ALL CATEGORY
Kawasan PIK Dipadati Pengunjung Tahun Baru 2022
Jakarta, FNN - Kawasan Sea Side Wonderland Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta Utara, dipadati warga untuk menyambut Tahun Baru 2022 pada Sabtu.Warga yang terdiri atas anak anak, muda-mudi hingga orang tua menikmati pemandangan di lokasi.Walaupun ramai, seluruh pengunjung mematuhi protokol kesehatan (prokes) seperti menjaga jarak hingga memakai masker.Sebelum memasuki kawasan Sea Side Wonderland, para pengunjung diharuskan memindai (scan) kode batang (barcode) PeduliLindungi di pintu masuk.Petugas keamanan memeriksa suhu pengunjung dengan alat pengukur suhu. Petugas juga menyiapkan tempat cuci tangan dan menyediakan sabun cuci tangan (hand sanitizer) di pintu masuk kawasan wisata itu. Tidak hanya menikmati pemandangan, para pengunjung juga bisa menikmati beragam makanan.Syawal (56), salah satu warga yang berkunjung di lokasi ini mengaku senang dengan tempat wisata ini.\"Saya terus terang baru pertama kali ke sini. Menurut saya tempatnya bagus, pas buat bawa keluarga karena ada tempat untuk bermain anaknya juga,\" kata Syawal yang mengaku datang dari kawasan Tangerang Selatan ini.Selain itu, pilihan makanan yang ditawarkan juga beragam dan harganya juga terjangkau. Namun dia menyarankan datang ke sini pagi atau sore hari demi menghindari panas matahari maupun hujan.\"Ya enaknya sih sore sore yah, karena kalau sekarang terik banget di sini. Jadi panas,\" kata dia. Salah satu penjual makanan bernama Ahmad mengatakan kawasan ini memang kerap ramai pada saat pagi dan sore hari.\"Biasanya kalau masuk ke siang pengunjung mulai sedikit. Nah sore mulai berdatangan lagi nih jadi tambah banyak,\" kata dia.Bahkan tempat ini akan semakin ramai jika memasuki malam hari. Dia mengatakan pengunjung cukup ramai pada Sabtu ini lantaran bertepatan dengan suasana libur Tahun Baru.\"Ya wajar sih ini ramai banget. Karena libur dan pasti banyak warga di luar PIK yang mampir jalan jalan ke sini,\" kata dia. (mth)
Kemanusiaan di Ambang Kehancurannya
Di sìnilah sejatinya Islam harus hadir atau tampil sebagai penyelamat (salvation). Meminjam slogan populer yang klasik Islam itu adalah Solusi (al-Islamu hallun). Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation TAK disangkal lagi bahwa dua tahun terakhir kehidupan manusia menghadapi tantangan yang luar biasa. Bahkan tidak berlebihan jika saya katakan tantangan itu telah melampaui imajinasi kemanusiaan kita (beyond our human imagination). Berbagai manipulasi kehidupan, termasuk alam, mengakibatkan perubahan iklim (climate change) yang dahsyat. Akibatnya bencana alam terjadi di mana-mana. Sebuah ancaman yang bukan main-main. Perubahan iklim adalah salah satu ancaman masa kini dan masa depan yang paling nyata. Belum lagi berbagai kekerasan masih terjadi di berbagai belahan dunia. Peperangan dan berbagai kekerasan terhadap kaum lemah terus terjadi. Mereka yang berjuang untuk mendapatkan hak-hak dasar manusianya semakin suram. Dari Rohingyah ke Uighur, dari India dan Kashmir ke Afghanistan, hingga ke Yaman, Suriah, Irak, dan tentunya Palestina. Covid 19 telah menimbulkan berbagai krisis (multi crisis) yang luar biasa. Begitu banyak yang meninggal, sakit, dan juga kehilangan sumber kehidupannya. Ekonomi bagi rakyat umum semakin berat akibat pandemi ini. Yang semakin disayangkan adalah karena di saat-saat sulit ini mereka yang kaya semakin kaya justeru di tengah kemiskinan yang semakin menjadi-jadi. Yang terburuk dari pandemi Covid 19 ini adalah dampak kejiwaan masyarakat. Di Amerika misalnya apa yang dikenal dengan “mental health crisis” menjadi pandemic beyond the pandemic (musibah di balik musibah). Di rumah sakit-rumah sakit misalnya, departmen yang paling ramai adalah “psychic Departement”. Ancaman Kemanusiaan Tapi dari sekian permasalahan yang dihadapi oleh manusia saat ini, tidak ada yang lebih berbahaya dari bahaya ancaman hilangnya kemanusiaan (humanity) manusia itu sendiri. Sebuah ancaman yang akan menghancurkan segala harapan dan capaian (achievement) manusia. Kemajuan material, ketinggian Ilmu dan teknologi, hingga kemampuan manusia menembus angkasa luar tidak akan bermakna ketika kemanusiaan manusia telah hilang. Sesungguhnya hilangnya “insaniyat” (kemanusiaan/humanity) manusia menjadikan seseorang nampak seperti manusia tapi secara hakikat bukan lagi manusia. Itu akan nampak dalam prilaku yang terkadang lebih jahat dari prilaku dunia binatang (kal-an’am bal hum adhollu). Ada beberapa indikasi ketika manusia kehilangan kemanusiaannya. Saya hanya akan menyebutkan tiga indikasi penting yang saling terkait. Pertama, manusia mengalami ketamakan hidup yang tak terkontrol. Hawa nafsu material dunianya tidak akan terbendung lagi. Sehingga dalam karakter mereka tidak lagi mengenal batas-batas mana yang baik dan mana yang buruk. Mereka akan melakukan apa saja untuk memenuhi