INTERNASIONAL
PBB Mempublikasikan Rancangan Kesepakatan Iklim COP27
Sharm el-Sheikh, FNN - Badan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis memublikasikan rancangan pertama dari kesepakatan akhir KTT iklim COP27. Rancangan tersebut memuat sejumlah tujuan yang tertuang dalam dokumen tahun lalu dan meninggalkan sejumlah isu yang masih harus diselesaikan. Dokumen sebanyak 20 halaman itu diberi label \"non-paper\", yang berarti dokumen itu masih jauh dari versi final dan proses negosiasi yang akan berlangsung antara delegasi dari hampir 200 negara masih akan panjang.Rancangan tersebut mengulangi tujuan dari Pakta Iklim Glasgow 2021 \"untuk mempercepat langkah-langkah menuju penurunan bertahap tenaga batu bara dan menghapus serta merasionalisasi subsidi bahan bakar fosil yang tidak efisien.\"Tak ada seruan untuk penghentian semua bahan bakar fosil, seperti yang diminta India dan Uni Eropa. Para delegasi khawatir bahwa masalah utama soal peluncuran dana \"kerugian dan kerusakan\" untuk pembiayaan bagi negara-negara yang dilanda dampak iklim akan menghalangi kesepakatan pada KTT COP27 di Mesir.Teks tersebut tidak menyertakan perincian untuk meluncurkan dana semacam itu, yang merupakan permintaan utama dari negara-negara yang paling rentan terhadap iklim, seperti negara kepulauan.Alih-alih, dokumen itu \"menyambut baik\" fakta bahwa topik tersebut diangkat sebagai bagian dari agenda resmi tahun ini.MengecewakanSalah satu negosiator dari sebuah negara kepulauan yang meminta untuk tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa dia tidak puas dengan rancangan teks tersebut dan \"kurangnya suara tentang masalah kritis kerugian dan kerusakan\".Tidak ada garis waktu untuk memutuskan apakah dana terpisah harus dibuat atau seperti apa bentuknya, yang memberikan waktu bagi negosiator untuk terus membahas topik yang diperdebatkan itu.Tentang pembatasan kenaikan suhu global, dokumen tersebut mencerminkan bahasa yang termasuk dalam perjanjian COP26 tahun lalu.Dokumen itu memuat kalimat \"pentingnya mengerahkan semua upaya di semua tingkatan untuk mencapai tujuan suhu Perjanjian Paris guna menahan kenaikan suhu rata-rata global jauh di bawah 2 derajat Celsius di atas tingkat praindustri\".\"... dan mengejar upaya untuk membatasi kenaikan suhu hingga 1,5 derajat Celsius di atas tingkat praindustri.\"Masalah lain yang belum terselesaikan termasuk tujuan keuangan global --guna membantu negara-negara berkembang beradaptasi dengan dampak dunia yang lebih panas-- serta rencana untuk meningkatkan target pengurangan emisi pemanasan iklim.Pada COP26 Glasgow, negara-negara sepakat mengembangkan rencana untuk \"segera meningkatkan\" upaya mengurangi emisi. Langkah itu dianggap mereka sebagai pengakuan bahwa dunia perlu memangkas emisi sebesar 45 persen pada tahun 2030 guna menjaga tingkat pemanasan tidak melebihi 1,5 derajat Celcius.Di atas 1,5 derajat Celcius, menurut para ilmuwan, perubahan iklim bisa menjadi tak terkendali. Belakangan ini, suhu meningkat sebesar 1,1 derajat Celcius.Para pakar kebijakan iklim mengatakan ada keprihatinan mendalam apakan rangkaian pembicaraan akan mencapai konsensus atas banyak masalah utama. \"Saya pikir masalahnya adalah ada banyak hal di sini, dan banyak yang tidak akan mendapat persetujuan dari pihak-pihak di semua sisi\", kata Tom Evans, seorang analis kebijakan iklim di lembaga kajian nirlaba E3G.Dokumen tersebut didasarkan pada berbagai permintaan, yang diinginkan delegasi dari hampir 200 negara untuk dimasukkan dalam kesepakatan akhir.Dokumen itu akan memberikan dasar untuk negosiasi selama beberapa hari mendatang, yang kemungkinan besar akan menyempurnakan dan mengubah teks secara substansial. (Ida/ANTARA/Reuters)
Sapa Xi Jinping Kakak Besar, Jokowi Hidupkan Kembali Poros Jakarta – Beijing?
