KESEHATAN
WHO Catat 3.200 Lebih Kasus Cacar Monyet Secara Global
Bengaluru, FNN - Lebih dari 3.200 kasus yang terkonfirmasi cacar monyet dan satu kematian dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai bagian dari wabah saat ini.Menurut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, diperlukan pengawasan intensif di kalangan masyarakat yang lebih luas, sementara kasus di negara-negara non endemik masih didominasi oleh laki-laki yang berhubungan seks sesama jenis.\"Penularan dari orang ke orang sedang berlangsung dan kemungkinan diremehkan,\" kata Tedros pada pertemuan Komite Darurat Peraturan Kesehatan Internasional (2005), Kamis (23/6).Pertemuan para ahli itu diselenggarakan oleh WHO untuk memutuskan apakah akan menyatakan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global.Sebuah \"darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional\" adalah tingkat kewaspadaan tertinggi di WHO.Sebanyak 48 negara telah melaporkan kasus cacar monyet sejak Mei dalam wabah saat ini.Ada hampir 1.500 kasus yang diduga cacar monyet tahun ini di Afrika Tengah dan 70 kematian, kata Tedros.Tedros meminta negara-negara anggota untuk berbagi informasi tentang virus tersebut karena akan membantu WHO dalam mendukung upaya membendung penularan. (mth/Antara)
Menkes: Taman Sari Yogyakarta Manifestasi Sistem Kesehatan Global
Yogyakarta, FNN - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan eks taman kerajaan yang dipugar menjadi Istana Air Taman Sari Yogyakarta merupakan manifestasi sistem kesehatan global.\"Sejarah dan filosofi Taman Sari menginspirasi kami, para pemimpin kesehatan global, untuk membangun sistem kesehatan global yang tangguh pada saat masa krisis dan siaga dalam masa normal,\" kata Budi Gunadi Sadikin saat membuka agenda The 1st Health Ministers Meeting (HMM) di Hotel Marriot Yogyakarta, Senin.Budi mengatakan bahwa tidak jauh dari tempat pertemuan tersebut, terdapat Istana Air Taman Sari yang berada di lingkungan keraton. Eks taman kerajaan yang sudah ada sejak abad ke-18 itu, awalnya dibangun sebagai taman kompleks untuk Sultan bekerja, bermeditasi, dan beristirahat.\"Taman Sari juga berfungsi sebagai benteng bagi keluarga kerajaan untuk bersembunyi, mengasingkan diri, dan untuk membela diri selama masa krisis,\" katanya.Menkes Budi mengatakan sejarah Taman Sari menjadi inspirasi dalam pembentukan sistem kesehatan global.Pertemuan menteri kesehatan negara anggota G20 dihelat di Yogyakarta, Senin, dengan agenda pembahasan \"Penguatan Arsitektur Kesehatan Global\".Taman Sari dibangun pada waktu sebelum pandemi COVID-19. Tidak hanya berfungsi sebagai ruang publik yang representatif untuk diakses sehari-hari, tetapi juga untuk mengantisipasi krisis di masa depan.“Saat kita menantikan dunia di mana pandemi telah mereda, kita harus memanfaatkannya untuk membangun sistem kesehatan global yang lebih tangguh, tidak hanya untuk hari ini tetapi juga untuk tantangan hari esok. Sebaiknya siapkan payung sebelum hujan,” katanya.Negara-negara anggota G20, kata Budi, telah membuat langkah besar untuk memperkuat arsitektur kesehatan global, untuk lebih mempersiapkan diri menghadapi ancaman kesehatan di masa depan.