tuntutan hawa nafsu dunianya yang tiada batas. Kedua, manusia mengalami sebuah keadaan yang menjadikannya kehilangan ketenangan dan ketentraman hidup. Keadaan itu yang digambarkan dalam Al-Quran dengan “al-khauf” (rasa takut) dan “al-hazan” (rasa sedih). Manusia akan selalu dibayang-bayangi oleh ancaman hari esok. Tapi sekaligus dibebani oleh kesedihan hari kemarin. Kedua penyakit ini disebutkan oleh Al-Quran terjadi ketika manusia tidak lagi berpegang kepada petunjuk Allah SWT. Ketiga, hilangnya kepuasan dalam hidup manusia (al-qona’ah). Kemajuan ekonomi dengan segala fasilitas dunia yang luar biasa tidak menjadikan manusia merasakan kepuasan dan ketenangan. Akibatnya manusia yang mencari kepuasan di tengah rimba dunianya bagaikan sedang memburu fatamorgana. Semakin diburu semakin menjauh. Situasi ini menjadikan manusia mencari dan mencari tanpa pertimbangan apapun. “Life style hewani” kerap terjadi akibat pencarian kepuasan yang tiada ujung itu. Intervensi Islam sebagai Penyelamat Di sìnilah sejatinya Islam harus hadir atau tampil sebagai penyelamat (salvation). Meminjam slogan populer yang klasik Islam itu adalah Solusi (al-Islamu hallun). Ada beberapa alasan dasar Kenapa Islam harus hadir sebagai penyelamat. Satu, karena memang konsep iman itu adalah konse aktif dan dinamis. Iman bukan angan-angan (tamanni) dan bukan juga khayalan (takhalli). Tapi sebuah kekuatan hati yang terekspresi dalam karya dan inovasi. Di sinilah iman akan hadir dengan solusi terhadap berbagai permasalahan hidup manusia. Dua, konsep Dakwah dalam Islam merujuk kepada komitmen perbaikan (in uriida illa al-Islah). Memperbaiki jiwa dna fitrah manusia agar kembali ke jalan Allah. Karenanya Dakwah bertujuan bukan sekedar menambah pengikut. Tapi membawa perbaikan dan solusi bagi berbagai permasalahan hidup manusia. Tiga, konsep Amar ma’ruf dan nahi mungkar menjadi sangat mendasar dalam tatanan ajaran Islam. Karena konsep ini akan mengawal nilai (value) hidup manusia yang baik hingga akhir. Jika tidak maka semua akan rusak dan hancur di tengah perjalanan hidupnya. Empat, bahwa memang tabiat iman itu Sebagai konsep dinamis adalah perubahan. Dan karenanya tabiat iman yang berkarakter perubahan itu menjadikan Islam harus selalu hadir untuk mengawal pergerakan hidup manusia ke arah yang positif dan lebih baik (khaer atau ahsan). Semua hal di atas menyimpulkan bahwa memang di tengah krisis yang melanda kehidupan manusia saat ini, dan dengan terancamnya kemanusiaan (insaniyat) manusia, Islam harus hadir sebagai solusi kehidupan dan peradaban. Persis ketika Islam hadir untuk membawa masyarakat jahiliyah ke alam yang terang benderang (min az-dzulimaat ila an-nur) di masa lalu. Itulah harapan dan doa kita di awal tahun 2022 ini. Amin! New York City, 31 Desember 2021. (Summary khutbah Jumat di kota New York). (*)
BPBD Lebak Imbau Pengemudi Waspadai Ruas Jalan Rawan Longsor
Lebak, FNN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengimbau pengemudi kendaraan roda dua dan roda empat mewaspadai ancaman longsoran tanah dan pohon tumbang di sejumlah ruas jalan di daerah itu karena diperkirakan curah hujan akan meningkat pada awal tahun 2022. \"Peringatan imbauan kewaspadaan itu untuk mengurangi risiko kebencanaan, \" kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama di Lebak, Sabtu. Cuaca buruk pada pergantian Tahun Baru 2022 sangat berpotensi menimbulkan bencana alam, sebab wilayah Kabupaten Lebak terdapat pegunungan, perbukitan dan aliran sungai. Peluang hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran kilat berpotensi terjadi siang, sore hingga malam hari. Kondisi demikian, potensi bencana alam longsoran tanah, pohon tumbang dan banjir sangat berpeluang menimpa pengemudi kendaraan. Karena itu, BPBD Lebak minta pengendara agar menghindari ruas jalan yang melintasi pegunungan dan perbukitan. Saat ini, kata dia, ruas jalan yang menghubungkan antarkecamatan di Kabupaten Lebak rawan bencana alam. Di antaranya ruas jalan Rangkasbitung-Malingping, Rangkasbitung-Muncang dan Cipanas - Warung Banten. Ruas jalan Cimarga - Leuwidamar - Bojongmanik - Cirinten - Gunung Kencana - Muncang - Sobang. \"Kami minta pengendara sepeda motor maupun mobil pribadi jika hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran kilat lebih baik menghentikan perjalanan untuk menghindari bencana alam itu,\" katanya. (mth)
Goweser Hingga Penyewa Bajaj Sambangi TMII pada Tahun Baru
