INTERNASIONAL

Situasi Terakhir Gempa Turki dan Suriah

Ankara, FNN - Berikut kabar terakhir menyangkut gempa bumi bermagnitudo 7,8 yang mengguncang Turki dan Suriah pada 6 Februari:- Tiga orang, termasuk seorang anak, diselamatkan hidup-hidup dari balik reruntuhan sebuah gedung di kota Antakya di bagian selatan Turki pada Sabtu. Penyelamatan ketiga orang ini terjadi 296 jam setelah gempa bumi meluluhlantakkan Turki selatan, lapor kantor berita Anadolu.- Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Turki sudah mencapai 39.672 orang, kata badan penanganan bencana Turki. Tetapi jumlah ini diperkirakan bakal terus bertambah mengingat sekitar 264.000 apartemen hancur akibat gempa dan banyak korban yang belum ditemukan. Di Suriah, pihak berwenang mengungkapkan 5.800 orang meninggal dunia sekalipun jumlah ini tak berubah sejak beberapa hari ini.- Pesepakbola Ghana, Christian Atsu, ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di bawah sebuah gedung yang menjadi tempat tinggalnya di Turki selatan setelah gempa bumi dahsyat mengguncang Turki pekan lalu, kata agen sang pemain pada Sabtu.- Seorang pria diselamatkan dari dasar sebuah bangunan yang runtuh di provinsi Hatay di Turki selatan, 278 jam setelah gempa dahsyat 6 Februari lalu, kata kantor berita Anadolu. Beberapa jam sebelumnya, dua orang lainnya berhasil ditarik hidup-hidup dari reruntuhan. Osman Halebiye (14) dan Mustafa Avci (34) diselamatkan semalam di kota Antakya di Turki tenggara.- \"Saya sudah kehilangan harapan. Ini sungguh mukjizat. Mereka telah mengembalikan anak saya. Jika melihat reruntuhan itu saya sempat beranggapan tak ada seorang pun yang bisa diselamatkan dari sana,\" kata ayahanda Avci.- Masjid-masjid di seluruh dunia mengadakan salat jenazah untuk korban meninggal dalam gempa Turki dan Suriah yang banyak di antaranya tak sempat dishalatkan terlebih dahulu sebelum dimakamkan, akibat dahsyatnya bencana ini.- FIFA mengalokasikan 1 juta dolar AS sebagai bantuan kemanusiaan untuk orang-orang yang terdampak gempa Turki dan Suriah.- Sampai Jumat kemarin, 143 truk bantuan dari PBB sudah melintas masuk daerah barat laut Suriah yang dikuasai pemberontak sejak operasi bantuan dilanjutkan pada 9 Februari, kata juru bicara Badan Koordinasi Hubungan Kemanusiaan PBB (OCHA) kepada Reuters.(ida/ANTARA)

China Mendesak AS Mencabut Semua Sanksi Sepihak Terhadap Suriah

Beijing, FNN - Juru Bicara Kemenlu China Wang Wenbin dalam jumpa pers harian menyampaikan desakan agar Amerika Serikat segera mencabut semua sanksi yang diterapkan terhadap Suriah.\"Pemerintah AS harus segera mencabut sanksi sepihak terhadap Suriah, alih-alih membuat pertunjukan politik \'bantuan sementara\',\" kata Wang saat menanggapi pertanyaan terkait dari wartawan.Menurut sejumlah laporan media, AS baru-baru ini mengumumkan akan memberikan pembebasan sanksi selama enam bulan bagi Suriah.Pembebasan sanksi itu terbatas pada pemberian izin transaksi tertentu untuk upaya pemulihan pascagempa mematikan yang mengguncang Suriah dan Turki sepekan lalu.Wang mengatakan AS telah secara konsisten memberlakukan intervensi militer dan sanksi sepihak terhadap Suriah selama bertahun-tahun, yang telah memperburuk krisis ekonomi dan penghidupan masyarakat di Suriah, serta secara signifikan melemahkan kemampuan Suriah dalam mengatasi bencana.Menurut Wang, sanksi sepihak yang dijatuhkan oleh AS secara langsung telah menghambat upaya penyelamatan dalam 72 jam pertama pascagempa di Suriah, yang membuat dampak bencana menjadi semakin parah.Seperti apa yang dikatakan sejumlah warga Suriah, bagi AS, semua ini hanya tentang politik, bukan kemanusiaan, kata Wang.\"Kami mendesak pihak AS untuk mengesampingkan kalkulasi geopolitik, dengan segera mencabut semua sanksi sepihak terhadap Suriah dan berhenti dengan sengaja menciptakan bencana kemanusiaan,\" lanjut Wang.(ida/ANTARA)