Jakarta, FNN - Dalam pertemuan bilateral kemarin (Rabu, 16/11) di KTT G20, Jokowi memanggil Xi Jinping, Presiden China, dengan Kakak Besar. Rupanya, di China memang ada tradisi panggilan kakak besar, kakak nomor dua, kakak nomor tiga, dan seterusnya, seperti hierarki dalam keluarga. “Ya, dalam tradisi China itu, dalam tradisi keluarga, ada semacam etika konfusianisme yang berlaku sebenarnya di kawasan Asia karena pengaruh besar peradaban China dari 5000 tahun lalu. Tetapi, kalau dia di meja perundingan, itu kurang etis sebetulnya. Apalagi ada konteksnya, yaitu Xi Jinping sedang menjadi tokoh sentral hendak menandingi popularitas pemimpin besar MAO,” ujar Rocky Gerung dalam Kanal Youtube Rocky Gerung Official edisi Kamis, 17 November 2022. “Jadi, sebetulnya sinyalnya adalah bahwa negara-negara di Asia ini seolah-olah hendak menghitung kedigdayaan China. Dan memang China lagi tumbuh sebagai Junior Super Power. Tetapi, kalau Pak Jokowi kasih kesan bahwa menyebutkan Kakak Besar, itu artinya ada semacam hierarki bahwa China lebih senior dan lebih perkasa dari Indonesia. Padahal, sebagai tuan rumah, ada basa-basi kebudayaan, yaitu nanti kalau ada Jinping pakai pakai batik, nanti ada orang panggil Mas Ping, Mas Jin. Itu basa-basi diplomasi,” lanjut Rocky Gerung dalam acara yang dipandu oleh Hersubeno Arif, wartawan senior FNN, itu. Menurut Rocky Gerung, mengucapkan Kakak Besar kepada Jinping membuat orang langsung mengingat konteksnya, yaitu bahwa Jokowi sedang perlu investasi China, Jokowi perlu kasih sinyal pada Amerika bahwa tidak mungkin Indonesia blok ke Amerika, karena secara historis politik luar negeri Indonesia sebetulnya diasuh juga oleh perlindungan Amerika Serikat di kawasan. “Jadi, ini akan ada terjemahan politiknya bahwa Indonesia seolah-olah ingin mendayung di antara dua karang, tetapi karang yang sana karang besar, karang yang ini karang kecil. Jadi, seolah-olah menganggap bahwa hindari karang-karang itu dengan bahasa diplomasi. Tapi, bagi saya kesannya clear, Jokowi ingin China jangan cabut investasinya dari Indonesia atau bahkan tambahkan.” Itu juga yang terhubung dengan diplomasi IKN di mana Jokowi langsung bilang silakan berinvestasi di IKN karena IKN bahkan akan jadi tuan rumah olimpiade dan macam-macam, hal yang di luar kemampuan kita untuk membayangkan untuk 2036. Menurut Rocky Gerung, menyebut Kakak Besar itu ada hal yang sublim, sekaligus sensitif. Tetapi, Rocky tidak tahu tujuan Jokowi panggil Kakak Besar, selain jualan IKN. Yang sekarang sedang sensitivitasnya sedang naik adalah menganggap Jokowi tidak peduli rakyat kecil, dia peduli Kakak Besar. Sementara itu, tradisi kita selalu menganggap bahwa kekuasaan ekonomi China terlalu besar. Sebetulnya, kita tidak ingin hal itu dieksploitasi, tetapi kepekaan kita untuk bergaul di dalam tatanan internasional, juga mesti diajarkan di dalam Kabinet Jokowi. Kan Joe Biden, Presiden Amerika, juga pulang dengan anggapan bahwa Indonesia mengelu-elukan China. Ini permainan diplomasi yang agak kacau, agak konyol. Kalau sekedar mau beritahu bahwa Indonesia butuh China untuk melanjutkan investasi di kereta cepat atau tambahan investasi buat IKN, jangan lakukan di forum, di mana aspek politiknya sangat tinggi. Ya, B to B atau G to G mungkin tidak apa-apa. Ini kan forum multilateral, di mana negara-negara barat yang sedang berupaya untuk mengkontain, menghalangi ekspansi China di bidang infrastruktur, karena negara Barat sudah membuat bantuan infrastruktur untuk menandingi China, ungkap Rocky panjang lebar. “Jadi, sekali lagi, di dalam sifat dunia sekarang yang polarisasinya antara China - Rusia versus Amerika, itu menimbulkan analisis yang agak skeptis bagi Indonesia. Jadi, para analis akan skeptis bahwa Indonesia bisa betul-betul menjadi pendamai dan