Jakarta, FNN - Sejumlah komunitas sepeda hingga penyewa bajaj menjadikan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur sebagai destinasi wisata pada hari pertama 2022, Sabtu pagi.\"Kami gowes bersama tetangga dari Jatiasih (Kota Bekasi, Jawa Barat), untuk tahun baruan. Mumpung pandemi juga sedang melandai di sini, tapi tetap protokol kesehatan penting,\" kata perwakilan Komunitas Gowes Mitra Lestari (Gomails), Pandji Hartono di Anjungan Bali TMII.TMII dipilih Pandji beserta lima rekannya sesama goweser, sebab ingin merasakan sensasi bersepeda keliling Nusantara. Selain itu, sepeda menjadi alat transportasi yang praktis untuk menghindari kemacetan dalam kota, bahkan luar kota. Lain halnya dengan Dimas, warga Ciracas, Jakarta Timur itu menyewa transportasi roda tiga bajaj bersama keluarga untuk menyambangi TMII. \"Kebetulan tetangga usahanya jadi sopir bajaj. Di rumah suntuk juga, jadi ajak keluarga ke TMII,\" katanya.Pantauan Antara di lokasi melaporkan sejak gerbang utama TMII dibuka untuk umum sekitar pukul 09.00 WIB, sepanjang jalur masuk telah dipenuhi pengunjung yang berkumpul di sejumlah titik secara menyebar, rata-rata lima hingga sepuluh orang.Lajur masuk dibagi menjadi enam gerbang, tiga untuk roda dua dan tiga lainnya untuk roda empat. Setiap pengunjung wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai skrining COVID-19 yang terpasang menjelang gardu transaksi. Terhadap pengunjung yang ditolak oleh aplikasi, diarahkan petugas menuju tenda skrining.Tarif yang berlaku bagi pengunjung, di antaranya individu Rp25.000, sepeda Rp5.000, motor Rp15.000, mobil Rp20.000 dan bus/truk Rp40 ribu.Beberapa meter setelah pintu masuk, puluhan petugas berseragam TNI-Polri menggelar apel siaga pengamanan tahun baru. \"Seluruh anjungan akan kita sisir memantau kerumunan. Bila ada yang menyalahi prokes kita bubarkan agar pengunjung menyebar dan tidak terkonsentrasi di satu titik secara bersamaan,\" ujar salah satu komandan apel. Petugas keamanan berkeliling menggunakan mobil komando untuk mensosialisasikan perilaku patuh pada protokol kesehatan. \"Kepada seluruh pengunjung kami ingatkan untuk gunakan masker, jaga jarak dan mencuci tangan pada area yang kami sediakan,\" katanya.Salah satu petugas gerbang TMII mengatakan jam operasional dibatasi demi mengantisipasi lonjakan pengunjung. Selain itu, kapasitas tampung pengunjung yang diberlakukan maksimal 75 persen.\"Jam 14.00 WIB, seluruh kawasan harus sudah steril. Jam 15.00 WIB kita tutup untuk umum,\" katanya.Seluruh anjungan TMII beroperasi, kecuali wahana kolam renang Snow Bay yang ditutup untuk umum. Wahana kereta gantung dan monorel juga menjadi destinasi favorit pelancong bersama keluarga. (mth)
Polresta Pekanbaru Tangani 1.082 Kasus Kriminal Sepanjang 2021
Pekanbaru, FNN - Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, berhasil tangani 1.082 kasus dari 1.450 kasus kriminal yang dilaporkan sepanjang 2021, dengan kasus terbanyak pencurian dan penyalahgunaan narkoba.Kepala Polresta Pekanbaru Kombes Pol Pria Budi di Pekanbaru, Sabtu, menyebutkan ada 190 kasus curanmor ,170 curat dan 103 kasus pencurian dengan kekerasan (curas), di mana hampir semua kasus telah diungkap.\"Ada tiga wilayah rawan gangguan Kamtibmas yaitu wilayah Polsek Tampan , Polsek Bukit Raya, dan Polsek Tenayan Raya,\" sebutnya.Pria Budi menyebutkan ada 262 kasus narkoba dengan 421 tersangka yang telah diamankan dan barang bukti sabu 38 kilogram, 274 gram ganja, 9.789 butir ekstasi serta 21 butir happy five (ekstasi).\"Sepanjang 2021 telah terjadi 158 kecelakaan lalu lintas dengan 50 orang korban meninggal, 45 luka berat dan 158 luka ringan,\" ucap Pria Budi.Selain itu, Polresta Pekanbaru telah melakukan pengamanan pada 119 unjuk rasa, 141 kejadian masyarakat, dan 66 penanganan objek vital yaitu Pertamina Hulu Rokan, PLTU Tenayan Raya dan 64 bank.Polresta Pekanbaru juga telah melibatkan peran serta masyarakat Pekanbaru dalam penertiban keamanan dengan inovasi aplikasi Tanjak Polresta. Melalui aplikasi ini masyarakat Pekanbaru dapat melaporkan kejadian-kejadian yang ada di sekitarnya.\"Curas banyak terungkap dari informasi masyarakat melalui aplikasi Tanjak Polresta,\" tutupnya. (mth)
Presiden: Songsong 2022 dengan Semangat Kerja untuk Indonesia Maju
Jakarta, FNN - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh pihak untuk menyongsong tahun 2022 dengan semangat baru dan bekerja untuk Indonesia Maju. Presiden Jokowi mengatakan segala ujian, seperti pandemi COVID-19, resesi ekonomi dan situasi ketidakpastian yang tinggi, telah menempa bangsa Indonesia pada 2021. “Dengan tempaan itu, kita menyongsong tahun 2022 dengan semangat baru, bekerja untuk Indonesia Maju,” ujarnya melalui unggahannya di akun resmi instagram @jokowi dikutip di Jakarta, Sabtu, Menurut Jokowi, segala ujian di 2021 itu telah menguatkan dan menyatukan bangsa Indonesia.