\"Tahun ini telah dibahas tiga agenda kesehatan global dengan lima topik pembahasan,\" katanya.Tiga agenda yang dimaksud di antaranya memperkuat ketahanan sistem kesehatan global, dengan target capaian ketersediaan sumber daya keuangan untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi.Ketahanan sistem kesehatan juga diwujudkan melalui akses ke tindakan medis darurat, membangun jaringan global pengawasan genomik, laboratorium dan memperkuat mekanisme berbagi data informasi virus yang terpercaya.Agenda kedua adalah menyelaraskan standar protokol kesehatan global melalui kesepakatan sertifikat vaksin yang diakui bersama di titik masuk setiap negara.Agenda terakhir adalah memperluas pusat manufaktur dan penelitian global untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi.Agenda tersebut mengangkat topik pengembangan teknologi vaksin mRNA, perluasan manufaktur global dan pusat penelitian untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi.Hingga saat ini telah terselenggara dua pertemuan kelompok kerja kesehatan yang membahas Penyelarasan Standar Protokol Kesehatan Global dan Memperkuat Ketahanan Sistem Kesehatan Global.Selanjutnya pada Agustus 2022 akan dilaksanakan kelompok kerja kesehatan untuk membahas Perluasan Manufaktur Global dan Pusat Penelitian, Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Respons untuk Pandemi. (mth/Antara)
Per Jumat 168.378.526 Warga Indonesia Sudah Divaksin COVID-19 Lengkap
Jakarta, FNN - Kementerian Kesehatan RI melaporkan sebanyak 168.378.526 warga Indonesia telah mendapatkan dosis vaksin COVID-19 secara lengkap hingga Jumat.Siaran pers Kemenkes yang diterima di Jakarta, Jumat, menyebutkan jumlah warga yang menerima dua dosis vaksin itu mengalami penambahan sebanyak 126.731 orang.Untuk jumlah penerima vaksin dosis pertama bertambah 95.152 orang sehingga kini menjadi 201.095.712 orang.Kemenkes juga menyebutkan penerima dosis vaksin ketiga bertambah sebanyak 423.157 orang sehingga sudah mencapai 48.693.149 orang.Selain mengumumkan data terkini penerima vaksin dosis pertama, kedua dan ketiga, Kemenkes juga merilis target sasaran vaksinasi sebanyak 208.265.720 jiwa.Pada Jumat, terdapat penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 1.220 kasus di Tanah Air.Sementara penambahan jumlah pasien yang sembuh dari penularan COVID-19 secara nasional pada hari ini mencapai 556 pasien.Kemudian penambahan jumlah pasien meninggal akibat COVID-19 tercatat ada 6 pasien.Secara nasional, jumlah kasus aktif naik sebanyak 658 kasus menjadi 7.326 kasus aktif.Jumlah spesimen yang diperiksa pada hari ini ada sebanyak 75.605 spesimen dengan positivity rate sebesar 3,27 persen. (mth/Antara)
Kemenkes Minta Masyarakat Waspada BA.4 dan BA.5 Karena Masih Pandemi
Jakarta, FNN - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 mengingat situasi saat ini masih dalam masa pandemi. \"Walaupun subvarian itu tingkat keparahannya lebih rendah, gejalanya ringan atau mungkin tidak ada gejala, namun kita sikapi sebagai bagian kita tetap waspada karena kita masih masa pandemi,\" ujar Syahril dalam bincang-bincang bertema \"Perkembangan Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia\" yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin. Ia mengemukakan, dari 23 negara yang melaporkan munculnya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, tidak terjadi gejala ataupun lonjakan yang signifikan seperti halnya saat muncul varian awal Delta maupun Omicron. Ia mengingatkan, virus COVID-19 dapat terus bermutasi sehingga disiplin protokol kesehatan serta melengkapi vaksinasi di masyarakat perlu terus dilakukan. \"Virus ini bermutasi terus mulai dari varian Alpha, Delta sampai ke Omicron. Mutasi ini merupakan alami dari suatu makhluk hidup, maka itu kita tingkatkan imunitas kita, kemudian meningkatkan