publik internasional menganggap Indonesia akhirnya nggak bisa lepas dari proksi China. Mungkin hari-hari ini CIA atau Pentagon mulai menganalisis posisi-posisi strategis yang harus dia tempatkan di kawasan Indonesia, kalau betul-betul terjadi eskalasi di China Selatan maupun di Indo Pasifik.” Bagi Jokowi, lanjut Rocky menyebut Xi Jinping sebagai Kakak Besar mungkin no problem. Tetapi, kalau hal ini kemudian membawa negara Indonesia menjadi subordinat dari dari China, itu sangat berbahaya. “Itu intinya. Karena hari ini orang melihat Jinping sebagai Jinping yang sedang mabuk kekuasaan, karena dia merasa bahwa dia akan menjadi pemimpin seumur hidup. Sekarang Jinping kan juga menguasai tentara, di mana dulu tentara ada faksi lain. Sekarang Jinping menaruh orang-orangnya di tingkat wilayah, semacam gubernur militer yang ada orang-orangnya dia. Itu membuat cemas bahwa Jinping betul-betul akan jadi sangat otoriter, karena dia kuasai partai, dia kuasai juga militer. Jadi, ini bahayanya kalau Presiden Jokowi menyebut Kakak Besar. Itu artinya, mengelu-elukan Jinping sebagai seorang tokoh otoriter. Itu bukan pelajaran bagus buat demokrasi, apalagi di dunia Barat akan dianggap bahwa Indonesia betul-betul sudah masuk dalam jebakan China,” tegas Rocky Gerung. (sof, sws))
KTT G20 Mengirim Pesan yang Jelas untuk Menghentikan Perang
Nusa Dua, Bali, FNN - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, yang baru saja usai di Bali, berhasil mengirim pesan yang jelas untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina.“Meskipun (Presiden Rusia Vladimir) Putin tidak datang, pesan yang dikirim oleh kekuatan ekonomi utama dari Bali sangat jelas ... sebagian besar anggota G20 secara eksplisit mengutuk perang di Ukraina,” kata Macron dalam konferensi pers di Nusa Dua, Bali, pada Rabu.Sambil menegaskan bahwa G20 tidak menutup mata terhadap perang, Macron menjelaskan bahwa kelompok negara-negara tersebut menyoroti masih ada ruang pembicaraan, termasuk dengan negara berkembang seperti China dan India, untuk mendorong Rusia mengakhiri konflik. “Sekarang waktunya bagi Rusia untuk mendengar pesan yang disampaikan oleh komunitas internasional dan kembali ke meja negosiasi,” tutur dia.Macron kemudian menyinggung perkembangan terbaru atas konflik Rusia-Ukraina, yaitu jatuhnya rudal di sebuah desa di Polandia yang dekat dengan perbatasan Ukraina.Insiden itu, yang terjadi pada Selasa (15/11), menewaskan dua orang dan memicu reaksi dari kepala negara G7+ yang segera melakukan pertemuan darurat di sela-sela KTT G20 di Bali pada Rabu pagi.“Kami sedang bekerja sama dengan Polandia untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, dan kami melakukannya dengan seluruh sekutu yang kami temui pagi ini,” ujar Macron mengenai rapat G7.Presiden Polandia Andrzej Duda pada Rabu mengatakan bahwa tidak ada indikasi bahwa serangan rudal itu sengaja menargetkan Polandia.\"Kami tidak mengantongi bukti bahwa roket itu diluncurkan oleh pihak Rusia, kemungkinan besar roket itu digunakan oleh pasukan pertahanan Ukraina,\" kata dia.Dalam Bali Leaders’ Declaration atau Deklarasi Bali, yang disepakati para kepala negara G20 dalam KTT kelompok kerja sama 19 negara plus Uni Eropa itu, menyesalkan agresi Rusia terhadap Ukraina.Para pemimpin G20 sepakat menuntut Rusia menarik seluruh pasukannya --tanpa syarat-- dari Ukraina. Sebagian besar anggota G20 juga mengutuk keras perang di Ukraina dan menekankan bahwa perang tersebut menyebabkan penderitaan manusia yang luar biasa.Selain itu, kata mereka, perang di Ukraina memperburuk kerentanan ekonomi global, menghambat pertumbuhan, meningkatkan inflasi, mengganggu rantai pasokan, meningkatkan krisis energi dan pangan, dan meningkatkan risiko pada stabilitas keuangan.(Sof/ANTARA)
Jepang Mengapresiasi Presidensi G20 Indonesia