“Semua ujian itu telah menempa bangsa yang besar ini. Menguatkan kita. Menyatukan kita,” tulisnya. Dalam unggahan sebelumnya pada Jumat (31/12), Presiden Jokowi mengatakan sepanjang 2021, bangsa Indonesia berkutat dengan dua kerja besar, yakni memutus rantai virus dan menjaga perekonomian agar tetap tumbuh. Pandemi dan ekonomi, kata Presiden Jokowi, ibarat dua tubuh di ujung ayunan yang harus dijaga agar tetap seimbang. Menurut dia, pandemi sejauh ini sudah semakin melandai. \"Rumah-rumah sakit kini lebih leluasa mengurusi pasien dengan penyakit non-COVID-19. Semua itu karena peran kita semua mematuhi protokol kesehatan dan menggencarkan vaksinasi,\" jelasnya.Kepala Negara menekankan dari target 208 juta sasaran vaksinasi, sampai 30 Desember kemarin, Indonesia telah menyuntikkan sekitar 273 juta dosis vaksin, di antaranya 160 juta dosis vaksin pertama dan lebih 113 juta dosis vaksin lengkap.Sementara itu, kata Presiden, di ujung ayunan yang lain adalah perekonomian.Indonesia sempat mengalami resesi, pertumbuhan ekonomi yang minus, perlambatan ekonomi di banyak sektor, dan ketidakpastian yang tinggi hampir di semua bidang. Akan tetapi, dengan semangat dan kerja keras, bangsa Indonesia bertahan.\"Perekonomian Indonesia pada triwulan ll 2021, tumbuh 3,51 persen (yoy). Di sisi lain, pandemi mendorong dunia baru: peradaban digital. E-commerce (perdagangan daring,-red), misalnya, mencapai nilai 24,8 miliar dolar AS tahun ini,\" ujarnya di akun media sosial instagram @jokowi. (mth)
VOC Tuduh Pieter Makar Setelah Rampas Tanahnya
Oleh Ridwan Saidi, Budayawan ERBERVELD pria Jerman serdadu sewa\'an, kemudian di jaman VOC dia sebagai Luitenant kavaleri VOC. Dari perkawinannya, sebelum VOC, dengan gadis Siam, Erberveld mendapat anak lelaki tahun 1600 dan dikasi nama Pieter. Erberveld dan keluarga tinggal di loji Sunda Kalapa. Lalu ia membeli tanah di Sunter dan Mangga Dua. Ia pensiun militer dan di Mangga Dua dia bikin pabrik sepatu. Di tempat itu biasa orang menyamak kulit yang dusebut pecak atau peca\' kulit, bukan pecah kulit. Erberveld mati dan warisan jatuh ke Pieter. Pieter kawin dengan gadis native dan dapat anak perempuan dikasi nama Aletta. Aletta tumbuh berkembang sebagai jelita Peca Kulit. Yang naksir dia tidak sedikit. Sementara bisnis sepatu sukses dengan pekerja 12 orang dan mandor Ateng Kartadriya (NB: Makam Ateng di kampung Mangga Dua masih terjaga). Kebahagiaan keluarga Pieter dirusak VOC. Pada tahun 1771 asset Pieter tanpa alasan dibeslag (disita) Tuan GG, Gubernur General VOC. Jelang Natal 1771 pabrik petasan milik orang Cina di Pinangsia meleduk. Kumpeni mencurigai ini mengarah pada makar yang diotaki Pieter. 31 Desenber 1721, di malam tahun baru, Ateng Kartadriya bertamu di rumah Pieter. Mereka berbincang tentang ikhtiar baru mencari nafkah. Tiba2 pintu rumah Pieter didobrak. Selusin polisi kumpeni langsung angkut Pieter dan Ateng. Aletta dan ibunya hanya bisa menangis. O mijn papa. Pieter di markas langsung diseret ke pijnbank. Bangku penyiksa. Pieter disuru mengaku yang dia mau makar. Ateng juga begitu, dibentak penyidik Belanda yang cadel, Kowe makaw? Ateng menyaut, belon Tuan dari siang. Penyidik tonjok Ateng. Kowe omong apa? Pan saya ditanya makan, kata Ateng. Ateng digaplok, leherya dicekek, makaw, makaaaaw bukan makan. Landraad, pengadilan, vonnis Pieter hukuman mati zonder pardon, tanpa ampun. Menjadi tradisi, sehari sebelum eksrkusi keluarga boleh bezoek. Aletta pergi sendiri mamanya tak kuat menahan sedih. Zegt maar papa, waarom jij berbuat makar? O Tidak Aletta, papa disiksa disuru mengaku. Papa tak kuat Aletta, sakit sekali. Waarom huil je toch papa manis? Jangan menangis, je ben goed papa. Aletta bangga aan jouw papa. Aletta menangis juga akhirnya. Eksekusi Pieter di Peca Kulit. Aletta datang bersama ibunya. Perempuan Betawi ini ingin melihat wajah suaminya terakhir kali. Jaman itu hukuman mati boleh ditonton. Orang banyak kumpul. Terpidana mati diseret ke tiang gantungan. Kedua perempuan tabah itu berdiri tak jauh dari tiang. Pieter dan anak isterinya sempat saling pandang sebelum matanya ditutup dan tambang tutup nyawanya. Mama Aletta jatuh bersimpuh di tanah. Négri Betawi marah atas dihukum matinya Pieter. Pebisnis, intelektual, seniman, penyair berkumpul tunjukan kemarahan mereka atas kekejian kompeni. Seorang penyair baca sajak yang menghajar kompeni. Kompeni lalu membuat monumen Pieter Erberveld di Peca Kulit, litho atas. Seorang pebisnis super kaya asal Eropa tunjukan kemarahan dengan cara lain. Ia datangi Aletta dan mamanya. Ia melamar Aletta. O mama saya mau kawin. Éng ing èng. Aletta manggut2. Pesta kawin dibikin tiga hari tiga malam. Semua orang bekend diundang, kecuali Tuan GG. Note: Kisah nyata Pieter Erberveld banyak ditulis Belanda. (*)
Shin Yakin Timnas Indonesia Taklukkan Thailand