protokol kesehatan,\" tuturnya. Ia menambahkan, dua subvarian itu juga memiliki penurunan kemampuan terhadap terapi antibodi monoklonal serta mampu untuk menghindar atau lolos dari kekebalan yang sudah ada pada seseorang baik dari vaksinasi atau kekebalan secara alamiah. \"Yang mungkin perlu kita waspadai yaitu immune escape, artinya dia menghindar dari imunitas seseorang,\" paparnya. Oleh karena itu, lanjut dia, disiplin protokol kesehatan tetap harus dilakukan mengingat pasien BA.4 dan BA.5 di Indonesia sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap. Syahril menekankan agar masyarakat tidak mempermasalahkan varian COVID-19 karena protokol kesehatan dan pengendaliannya tetap sama. \"Sekali lagi, kita tidak boleh lengah, kita harus hati-hati, waspada walaupun gejalanya tidak terlalu berat. Tapi kalau mengenai orang yang berisiko tinggi, usia lanjut itu harus hati-hati. Jadi intinya protokol kesehatan, salah satunya menggunakan masker, itu harus dijadikan budaya hidup sehat,\" tuturnya. (mth/Antara)
Indonesia Sudah Lepas Dari Ketergantungan Impor Bahan Baku Obat Merah
Jakarta, FNN - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengemukakan bahwa Indonesia telah melepas ketergantungan impor \"povidone iodine\" sebagai bahan baku produksi cairan pembersih luka antiseptik atau obat merah untuk kebutuhan dalam negeri.\"Bahan \'Povidone iodine\' itu dipakai buat obat merah, kalau luka biasanya dikasih Betadine. Itu 100 persen tadinya masih impor, tapi dengan adanya bahan baku ini bisa beli di dalam negeri,\" katanya usai meresmikan pabrik bahan baku obat pavodine iodine di Cikarang, Jawa Barat, Kamis.Ia mengatakan bahan baku obat yang umum dikenal masyarakat sebagai obat merah itu kini diproduksi di dalam negeri oleh PT Kimia Farma Sungwun Pharmachopia Delta Silicone 1 Lippo Cikarang, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.Menurut dia bahan baku povidone iodine didatangkan dari salah satu tambang milik PT Kimia Farma di kawasan Jawa Timur untuk diproduksi bagi kebutuhan konsumen dalam negeri di Cikarang.\"Saya baru tahu, bahwa bahan baku ini ternyata adalah barang tambang yang didatangkan dari tambang miliki Kimia Farma di Jawa Timur,\" katanya.Menkes mengatakan impor bahan baku obat selama ini menguntungkan sektor ekonomi di luar negeri sebab penyerapan tenaga kerja justru terjadi di negara produsen bahan baku.Ia menganalogikan impor povidone iodine layaknya produksi tambang nikel menjadi baja. \"Ini sama kasus nikel jadi baja. Nikelnya diimpor dari Indonesia, balik lagi menjadi baja. Itu kan penambahan nilai ekonominya di luar negeri. Tenaga kerja di serap di luar,\" katanya.Kemenkes mengapresiasi kinerja PT Kimia Farma yang telah berkontribusi membangun ketahanan kesehatan dalam negeri dengan memanfaatkan bahan baku domestik menjadi produk jadi di dalam negeri.\"Bahan tambangnya ada di Jawa Timur, produk jadinya ada di Indonesia. Jadi dari hulu ke hilir, semuanya bisa diproduksi di Indonesia,\" kata Budi Gunadi Sadikin.Pada acara yang sama Direktur Utama PT Kimia Farma Honesti Basyir mengatakan povidone iodine merupakan bagian dari peta jalan produksi 24 bahan baku obat dalam negeri. Sebanyak 12 di antaranya telah diproduksi dan memperoleh sertifikasi serta dinyatakan halal.Bahan baku tersebut di antaranya Klopidogrel, Atorvastatin, Simvastatin, Atorvastatin, Clopidogrel, Efavirenz, dan Entekavir.\"Kalau sekarang Indonesia masih mengimpor lebih dari 90 persen, PT Kimia Farma bisa mengurangi hingga 20 persen ketergantungan bahan baku obat dengan target road map sampai 2026,\" demikian Honesti Basyir. (mth/Antara)