Nusa Dua, Bali, FNN - Jepang menyampaikan apresiasi atas Presidensi G20 Indonesia yang menyuarakan pesan kuat dalam perdamaian dan pemulihan ekonomi dunia.\"Kami benar-benar mengapresiasi kepemimpinan tegas yang dilakukan Presiden Joko Widodo dalam menyusun seluruh rangkaian dan membuat KTT berhasil,\" kata Sekretaris Pers Kementerian Luar Negeri Jepang, Ono Hikariko, di Media Center KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Rabu (16/11) malam.Menurut Ono, dalam Deklarasi Pemimpin G20 Bali yang telah disepakati mengandung pesan kuat dan poin-poin penting mengenai situasi dunia saat ini. \"Dokumen itu dapat menjadi langkah besar ke depan,\" kata Ono yang menambahkan Jepang menghargai upaya jalur serpa dan keuangan Presidensi G20 Indonesia.Delegasi Jepang juga menyampaikan kekagumannya atas rangkaian acara, seperti salah satunya saat jamuan makan malam yang spektakuler.Terkait hubungan bilateral ke depan, Ono mengemukakan bahwa Perdana Menteri Fumio Kishida optimistis atas kemajuan hubungan kedua negara, salah satunya pada upaya mengatasi perubahan iklim seperti dukungan bagi Jepang atas inisiatif nol emisi Asia dan Kemitraan Transisi Energi (JETP). \"Dalam kolaborasi itu kami harap Indonesia dan Jepang dapat berperan mengatasi isu perubahan iklim dan kerja sama energi,\" kata Ono.Delegasi Jepang PM Kishida tiba di Bali pada Minggu (13/11) untuk menghadiri rangkaian KTT G20 di Nusa Dua pada 15-16 November. Bali juga menjadi tempat delegasi Jepang melakukan pertemuan bilateral hingga perbincangan dengan negara lain antara lain Rwanda, Afrika Selatan, Argentina, maupun pertemuan darurat NATO/G7.Presidensi G20 Indonesia telah mengadopsi Deklarasi Pemimpin G20 Bali. Indonesia juga telah menyerahkan tongkat estafet kepada India sebagai Presidensi G20 selanjutnya.(Sof/ANTARA)
Global Media Congress 2022 Mengajak Media Mengubah Masa Depan Anak Muda
Abu Dhabi, FNN - Gelaran Global Media Congress (GMC) 2022 digelar pertama kalinya di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) yang merupakan agenda pertemuan industri media dan jurnalis dari seluruh belahan dunia ini, dibuka mulai 15-17 November 2022, di Abu Dhabi National Exhibition Centre (ADNEC). GMC 2022 dibuka langsung oleh Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, anggota Keluarga Kerajaan Abu Dhabi sekaligus Menteri Urusan Kepresidenan UEA, disusul oleh Menteri Pemuda UEA, Shamma Al Mazrui, dengan mengajak media mengubah masa depan anak muda.Mengusung tema ‘Shaping the Future of Media Industry’ atau ‘Membentuk Masa Depan Industri Media’, petinggi UEA ini mengundang para jurnalis muda di bawah usia 30 tahun untuk dapat ambil andil dalam perubahan pemberitaan ke arah yang lebih positif dan relevan terhadap isu-isu saat ini, terutama bagi anak muda.“Saya tahu berita gosip, fesyen yang buruk, perceraian selebriti, atau bahkan berita ‘clickbait’ yang mencolok dan ambigu yang entah bagaimana tanpa melewati tahapan pengecekan fakta akan menghasilkan klik, ‘like’, dan ‘share’ yang lebih banyak dan menguntungkan kalian dalam jangka pendek. Tapi masa depan seperti apa yang bisa Anda bayangkan bila anak muda kita berakhir tanpa arah, depresi, terdiskoneksi dari masyarakat, bermasalah kesehatan mental, dan tidak memiliki pekerjaan?” ujar Shamma Al Mazrui.Melalui gelaran yang dihadiri lebih dari 10 ribu partisipan ini Shamma menginginkan ke depan para jurnalis dapat lebih fokus dan mengedepankan informasi positif dan membangun bagi anak muda, seperti isu pengangguran, krisis iklim, dan kesehatan mental.