Korban Gempa Turki dan Suriah Perlu Visa untuk Berlindung ke Jerman

Berlin, FNN - Jerman membuka negaranya untuk tempat berlindung dan perawatan bagi korban gempa Turki dan Suriah, jika mereka dapat memenuhi persyaratan visa, kata Kementerian Luar Negeri Jerman pada Senin.Tujuan pemerintah Jerman adalah untuk memfasilitasi warga-warga Turki dan Suriah yang terdampak gempa untuk dapat datang ke Jerman lebih mudah dan cepat, kata juru bicara kementerian.\"Paspor yang hilang tentu menjadi masalah. Yang telah kehilangan semuanya mungkin saja sudah kehilangan paspor, tapi kami juga tidak bisa meremehkan kedaulatan paspor (keluaran) otoritas Turki, dan mengeluarkan dokumen perjalanan untuk orang asing begitu saja,\" kata juru bicara itu kepada wartawan.Sekitar 2,3 juta warga asal Turki, komunitas diaspora Turki terbesar di dunia, tinggal di Jerman.Banyak warga Suriah datang ke Jerman pada 2015, ketika Jerman membuka perbatasan untuk ratusan ribu pengungsi.Menurut juru bicara itu, Jerman menawarkan warga Turki dan Suriah yang terdampak gempa untuk dapat dirawat oleh keluarga atau kerabat mereka yang tinggal di Jerman.Menteri Dalam Negeri Nancy Faeser ingin mengizinkan korban gempa masuk ke Jerman dengan visa reguler yang dapat dikeluarkan dengan cepat dan berlaku selama tiga bulan, katanya kepada koran Bild am Sonntag.Warga Turki yang paspornya terkubur di bawah puing-puing bangunan diimbau untuk menghubungi Kedutaan Jerman di Ankara, jika mereka ingin tinggal bersama kerabat di Jerman.Namun, akses masuk ke Jerman lebih sulit untuk warga Suriah, karena kedua negara itu tidak memiliki hubungan diplomatik.Warga di Suriah, yang sudah menghadapi lebih dari 11 tahun perang saudara, harus melakukan perjalanan ke Kedutaan Jerman yang berada di negara-negara tetangga untuk mengajukan permohonan visa - sesuatu yang sulit dilakukan bahkan sebelum gempa bumi melanda.Kemenlu dan Kemendagri Jerman belum dapat memastikan jumlah warga Turki dan Suriah terdampak gempa yang ingin ke Jerman untuk berlindung sementara.Sementara itu, total jumlah korban di kedua negara terdampak gempa itu melonjak 33 ribu jiwa pada Senin, dan tampaknya akan terus bertambah.(ida/ANTARA/Reuters)

