Tumpukan Kayu Balok Sisa Longsor yang Tutupi Akses Lubuk Sidup Mulai Dibersihkan
ACEH TAMIANG, FNN – Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, yang beberapa waktu lalu menyerupai hamparan kayu gelondongan akibat banjir bandang dan longsor yang terjadi akhir November mulai dibersihkan. Pantauan di lapangan pada Kamis (15/1/2026), petugas mulai mengerahkan alat berat untuk menyingkirkan material kayu besar yang menimbun area sekitar Masjid Nurussalam.
Gelondongan kayu yang terbawa arus deras tersebut semula menutup total akses jalan menuju desa. Setelah lumpur berhasil disingkirkan, fokus utama kini beralih pada pembersihan balok-balok kayu yang menghalangi fasilitas umum dan pemukiman warga.
"Alat berat yang semula digunakan untuk membersihkan lumpur, kini difokuskan untuk mengevakuasi tumpukan kayu gelondongan, terutama di titik-titik vital seperti masjid," lapor reporter FNN di lokasi.
Sambil menunggu pembersihan sisa material tuntas, personel TNI lainnya sedang membangun jembatan gantung darurat sepanjang 120 meter. Jembatan ini sangat mendesak karena menjadi satu-satunya urat nadi yang menghubungkan Lubuk Sidup di Kecamatan Sekerak dengan Aras Sembilan di Kecamatan Bandar Pusaka setelah jembatan permanennya tersapu banjir.
Dampak hantaman balok kayu dan luapan air ini begitu masif hingga meluluhlantakkan rumah dan ladang usaha warga. Saat ini, warga hanya bisa mengandalkan tenda darurat dari Kementerian Sosial dan BNPB serta bantuan dari organisasi relawan sambil mulai membangun kembali kehidupan mereka dari nol.
Kondisi serupa juga terjadi di pedalaman Desa Pantai Kera, Aceh Timur, di mana jembatan putus memaksa warga menggunakan perahu untuk mobilitas harian. Keberadaan jembatan gantung darurat menjadi prioritas utama TNI mengingat pentingnya akses tersebut bagi warga pedalaman yang saat ini masih terisolasi akibat material kayu dan putusnya infrastruktur.