“Menurut studi, ternyata mereka (anak muda) menginginkan media yang menarik, namun tetap benar-benar peduli dengan masa depan mereka, yang membuat mereka menjadi warga negara yang lebih baik. Mereka ingin ditantang secara intelektual, terprovokasi secara bijak, mampu mempelajari keterampilan baru, membidik wawasan baru dari media, mereka ingin menemukan arti melalui pencarian solusi atas masalah-masalah yang dialami komunitasnya,” kata Shamma pula.Shamma berharap dengan diadakannya gelaran GMC 2022, para jurnalis muda dapat kembali ke negaranya masing-masing, kemudian mampu mengubah perspektif masyarakat ke arah positif dan membangun landasan yang lebih sehat.“Saya berharap kita bisa bersama-sama memprioritaskan dan menormalisasi aksi menjaga iklim dan menjadikannya standar bagi orang-orang untuk berkontribusi, sekaligus juga menghibur, sehingga orang menyukai, mengklik, dan berbagi hal tersebut,” kata Suhail dalam sambutannya.Adapun dalam gelaran GMC 2022, para jurnalis muda dan partisipan lain dapat memilih berbagai workshop tersedia untuk peningkatan kemampuan dan penambahan wawasan mengenai beragam topik, mulai dari pengaruh media terhadap masyarakat yang toleran hingga pengaruh teknologi kecerdasan buatan terhadap transformasi industri media.GMC 2022 digelar selama 3 hari, dan dihadiri peserta atau delegasi yang terdiri dari pemimpin media, spesialis media, influencer, pemimpin perusahaan start-up, hingga akademisi dari berbagai negara. Beragam rangkaian agenda digelar dengan menghadirkan 162 pembicara dari berbagai negara, mulai dari konferensi, workshop, hingga puluhan stan pameran dari berbagai industri media.(Sof/ANTARA)
Indonesia Berhasil Memimpin G20 pada Masa Sulit
Badung, FNN - Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau menganggap Indonesia mampu memimpin G20 di tengah situasi sulit dan ketegangan politik serta berhasil menggiring pencapaian kesepakatan akhir pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. Ketika pada Rabu berbicara saat konferensi pers selepas pertemuan puncak G20 di Nusa Dua, Badung, Bali, PM Trudeau menyebutkan bahwa G20 di bawah kepemimpinan/presidensi Indonesia mampu menghasilkan Deklarasi Bali (G20 Bali Leaders\' Declaration). Trudeau mengakui bahwa proses untuk mencapai konsensus atau kesepakatan di forum G20 tidak pernah mudah, khususnya saat ada isu-isu tertentu yang berdampak pada perekonomian dunia --yang melibatkan banyak aktor, dan ketika negara-negara punya perspektif berbeda.\"Namun, berkat upaya yang dilakukan oleh Indonesia, dan sekali lagi kita harus mengakui kepemimpinan Presiden Joko Widodo --karena atas kepemimpinannya seluruh anggota G20 dapat menemukan mufakat,\" kata Trudeau saat menjawab pertanyaan media. Ia menilai Deklarasi Bali berhasil memuat pernyataan sikap yang tegas, terutama dalam menyikapi invasi Rusia di Ukraina serta dampaknya yang dapat memicu krisis pangan dan perekonomian dunia.\"Tiap pihak yang mengupayakan (keberhasilan, red) ini perlu mendapat pujian. Semua yang menghadiri pertemuan, khususnya kepemimpinan Indonesia,\" kata Trudeau.Ia menilai Deklarasi Bali memuat sejumlah target yang cukup ambisius, terutama pada target-target yang terkait dengan aksi iklim dan arsitektur kesehatan global.Walaupun demikian, Trudeau menyampaikan bahwa dunia berharap banyak terhadap G20 sehingga sudah sepatutnya forum ekonomi terbesar dunia itu memasang target-target yang ambisius.Kanada, ujarnya, memahami berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia maupun negara-negara lain di dunia. Perubahan iklim, ketahanan energi, upaya mewujudkan dunia tanpa emisi atau yang rendah emisi, serta upaya menciptakan lapangan kerja yang layak --sehingga tiap orang dapat menafkahi keluarganya-- merupakan contoh tantangan yang ia sebutkan. \"Itu menjadi masalah yang kami bahas bersama, dan kami berupaya mengatasi itu,\" kata Trudeau.Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 berlangsung pada 15-16 November 2022 di The Apurva Kempinski, Nusa Dua, Bali, dan menghasilkan kesepakatan yang terangkum dalam dokumen yang dinamai Deklarasi Bali.Dokumen yang terdiri atas 52 paragraf itu memuat pernyataan sikap bersama G20 atas sejumlah isu terkait ketahanan pangan dan energi, arsitektur kesehatan global, dan transformasi digital.Melalui Deklarasi Bali, G20 sepakat mendesak Rusia menghentikan agresinya dan keluar dari wilayah Ukraina. Meskipun para pemimpin negara menyadari bahwa G20 bukan forum untuk membahas dan berdiskusi mengenai isu keamanan, mereka sepakat bahwa masalah keamanan tetap memengaruhi situasi perekonomian global.Oleh karena itu, negara-negara anggota G20 menegaskan bahwa penting untuk menegakkan hukum internasional dan sistem multilateral yang memelihara perdamaian dan stabilitas.\"Penggunaan senjata nuklir tidak dapat dibiarkan. Resolusi damai harus dikedepankan, upaya-upaya untuk mengatasi krisis seperti diplomasi dan dialog tetap penting. Era perang sebagaimana yang masih terjadi saat ini harus segera dihentikan,\" kata mereka.(Ida/ANTARA)
Presidensi G20 Momen Emas Hubungan RI-Inggris
Jakarta, FNN - Presidensi G20 dan perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KKT) G20 dinilai oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins sebagai momen keemasan hubungan diplomatik Indonesia-Inggris. \"Saya merasa sangat beruntung bisa berada di Indonesia. Saat ini merupakan masa keemasan hubungan baik kedua negara,\" kata Dubes Owen Jenkins dalam suatu wawancara di sela-sela KTT G20 di Bali, Rabu.Dia menilai bahwa hubungan kedua negara selama ini terjalin sangat baik dengan adanya berbagai kerja sama dalam berbagai bidang. \"Saya rasa hubungan kedua negara dalam kondisi sangat baik. Saya rasa, baik Indonesia maupun Inggris, melihat potensi yang begitu besar bagi kedua negara untuk bekerja sama dalam sejumlah bidang dan sektor,\" ujarnya.Terkait tema presidensi G20 Indonesia \"Pulih Bersama, Pulih Lebih kuat\", Dubes Inggris itu menilai tema tersebut telah mewakili keprihatinan seluruh negara pascapandemi COVID-19 yang berdampak pada negara-negara di dunia dalam banyak aspek, baik ekonomi, pendidikan maupun kebudayaan.\"Tentu saja saya rasa tema \'Pulih bersama, Pulih Lebih Kuat\' merupakan jargon sekaligus tema yang dibutuhkan dunia saat ini. Dan saya rasa ketika Indonesia menetapkan jargon tersebut lengkap dengan tiga isu prioritas transisi energi, transformasi digital dan penguatan infrastruktur kesehatan global, ini sangat tepat karena kita baru saja pulih dari pandemi,\" kata Jenkins.Selanjutnya, dia juga menyinggung soal manfaat lain G20 bagi hubungan Indonesia dan Inggris, terutama manfaat ekonomi.Menurut dia, kedua negara akan mendapatkan keuntungan ekonomi yang banyak dari Presidensi G20 Indonesia.\"Jika kita melihat jauh ke depan, berbicara mengenai isu transisi energi, begitu pula transformasi digital, juga kebutuhan sektor kesehatan, forum G20 mendorong penguatan kerja sama di bidang-bidang tersebut. Saat ini kita masih memiliki kerja sama yang sangat erat di sektor transisi energi yang dapat diperbarui,\" ucapnya.\"Saya rasa kedua negara bisa mendapatkan keuntungan yang luar biasa banyak dari presidensi G20. Dan seperti pernyataan saya sebelumnya, isu prioritas yang diusung oleh Indonesia adalah juga menjadi stimulus untuk meningkatkan perekonomian kedua negara, baik bagi Inggris maupun Indonesia,\" ujar Jenkins.(Sof/ANTARA)
Menlu Rusia dan Presiden Korsel Meninggalkan Bali Sebelum KTT G20 Usai