Terjebak 122 Jam di Bawah Puing, Dua Wanita Selamat dari Gempa Turki

Antakya/Jandaris, FNN - Dua perempuan, termasuk seorang lansia, telah diselamatkan dari bawah reruntuhan bangunan yang roboh akibat gempa di Turki setelah terjebak selama 122 jam, menurut pihak berwenang pada Sabtu.Gempa mematikan pada Senin pagi itu telah merenggut lebih dari 24 ribu jiwa, termasuk di negara tetangga Suriah.Lansia itu, Menekse Tabak (70), terlihat dibungkus selimut ketika tim penyelamat membawanya ke ambulans di Provinsi Kahramanmaras, Turki, menurut gambar yang ditayangkan Anadolu.Penyintas lainnya, Masallah Cicek (55), diselamatkan dari reruntuhan bangunan di Diyarbakir, kota terbesar di selatan Turki, menurut kantor berita resmi itu.Sebanyak 67 orang telah dievakuasi dari bawah puing dalam 24 jam terakhir, kata Wakil Presiden Turki Fuat Oktay, dalam upaya penyelamatan yang melibatkan 31 ribu penyelamat di seluruh kawasan terdampak.Sekitar 80 ribu orang dirawat di rumah sakit, sedangkan 1,05 juta orang lainnya kehilangan tempat tinggal dan berada di tempat penampungan, katanya.Dia mengatakan pemerintah akan menyediakan tempat tinggal permanen dalam satu tahun ke depan untuk memastikan bahwa para penyintas dapat kembali hidup normal dan \"mengobati rasa sakit mereka sesegera mungkin\". Saat banyak warga menghadapi kekurangan pangan dan cuaca musim dingin yang menusuk tulang, respons pemerintah atas bencana itu dipertanyakan.Presiden Suriah Bashar Al Assad untuk pertama kalinya mendatangi daerah terdampak gempa, mengunjungi rumah sakit di Aleppo bersama istrinya Asma, kata media pelat merah.Pemerintahnya menyetujui pengiriman bantuan kemanusiaan ke seluruh garis depan pertempuran perang saudara yang telah berlangsung 12 tahun di negara itu.Program Pangan Dunia sebelumnya mengatakan pihaknya kehabisan stok makanan di wilayah barat laut Suriah yang dikuasai pemberontak ketika pertempuran menyulitkan upaya pengiriman bantuan.Gempa berkekuatan magnitudo 7,8 pada Senin, yang diikuti beberapa gempa susulan di seluruh Turki dan Suriah, menjadi bencana paling mematikan ke-7 abad ini.Angka kematian akibat gempa itu melebihi jumlah korban tewas akibat gempa dan tsunami di Jepang pada 2011 dan mendekati angka 31 ribu orang yang tewas akibat gempa di Iran pada 2003.Bencana serupa juga pernah terjadi di Turki pada 1999 ketika lebih dari 17 ribu orang tewas akibat gempa.Presiden Turki Tayyip Erdogan pada Jumat mengunjungi Provinsi Adiyaman, di mana dia mengakui respons pemerintah tidak secepat yang seharusnya.\"Meski kami memiliki tim pencari dan penyelamat terbesar di dunia saat ini, adalah kenyataan bahwa upaya pencarian tidak secepat yang kami inginkan,\" katanya.Kubu oposisi telah memanfaatkan isu tersebut untuk menyerang Erdogan, yang berharap terpilih kembali dalam pemilu tahun ini.Pemilu yang telah dijadwalkan pada 14 Mei itu kemudian ditangguhkan karena bencana gempa tersebut.Kemal Kilicdaroglu, ketua partai oposisi besar di Turki, mengkritik respons pemerintah.\"Gempa itu sangat besar, tetapi yang lebih besar adalah kurangnya koordinasi, kurangnya perencanaan dan inkompetensi,\" katanya dalam pernyataan.Angka kematian di Turki bertambah menjadi 20.665 pada Sabtu, kata badan penanggulangan bencana. Di Suriah, lebih dari 3.500 orang tewas.Banyak korban yang masih berada di bawah reruntuhan.(sof/ANTARA/Reuters)

