KESEHATAN

Hari Kelima Herianto Mogok Makan Akhirnya Tumbang dan Dilarikan ke Rumah Sakit

Jakarta, FNN - Herianto yang melakukan aksi mogok makan di depan Gedung Kemenaker Jakarta, di hari yang kelima kondisinya kritis, ia tumbang sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit terdekat. Menurut saksi mata, bernama Ado, ia melihat Herianto pucat, terlihat lemas dan terus menerus memegang perut karena kesakitan, lalu lunglai dan tumbang. Karena melihat kondisi tersebut tadi malam di hari ke lima  Herianto dilarikan ke RSUD Mampang Prapatan Jakarra Selatan. \"Saya lihat kondisinya lemah, lalu diangkat dan dilarikan  ke rumah sakit,\" kata Ado. Diketahui Herianto melakukan aksi mogok makan sejak 25 Juli lalu di Kemenaker untuk menuntut haknya karena cacat permanen akibat kecelakaan kerja, juga meminta Menaker menindak tegas PT.Bumi Hutani Lestari (BHL). (sws)

Hari Keempat Aksi Mogok Makan Herianto: Kondisi Makin Kritis

Jakarta, FNN - Herianto pria 46 tahun kelahiran Ciamis, Jawa Barat, hingga hari ke empat masih bertahan di depan kantor Kemnaker menggelar aksi mogok makan. Kondisi kesehatannya semakin menurun. \"Saya alami pusing dan sakit perut dan keluar darah pas saya buang air tapi saya tidak ingin terlihat lemah apalagi di hadapan orang-orang kemnaker,\" kata Herianto. Sejak Senin 25 Juli 2022 hari pertama Herianto menggelar aksi mogok makan, M.Ridwansyah & M.Thoriq,  perwakilan dari Front Millenial Jabodetabek telah mencoba berinteraksi dan akan mengawal perjuangan Herianto sampai tuntutan dan hak-haknya terpenuhi. Di hari ke empat ini Front Millenial Jabodetabek (FMJ) kembali menemui Herianto sebagai bentuk solidaritas dan pengawalan terhadap kasusnya.  \"Kami dari mahasiswa menyatakan ini adalah bentuk tamparan keras kepada lembaga terkait bahwa sampai hari ini masih banyak kasus-kasus pelanggaran terhadap para pekerja dan salah satunya yang dialami Herianto sejak 2015 lalu,\" kata Ridwansyah. Ridwansyah menyimpulkan dari cerita Herianto memilih sikap melakukan aksi mogok makan di depan kantor Kemnaker merupakan upaya terakhir yang ia tekadkan. Sebab sejak 2017 sudah banyak upaya yang dilakukan diantaranya secara prosedural, namun tidak sama sekali mendapatkan titik terang atas tuntutannya. Menurut Herianto sejak hari pertama sudah beberapa kali ada pihak perwakilan dari Kemnaker yang menemui Herianto. \"Tadi juga ada yang ke sini lagi bilangnya dari Direktorat pemeriksaan meminta saya untuk masuk kedalam dengan embel-embel mau di urus, tapi saya inginnya ibu menteri yang menemui saya disini, saya sudah 4 hari kok seakan tidak dilihat,\" kata Herianto. \"Juga tadi ada anak magang yang disuruh anter makanan ke saya, sejak kemarin juga tidak pernah saya terima, saya tidak bercanda untuk mogok makan,\" katanya. \"Saya melihat tadi sore mobil ibu menteri keluar dari kantor tapi nemuin saya juga ngga,\" kata Herianto. Front Millenial Jabodetabek (FMJ) melihat upaya interaksi pihak-pihak Kemnaker kepada Herianto hanya untuk melemahkan semangat dan mencoba melakukan provokasi dengan cara berkali-kali memberikan makanan padahal jelas-jelas Herianto melakukan aksi mogok makan. Adapun tuntutan Herianto dengan harapan dipenuhi seluruhnya, kami FMJ mendukung tuntutan tersebut yaitu: 1. Kemenaker harus memberikan sanksi tegas kepada PT BUMI HUTANI LESTARI, Atas tindakan sewenang-weanang dan melawan Hukum yang dilakukan kepada Herianto  dan Pekerja lainnya. 2.  Perusahaan harus bertanggungjawab untuk memberikan hak kepada Herianto sebagai Pekerja diantaranya adalah Upah dan jaminan Kecelakaan Kerja DLL. 3. Mendesak Kemenaker untuk mewujudkan keadilan dan memberikan perlindungan hukum kepada para Pekerja yang memiliki nasib yang sama. (sws)

