ALL CATEGORY

Ketua DPR akan Kunjungi Pengungsi Letusan Gunung Semeru

Jakarta, FNN - Ketua DPR RI Puan Maharani dijadwalkan kunjungan kerja ke Kabupaten Lumajang untuk melihat kondisi warga korban letusan Gunung Semeru, di Jawa Timur, Senin.Paun akan mendatangi Kecamatan Pronojiwo, Lumajang yang merupakan salah satu wilayah paling terkena dampak akibat meletusnya Gunung Semeru.\"Kami ingin memastikan bagaimana kondisi para warga terdampak erupsi Gunung Semeru, khususnya di wilayah Pronojiwo yang saat ini cukup terisolasi akibat akses jalan utama di daerah tersebut terputus,\" kata Puan dalam keterangannya di Jakarta, Senin.Puan akan meninjau Jembatan Gladak Perak yang merupakan akses utama menuju Pronojiwo yang putus total usai diterjang awan panas dan lahar dingin akibat letusan Gunung Semeru. Jembatan tersebut menghubungkan Lumajang-Malang dan juga penghubung Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo.Selain itu Puan juga akan mengunjungi tempat pengungsian di SMPN 2 Pronojiwo untuk berdialog dengan warga sekaligus memastikan proses penyiapan logistik bagi para pengungsi di dapur umum PMI berjalan optimal.Dia mengatakan, segala kebutuhan warga harus dapat terpenuhi dengan baik, termasuk kualitas makanan bagi pengungsi.\"Kami juga akan melihat apa saja yang masih diperlukan warga, sehingga segala persoalan yang ada bisa segera dicarikan solusi bersama,\" ujarnya.Setelah dari Lumajang, Puan akan melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Malang. Dia akan meresmikan Jalan Soekarno yang berada di wilayah tersebut didampingi Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah dan Bupati Malang Sanusi.Setelah itu, Puan akan meninjau vaksinasi COVID-19 untuk anak di SDN 2 Sentul, Kota Blitar. Puan secara khusus akan memantau proses vaksinasi anak usia 6-11 tahun karena Blitar menjadi salah satu dari 21 daerah di Jatim yang diizinkan untuk melakukan vaksinasi anak 6-11 tahun tahap pertama.Dia menilai, program vaksinasi anak usia 6-11 tahun harus bisa berjalan cepat terutama varian Omicron sudah masuk ke Indonesia sehingga anak-anak harus segera mendapat perlindungan dari ancaman virus tersebut.\"Menjadi tugas dari Pemerintah Daerah untuk memastikan percepatan program vaksinasi anak dapat terealisasi sehingga pemberian vaksin kepada anak usia 6-11 tahun dapat terlaksana sesuai target,\" ujarnya.Di wilayah Blitar, Puan juga akan menghadiri acara sosialisasi yang diadakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk remaja. Dan di akhir kunker tersebut, Puan akan berziarah ke makam Bung Karno. (sws)

Gubernur Papua Sebut Ada Pencatutan Nama Terkait Deklarasi Capres 2024

Jayapura, FNN - Gubernur Papua Lukas Enembe menyebut ada pencatutan nama dirinya terkait informasi yang beredar menyoal “Deklarasi Calon Presiden (Capres) 2024 dari Ujung Indonesia Timur Lukas Enembe” yang diadakan di Jakarta.Juru Bicara Gubernur Papua Muhammad Rifai Darus dalam siaran pers di Jayapura, Senin, mengatakan Gubernur Papua Lukas Enembe merupakan kepala daerah yang masih aktif menduduki jabatannya di mana beredarnya sejumlah konten di kanal media sosial melakukan pencatutan nama tanpa izin dan konfirmasi.\"Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan bahwa informasi tersebut sangat merugikan identitasnya,\" katanya.Menurut Rifai Darus, untuk itu diimbau agar setiap orang yang mendapatkan konten informasi tersebut agar tidak menyebarluaskannya lagi demi menghindari sanksi hukum yang berlaku.\"Lukas Enembe masih fokus menyelesaikan masa jabatannya sebagai seorang Gubernur Papua, masih banyak pekerjaan dan program Pemprov Papua yang diprioritaskan untuk dijalankan serta diselesaikan,\" ujarnya.Dia menjelaskan kecintaan Gubernur Lukas Enembe terhadap Indonesia sangatlah besar, namun bukan berarti pemaknaan terhadap cinta NKRI mengarah pada pencalonan dirinya sebagai calon presiden.\"Bagi Gubernur Lukas, hal tersebut justru menjadi ironi dan sungguh utopis,\" katanya lagi.Dia menambahkan siapapun dibalik pembuatan konten dan penyebaran informasi bohong tersebut tentulah memiliki agenda politik yang hendak menyudutkan ataupun mendiskreditkan Gubernur Papua Lukas Enembe.Sebelumnya, telah beredar sejumlah konten di beberapa kanal media sosial yang memuat informasi yang tidak benar (hoaks) terkait Gubernur Papua Lukas Enembe yang akan mendeklarasikan dirinya menjadi calon presiden dari timur Indonesia di Jakarta. (sws)