Rusia Melancarkan Serangan di Seluruh Ukraina, Hantam Pembangkit Listrik

Kiev, FNN - Rusia melancarkan gelombang baru serangan rudal terhadap infrastruktur penting di Ukraina pada Jumat, yang menimbulkan ledakan di ibu kota Kiev dan menghantam kota-kota di seluruh negara tersebut.Setidaknya 17 rudal menghantam Kota Zaporizhzhia di wilayah tenggara selama satu jam dalam serangan terbesar sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari tahun lalu, kata pejabat setempat.Beberapa fasilitas energi di wilayah timur, selatan dan barat Ukraina terkena serangan sehingga mengganggu pasokan listrik, kata operator jaringan listrik nasional Ukrenergo setelah Rusia menyerang pembangkit listrik dan fasilitas transmisi dengan pesawat nirawak (drone) dan rudal.\"Siaga udara akan berlangsung lama,\" kata Maksym Marchenko, Gubernur Odesa di selatan. \"Tolong, jangan abaikan sirene peringatan udara, dan carilah tempat berlindung.\"Serangan terbaru Rusia itu dilancarkan setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berkunjung ke luar negeri.Dia melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Uni Eropa di Brussels untuk meminta lebih banyak senjata bagi Ukraina, termasuk jet tempur.Setidaknya tiga ledakan mengguncang Kiev dan wilayah sekitarnya. Para pejabat mengatakan sistem pertahanan udara dioperasikan di ibu kota itu dan di bagian lain Ukraina.Pecahan rudal merusak satu rumah warga, dua mobil, dan jaringan listrik di Distrik Holosiivskiy di Kiev, kata pemerintah kota.Wali Kota Kiev mendesak warga untuk tetap tinggal di penampungan saat peringatan udara berlanjut, lebih dari tiga jam setelah serangan dimulai.Wali Kota Kharkiv, kota terbesar di timur Ukraina, membenarkan fasilitas infrastruktur di sana telah terkena serangan dan memperingatkan kemungkinan adanya pemadaman listrik.Kerusakan infrastruktur juga melanda Khmelnitskyi di barat Ukraina dan wilayah Dnipropetrovsk di wilayah tengah, kata pejabat setempat.Juru bicara Angkatan Udara Ukraina Yuriy Ihnat mengatakan di televisi Ukraina bahwa pertahanan udara mereka berhasil menembak jatuh lima dari tujuh drone dan lima dari enam rudal Kaliber yang diluncurkan oleh Rusia di Ukraina.AU Ukraina juga mengatakan bahwa 35 rudal S-300 ditembakkan di wilayah Kharkiv dan Zaporizhzhia, tetapi pertahanan udara mereka gagal menembak jatuh rudal tersebut.Para pejabat juga mengatakan mereka memerintahkan pemadaman darurat di seluruh negeri menyusul serangan terhadap jaringan infrastruktur listrik.(sof/ANTARA)

Bayi Baru Lahir, Balita yang Selamat Membawa Kebahagiaan Usai Gempa Turki

Antakya, Turki, FNN - Sambil berjongkok di bawah lempengan beton dan membisikkan \"insya Allah\", tim penyelamat dengan hati-hati berusaha memasuki celah puing, lalu meraih seorang bayi baru lahir berusia 10 hari yang bertahan selama empat hari bersama ibunya di bawah gedung yang runtuh.Dengan mata terbuka lebar, bayi laki-laki bernama Yagiz Ulas itu kemudian dibungkus dengan selimut termal dan dibawa ke rumah sakit lapangan di Samandag, Provinsi Hatay, pada Jumat.Petugas darurat juga membawa ibunya, yang tampak linglung dan pucat tetapi dalam kondisi sadar, dengan tandu, seperti yang terlihat pada video dari badan bencana Turki.Penyelamatan sejumlah anak telah membangkitkan semangat tim penyelamat yang lelah untuk mencari korban pada hari kelima setelah gempa besar di Turki dan negara tetangganya Suriah, yang sudah menewaskan lebih dari 21.000 orang.Video-video yang disiarkan layanan bencana pada Jumat menunjukkan bahwa setidaknya tujuh anak berhasil diselamatkan. Kelangsungan hidup mereka yang menakjubkan telah menginspirasi tim, yang juga menyelamatkan beberapa orang dewasa yang terperangkap.Tim penyelamat, termasuk spesialis dari puluhan negara, bekerja keras sepanjang malam di reruntuhan ribuan bangunan yang rata dengan tanah.Dalam suhu sangat dingin, mereka terus berusaha mencari tanda-tanda kehidupan dari gundukan beton yang hancur.Di Kota Kahramanmaras di Turki, sekitar 200 km utara Samandag, petugas berpakaian jingga berusaha masuk ke bawah bangunan yang runtuh dan menemukan seorang balita yang menangis ketika debu mengenai matanya.Sesaat kemudian, kelegaan tampak terlihat pada balita itu dan tim penyelamat dengan lembut membersihkan wajahnya.Namun, lebih jauh ke timur Turki, wajah ketakutan jelas terlihat dari seorang anak laki-laki yang lain, saat memandang keluar dari gedung yang hancur.Tangisannya terdengar di antara kebisingan suara bor dan gerinda yang berusaha membebaskannya pada Jumat pagi di Kota Diyarbakir.Di kota dengan mayoritas penduduk suku Kurdi itu, gempa besar bermagnitudo 7,8 dan gempa susulan telah mengubah sebuah blok-blok apartemen menjadi gundukan puing dan tumpukan batu.Setelah membuat lubang yang lebih lebar, para penyelamat kemudian memasang masker oksigen di wajah bocah itu dan membawanya ke tempat yang aman.Seperti bayi Yagiz, dia juga diikuti oleh ibunya yang selamat dan dibawa dengan tandu. Penyelamatan tersebut dilakukan 103 jam setelah gempa terjadi pada Senin.Sementara itu di seberang perbatasan di Suriah, tim penyelamat dari kelompok White Helmets menggunakan tangan kosong untuk menggali plester dan semen.Dalam debu tebal, tim penyelamat akhirnya berhasil meraih kaki seorang bocah perempuan yang mengenakan piyama merah jambu, yang kotor akibat terjebak berhari-hari di bawah reruntuhan.Bocah itu akhirnya selamat dan melanjutkan hidupnya.(sof/ANTARA/Reuters)

