanya memiliki gelar S-1. Publik hingga saat ini masih mengakui kepakarannya. Ia pun masih menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi ternama, meskipun sebutan profesor baginya berhasil dirontokkan oleh para lawannya. Ada satu hal yang harus diingat oleh para penulis Jokowi’s White Paper, terutama Rismon: tulisan kalian telah tersebar luas, dan ahli digital forensik bukan hanya Anda. Masih banyak peneliti lain yang dapat menilai apakah tulisan tersebut akurat atau justru penuh rekayasa. Sebagai peneliti, setidaknya kalian harus memasukkan data-data standar sehingga, ketika penelitian terus berkembang (ongoing), informasi atau data baru tidak serta-merta menegasikan temuan sebelumnya. Biasanya, data baru justru memperkuat temuan lama atau melahirkan variabel baru. Kepada Roy dan Tifa, kalian harus benar-benar sadar siapa lawan kalian. Siapa saja yang telah masuk penjara karena mempersoalkan ijazah tersebut? Ingatlah sejarah perang ketika Raden Wijaya melawan bala tentara Mongol yang datang pada tahun 1293. Kekuatan besar itu berhasil dihancurkan dan diusir dari bumi pertiwi. Atau jauh sebelumnya, pada zaman Muhammad, ketika beliau menghadapi kekuatan besar suku Quraisy. Keyakinan akan kebenaran perjuangan itulah yang pada akhirnya memenangkan mereka, karena kebenaran diyakini berada di pihak Tuhan, Allah Swt. Sesungguhnya kebenaran itulah kekuatan terbesar. Jokowi pernah mengatakan ada kekuatan besar di belakang RRT. Pernyataan Jokowi itu bisa saja benar apabila penelitian yang dilakukan RRT dilandasi keinginan menegakkan kebenaran, kejujuran, dan keadilan di negeri ini. Teruslah berjuang jika kalian merasa berada di jalan yang benar, karena Tuhan menyertai kalian. (*)
Nurani Astra Salurkan Bantuan Ambulans dan Alkes Mendukung Pemulihan Masyarakat Pascabencana di Sumatra
Jakarta, FNN | Sebagai bagian dari upaya penanganan pascabencana bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Astra melalui Nurani Astra pada hari ini (12/3) menyerahkan 156 unit alat kesehatan dan 20 unit ambulans kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI). Penyerahan ini merupakan tahap lanjutan dari dukungan kemanusiaan Astra bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra, yang diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di tiga provinsi tersebut. Pada seremoni Penyerahan Ambulans Pada Daerah Terdampak Bencana Hidrometeorologi Sumatra, yang dilaksanakan di Kementerian Kesehatan RI, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyaksikan penyerahan ambulans dan alat kesehatan secara simbolis dari Direktur Astra Hamdhani Dzulkarnaen Salim salah satu perwakilan rumah sakit yang menerima didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, dan Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto. “Pemerintah mengapresiasi dukungan Astra dalam membantu memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memastikan fasilitas kesehatan di daerah agar dapat terus memberikan pelayanan yang cepat dan memadai bagi masyarakat, terutama dalam masa pemulihan pascabencana,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. “Melalui Nurani Astra, kami berupaya hadir dan berkontribusi dalam membantu masyarakat yang tengah menghadapi masa pemulihan pascabencana. Penyaluran ambulans dan alat kesehatan ini, diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan di daerah terdampak, sehingga masyarakat dapat memperoleh akses pertolongan medis dengan lebih cepat dan lebih baik,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto. Dukungan lanjutan ini diwujudkan melalui penyaluran 20 unit ambulans dengan spesifikasi transport untuk Puskesmas yang didistribusikan ke berbagai wilayah terdampak. Sebanyak 16 unit ambulans disalurkan kepada Puskesmas di wilayah Aceh dan 1 unit kepada RSUD di wilayah Aceh, serta masing-masing 1 unit ambulans disalurkan kepada Puskesmas di Tapanuli Tengah, RSUD di Kota Medan, dan Puskesmas di Kota Padang Pariaman. Sejak Desember 2025, secara keseluruhan Astra juga telah melakukan pemeriksaan dan perbaikan terhadap 126 unit ambulans yang tersebar di berbagai wilayah terdampak, meliputi 4 titik di Aceh, 17 titik di Sumatra Utara, dan 10 titik di Sumatra Barat, sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan layanan kesehatan bagi masyarakat. Selain itu, Astra melalui Astra Otoparts juga telah mendistribusikan sebanyak 156 unit alat kesehatan guna mendukung peningkatan layanan kesehatan di wilayah terdampak. Bantuan tersebut terdiri atas 122 unit alat kesehatan yang disalurkan kepada 8 RSUD di wilayah Aceh serta 34 unit alat kesehatan yang diserahkan kepada Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Medan. Semangat Astra dalam mendukung penguatan layanan kesehatan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia. (*)