Vaksin Gila

Oleh Sugeng Waras, Purnawirawan TNI AD Bisa jadi program vaksinasi terhadap anak usia 6 - 11 tahun sebagai upaya untuk memperoleh keuntungan sebagai alternatif solusi mencari cekeran atau tambahan bayar bunga hutang atau menutupi lubang yang sudah menganga lebar guna menopang cadangan devisa negara, meskipun sudah terseok-seok tapi masih mampu membemper rupiah agar terhindar dari gilasan dolar! Aneh bin ajaib negeri ini, bekerja tidak berdasarkan ilmu, tapi dibebani tanggung jawab yang begitu besar bahkan beresiko luar biasa terhadap masa depan dan kehidupan manusia. Contoh gamblang adalah Luhut Binsar Panjaitan alias LBP ! Sepanjang sejarah hidupnya tidak pernah berkecimpung dengan ilmu kedokteran dan kesehatan, namun faktanya diserahi tugas dan tanggung jawab jabatan koordinator mengatasi Pandemi Covid - 19. Bagaimana dan nalar apa yang digunakan? Pakai ilmu apa yang diandalkan ! Lebih aneh lagi kenapa kita percaya? Kenapa kita diam tak berkutik? Yang jelas LBP tidak berkemampuan apa-apa, berotak ompong momplong dalam hal pengetahuan pandemi dan sejenisnya. Dia tidak lebih dari boneka dungu, yang bicara semaunya, seenaknya, sekenanya, yang penting orang lain harus tunduk, patuh, taat, mengikuti dan ketakutan dengan apa yang diucapkan. Saya secara pribadi juga gak paham, ini sebenarnya siapa yang salah, apakah yang nunjuk atau yang ditunjuk! Memang jabatan menteri merupakan hak prerogrativ presiden, namun sejauh mana dan sebatas apa itu bisa diterapkan. Maaf, saya memaknai ini vaksin gila, karena ditentukan oleh orang yang tidak profesional jika kurang layak dikatakan orang gila!  Menjadi lucu ketika ada yang menobatkan LBP sebagai menteri terbaik di tahun 2021. Dari pandangan apa? Dinilai dari segi apa? Secara normatif sudah tidak sepantasnya dan bukan pada tempatnya, seorang LBP yang berlatar belakang mantan militer dan tidak pernah melalui pendidikan kedokteran atau kesehatan tiba tiba siap menerima tugas dan tanggung jawab sebagai koordinator mengatasi pandemi Covid --19. Mudah diprediksi ketidak akuratanya dan ketidak layakanya, karena mau tidak mau, suka tidak suka apa yang diputuskan oleh LBP hanyalah berdasarkan bisikan, katanya, kendali, data atau arahan orang lain ! Saya memahami leadership atau kepemimpinan yang mengdepankan K3 I ( Komando, Kendali, Komunikasi /Kordinasi / Konsultasi dan Informasi ), namun semuanya tetap harus paham dan menguasai masalah masalah tehnis yang benar dan tepat guna. Saya anjurkan dan saya peringatkan, agar LBP segera sadar dan secepatnya bertobat, bahwa selama ini anda telah banyak membuat rakyat menderita, cemas harap dan ketakutan. Saya yakin, apapun agamamu  jika anda meyakini ajaranya, pasti takut berbuat dosa. Dan kepada anda, selayaknya malu, telah memanfaatkan jabatan untuk suatu keburukan bahkan sangat mungkin berbuat kebohongan  kepada bangsamu. Akhirnya kepada seluruh bangsaku, saya menghimbau, untuk segera sadar, bangun dan bangkit dari hipnotis, kekhilapan dan kealpaan, guna meluruskan kembali carut marut negara ini kearah yang benar dan lebih baik. Semoga Allah swt segera menunjukkan yang salah menerima akibat kesalahanya, serta memberi kekuatan dan ketabahan bagi para pejuang pembela kebenaran dan keadilan di negeri ini. 