Jakarta, FNN - Pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong yakin skuadnya akan menaklukkan Thailand pada laga leg kedua final Piala AFF 2020 di Stadion Nasional, Singapura, Sabtu (1/1).\"Saya yakin kami akan memenangkan laga besok. Pikiran saya dan pemain sejalan soal itu,\" ujar Shin dalam konferensi pers virtual sebelum pertandingan, diikuti di Jakarta, Jumat.Demi mewujudkan harapan tersebut, Shin meminta anak-anak asuhnya untuk berlaga dengan tenang dan fokus.Kekalahan 0-4 pada leg pertama memang terasa berat, tetapi sang juru taktik asal Korea Selatan mengetahui dengan pasti bahwa selalu ada celah untuk membuat kejutan.\"Para pemain memang tegang setelah leg pertama. Karena itu, saya berusaha membuat suasana senyaman mungkin. Tim harus bisa lebih tenang,\" tutur Shin.Kapten timnas Indonesia Evan Dimas mengamini pernyataan pelatihnya dan menegaskan bahwa dia beserta rekan-rekannya siap untuk menundukkan Thailand.Evan pun mengakui skuad \"Garuda\" sedih lantaran kalah 0-4 pada leg satu, tetapi mereka sudah melupakan itu dan konsentrasi sepenuhnya ke leg kedua.\"Kami mesti melupakan pertandingan kemarin. Kami mau memenangkan leg kedua untuk masyarakat Indonesia,\" kata gelandang berusia 26 tahun itu.Timnas Indonesia akan melawan Thailand pada laga leg kedua final Piala AFF 2020 di Stadion Nasional, Singapura, Sabtu (1/1), mulai pukul 19.30 WIB.Indonesia harus menang dengan selisih minimal lima gol pada leg kedua untuk menjadi juara atau unggul setidak-tidaknya empat gol untuk memaksakan pertandingan ke babak tambahan dan, jika diperlukan, adu penalti. (sws, ant)
Dongeng Awal Tahun 2022: Harga Gas dan Kentut Rakyat
Oleh Gde Siriana, Penulis buku “Keserakahan Di Tengah Pandemi” PADUKA Prabu (PP) Dodo memasuki ruangan di mana para menteri telah menunggu. PP Dodo memanggil para pembantunya hadir dalam RATAS (Rapat Tak Tuntas) untuk membahas dampak kenaikan harga gas. Rapat segera dimulai. PP Dodo mempersilahkan kepala BRAN (Badan Riset Anti Nalar) menyampaikan temuannya. Sayangnya ibu Ketua Dewan Pengarah BRAN tidak hadir. Tapi semua menteri paham jika ibu Ketua Dewan Pengarah BRAN tidak hadir dalam RATAS, dan mereka pun tidak mau cari tahu. Apalagi ikut campur terlalu jauh. Ibu Ketua Dewan Pengarah BRAN menolak memanggil Paduka Prabu, dan seringkali memplesetkan sebutan PP menjadi Petugas Party Dodo, yang menggambarkan posisi dan hubungan bathin keduanya. Apalagi di Dewan Pengarah BRAN, ibu Ketua punya anak buah setingkat menteri, itu sudah cukup bagi para menteri lainnya memahami posisi dan kekuatan politik Ibu Ketua Dewan Pengarah BRAN. Sebenarnya sih, para menteri dan juga rakyat jelata tidak paham dengan ucapan Ibu Ketua Dewan Pengarah BRAN soal Petugas Party, apakah yang dimaksud Party itu pesta atau partai. Meskipun arti pesta dan partai berbeda, tetapi telah disepakati oleh semua keluarga kerajaan dan kelompok Oligardan bahwa kedua kata itu bisa nyambung. Itulah kenapa kemudian Pemilihan Partai-partai yang 5 tahun sekali diadakan untuk mengisi Dewan Rakyat disebut Pesta Demokrasi, pestanya partai-partai. Apakah rakyat tidak protes pesta demokrasi itu maksudnya pesta partai-partai? Protes sih, tapi kelompok Oligardan ini kemana-mana selalu bawa pelicin. Itulah kenapa mereka disebut Oligardan. Dengan pelicin, semua urusan beres, sekeras apapun aturan, bakal beres dengan pelicin Oligardan. “Paduka Prabu. Ijinkan hamba menyampaikan hasil survei hamba setelah kenaikan harga gas. Hamba melihat di mana-mana orang lapar. Di pasar-pasar orang yang berjualan belum makan, karena sepi pembeli. Hamba masuk gang-gang pemukiman, orang di depan rumah hanya duduk-duduk karena belum makan, Paduka Prabu,”kata kepala BRAN membuka laporannya. “Kenaikan harga gas 17% telah menyebabkan kenaikan harga-harga sembako dan barang-barang. Daya beli rakyat menurun jauh akibat kenaikan harga gas. Ini berbahaya Paduka Prabu.” PP Dodo hanya tersenyum kecil. “Begini saudara kepala BRAN. Pertama, bukan sampeyan yang menentukan situasi berbahaya atau tidak. Itu urusan saya. Paham Sampeyan? Mmmh…Kedua, itu kan persoalan biasa. Saya sudah perintahkan para pendongeng (influencer) ngomong, kalau kenaikan harga terjadi itu bukan karena harga gas naik, tetapi akibat 4 faktor lain. Pertama karena momen pergantian zaman. Kan memang biasa terjadi naik harga setiap pergantian zaman…mmhh…sekarang zaman edan, besok zaman keblinger, catat yaa. Kedua, karena sekarang musim hujan, panen jadi terganggu. Ketiga, distribusi juga terganggu akibat musim hujan. Ke-empat, ada spekulan yang mau ambil untung. Saya kira penjelasan itu cukup untuk meredam kemarahan rakyat karena harga gas naik. Apalagi kalau yang menyampaikan nanti orang-orang yang sudah saya pilih menjadi rektor hehehe…” Para menteri lainnya ikut senyum-senyum melihat PP Dodo tertawa kecil. Setelah meneguk air putih dalam gelas di depannya, PP Dodo melanjutkan, “Menteri senior Opang akan kasih perintah kepada BUPANG (Badan Urusan Pangan) untuk menjual beras dengan harga murah, agar rakyat senang. Dalam waktu sebulan juga rakyat akan tenang kembali. Ini proses yang sudah biasa kita lakukan bertahun-tahun. Rakyat hanya marah sebentar. Mereka hanya butuh perhatian. Saya menjalankan apa yang dilakukan Kaisar Romawi Julius Caesar dulu. Kenyangkan rakyatmu dengan roti dan hibur rakyatmu dengan sirkus, maka rakyat tak perduli apa yang kau lakukan. Kenyangkan rakyat dengan beras gratis, hibur dengan