Desa Sejahtera Astra Temon Pacitan Lepas Ekspor Gula Aren Organik ke Malaysia, Belanda, dan Australia
PACITAN, FNN | Astra kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian ekonomi desa melalui pelepasan ekspor komoditas gula aren organik dari Desa Sejahtera Astra Temon Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, ke Malaysia, Belanda, dan Australia pada Kamis (12/2). Total ekspor mencapai lebih dari 11 ton dengan nilai ratusan juta rupiah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Desa Sejahtera Astra Temon Pacitan yang dijalankan bersama Temon Agro Lestari sejak tahun 2025, melibatkan 400 masyarakat dari lima desa, yaitu Desa Temon, Karanggede, Karangrejo, Gondang, dan Ngreco, dalam pengembangan ekonomi berbasis komoditas aren melalui penguatan kapasitas produksi, standar mutu, serta perluasan akses pasar. Produk yang dikembangkan berupa gula aren organik dalam bentuk gula cetak, gula semut, gula cair, dan mini cube. Melalui pendampingan berkelanjutan, dari pelatihan & pendampingan, penguatan kelembagaan, bantuan sertifikasi mutu produk berikut sarana prasarana produksi, serta pemasaran produk melalui pameran dan business matching. Program ini mencatat peningkatan pendapatan petani hingga 50–70 persen dengan 100 persen produk terserap pasar baik lokal maupun global.
Pelepasan ekspor dilakukan oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Yandri Susanto dan didampingi oleh Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Tabrani, Direktur Industri Kecil dan Menengah Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Afrizal Haris, Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor (PPIE) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Bayu Wicaksono Putro, Asisten Deputi Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Mikro Kementerian Usaha Mikro, Kecik, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia Pristiyanto serta Head of Environment & Social Responsibility Astra Diah Suran Febrianti. Turut hadir perwakilan fasilitator Program Desa Sejahtera Astra Pacitan, local champion, dan petani penderes setempat.
"Kami mengapresiasi komitmen Astra yang secara konsisten mendampingi desa hingga mampu meningkatkan kapasitas usaha dan menembus pasar ekspor. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini dapat terus diperkuat demi mendorong kemandirian ekonomi desa dan kemajuan negeri yang kita cintai," ujar Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Yandri Susanto.
“Langkah ini menjadi tonggak penting bagi Astra dalam memperluas jangkauan pasar produk unggulan Desa Sejahtera Astra ke pasar global dengan memberikan pendampingan yang konsisten, mendukung kolaborasi lintas sektor, serta penguatan kualitas produk yang diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas serta dapat memberikan manfaat ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat untuk hari ini dan masa depan Indonesia,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto.
Dalam rangka memperkuat daya saing produk, pembinaan dilakukan melalui pelatihan pra-SNI organik, pendampingan penerapan Internal Control System (ICS) Organik, pelaksanaan audit Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), serta revitalisasi dapur bersih petani guna memastikan pemenuhan standar mutu dan keamanan pangan sesuai kebutuhan pasar ekspor.
Rencana ekspor meliputi 10 ton ke Malaysia dengan nilai sekitar Rp400 juta, 1 ton ke Belanda (5.000 pcs kemasan 200 gram) senilai sekitar Rp67,5 juta, serta 500 kilogram ke Australia (2.500 pcs mini cube kemasan 200 gram) dengan nilai sekitar Rp67,5 juta.
Sejak diluncurkan pada tahun 2018, program Desa Sejahtera Astra telah menjangkau 1.280 desa di 35 provinsi di Indonesia, dengan 548 desa berhasil melakukan ekspor dan total ekspor mencapai Rp411 miliar pada periode 2021–2025. Selain program Desa Sejahtera Astra, Astra juga telah membina lebih dari 19.000 UMKM melalui Yayasan Astra dan Grup Bisnis Astra.
Semangat Astra untuk memperluas akses pasar bagi produk unggulan desa dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan sejalan dengan cita-cita Sejahtera Bersama Bangsa serta komitmen mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia. (*)