Mubarok Institute Gandeng Institusi Negara, BUMN, Swasta dan Perguruan Tinggi Dukung Kebijakan Strategis Nasional

JAKARTA, LIRANEWS.COM – Mubarok Institute menunjukkan taringnya sebagai lembaga pemikir (think tank) yang inklusif dan kolaboratif melalui perhelatan Seminar Nasional yang akan digelar di JS Luwansa Hotel & Convention Center, Jakarta Selatan, pada Selasa (14/04/2026). Acara bertajuk "Kebijakan Strategis Nasional Antara Kepentingan Negara, Perlindungan Hak Rakyat dan Tujuan Investasi" ini secara tegas memperlihatkan kekuatan kemitraan strategis Mubarok Institute dengan berbagai pilar penting bangsa. Demikian ungkap keterangan pers ketika berita ini diturunkan, Sabtu (11/4/) di Jakarta.

Penyelenggaraan acara Seminar Nasional ini tampak menonjolkan sinergi akademis yang kuat, di mana Mubarok Institute menggandeng sejumlah perguruan tinggi papan atas, di antaranya President University, IPB University, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN SAIZU dan UNSOED Purwokerto. Keterlibatan institusi pendidikan ini menjadi bukti bahwa Mubarok Institute mengedepankan pendekatan ilmiah dan riset dalam membedah setiap kebijakan strategis nasional. 

Chairman Mubarok Institute, Fadhil As. Mubarok, bersama Sekretaris Jenderal Mubarok Institute, Herry Purnomo, dalam rilisnya menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama mewujudkan kedaulatan bangsa.

“Mubarok Institute tidak berjalan sendiri. Kami hadir sebagai jembatan bagi akademisi, birokrasi dan pelaku usaha. Kemitraan kami dengan kampus-kampus hebat seperti IPB dan UIN merupakan bentuk komitmen untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi persoalan rakyat,” tegas Gus Fadhil sapaan akrab Fadhil As. Mubarok yang juga sebagai Dosen Pengampu Mata Kuliah Aspek Hukum Bisnis dan Mata Kuliah Etika Bisnis Islam di FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Tanri Abeng University ini.

Selain sektor akademis, daftar kemitraan (partnership) yang ditergabung dalam acara tersebut mencakup lembaga-lembaga negara dan kementerian strategis seperti Danantara Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, juga Kementerian Transmigrasi, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Sektor korporasi, baik BUMN maupun swasta, juga memberikan dukungan penuh dalam kemitraan ini. Nama-nama besar seperti Pelindo, PLN, ID FOOD, Indofood, Japfa, Saratoga, Niraku, hingga Jababeka & Co. hadir sebagai mitra strategis. Sinergi ini mencerminkan inklusivitas Mubarok Institute dalam menyatukan tujuan investasi dengan perlindungan hak rakyat.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Mubarok Institute, Herry Purnomo, memaparkan bahwa sinergi masif ini bertujuan untuk mengawal empat pilar strategi Mubarok Institute meliputi:

1. Akselerasi Asta Cita: Memastikan swasembada pangan dan energi benar-benar dirasakan oleh rakyat melalui dukungan riset dari BRIN dan IPB, serta distribusi dari jejaring BUMN pangan.

2. Kesejahteraan Substantif: Mengkontekstualisasikan peran pembayaran pajak aktif sebagai mesin penghapusan kemiskinan, sebuah narasi yang didukung kuat oleh pemikiran para akademisi.

3. Supremasi Hukum: Mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bersih dan patriotik, di mana hukum ditegakkan secara adil tanpa pandang bulu sebagai landasan kepercayaan investasi.

4. Kepemimpinan Inspirator: Meneladani karakter Sabdo Pandhito Ratu Presiden Prabowo, pemimpin yang selaras antara kata dan perbuatan, untuk membawa Indonesia bertransformasi menjadi kekuatan alternatif di kancah global.

"Visi kita adalah melihat Indonesia bertransformasi menjadi 'Macan Asia' yang disegani dunia. Kekuatan itu harus berakar pada nilai ketuhanan, kemanusiaan dan kearifan lokal Nusantara,” kata Herry

Investasi memang sangat diperlukan untuk pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi investasi tidak boleh mengorbankan hak-hak rakyat kecil. Kepentingan negara harus tegak, namun tetap dalam koridor perlindungan terhadap hak rakyat Indonesia.

“Melalui seminar ini, kita mencari titik temu agar investasi yang masuk tetap berdiri tegak dalam koridor negara memberikan perlindungan hak rakyat Indonesia," pungkas Gus Fadhil, alumnus Pondok Pesantren di Jombang yang juga dikenal memiliki jejaring luas di kalangan para ulama di Indonesia.

Acara ini akan ditutup dengan sesi Halal Bihalal, menciptakan ruang dialog hangat antara pejabat negara, pimpinan perusahaan dan para pakar dari perguruan tinggi untuk merajut konsensus nasional demi Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera.(*)

36

Related Post