tontonan para pendengung (Bazer). Itu kata Julius Caesar. Gini-gini, sebelum tidur saya masih suka dibacakan cerita-cerita jadul hahaha…” PP Dodo tertawa terpingkal-pingkal sendiri. Memaksa para menteri lainnya untuk ikut tertawa, bahkan ada menteri yang terlihat berupaya agar tertawanya paling keras sambil memukul-mukul meja. Suasana RATAS jadi gaduh sesaat. “Begini saudara-saudara Menteri”, PP Dodo melanjutkan. Suasana RATAS kembali hening. “Saya lebih senang dianggap ‘ndeso, orang kampung…orang kampung yang bodoh. Jadi saya bebas mau ngapa-ngapain. Mau pake sarung kek, pakai kostum apa aja saya jadi bebas. Mau lempar-lempar sembako dari kereta kuda atau moge saya sambil nonton rakyat berlari mengejar saya, saya juga gak peduli. Kalo saya dianggap orang pinteran seperti kalian semua, maka saya akan dibatasi oleh banyak aturannya orang-orang pinter. Begini salah, begitu gak cocok. Hanya orang bodoh yang paling sedikit dibatasi aturan, dan hanya orang bodoh yang bisa mendapatkan pengertian dari orang-orang pinter. Sama seperti perilaku orang gila. Coba sampeyan pikir, siapa yang tidak mau memahami perilaku orang gila?” Para menteri terbengong-bengong. Mereka belum juga habis mencerna, lalu PP Dodo melanjutkan,”Jadi siapa yang lebih pinter, saya atau kalian dan para rektor? Kan sudah saya bilang, ini zaman edan, zamannya orang gila lebih pinter dari yang waras…Hahaha….” PP Dodo tertawa terpingkal-pingkal lagi. Kali ini para Menteri planga-plongo, bingung mau ikut tertawa atau tidak. Tapi ada sebagian yang ikut tertawa meski terlambat. Ketawanya garing, kata kaum milenial. Jayus kata kaum Gen-Z . Lalu PP Dodo melanjutkan, “Silahkan saudara kepala BRAN, apa usulannya sampeyan?” “Begini Paduka Prabu. Setelah hamba amati berhari-hari, rakyat yang belum makan akan kentut setiap satu jam sekali. Suara…” “Beneran kentut?”, potong PP Dodo sambil memonyongkan mulutnya. “Kentut beneran Paduka Prabu. Suara kentutnya ada yang nyaring, ada yang nge-bass, ada yang sumbang. Ada juga yang panjang kentutnya.” “Mmmh…begitu ya. Lalu suara kentut yang seperti apa yang sampeyan suka?” tanya PP Dodo. “Suara kentut yang mirip suara motor di jalanan nanjak pakai gigi satu Paduka Prabu. Gimana ya, ada brebet-brebetnya gitu, seperti motor yang ring-seher nya sudah kena. Keren deh pokoknya, jadi seperti orkestra klasik Ludwig Van Beethoven, Paduka Prabu. Tapi saya langsung menjauh kalau suara kentutnya seperti tidak pakai filter, serasa terbawa ampas-ampasnya gitu, Paduka Prabu,” kata Kepala BRAN mendeksripsikan penelitian kualitatifnya dengan penuh semangat. PP Dodo spontan menutup hidungnya. Sambil mengernyitkan dahi dia bertanya lagi, “Lalu apa hubungannya kentut dengan naiknya harga gas?” “Begini Paduka Prabu. Saya punya ide. BRAN sudah punya peneliti hebat dan juga ada teknologinya untuk mengubah kentut yang jutaan kali per jam itu menjadi gas. Gas yang dihasilkan ini dapat digunakan rakyat untuk memasak. Jadi ini energi alternatif yang ramah lingkungan. Rakyat akan mendapatkan gas dengan harga jauh lebih murah dari kentut mereka sendiri,” jelas Kepala BRAN dengan sumringah. Apalagi dilihatnya wajah PP Dodo penuh rasa ingin tahu. Dilanjutkan Kepala BRAN, “Nanti setiap rumah akan didrop suatu alat yang akan ditempelkan ke bokong rakyat setiap mau kentut. Di dalam alat ini kentut akan dibekukan atau dipadatkan. Semacam proses sublimasi Paduka Prabu. Setiap hari akan ada petugas yang mengambil alat ini dari setiap rumah. Selanjutnya kentut beku ini akan dicairkan dan diuapkan lagi menjadi energi gas. Proses terakhir hasil gas ini akan dimasukkan ke tabung lalu dijual ke rakyat. Intinya ini penemuan baru. Bukan gas alam, tapi gas manusia. Filosofinya dari manusia untuk manusia, dari gas manusia menjadi energi gas. Penemuan ini nanti hamba patenkan atas nama Paduka Prabu. Gas Van Kentut (GVK). Eureka!” Kepala BRAN menutup laporannya dengan meneriakkan Eureka sambil mengepalkan tangan kiri seperti halnya kepalan tangan para aktivis mahasiswa saat berunjuk rasa di depan istana kerajaan. PP Dodo dan para menteri tidak paham apa yang dimaksud Eureka. Tetapi Menteri Perusahaan Milik Kerajaan Eto membisiki PP Dodo, “Gampang Paduka Prabu, ini urusan kecil. Nanti produksi Urea-nya saya yang atur, perusahaan pupuk kan ada di bawah saya.” PP Dodo hanya manggut-manggut. Kepala BRAN melanjutkan,”Ingat Paduka, masa depan dunia akan memperebutkan pangan, air dan energi. Kerajaan kita akan menguasai dunia dengan GVK. Mereka boleh mengirim pesawat ulang-alik antariksa, tapi untuk tenaga pendorongnya mereka akan beli GVK karena lebih murah. Bahkan GVK ini dapat dikembangkan untuk menggerakkan mesin mobil kerajaan, yang dulu sempat Paduka Prabu promosikan tapi sekarang lenyap…entah ke…” PP Dodo tiba-tiba memotong omongan Kepala BRAN dengan nada marah. “Semprul. Sampeyan nyindir saya?” Kepala BRAN kaget, lalu coba menetralisir