IDI Sambut Baik Rencana "Booster" Kedua untuk Nakes

Jakarta, FNN - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyambut baik rencana Pemerintah untuk memberikan vaksinasi COVID-19 dosis booster kedua bagi sumber daya manusia (SDM) kesehatan.\"IDI menyambut baik booster kedua vaksinasi COVID-19 untuk tenaga kesehatan ini. Vaksinasi terbukti telah menyelamatkan banyak nyawa, mengurangi tekanan pada fasilitas Kesehatan dan memungkinkan kita belajar hidup dengan virus,\" ujar Ketua Umum PB IDI dr M. Adib Khumaidi, SpOT dalam keterangannya diterima di Jakarta, Jumat.Hal ini dikarenakan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan merupakan kelompok yang memiliki risiko tinggi terpapar COVID-19, selain juga mempertimbangkan semakin banyaknya jumlah tenaga kesehatan yang terinfeksi COVID-19Adib menambahkan bahwa tujuan utama vaksinasi ini untuk melindungi dari tingkat rawat inap di Rumah Sakit, keparahan, dan kematian.\"Oleh karena itu, dosis booster diperlukan karena imunitas terhadap COVID-19 mulai menurun setelah enam bulan keatas dari vaksinasi terakhir. Selain itu, varian baru juga memiliki sifat yang jauh lebih menular,\" jelas Adib.IDI juga meminta pemerintah tetap mendorong vaksinasi booster atau dosis ketiga bagi masyarakat agar kekebalan komunitas tercapai.\"Namun meski telah divaksinasi baik booster ataupun bukan, seluruh tenaga Kesehatan harus tetap melaksanakan protokol Kesehatan ketat dengan menggunakan Alat pelindung Diri (APD) saat pelayanan Kesehatan, dan juga protokol Kesehatan umum saat sedang tidak pelayanan,” kata Adib.Sekjen PB IDI dr Ulul Albab, SpOG juga menyampaikan bahwa vaksinasi booster ni adalah misi nasional.\"Vaksin adalah cara terbaik untuk melindungi diri Anda dan orang yang Anda cintai dan kami mendorong semua orang untuk mendapatkan vaksinasi sesegera mungkin,\" kata dia.Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian penyakit Kementerian Kesehatan RI telah mengeluarkan Surat Edaran No HK 02.02/C/ 3615 /2022 Tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster Ke-2 Bagi Sumber Daya Manusia Kesehatan.Vaksinasi Booster Kedua untuk tenaga kesehatan akan dilakukan mulai Jumat, 29 Juli 2022 di semua fasilitas Kesehatan di Indonesia. Sementara vaksinasi booster untuk masyarakat dapat diakses selain melalui fasilitas Kesehatan (puskesmas), juga melalui sentra vaksinasi yang dibuka oleh Pemerintah Daerah setempat. (mth/Antara)