Turki Berencana Membuka Perbatasan Dengan Suriah untuk Distribusi Bantuan

Ankara, FNN - Turki berencana membuka kembali lintas perbatasan ke wilayah yang dikuasai pemerintah Suriah untuk dapat mengirimkan langsung bantuan tanggap bencana gempa, kata seorang pejabat Turki pada Jumat.Setelah satu dekade bermusuhan, Turki juga mempertimbangkan untuk membuka perbatasan ke wilayah Idlib yang dikuasai pihak oposisi Suriah.Turki dan Suriah memutuskan hubungan diplomatik setelah Presiden Bashar Al Assad pada 2011 menindak keras para pemberontak yang ingin menggulingkan pemerintahannya.Tindakan Assad itu akhirnya menimbulkan perang saudara dan memaksa jutaan warga Suriah mengungsi ke Turki.Presiden Turki Tayyip Erdogan mendukung pemberontak Suriah dengan mengirim pasukan Turki ke Suriah bagian utara.Setelah hampir 12 tahun konflik tersebut berjalan, Erdogan berharap bisa berdialog dengan Assad, dan menteri-menteri pertahanan Turki dan Suriah sudah bertemu untuk berdiskusi pada Desember lalu.Menurut pejabat Turki yang berbicara secara anonim itu, penyeberangan perbatasan dari Provinsi Hatay di Turki ke Provinsi Latakia di Suriah kemungkinan akan dibuka kembali.Gempa pada Senin (6/2) menimbulkan dampak yang berat bagi kedua provinsi yang berada di perbatasan tersebut. Sejauh ini, gempa itu telah menewaskan 21 ribu orang di kedua negara.\"Ada rencana untuk membuka gerbang perbatasan Yayladagi-Kasab. Bantuan yang dikirim dari sana akan langsung mencapai wilayah yang dikuasai pemerintah Suriah,\" kata pejabat Turki itu.Dia menambahkan bahwa penyeberangan antarnegara di lokasi lain juga dapat dibuka untuk mengirim bantuan ke Idlib.\"Diskusi dan rencana akan diteruskan untuk membuka perbatasan lain yang akan memungkinkan bantuan (dari Turki) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencapai Idlib dan daerah lain yang hancur lebur karena gempa,\" jelasnya.Saat ini hanya ada satu lintas perbatasan antara Turki dan Suriah yang dibuka, yaitu di Bab Al Hawa.Pintu perbatasan itu ditutup sementara setelah gempa pada Senin, tetapi dibuka kembali pada Kamis (9/2).PBB mengatakan akses melalui Bab Al Hawa adalah satu-satunya jalur untuk mencapai sekitar 4 juta orang yang hidupnya telah bergantung pada bantuan kemanusiaan sebelum gempa terjadi.(sof/ANTARA/Reuters)