Dokter Spesialis: Penggunaan Masker Lama Munculkan Penyakit Kulit
Solo, FNN - Dokter spesialis kulit Alamanda Murasmita menyebut penggunaan masker wajah terlalu lama memunculkan penyakit kulit yang saat ini banyak dikeluhkan oleh pasien.Dalam pembukaan MM Clinic Cabang Setiabudi di Solo, Sabtu, Alamanda mengatakan pasien dengan keluhan penyakit kulit yang disebut maskne ini melonjak sekitar 20 persen dari sebelumnya.\"Banyak pasien yang dulunya tidak berjerawat, saat pandemi jadi berjerawat. Dulu kan kita tidak kenal adanya maskne, tetapi sejak pandemi banyak orang pakai masker,\" kata Wakil Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) MM Clinic tersebut.Ia mengatakan salah satu penyebabnya adalah usai menggunakan masker terlalu lama, pasien tersebut tidak segera membersihkan wajahnya.Mengenai pelonggaran pemakaian masker oleh pemerintah, ia menyambut baik. Meski demikian, menurut dia, tidak masalah jika masyarakat tetap ingin mengenakan masker terutama di dalam ruangan.\"Namun, tetap harus diperhatikan durasi pemakaiannya, misalnya menggunakan masker sekali pakai dan tiap dua jam sekali harus diganti, plus harus tetap rajin membersihkan muka,\" katanya.Terkait dengan pembukaan cabang baru tersebut, Direktur MM Clinic, Kharisma Riesya Dirgantara mengatakan kondisi pandemi yang makin landai ini berefek positif bagi semua sektor.Ia mengatakan kondisi ekonomi yang membaik memberikan angin segar bagi banyak sektor, termasuk bisnis kesehatan kulit, terutama perawatan tubuh dan wajah.\"Peluang ini kami tangkap, ini momen yang baik, termasuk membangkitkan ekonomi dari sisi kesehatan dan medis. Kami optimistis bisnis menanjak terus sepanjang tahun ini, seiring dengan pelonggaran kebijakan pemerintah,\" katanya. (mth/Antara)
Ajak Buka Masker di Musim Pandemi, Jokowi Dicap sebagai Produsen Kebohongan dan Kebingungan
Jakarta, FNN - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat kebijakan boleh tidak memakai masker di area terbuka mulai Rabu (18/5/2022). Namun masyarakat tetap diminta memakai masker di ruangan tertutup atau dalam transportasi massal. Alasan Jokowi membuat kebijakan itu didasari atas kondisi Covid-19 di Indonesia yang semakin terkendali. Padahal, dalam pernyataan sebelumnya, 25 April 2022, Jokowi mengatakan tidak perlu tergesa-gesa membuka masker. Kebijakan buka masker, kata Jokowi, setidaknya dilakukan sekitar enam bulan lagi. Pengamat politik Rocky Gerung mempertanyakan kebijakan Jokowi yang membingungkan masyarakat. Menurut Rocky, untuk memutuskan lepas masker di masa pandemi Covid-19 harus ada sinyal dari internasional atau Badan Kesehatan Dunia (WHO). “Presiden itu produser kebingungan, sebelumnya dia produser kebohongan. Orang akhirnya melihat Presiden Jokowi itu dari bohong menjadi bingung, dari bingung menjadi bohong. Membohongi masyarakat dan membingungkan para analis,” katanya kepada wartawan senior FNN, Hersubeno Arief dalam kanal YouTube Rocky Gerung Official, Kamis, 19 Mei 2022. Kebingungan ini diperparah dengan pernyataan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito yang menyatakan akan menyesuaikan Keputusan Presiden. “Kan mustinya presiden menyesuaikan dengan hasil riset dari Pak Wiku. Jadi terbalik-balik ini. Kita tidak tahu dasar pemikiran Pak Presiden apa untuk segera membuka, melonggarkan masker. Satu-satunya alasan yang bisa kita duga itu, karena ada big data lagi kan. Jadi