BA.5, Varian Penyebab Infeksi COVID-19 Berulang

London, FNN - Varian BA.5 dari keluarga Omicron adalah varian terkini virus corona yang memicu gelombang baru COVID-19 di seluruh dunia.Menurut laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian itu berada di balik 52 persen kasus pada akhir Juni, naik dari 37 persen dalam sepekan.Di Amerika Serikat, varian ini diperkirakan menjadi penyebab sekitar 65 persen kasus COVID-19.Angka Kasus MeningkatBA.5 bukan varian baru. Pertama kali ditemukan pada Januari, varian itu telah dipantau oleh WHO sejak April.BA.5 adalah saudara dari Omicron, varian yang mendominasi dunia sejak akhir 2021, dan pemicu lonjakan kasus di banyak negara, termasuk Afrika Selatan tempat varian itu pertama ditemukan, Inggris, dan Australia.Kasus-kasus infeksi virus corona di seluruh dunia kini meningkat selama empat pekan berturut-turut, menurut data WHO.Kenapa Cepat Menyebar?Seperti saudara dekatnya, BA.4, BA.5 memiliki kemampuan yang baik untuk menghindari perlindungan imun yang diperoleh dari vaksinasi atau infeksi sebelumnya.Dengan kemampuan itu, \"BA.5 memiliki kelebihan dalam penyebaran dibandingkan dengan turunan-turunan Omicron yang beredar,\" kata Maria Van Kerkhove, kepala tim teknis bidang COVID-19 di WHO dalam jumpa pers, Selasa.Bagi kebanyakan orang, hal itu berarti varian itu mampu menginfeksi ulang seseorang, meskipun orang tersebut baru saja sembuh dari COVID-19.Van Kerkhove mengatakan WHO sedang mendalami laporan kasus-kasus infeksi berulang.\"Kami punya cukup bukti bahwa orang-orang yang pernah terkena Omicron terinfeksi lagi dengan BA.5. Tak ada keraguan tentang hal itu,\" kata Gregory Poland, pakar virologi dan peneliti vaksin di Mayo Clinic di Rochester, Minnesota.Jika BA.5 menjadi varian yang umum ditemukan sekarang, hal itu semata-mata karena banyak orang pernah terinfeksi Omicron, menurut para peneliti.Tidak Lebih ParahMeski peningkatan kasus telah menyebabkan lebih banyak orang yang dirawat di sejumlah negara, angka kematian tidak bertambah secara drastis.Hal itu sebagian besar disebabkan oleh vaksin, yang tetap melindungi penerimanya dari penyakit parah dan kematian akibat COVID-19.Para produsen dan regulator juga berusaha mengembangkan vaksin yang langsung menyasar varian-varian baru Omicron.Belum ada bukti bahwa BA.5 lebih berbahaya daripada varian Omicron lainnya, kata Van Kerkhove, meskipun lonjakan kasus dapat membebani layanan kesehatan dan membawa risiko \"long COVID\" kepada lebih banyak orang.WHO dan para ahli lainnya juga mengatakan bahwa pandemi saat ini, yang berkepanjangan akibat ketidaksetaraan vaksin dan keinginan banyak negara untuk \"hidup bersama COVID\", hanya akan menciptakan lebih banyak varian baru yang sulit diprediksi.Para ilmuwan kini sedang mencermati BA.2.75, yang pertama kali terdeteksi di India. Varian itu memiliki sejumlah besar mutasi dan menyebar dengan cepat.WHO mengatakan pada Selasa bahwa pandemi COVID-19 masih menjadi darurat kesehatan global, dan negara-negara harus mempertimbangkan aturan kesehatan publik seperti memakai masker dan menjaga jarak ketika kasus melonjak, selain vaksinasi.\"Apa yang secara fundamental tidak dipahami masyarakat adalah bahwa ketika ada penularan yang tinggi di komunitas, (virus) ini akan bermutasi,\" kata Poland. \"Tak ada yang tahu apa yang terjadi berikutnya. Kita sedang bermain api.\" (Sof/ANTARA/Reuters)

Jokowi Kembali Minta Masyarakat Pakai Masker di Luar Ruangan

Jakarta, FNN – Pertengahan bulan Mei lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kebijakan pelonggaran penggunaan masker di luar ruangan.  Namun, untuk menyikapi pandemi covid-19, Jokowi kembali meminta masyarakat memakai masker, baik di dalam maupun di luar ruangan. Hal ini dikatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (10/7/22). “Saya juga ingin mengingatkan kepada kita semuanya bahwa Covid-19 masih ada. Oleh sebab itu, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan, memakai masker adalah masih sebuah keharusan,\" kata Jokowi  Wartawan senior FNN Hersubeno Arief dalam kanal YouTube Off The Record FNN, Senin (11/7/22) mengomentari bahwa ini seperti ada pakem bahwa menafsirkan pernyataan pak Jokowi itu harus terbalik, jadi kalo pak Jokowi meminta untuk melepas masker berarti itu tetap memakai masker. Selain itu kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda), Jokowi meminta untuk terus memperkuat pengawasan, salah satunya mengawasi interaksi masyarakatnya. Tidak hanya itu, Presiden Jokowi juga menekankan, bahwa vaksinasi booster harus segera dilakukan. \"Karena emang faktanya Covid-19 itu masih ada, utamanya yang varian BA.4 dan BA.5 di semua negara. Alhamdulillah kita masih berada pada angka-angka yang masih terkendali, negara-negara lain ada yang masih di atas 100 ribu kasus hariannya,\" katanya. “Jadi ambilah langkah yang bijak, sejak awal saya sudah mengingatkan jangan buka masker terlebih dahulu, karena covid-19 masih belum menentu, dan kita tau kebijakan di Indonesia itukan diambil kadang-kadang itu ‘tiba masa tiba akal’,” ujar Hersubeno. (Lia)