suasana. “Tidak Paduka Prabu. Mohon ampun, hamba tidak bermaksud menyindir Paduka Prabu. Justru hamba ingin membantu Paduka Prabu.” PP Dodo mengamati para menteri di sekitarnya yang kini semuanya menundukkan kepala. Tapi dia melihat ada tiga menteri yang sedang berbisik-bisik, yaitu Menteri Senior Opang, Menteri Perusahaan Milik Kerajaan Eto dan Menteri Pemandangan Alam Dino. Dia tahu ketiganya punya usaha tambang kayu bara. Mereka bertiga menguasai 90% kayu bara yang digunakan para penjual sate dan jagung bakar di seluruh kerajaan. PP Dodo pernah bertanya kepada Menteri Pemandangan Alam Dino mengapa ikut-ikutan bisnis kayu bara. Menteri Dino menjelaskan bahwa kayu bara masih berhubungan dengan kementeriannya, sama-sama alam, bisa dipandangi, apalagi dinikmati. “Adakah yang ingin disampaikan Menteri Senior Opang?” tanya PP Dodo dengan wajah mengarah kepada mereka bertiga. Menteri Senior Opang menoleh lalu membetulkan duduknya menghadap PP Dodo. Lalu dia menyampaikan usulannya. “Begini Paduka Prabu. Usulan Kepala BRAN ini amazing. Ini harus segera direalisasikan.” Kepala BRAN sumringah wajahnya. Senang betul rasanya didukung Menteri Senior Opang. Tiba-tiba terbayang jabatannya akan naik lagi. Ah, setidaknya bakal lama aku ini jadi Kepala BRAN, gumamnya dalam hati. “Tapi nanti Gas Van Kentut ini jangan dijual lokal Paduka Prabu,” kata Menteri Senior Opang melanjutkan. “Kita ekspor saja, harganya kan tinggi. Apalagi kerajaan kan perlu devisa untuk bayar utang. Dengan demikian kita untung dobel (kata e diucapkan seperti pada kata becek). Dalam negeri dapat sumber daya kentut gratis, lalu perusahaan kami bertiga bisa jual ekspor, devisanya bisa untuk bayar utang kerajaan. Mekanismenya nanti rakyat dapat sembako murah dari BUPANG, anak Paduka Prabu ikut untung dari saham perusahaan kami yang dia pegang, kerajaan bisa bayar utang luar negeri. Semua senang Paduka Prabu,” jelas Menteri Senior Opang dengan optimis sambil memelintir ujung kumis kecilnya. Menteri Perusahaan Milik Kerajaan Eto ikut menimpali,”Ya ini nanti seperti yang kemarin-kemarin Paduka Prabu. Seperti kita jual masker ke luar negeri karena harganya lebih tinggi dari harga lokal. Nanti perusahaan-perusahaan milik kerajaan akan jual GVK kepada perusahaan kawan-kawan saya, mereka yang akan ekspor.” Tiba-tiba Ibu Menteri Solidaritas menyela dengan nada tinggi dan cempreng, berdiri sambil berkacak pinggang mengacungkan jari telunjuknya, “Lalu siapa yang subsidi sembako untuk rakyat? Anggaran kementerian saya tidak cukup lho bayarin sembako murah ke seluruh rakyat. Paling-paling hanya untuk dua….” Menteri Perusahaan Milik Kerajaan Eto memotong, “Tenang-tenang semua. Jangan panas dulu. Ini kan ada devisa dari ekspor GVK. Utang dibayar kan turun tuh utang. Jadi kita bisa tambah utang lagi untuk subsidi sembako rakyat. Semua bisa diatur. Yang penting semua senang. Bukan begitu Menteri Harta Kerajaan?” Ibu Menteri Harta Kerajaan membetulkan kacamatanya, memperhatikan laporan anak buahnya yang akan disampaikan kepada PP Dodo. “Kalau ngutang nambah terus kapan berkurangnya riba utang ini Paduka Prabu? Ini saja utang baru kita sudah habis buat bayar pokok utang dan ribanya. Daya tahan rakyat sudah lemah untuk dipalaki terus. Rakyat susah usaha karena tukang kredit yang biasa keliling kampung lebih suka beli SUK (Surat Utang Kerajaan) yang ribanya lebih tinggi dari riba Dosasitu. Semua berlomba beli SUK, Paduka Prabu. “Lho, bagus toh, kalu SUK dibeli banyak orang. Apa ibu Menteri Harta tidak suka?”, kata PP Dodo dengan mata agak melotot. “Bukan begitu Paduka Prabu. Ini SUK laku karena ribanya tinggi. Juga karena SUK dijamin oleh kerajaan. Tapi ribanya ini jadi beban berat kerajaan dalam waktu lama. Selain itu, uang yang seharusnya beredar di kalangan jelata untuk perputaran usaha, justru disedot oleh SUK. Akibatnya rakyat meminjam uang di Pinjol. Hamba gak tega lihatnya, Paduka Prabu. Sakitnya tuh di sini, hik..hik..” lirih suara ibu Menteri harta, sambil tangan kirinya menyentuh jantungnya sendiri, dan tangan kanannya mengusap air mata yang mulai menetes dengan sehelai tisu putih bersih. Suasana RATAS mendadak sunyi. Hening bikin pening. PP Dodo meneguk lagi air putih dalam gelas di hadapannya. Glek..glek..glek. Tandas. Lalu ia mulai lagi bicara pelan,”Pinjol itu apa ya?” Ibu Menteri Harta Kerajaan masih terisak-isak, diam tak menjawab pertanyaan PP Dodo. Lalu Menteri Perusahaan Milik Kerajaan Eto berinisiatif menjawab, “Pinjol itu Pinjaman Benjol, Paduka Prabu. Jadi kalau rakyat jelata yang utang gak bisa bayar utangnya, maka dia akan benjol-benjol. Tapi mereka lebih suka bunuh diri daripada benjol-benjol.” PP Dodo terkejut hingga kursinya agak mundur. “Lho, koq bisa begitu. Nanti kalo kita gak bisa bayar riba SUK, bisa benjol-benjol kita, berabe ini namanya.” “Gak begitu juga Paduka Prabu. Ini kan sesuai titah Paduka Prabu untuk memajukan