Nusa Dua, Bali, FNN - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol telah meninggalkan Bali sebelum KTT G20 selesai.Selain kedua pemimpin tersebut, Presiden Uni Emirat Arab Sheihk Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, dan Ketua FIFA Gianni Infantino yang hadir sebagai undangan juga sudah kembali ke negaranya masing-masing.“Sudah pulang semalam. Semalam yang pulang adalah Presiden UAE, PM Korsel, Menlu Rusia, PM Kamboja, dan Ketua FIFA,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah di sela-sela KTT G20 di Nusa Dua, Bali, pada Rabu.Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan sejumlah kepala negara G20 lainnya dijadwalkan pulang pada Rabu. Indonesia sebagai presiden G20 menyelenggarakan pertemuan puncak kelompok 20 ekonomi terbesar dunia pada 15-16 Desember 2022 di Bali.Pada hari pertama KTT, para kepala negara G20 dan pemimpin organisasi internasional membahas isu ketahanan pangan dan energi serta isu kesehatan, serta mengikuti jamuan makan malam yang diadakan di kompleks Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana.Sementara pada hari kedua KTT, mereka dijadwalkan melakukan penanaman bakau di Taman Hutan Rakyat Ngurah Rai yang dilanjutkan dengan pembahasan mengenai isu transformasi digital.KTT akan ditutup dengan penyerahan presidensi G20 oleh Indonesia kepada India, yang akan menjalankan kepemimpinan G20 untuk tahun 2023. (Ida/ANTARA)
Untuk Membahas Ledakan di Polandia, Biden Menggelar Pertemuan Darurat
Bali, FNN - Para pemimpin global yang berkumpul untuk pertemuan G20 di Bali pada Rabu menggelar pertemuan darurat untuk membahas ledakan mematikan di Polandia, yang menurut otoritas Ukraina dan Polandia disebabkan oleh rudal buatan RusiaGedung Putih menyebutkan bahwa pertemuan itu diselenggarakan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, setelah dua orang tewas dalam sebuah ledakan di Przewodow, sebuah desa di Polandia timur dekat perbatasan dengan Ukraina. Para pemimpin dari AS, Jerman, Kanada, Belanda, Jepang, Spanyol, Italia, Prancis, dan Inggris turut hadir dalam pertemuan tersebut. Semua negara itu, kecuali Jepang, merupakan anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), yakni sebuah aliansi pertahanan yang juga mencakup Polandia.Penentuan bahwa Moskow yang harus bertanggungjawab atas ledakan itu dapat mendorong prinsip pertahanan kolektif yang dikenal sebagai Pasal 5 dalam pakta pertahanan tersebut. Pasal 5 itu menyebutkan bahwa serangan terhadap salah satu anggota aliansi Barat dianggap sebagai serangan terhadap semuanya, sehingga dapat memulai pertimbangan tentang kemungkinan respons militer.Para pemimpin secara singkat tampak duduk bersama di sekitar meja konferensi pada awal pertemuan itu. Biden mengatakan \"tidak\" ketika wartawan bertanya apakah dia bisa menyampaikan apa yang ia tahu tentang ledakan di Polandia. Dia juga tidak berkomentar ketika ditanya tentang kemungkinan keterlibatan Rusia.Beberapa pejabat mengatakan tidak tahu pasti sampai berapa lama pertemuan itu akan berlangsung.Polandia memanggil Duta Besar Rusia di Warsawa untuk meminta penjelasan setelah Moskow membantah bertanggung jawab atas serangan itu. (Ida/ANTARA/Reuters)
Keadilan Iklim Semakin Sulit ketika Populasi Melampaui 8 Miliar
Sharm el-Sheikh, FNN - Populasi dunia telah melampaui angka delapan miliar orang pada Selasa, menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang memperingatkan bahwa akan semakin banyak kesulitan di negara-negara yang telah menghadapi kekurangan berbagai sumber akibat perubahan iklim.Baik itu makanan atau air, baterai atau bahan bakar, berbagai bahan-bahan akan semakin sedikit di tengah populasi global yang diperkirakan oleh PBB akan meningkat sebanyak 2,4 miliar orang pada tahun 2080.