big data mengatakan kalau dibuka sekarang ekonomi dalam enam bulan ke depan akan tumbuh. Kira-kira begitu logikanya. Padahal sebetulnya soal dunia, soal pandemi itu harus ada sinyal dari WHO, ada kesepakatan dari epidemiolog dalam negeri terus untuk bikin perbandingan kasus dan mortality atau kasus korban,” paparnya. Masyarakat, kata Rocky tidak mendengar apa pun yang diterangkan oleh Jokowi. Yang masyarakat tahu adalah sebelumnya Jokowi bilang nanti enam bulan lagi. “Jadi, kira-kira di istana itu ada semacam mesin yang setiap pagi dinyalain oleh staf khusus Pak Jokowi, lalu Pak Jokowi nguping mesin itu, lalu mesin itu bilang sekarang, sekarang, sekarang. Jadi kira-kira begitu. Kayak ada mistik, sehingga ilmu pengetahuan tidak dipedulikan oleh beliau,” tegasnya. Pengabaian terhadap ilmu pengetahuan itu ditandai dengan kalkulasi-kalkulasi rasional oleh epidemiolog yang tidak dihitung secara cermat oleh Jokowi. Ia lebih percaya bisiskan ghaib. “Hasil analisis pakar dunia tentang pandemi, diabaikan oleh Pak Jokowi karena dukunnya bilang, sekarang lepas masker. Jadi itu yang disebut ghose in the machine. Ada dukun di mesinnya. Mesin bigdatanya yang harus kita periksa, siapa sebetulnya. Itu intinya,” papar Rocky. Rocky menegaskan, kebijakan semau gue dari presiden akhirnya membuat banyak hal berantakan di tangan Jokowi. Tapi para cebong pasti akan membela mati-matian Jokowi dan akan marah kalau kita bilang berantakan. “Berantakan bagaimana, wong semuanya sudah diatur.” Karena dia sendiri barusan mengatakan enam bulan lagi, terus diubah. “Jadi ini petunjuk bahwa presiden hanya ingin membingungkan publik, karena ada bisikan dari kalangan yang nggak mengerti ilmu pengetahuan. Kalau ikut ilmu pengetahuan, kan mustinya tunggu Satgas kasih sinyal. Tunggu WHO bikin evaluasi, tunggu epidemiologis bikin semacam seminar untuk menyimpulkan,” papar Rocky. Semua sudah telanjur, maka akhirnya para epidemiologis dan Satgas harus mengikuti apa yang sudah diputuskan Jokowi. Rocky menduga nanti mungkin mesinnya akan keluar suara-suara dan bilang ke Pak Jokowi “Anda salah membuat keputusan.“ Oleh karena itu, presiden akan ubah lagi. “Jadi, itu permainan begitu bikin kita - ya sudahlah kalau presiden berbohong masih kita maafkan, tapi kalau presiden membingungkan publik dalam hal yang sangat serius, yaitu kasus Covid-19 dan angkanya masih naik, masih ada kasus yang bertambah, itu artinya kita nggak punya pegangan siapa sebetulnya yang bisa kita anggap sebagai pemberi arah pada kesehatan publik,” paparnya. Menurut Rocky, sebetulnya keterangan presiden itu karena tidak didasarkan pada pengetahuan atau karena kapasitas dia kurang yang mengacaukan semua perencanaan. Perencanaan organisasi perencanaan ekonomis, kan semua berantakan lagi. “Jadi, sekali lagi, selebrasi satu-satunya adalah kita ketawa karena presiden mengucapkan sesuatu yang lucu, bahwa tiga minggu yang lalu bilang nanti enam bulan, sekarang dia bilang hari ini, mulai tanggal 18 Mei 2022, lalu kesibukan terjadi di pusat-pusat epidemiologi, semua cari cara bagaimana menafsirkan keterangan presiden. Ya semua orang dibikin bingung dan dibikin lucu saja,” tegasnya. Dengan kebingungan presiden, Rocky menduga di Fakultas Kedokteran UI orang pada saling kirim meme, “Ini orang pake otak apa nggak. Kira-kira begitu. Apalagi di kalangan netizen, pasti dibully kan,” katanya. Oleh karena itu masyarakat harus bisa menggarisbawahi bahwa Presiden tidak punya kapasitas untuk mengukur apa yang disebut efektivitas