WHO Catat 3.200 Lebih Kasus Cacar Monyet Secara Global

Bengaluru, FNN - Lebih dari 3.200 kasus yang terkonfirmasi cacar monyet dan satu kematian dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai bagian dari wabah saat ini.Menurut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, diperlukan pengawasan intensif di kalangan masyarakat yang lebih luas, sementara kasus di negara-negara non endemik masih didominasi oleh laki-laki yang berhubungan seks sesama jenis.\"Penularan dari orang ke orang sedang berlangsung dan kemungkinan diremehkan,\" kata Tedros pada pertemuan Komite Darurat Peraturan Kesehatan Internasional (2005), Kamis (23/6).Pertemuan para ahli itu diselenggarakan oleh WHO untuk memutuskan apakah akan menyatakan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global.Sebuah \"darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional\" adalah tingkat kewaspadaan tertinggi di WHO.Sebanyak 48 negara telah melaporkan kasus cacar monyet sejak Mei dalam wabah saat ini.Ada hampir 1.500 kasus yang diduga cacar monyet tahun ini di Afrika Tengah dan 70 kematian, kata Tedros.Tedros meminta negara-negara anggota untuk berbagi informasi tentang virus tersebut karena akan membantu WHO dalam mendukung upaya membendung penularan. (mth/Antara)

Menkes: Taman Sari Yogyakarta Manifestasi Sistem Kesehatan Global

Yogyakarta, FNN - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan eks taman kerajaan yang dipugar menjadi Istana Air Taman Sari Yogyakarta merupakan manifestasi sistem kesehatan global.\"Sejarah dan filosofi Taman Sari menginspirasi kami, para pemimpin kesehatan global, untuk membangun sistem kesehatan global yang tangguh pada saat masa krisis dan siaga dalam masa normal,\" kata Budi Gunadi Sadikin saat membuka agenda The 1st Health Ministers Meeting (HMM) di Hotel Marriot Yogyakarta, Senin.Budi mengatakan bahwa tidak jauh dari tempat pertemuan tersebut, terdapat Istana Air Taman Sari yang berada di lingkungan keraton. Eks taman kerajaan yang sudah ada sejak abad ke-18 itu, awalnya dibangun sebagai taman kompleks untuk Sultan bekerja, bermeditasi, dan beristirahat.\"Taman Sari juga berfungsi sebagai benteng bagi keluarga kerajaan untuk bersembunyi, mengasingkan diri, dan untuk membela diri selama masa krisis,\" katanya.Menkes Budi mengatakan sejarah Taman Sari menjadi inspirasi dalam pembentukan sistem kesehatan global.Pertemuan menteri kesehatan negara anggota G20 dihelat di Yogyakarta, Senin, dengan agenda pembahasan \"Penguatan Arsitektur Kesehatan Global\".Taman Sari dibangun pada waktu sebelum pandemi COVID-19. Tidak hanya berfungsi sebagai ruang publik yang representatif untuk diakses sehari-hari, tetapi juga untuk mengantisipasi krisis di masa depan.“Saat kita menantikan dunia di mana pandemi telah mereda, kita harus memanfaatkannya untuk membangun sistem kesehatan global yang lebih tangguh, tidak hanya untuk hari ini tetapi juga untuk tantangan hari esok. Sebaiknya siapkan payung sebelum hujan,” katanya.Negara-negara anggota G20, kata Budi, telah membuat langkah besar untuk memperkuat arsitektur kesehatan global, untuk lebih mempersiapkan diri menghadapi ancaman kesehatan di masa depan.\"Tahun ini telah dibahas tiga agenda kesehatan global dengan lima topik pembahasan,\" katanya.Tiga agenda yang dimaksud di antaranya memperkuat ketahanan sistem kesehatan global, dengan target capaian ketersediaan sumber daya keuangan untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi.Ketahanan sistem kesehatan juga diwujudkan melalui akses ke tindakan medis darurat, membangun jaringan global pengawasan genomik, laboratorium dan memperkuat mekanisme berbagi data informasi virus yang terpercaya.Agenda kedua adalah menyelaraskan standar protokol kesehatan global melalui kesepakatan sertifikat vaksin yang diakui bersama di titik masuk setiap negara.Agenda terakhir adalah memperluas pusat manufaktur dan penelitian global untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi.Agenda tersebut mengangkat topik pengembangan teknologi vaksin mRNA, perluasan manufaktur global dan pusat penelitian untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi.Hingga saat ini telah terselenggara dua pertemuan kelompok kerja kesehatan yang membahas Penyelarasan Standar Protokol Kesehatan Global dan Memperkuat Ketahanan Sistem Kesehatan Global.Selanjutnya pada Agustus 2022 akan dilaksanakan kelompok kerja kesehatan untuk membahas Perluasan Manufaktur Global dan Pusat Penelitian, Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Respons untuk Pandemi. (mth/Antara)