Bocah 2 Tahun Diselamatkan Tim SAR Kosovo dari Reruntuhan di Turki

Hatay, FNN - Tim penyelamatan Kosovo berhasil menyelamatkan seorang bocah berusia dua tahun dari puing-puing bangunan runtuh di Provinsi Hatay, Turki pada Kamis.Sedikitnya 12.870 orang meninggal dan 63.000 orang lainnya terluka akibat dua gempa dahsyat yang mengguncang Turki selatan pada Senin (6/2), menurut data resmi terbaru yang dirilis pada Kamis.Gempa kuat bermagnitudo 7,7 dan 7,6 yang berpusat di Provinsi Kahramanmaras berdampak terhadap lebih dari 13 juta orang di 10 provinsi termasuk Adana, Adiyaman, Diyarbakir, Gaziantep, Hatay, Kilis, Malatya, Osmaniye dan Sanliurfa..Sejumlah negara di kawasan itu, seperti Suriah dan Lebanon, juga merasakan guncangan gempa Turki dalam waktu kurang dari 10 jam.(sof/ANTARA)

Rapim TNI-Polri Mestinya Fokus pada Ancaman Perang Dunia Ketiga

Jakarta, FNN - Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri mestinya fokus menghadapi ancaman Perang Dunia Ketiga yang sudah di depan mata. TNI harus belajar dari kesalahan KNIL (Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger) atau tentara kerajaan Hindia Belanda (Indonesia di bawah penjajah kolonial Belanda) pada Januari 1942.  “Dalam dua kali Rapim TNI Polri pada 2022 dan 2023 ini justru lebih fokus pada masalah ekonomi yang bukan tugas utama TNI dan Polri. Padahal sudah ada embrio Perang Dunia Ketiga, diawali dengan invasi Rusia ke Ukrainia. Mengapa pimpinan TNI tidak belajar dari ketidaksiapan KNIL di Indonesia?,” ungkap analis komunikasi politik dan militer dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Selamat Ginting di Jakarta, Kamis (9/2/). Diungkapkan, saat tentara Jepang masuk ke Indonesia, KNIL langsung menyerah tanpa perlawanan. Salah satu sebabnya KNIL tidak segera mempersiapkan tentara untuk berperang. Saat itu Akademi Militer Belanda di Bandung dan Sekolah Perwira KNIL di Jakarta masih asik dengan program baris-berbaris. Padahal pada awal Desember 1941, Jepang sudah  menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawaii. “Jadi hanya dalam hitungan satu bulan dari serangan Jepang ke Pearl Harbour Hawai, Jepang sudah masuk ke sejumlah negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia,” ujar dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unas itu. Selamat Ginting mengingatkan, invasi Rusia ke Ukrainia yang sudah berlangsung satu tahun pada 24 Februari 2023 mendatang, berpotensi kuat menjadi awal berlangsungnya Perang Dunia Ketiga. Apalagi jika Rusia kalah dalam pertempuran di Ukrainia. Mereka akan melakukan perang nuklir yang akan mengancam dunia. Dikemukakan, di belakang Rusia ada Tiongkok, Korea Utara, dan juga kemungkinan Iran. Sementara di belakang Ukrainia ada NATO atau pakta pertahanan Atlantik Utara yang terdiri dari lebih dari 25 negara. Tiga di antaranya Amerika Serikat, Inggris, Prancis memiliki senjata nuklir. Hal yang sama dengan Rusia, Tiongkok, dan Korea Utara. Kekuatan nuklirnya hampir sama besar di antara dua aliansi itu. Aliansi ini, kata Ginting, hampir sama dengan kondisi sebelum pecahnya Perang Dunia Kedua pada 1939-1945. Saat itu Jepang di blok fasisme atau disebut Poros bersama Jerman dan Italia. Sedangkan