kebijakan. Atau mungkin dia baru dapat telpon atau WA dari Elon Musk bahwa Elon Musk akan kirim bantuan untuk mempercepat penanganan covid. Sejak awal sebetulnya, masyarakat ingin agar pandemi ini diolah oleh kaum profesional yang betul-betul punya kemampuan bikin prediksi hitung-hitungan. “Buat apa ada BRIN dibayar, banyak pusat-pusat riset untuk mengaktifkan metodologi, tiba-tiba presiden dengan satu kalimat yang lucu dan ajaib itu mengubah semua perencanaan kebijakan. Jadi itu yang membuat kita tidak percaya bahwa kita punya pemimpin, kita nggak percaya bahwa ada yang memimpin. Yang adalah 2-3 menteri di situ, tapi ada 3-4 dukun juga, untuk menentukan tanggal ajaib kapan Covid dinyatakan selesai,” paparnya. Rocky menegaskan dengan kejadian ini menunjukkan bahwa sinyal-sinyal ilmu pengetahuan tidak dimengerti oleh Jokowi, tetapi justru sinyal-sinyal metafisik yang dia pakai. Jokowi mengambil keputusan sebelum para epidemiologis kasih penanda itu, sebelum WHO kasih sinyal. “Jadi kita bertanya, apa dasar keputusan Pak Jokowi untuk menyatakan masker boleh dibuka. Kalau nggak ada keterangan akademis, pasti ada keterangan metafisik. Kan begitu intinya,” katanya. Karena itu, Rocky menduga ada dukun yang membisikkan Pak Jokowi bahwa ini waktu yang tepat, hari yang tepat, tanggal yang tepat, untuk buka masker supaya nanti ada wisdom baru Pak Jokowi dapat istirahat untuk bikin ekonomi tumbuh lagi itu. “Jadi bermain-main di dalam ketidakjelasan rasionalitas kebijakan, itu yang membingungkan publik, sekaligus membingungkan para pelaku bisnis, baik tukang sayur sampai ojek online. Apalagi perusahaan besar yang berupaya untuk melakukan planning baru, karena mereka menganggap jangan-jangan dua hari lagi Pak Jokowi bilang, enggak yang saya maksud adalah tanggal 18 Juni atau 6 bulan setelah ini. Jadi, kepastian itu yang membuat kita berkesimpulan bahwa ini presiden memang nggak punya kapasitas untuk memimpin Republik Indonesia,” pungkasnya. (sof, sws)
KSP Optimis Angka Prevalensi Stunting Turun Jadi 14 Persen Tahun 2024
Jakarta, FNN - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko optimis angka prevalensi kekerdilan pada anak (stunting) di Indonesia dapat turun menjadi 14 persen di tahun 2024.“Saya ingin memastikan apa yang diinginkan presiden betul-betul berjalan dengan baik di lapangan,” kata Moeldoko dalam Apel Siaga Tim Pendamping Keluarga Nusantara Bergerak yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis.Moeldoko menuturkan salah satu tugas dari kantor staf kepresidenan adalah mengawal dan memastikan program nasional strategis seperti percepatan penurunan stunting yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 bisa berjalan dengan baik.Dalam percepatan penurunan stunting yang dipimpin oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dirinya optimis angka 14 persen dapat tercapai karena sebanyak 600 ribu tim pendamping keluarga (TPK) yang terdiri dari bidan, kader PKK dan kader KB dikerahkan langsung untuk mengawal keluarga.Aktor-aktor yang diturunkan oleh BKKBN tersebut mampu menyelesaikan permasalahan kekerdilan melalui koreksi kondisi kesehatan beserta asupan gizi keluarga.Rangkaian pemeriksaan saat pra-nikah pada calon pasangan pengantin dilakukan guna menghindari ibu terkena anemia atau tak layak hamil. Misalnya seperti mengukur lingkar lengan atas, mengawal pemeriksaan hemoglobin (Hb) dalam darah hingga lingkungan hidup keluarga yakni kondisi gizi, sanitasi dan air bersihnya.