start-up. Salah satunya ya.. dengan Pinjol ini. Bahkan setelah harga gas naik, akan banyak Pinjol-Pinjol baru. Pemiliknya juga sudah bersedia kasih saham untuk anak Paduka Prabu,” kata Menteri Eto berupaya menenangkan PP Dodo. Di ujung RATAS, PP Dodo bertanya lagi kepada Kepala BRAN. “Berapa anggaran yang sampeyan perlukan untuk realisasi proyek GVK?” “Awalnya BRAN dikasih anggaran 6 triliun. Tapi itu masih kurang banyak. Maka sesuai arahan ibu Ketua Dewan Pengarah, lembaga riset di kementerian ditarik semua ke BRAN, jadi anggarannya bisa nambah, jadi sekitar 10 triliun. Belum termasuk tahap berikutnya ambil alih lembaga riset di perguruan tinggi,” jelas Kepala BRAN dengan perlahan tapi penuh penekanan pada angka-angka anggaran. Baginya ini tahap yang ditunggu-tunggu. Masuk itu barang, gumamnya dalam hati penuh keceriaan. “Mmmh..jadi serius ini semua lembaga riset dilebur dalam BRAN?” tanya PP Dodo. “Serius Paduka Prabu, begitu titah Ibu Ketua Dewan Pengarah,” jawan Kepala BRAN. “Apa sudah dicek, di Amerika yang demokratis atau China yang otoriter misalnya, apakah lembaga riset mereka juga dilebur jadi satu? tanya PP Dodo lagi. “Sudah. Mereka tidak dilebur Paduka Prabu. Di AS ada lebih dari 60 research agency milik pemerintah. Di China lebih banyak lagi, ada 150 lembaga riset milik pemerintah. Sampai hari ini tidak dilebur jadi satu lembaga riset.” “Lho, lalu BRAN ini nyontoh siapa?” tanya PP Dodo heran. “Menurut ibu Ketua Dewan Pengarah, ini cara kerajaan kita sendiri, tidak nyontoh siapa-siapa. Pembentukan BRAN sendiri sudah menjadi penemuan baru, new invention namanya, dilebur jadi satu. Begitu kata Ibu Ketua Dewan Pengarah,” jelas Kepala BRAN lagi. “Okeh, para menteri, kita sudahi dulu RATAS ini. Namanya juga Rapat Tak Tuntas. Saya mau lihat kembang api pergantian zaman sama cucu-cucu saya. Sebagai penutup saya berterima kasih kepada para menteri yang sudah mau bersama-sama saya, terpaksa atau tidak, sepanjang zaman edan yang mau kita lewati ini. Ingat ya besok ganti zaman, zamannya wong keblinger.” Setelah itu PP Dodo bersama para pengawal kerajaan meninggalkan ruangan, meninggalkan para menteri dengan banyak pertanyaan di kepala masing-masing. Mereka tidak juga beranjak dari kursi masing-masing. Bayangan esok hari zaman keblinger membuat mereka asyik dengan fantasi masing-masing, uang dan kekuasaan. (*)
Uang Buruh BPJS Ketenagakerjaan Buat Apa?
Penurunan program perumahan bagi buruh sangat janggal, bahkan dalam beberapa kasus di lapangan dari 100 buruh yang mengajukan pencairan kredit ke Bank hanya 3 yang berhasil. Oleh: Jajang Nurjaman, Koordinator CBA CENTER for Budget Analysis (CBA) meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit terkait pengelolaan uang buruh oleh BPJS Ketenagakerjaan. Sampai Agustus 2021 dana investasi buruh yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp 514,74 triliun dan angka ini akan terus naik sampai akhir tahun dikisaran Rp 542,41 triliun. Harusnya dana ratusan triliun hasil dari jerih payah buruh bisa kembali dinikmati buruh bukan malah numpuk di Bank dan menghasilkan bunga, atau digunakan untuk urusan yang tidak ada kaitannya dengan buruh. Misalnya Fasilitas Manfaat Layanan Tambahan berupa program Kredit Pemilikan Rumah KPR bagi buruh pengelolaannya amburadul. Padahal program ini yang paling dibutuhkan oleh buruh tapi untuk pengajuan kredit saja para buruh seperti dikerjain oleh pihak bank dengan persyaratan berbelit-belit. Padahal dari ratusan triliun dana buruh yang dititipkan kepada BPJS Ketenagakerjaan program KPR ini nilainya hanya secuil dibandingkan total dana yang diikelola. Fasilitas MLT untuk rumah buruh dari 2017 sampai Agustus 2021 baru dikucurkan Rp 655,49 miliar. Dalam 5 tahun baru 2.384 rumah yang berhasil dinikmati buruh, bahkan dalam 3 tahun terakhir terus menurun. Jika 2017 ada 658 rumah KPR untuk buruh, kemudian 2018 mencapai 1.385, tahun 2019 anjlok menjadi 398 rumah, bahkan tahun 2020 hanya 82 rumah. Penurunan program perumahan bagi buruh sangat janggal, bahkan dalam beberapa kasus di lapangan dari 100 buruh yang mengajukan pencairan kredit ke Bank hanya 3 yang berhasil. Belum lagi fakta pekerja kontrak sudah dipastikan tidak bisa menikmati program KPR karena terbentur persyaratan di Bank, bahkan pekerja tetap juga banyak yang kesulitan mengajukan bantuan. Ini benar-benar dzalim, padahal uang yang diikelola BPJS Ketenagakerjaan dan di simpan di Bank adalah hak buruh, tapi buruh seolah-olah harus ngemis ke Bank dan BPJS ketenagakerjaan. Hal ini tidak boleh terus berlanjut, ketidakbecusan BPJS Ketenagakerjaan dalam mengelola fasilitas MLT program KPR jika dibiarkan sangat merugikan buruh, bahkan berpotensi merugikan keuangan negara. BPK harus segera melakukan audit investigasi terkait pengelolaan dana investasi BPJS ketenagakerjaan yang mencapai Rp 514,74 triliun, khususnya program perumahan bagi buruh. (*)