Belanda yang menduduki Indonesia menjadi bagian dari Sekutu yang dimotori Amerika Serikat dan Inggris. Dia mengungkapkan, pada 1938-1939, orang-orang Jepang sudah masuk ke Indonesia untuk berinvestasi kepada pemerintah Hindia Belanda. Jepang juga menjadi salah satu negara utama tujuan ekspor komoditas dari Hindia Belanda dari kekayaan alam Indonesia. Jepang menjadi pesaing negara-negara Eropa dalam perebutan pasar ekonomi. Situasinya hampir sama dengan saat ini, Tiongkok banyak berinvestasi di Indonesia dan menjadi pesaing negara-negara Barat, utamanya Amerika Serikat.  Pecahnya Perang Dunia Kedua, lanjut Ginting, tentu merugikan Jepang yang telah berinvestasi di Indonesia. Maka pilihannya Jepang harus menyerang Indonesia agar dapat menguasai kekayaan alam dari tangan Sekutu Belanda.  Penguasaan itu untuk kebutuhan perang dan industri. “Saat ini Tiongkok juga bisa berpikir seperti itu terhadap Indonesia jika terjadi Perang Dunia Ketiga,” ungkap Ginting mengingatkan. Ia mengaku tidak pernah mendengar bagaimana Panglima TNI berpidato menyiapkan skenario menghadapi Perang Dunia Ketiga. Kemudian DPR juga masih mempersoalkan hal-hal kecil yang tidak strategis, seperti ketidakhadiran Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dalam rapat kerja. Padahal kunjungan kerja KSAD ke Korea Selatan dan Jepang justru jauh lebih penting, karena melakukan diplomasi militer dengan negara kuat di Asia tersebut. “Militer Indonesia saat ini nomor 13 terkuat di dunia berdasarkan versi situs peringkat militer dunia Global Fire Power (GFP). Tetapi hingga kini publik belum tahu apa yang sedang dipersiapkan pimpinan TNI dalam menghadapi ancaman Perang Dunia Ketiga,” ujar Ketua bidang Politik, Pusat Literasi Komunikasi Politik Unas itu. Disebutkan, Perang Dunia Ketiga akan terjadi jika tidak ada negara kuat yang bisa mencegahnya. Dalam pertemuan G-20 (forum utama kerjasama ekonomi internasional) di Bali Indonesia, ternyata tidak mampu menghentikan invasi Rusia ke Ukrainia. Begitu juga dengan G-7 (tujuh negara dengan ekonomi terkuat), tidak mampu menghentikan perang tersebut. Bahkan kini Amerika Serikat, Prancis dan Jerman sudah mengirimkan bantuan alat utama sistem senjata militer ke Ukrainia. “Apa ini bukan embrio Perang Dunia Ketiga? Rusia sudah mengancam jika negara-negara Barat terlibat di Ukrainia, mereka tak segan akan menembakkan senjata nuklir. Jika ini terjadi, maka perang nukir akan menghancurkan dunia,” ungkap Ginting. Ditegaskannya, pertahanan Indonesia masih rapuh jika harus menghadapi perang dadakan. Logistik juga tidak memungkinkan untuk perang berlarut, karena kondisi keuangan negara akibat krisis. Saat ini dunia juga sedang krisis energi, krisis ekonomi dan krisis pangan.  “Jadi ancaman Perang Dunia Ketiga ini yang mestinya mendapatkan fokus utama dalam Rapim TNI dan Polri. Kekuatan TNI digabung dengan Polri sekitar satu juta personel, apa sudah cukup jika harus menghadapi perang semesta? Kita punya sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (sishankamrata), bagaimana implementasinya jika perang terjadi? Itu yang seharusnya jadi bahasan pokok. Masalah ekonomi mestinya di bawah Kemenko Perekonomian,” pungkas Ginting.(sws)