Per Jumat 168.378.526 Warga Indonesia Sudah Divaksin COVID-19 Lengkap

Jakarta, FNN - Kementerian Kesehatan RI melaporkan sebanyak 168.378.526 warga Indonesia telah mendapatkan dosis vaksin COVID-19 secara lengkap hingga Jumat.Siaran pers Kemenkes yang diterima di Jakarta, Jumat, menyebutkan jumlah warga yang menerima dua dosis vaksin itu mengalami penambahan sebanyak 126.731 orang.Untuk jumlah penerima vaksin dosis pertama bertambah 95.152 orang sehingga kini menjadi 201.095.712 orang.Kemenkes juga menyebutkan penerima dosis vaksin ketiga bertambah sebanyak 423.157 orang sehingga sudah mencapai 48.693.149 orang.Selain mengumumkan data terkini penerima vaksin dosis pertama, kedua dan ketiga, Kemenkes juga merilis target sasaran vaksinasi sebanyak 208.265.720 jiwa.Pada Jumat, terdapat penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 1.220 kasus di Tanah Air.Sementara penambahan jumlah pasien yang sembuh dari penularan COVID-19 secara nasional pada hari ini mencapai 556 pasien.Kemudian penambahan jumlah pasien meninggal akibat COVID-19 tercatat ada 6 pasien.Secara nasional, jumlah kasus aktif naik sebanyak 658 kasus menjadi 7.326 kasus aktif.Jumlah spesimen yang diperiksa pada hari ini ada sebanyak 75.605 spesimen dengan positivity rate sebesar 3,27 persen. (mth/Antara)