\"Setiap orang membutuhkan bahan bakar, kayu, air, dan tempat tinggal,\" kata Stephanie Feldstein yang merupakan direktur populasi dan keberlanjutan dari Pusat Keanekaragaman Hayati.Tekanan sumber daya akan menjadi kian mengancam di negara-negara Afrika, di mana populasi diperkirakan akan melonjak, kata sejumlah ahli.Ancaman tersebut juga menghantui negara-negara yang paling rentan terhadap dampak iklim, dan yang paling membutuhkan pendanaan iklim.Di Afrika sub-Sahara, di mana sebanyak 738 juta orang telah hidup tanpa adanya pasokan makanan yang cukup, populasi diperkirakan akan melonjak sebesar 95 persen pada pertengahan abad, menurut Institut Ekonomi dan Perdamaian.Organisasi think-tank itu memperingatkan dalam laporannya di bulan Oktober bahwa kebanyakan dari Afrika sub-Sahara akan menjadi tidak berkelanjutan pada pertengahan abad.Tanda kesuksesan manusiaSecara global, populasi sebesar delapan miliar menandakan tambahan sebesar satu miliar orang dalam jumlah populasi dunia hanya dalam 11 tahun terakhir.Angka yang mencapai delapan miliar orang merupakan \"tanda kesuksesan manusia, namun itu juga merupakan risiko besar untuk masa depan kita,\" kata John Wilmoth yang merupakan direktur divisi populasi PBB.Negara-negara berpendapatan menengah, kebanyakan di Asia, berkontribusi terbanyak terhadap pertumbuhan tersebut, dengan peningkatan sebesar 700 juta orang sejak 2011.Jumlah populasi India meningkat sebesar 180 juta orang, dan akan melampaui China sebagai negara dengan jumlah populasi terbesar tahun depan.Meski demikian, angka kelahiran telah menurun secara stabil di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.Sementara itu, China telah mengalami kesulitan untuk memperjuangkan Kebijakan Satu Anaknya, di mana pada tahun lalu keluarga-keluarga diimbau untuk memiliki anak kedua, bahkan ketiga, bersamaan dengan pembatasan akses terhadap aborsi non-medis.Meski populasi global telah mencapai tingkat ketinggian baru, para ahli demografi mencatat bahwa pertumbuhan telah menurun ke kurang dari 1 persen per tahunnya. Laju tersebut diperkirakan akan menjaga pertumbuhan populasi di bawah 9 miliar orang hingga 2037.PBB memproyeksikan bahwa angka populasi akan mencapai puncak, yakni sekitar 10,4 miliar orang, pada tahun 2080 dan tetap berada di tingkat itu hingga tahun 2100.\"Bagian besar dari kisah ini adalah bahwa era pertumbuhan populasi yang cepat, seperti yang diketahui dunia selama beberapa abad, akan berakhir,\" kata Wilmoth.Kekhawatiran yang meningkatSebagian besar dari 2,4 miliar orang yang akan hadir sebelum populasi global mencapai puncaknya akan lahir di Afrika sub-Sahara, yang menandakan perpindahan dari China dan India.\"Secara rata-rata, kota-kota Afrika akan bertumbuh,\" kata peneliti demografi di City University of New York Deborah Balk. Ini akan mengekspos jutaan penduduk kota terhadap ancaman iklim seperti peningkatan permukaan laut.Di dunia, \"zona pantai telah menjadi urban secara disporposional,\" katanya. \"Sekitar satu dari 10 orang tinggal di kawasan pantai yang rendah.\"Kota pesisir Nigeria, Lagos, contohnya, diperkirakan akan menjadi kota terbesar di dunia pada akhir abad.Pertumbuhan populasi yang pesat, dikombinasikan dengan perubahan iklim, kemungkinan akan menyebabkan migrasi besar-besaran dan konflik dalam beberapa dekade ke depan, menurut para ahli.Lebih banyak orang di dunia juga berarti tekanan yang lebih besar terhadap alam, saat orang-orang berkompetisi dengan alam liar untuk air, makanan, dan ruang.Namun, berapa banyak yang mereka konsumsi juga menjadi sesuatu yang penting, dan para pembuat kebijakan dapat membuat perbedaan yang besar melalui mandat untuk mengubah pola konsumsi.Emisi karbon dari masyarakat terkaya yang berada di 1 persen teratas, atau sekitar 63 juta orang, lebih dari dua kali lipat dari emisi mereka yang paling miskin antara tahun 1990 dan 2015.Hal tersebut menurut analisis Institut Lingkungan Hidup Stockholm dan lembaga nirlaba Oxfam International.Dampak manusia terhadap dunia \"lebih terkait dengan bagaimana kita berperilaku alih-alih dengan berapa banyak jumlah kita,\" kata Wilmoth. (Sof/ANTARA/Reuters)