Kunjungan Mufti Kuala Lumpur untuk Cianjur

Jakarta, FNN - Memasuki bulan ketiga pascagempa yang mengguncang Kabupaten Cianjur, simpati masih terus berdatangan. Selain bantuan lokal untuk korban gempa Cianjur juga datang dari luar negeri. Belum lama ini, rombongan Mufti Kuala Lumpur, Datuk Profesor Madya Dr Luqman bin Haji Abdullah, melakukan kunjungan kemanusiaan ke Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Imam Syafi\'i Cianjur. Lembaga pendidikan Islam ini didirikan dan diasuh oleh ulama terkemuka asal Syiria, Syaikh Muhammad Hasan Hitou. “Kunjungan kami ke STAI Imam Syafi’i merupakan bahasa kemanusiaan. Kami ingin terus memberikan dukungan, menjaga silaturahmi dengan saudara-saudara kita di Indonesia, terkhusus di Cianjur. Hubungan dekat kedua negara serumpun semakin kuat,” imbuh Datuk Luqman dalam keterangannya ke media Rabu (8/2).  Doktor Filsafat Uiversity of Endinburgh UK ini menambahkan, dalam situasi duka tertimpa musibah, proses pendidikan tidak boleh terhenti. “Harapan kami, spirit belajar para mahasiswa tidak surut. Kendati menghadapi situasi yang tidak mudah,” lanjutnya. Berdasarkan pemetaan yang dibuat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kecamatan Pacet tempat berdirinya STAI Imam Syafi’i, merupakan kawasan terdampak gempa Cianjur pada 21 November yang lalu. Usai melakukan muhibah kemanusiaan di Cianjur, Datuk Luqman bin Haji Abdullah lantas melanjutkan lawatannya ke Kementerian Agama. Ia didampingi oleh Ketua Jabatan Sejarah dan Tamadun Islam, Universitas Malaya, Profesor Dr. Mohd Roslan Bin Mohd Nor,  Wakil Pengarah Ijazah Tinggi Akademi Pengajian Islam Universitas Malaya, Profesor Dr. Abdul Karim Bin Ali, DR mustafa Abdullah Dosen senior Ilmu Al-Quran & Tafsir serta Habib Muhammad Haykal Lc., selaku Ketua Manba\'ul Huda Foundation bersama Bapak Fikry bin Thalib  Rombongan Mufti Malaysia diterima langsung oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Dalam sambutannya, Menag memaparkan visi dan misi Kementerian Agama di bawah kepemimpinannya yang terus menggelorakan semangat moderasi beragama. Menteri Yaqut menilai, kesuksesan Malaysia dalam agenda deradikalisasi dapat menjadi inspirasi bagi Indonesia. Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo usai bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim baru-baru ini. Kedua Kepala Negara sepakat untuk bergandengan tangan dalam agenda modrasi beragama. Menurut Datuk Luqman, kesamaan corak Islam di Indonesia dan Malaysia di tengah masyarakat yang majemuk merupakan satu keberkahan. “Di dalam pergaulan antar bangsa dan budaya yang beragam, Islam mampu menunjukkan jati dirinya sebagai petunjuk hidup yang wasathiyah sehingga selalu relevan di setiap zaman dan lingkungan pergaulan,” paparnya. Mohd Roslan Bin Mohd Nor menambahkan, Malaysia berhasil melakukan agenda deradikalisasi secara signifikan. Gerakan sempalan keagamaan yang mengatasnamakan Islam mampu dikurangi hingga mencapai angka 95% seperti data yang dilansir kepolisian Malaysia. Ditambahkan oleh Habib Haykal, bahwa potensi penyebaran radikalisme bisa mucul dari pelosok yang kurang tersentuh dengan syiar Islam. “Oleh karena itu, gerakan pendidikan dan dakwah seperti dikembangkan STAI Imam Syafi’i, harus didorong serta di perbanyak lagi untuk menjangkau masyarakat. Terutama di daerah dan kawasan pedalaman yang rentan tergadai secara aqidah sehingga mudah disusupi paham-paham yang tidak sejalan dengan Islam karena kesenjangan  serta kekosongan generasi alim,” pungkas ulama muda yang juga aktif berdakwah di Malaysia ini. (sws)