“Satu strategi yang akan dijalankan dalam rangka penurunan stunting, saya bisa pastikan dengan cara yang seperti ini target presiden menuju pada 14 persen pada 2024 bisa tercapai. Strategi yang digunakan pertama harus aktornya dulu,” ucap dia.Bagi Provinsi Jawa Barat, Moeldoko mengatakan dengan angka prevalensi yang sudah di bawah rata-rata nasional yang kini sebesar 24,4 persen diharapkan bisa segera turun menuju 14 persen pada tahun 2024.Menurutnya Jawa Barat dapat menjadi benchmarking bagi daerah lain guna memperbaiki daerah yang belum memiliki langkah sesuai atau belum terbukti efektif. Sebab, Jawa Barat sedang menggencarkan pemakaian alat kontrasepsi setelah ibu melahirkan dan memiliki program unggulan Ojek Makanan Balita (Omaba).Moeldoko juga memastikan pihaknya akan terus mengawal dan memastikan setiap perintah yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo dalam membangun Indonesia Emas 2045 dapat tersampaikan dengan baik kepada seluruh lapisan dalam masyarakat Indonesia.“Program strategis nasional harus dikawal karena Presiden mengatakan bukan hanya send tetapi semua apa yang disampaikan harus ter deliver dengan baik,” kata Moeldoko. (mth/Antara)
Pemerintah Susun Strategi Agar Stunting Turun 3 Persen pada 2022
Jakarta, FNN - Pemerintah menyusun sejumlah strategi agar dapat mencapai target penurunan angka stunting sebesar tiga persen pada 2022.\"Kita ingin 2024 itu (angka) \'stunting\' sampai pada level 14 persen, sekarang sudah di angka 24 persen untuk 2021. Sudah ada penurunan dan kita harap pada 2022 ini ada penurunan 3 persen,\" kata Wakil Presiden Ma\'ruf Amin seusai memimpin rapat koordinasi di Istana Wakil Presiden Jakarta, Rabu.Wapres Ma\'ruf Amin memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Pusat yang juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko dan pejabat terkait lainnya.\"Dan ini perlu koordinasi, konvergensi semua kelembagaan termasuk juga pengaturan pendanaannya dari berbagai kementerian dan lembaga. Dari pertemuan ini kita harapkan ada percepatan karena intervensi-intervensi yang dilakukan dari berbagai lembaga bisa efektif dan tepat sasaran,\" tambah Wapres.\"Stunting\" adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. \"Stunting\" terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.Wapres menyebut berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 yang dilakukan Kementerian Kesehatan, angka prevalensi \"stunting\" di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4 persen atau menurun 6,4 persen dari angka 30,8 persen pada 2018.\"Tetapi tantangan kita itu cukup berat karena bagaimana yaitu mencapai target penurunan \'stunting\' 14 persen pada 2024, kali ini tentu menuntut komitmen yang tinggi dan kolaborasi kerja yang baik dari semua pihak,\" ungkap Wapres.Wapres mengungkapkan acuan pemerintah untuk melakukan percepatan penurunan \"stunting\" adalah Peraturan Presiden No 72 tahun 2021 yang berisi soal penguatan aspek intervensi dan sensitivitas melalui pendekatan keluarga, aspek pemantauan dan evaluasi terpadu, aspek pendanaan melalui optimalisasi beragam sumber anggaran, serta aspek kelembagaan melalui pembentukan tim percepatan penurunan \'stunting\' dari pusat hingga ke desa atau kelurahan.