Kemenkes Minta Masyarakat Waspada BA.4 dan BA.5 Karena Masih Pandemi

  Jakarta, FNN - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 mengingat situasi saat ini masih dalam masa pandemi. \"Walaupun subvarian itu tingkat keparahannya lebih rendah, gejalanya ringan atau mungkin tidak ada gejala, namun kita sikapi sebagai bagian kita tetap waspada karena kita masih masa pandemi,\" ujar Syahril dalam bincang-bincang bertema \"Perkembangan Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia\" yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin. Ia mengemukakan, dari 23 negara yang melaporkan munculnya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, tidak terjadi gejala ataupun lonjakan yang signifikan seperti halnya saat muncul varian awal Delta maupun Omicron. Ia mengingatkan, virus COVID-19 dapat terus bermutasi sehingga disiplin protokol kesehatan serta melengkapi vaksinasi di masyarakat perlu terus dilakukan. \"Virus ini bermutasi terus mulai dari varian Alpha, Delta sampai ke Omicron. Mutasi ini merupakan alami dari suatu makhluk hidup, maka itu kita tingkatkan imunitas kita, kemudian meningkatkan protokol kesehatan,\" tuturnya. Ia menambahkan, dua subvarian itu juga memiliki penurunan kemampuan terhadap terapi antibodi monoklonal serta mampu untuk menghindar atau lolos dari kekebalan yang sudah ada pada seseorang baik dari vaksinasi atau kekebalan secara alamiah. \"Yang mungkin perlu kita waspadai yaitu immune escape, artinya dia menghindar dari imunitas seseorang,\" paparnya. Oleh karena itu, lanjut dia, disiplin protokol kesehatan tetap harus dilakukan mengingat pasien BA.4 dan BA.5 di Indonesia sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap. Syahril menekankan agar masyarakat tidak mempermasalahkan varian COVID-19 karena protokol kesehatan dan pengendaliannya tetap sama. \"Sekali lagi, kita tidak boleh lengah, kita harus hati-hati, waspada walaupun gejalanya tidak terlalu berat. Tapi kalau mengenai orang yang berisiko tinggi, usia lanjut itu harus hati-hati. Jadi intinya protokol kesehatan, salah satunya menggunakan masker, itu harus dijadikan budaya hidup sehat,\" tuturnya. (mth/Antara)  

Indonesia Sudah Lepas Dari Ketergantungan Impor Bahan Baku Obat Merah

Jakarta, FNN - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengemukakan bahwa Indonesia telah melepas ketergantungan impor \"povidone iodine\" sebagai bahan baku produksi cairan pembersih luka antiseptik atau obat merah untuk kebutuhan dalam negeri.\"Bahan \'Povidone iodine\' itu dipakai buat obat merah, kalau luka biasanya dikasih Betadine. Itu 100 persen tadinya masih impor, tapi dengan adanya bahan baku ini bisa beli di dalam negeri,\" katanya usai meresmikan pabrik bahan baku obat pavodine iodine di Cikarang, Jawa Barat, Kamis.Ia mengatakan bahan baku obat yang umum dikenal masyarakat sebagai obat merah itu kini diproduksi di dalam negeri oleh PT Kimia Farma Sungwun Pharmachopia Delta Silicone 1 Lippo Cikarang, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.Menurut dia bahan baku povidone iodine didatangkan dari salah satu tambang milik PT Kimia Farma di kawasan Jawa Timur untuk diproduksi bagi kebutuhan konsumen dalam negeri di Cikarang.\"Saya baru tahu, bahwa bahan baku ini ternyata adalah barang tambang yang didatangkan dari tambang miliki Kimia Farma di Jawa Timur,\" katanya.Menkes mengatakan impor bahan baku obat selama ini menguntungkan sektor ekonomi di luar negeri sebab penyerapan tenaga kerja justru terjadi di negara produsen bahan baku.Ia menganalogikan impor povidone iodine layaknya produksi tambang nikel menjadi baja. \"Ini sama kasus nikel jadi baja. Nikelnya diimpor dari Indonesia, balik lagi menjadi baja. Itu kan penambahan nilai ekonominya di luar negeri. Tenaga kerja di serap di luar,\" katanya.Kemenkes mengapresiasi kinerja PT Kimia Farma yang telah berkontribusi membangun ketahanan kesehatan dalam negeri dengan memanfaatkan bahan baku domestik menjadi produk jadi di dalam negeri.\"Bahan tambangnya ada di Jawa Timur, produk jadinya ada di Indonesia. Jadi dari hulu ke hilir, semuanya bisa diproduksi di Indonesia,\" kata Budi Gunadi Sadikin.Pada acara yang sama Direktur Utama PT Kimia Farma Honesti Basyir mengatakan povidone iodine merupakan bagian dari peta jalan produksi 24 bahan baku obat dalam negeri. Sebanyak 12 di antaranya telah diproduksi dan memperoleh sertifikasi serta dinyatakan halal.Bahan baku tersebut di antaranya Klopidogrel, Atorvastatin, Simvastatin, Atorvastatin, Clopidogrel, Efavirenz, dan Entekavir.\"Kalau sekarang Indonesia masih mengimpor lebih dari 90 persen, PT Kimia Farma bisa mengurangi hingga 20 persen ketergantungan bahan baku obat dengan target road map sampai 2026,\" demikian Honesti Basyir. (mth/Antara)