\"Berarti targetnya harus 3 persen melalui intervensi spesifik dan sensitif yang tepat sasaran serta didukung data sasaran yang lebih baik dan terintegrasi. Pembentukan TPPS dan tingkat implementasinya hingga di tingkat posyandu,\" tambah Wapres.Kedua, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai ketua tim pelaksana TPPS, perlu didukung seluruh kementerian dan lembaga terkait, selain itu perlu dipastikan agar RAN PASTI (Rencana Aksi Nasional Penurunan Angka Stunting Indonesia) digunakan sebagai pedoman penurunan \'stunting\',\" ungkap Wapres.Ketiga, alokasi anggaran penurunan \"stunting\" pada anggaran 2022 melalui APBN, APBD dan anggaran desa perlu dioptimalkan.\"Kebutuhan anggaran penurunan \'stunting\' perlu dihitung lagi dikalkulasi lagi dikonsolidasikan agar lebih efektif dan efisien,\" ungkap Wapres.Keempat, penurunan \"stunting\" agar difokuskan pada daerah-daerah yang prevalensi \"stunting\" tinggi melalui pendanaan yang terkonsolidasi dan terpadu sehingga lebih efektif dan efisien.\"Selain NTT, Sulawesi Barat, dan Aceh ada juga tujuh provinsi lain yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, NTB dan Papua ini yang perlu mendapat perhatian,\" tegas Wapres. (mth/Antara)
Ahli UGM: Konsumsi Telur Mentah Berdampak Buruk Bagi Kesehatan
Yogyakarta, FNN - Ahli Gizi Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Toto Sudargo, M.Kes mengatakan mengonsumsi telur mentah yang menjadi kebiasaan sebagian masyarakat di Indonesia memiliki dampak buruk bagi kesehatan.\"Sebenarnya banyak efek buruknya ketimbang manfaat yang didapat dari konsumsi telur mentah,\" katanya dalam keterangan pers universitas yang diterima di Yogyakarta, Selasa.Ia menyayangkan pemahaman yang berkembang di masyarakat bahwa konsumsi telur mentah mampu meningkatkan kadar protein dalam tubuh dan membuat stamina lebih segar.Telur mentah, menurut dia, biasanya dikonsumsi sebagian masyarakat bersama susu atau jamu. Bahkan, tidak sedikit yang mengonsumsi telur mentah secara langsung.\"Pemahaman itu keliru,\" kata dosen Departemen Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM ini.Menurut dia, dalam sebuah penelitian yang telah dipublikasikan di \"International Journal of Food Sciences and Nutrition\" tahun 2004 mengungkapkan bahwa penyerapan protein oleh tubuh justru lebih banyak didapatkan dari konsumsi telur yang sudah matang.Pada keadaan mentah, kata dia, protein dari telur yang dapat diserap tubuh hanya sebesar 50 persen. Sedangkan dalam keadaan telur telah matang, protein yang diserap tubuh mampu mencapai 90 persen.Dalam putih telur, kata dia, mengandung avidin yaitu zat protein yang bisa berefek negatif bagi tubuh karena kemampuannya dalam mengikat biotin.Ia menjelaskan biotin merupakan vitamin B7 yang larut dalam air dan diperlukan tubuh dalam proses metabolisme serta pencernaan gula dalam darah.Bahaya lain dari konsumsi telur mentah, lanjut dia, adalah rentan infeksi bakteri Salmonella yang bisa menembus cangkang telur dan masuk hingga ke bagian putih telur.Apabila telur dalam kondisi tidak bersih atau kotor dari peternakan peluang infeksi Salmonella karena konsumsi telur mentah sangat besar.\"Infeksi Salmonella bisa memicu kejang, mual, muntah, diare, bahkan kematian,\" kata dia.Ia menjelaskan bahwa telur sarat akan kandungan gizi dan vitamin yakni vitamin A dan vitamin D. Selain itu juga protein, lemak, omega 3, omega 6, kalsium, fosfor, potassium, serta sodium, serta kolesterol.Meskipun kaya gizi, ia menyebutkan kandungan vitamin dalam telur bisa rusak bahkan hilang saat proses pengolahan atau memasak dilakukan dengan tidak tepat.Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah dengan memasak dalam suhu yang stabil dan tidak terlalu lama baik dalam kondisi direbus maupun digoreng demikian Toto Sudargo. (mth/Antara)