Pitung In Real Time

Oleh Ridwan Saidi, Budayawan Wa Item, Syahbandar Kalapa 1518-1540. Dalam litho Wa Item di kanan, yang tengah istrinya, wanita Porto. Ia jago Betawi. Sampai kini masih banyak Betawi pesisir yang sebut nama dia. Pitung generasi terkemudian. Kemana Pitung melarikan diri? Menurut Margriet van Tiel, Pitung setelah membunuh jago Glodok tahun 1886, dipenjara di Mester, kemudian loloskan diri lalu bunuh demang Kebayoran yang telah bunuh misannya bernama Ji\'ih. Sejak itu Pitung melarikan diri hingga tahun 1893. Ia balik Jakarta 1894 dan tertangkap dan ditembak polisi Belanda di Pondok Kopi (Margriet van Tiel merujuk koran2 semasa). Ketua Bamus Suku Betawi 1982 Haji Oding menuturkan pengalamannya menjadi tamu di kerajaan Siak Sri Indrapura pada tahun 2017. Haji Oding diperlihatkan  salinan surat Sultan Riau XVÍI M pada pemimpin negeri Betawi patih Majakatera/JAKARTA. Nomenclatur patih juga terdapat dalam perjanjian dengan Portugis tahun 1521. Tuan rumah di Siak juga berkisah tentang anyaman bambu untuk simpan ikan tangkapan yang di zona econ Lingga disebut pitung merujuk nama Pitung yang perkenalkan model anyaman bubu untuk simpan ikan tangkapan. Kok Pitung? Menurut orang-orang kesultanan Siak, dalam pelariannya Pitung berdiam di Lingga selama tujuh tahun. Time line persis: 1. 1886 Pitung lolos dari bui, bunuh denang Kebayoran, lari ke pulau Lingga. 2. 1886-1893 di pulau Lingga . 3. 1894 ditembak mati di Pondok Kopi, Jakarta Timur Kenapa Pitung lari ke Lingga? 1. Zona ekonomi Lingga di luar kontrol Belanda. 2. Profesi Pitung selama ini Gusti (penulis perjanjian bisnis di zona econ Sunda Kalapa). Tidak susah bagi dia mencari kerja di Lingga. 3. Hubungan kekerabatan Melayu Riau dengan Betawi sangat baik. Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi pengarang Melayu XVIII M pernah tinggal enam bulan di Daleman, Kota Inten, Jakarta. Sumber: 1. Margriet van Tiel, 1984, desertasi 2. Kesaksian kerajaan Siak Sri Indrapura, 2017 Intro: Litho atas dibuat orang Portugis tahun 1522. Demikian fakta dan data Pitung jago Betawi yang punya nama asli Salihun, merujuk van Tiel. (*)  

Mendarat di Manado, Tiga TKA China Probable Omicron, Netizen: Kenapa Bebas Masuk, Semprul!

Jakarta, FNN - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menginformasi bahwa telah ditemukan lima kasus Covid-19 yang probable varian Omicron di Indonesia. Perlu diketahui lima orang tersebut yang 3 diantaranya adalah TKA China dalam kondisi masih diduga dan belum pasti positif Omicron.  “Kita mendeteksi ada lima kasus yang probable Omicron. Dua kasus adalah warganegara Indonesia (WNI) yang baru kembali dari Amerika Serikat dan Inggris. Kedua WNI ini sekarang sedang diisolasi di Wisma Atlet,” kata Menkes Budi.   Dalam pemaparannya, Menkes Budi mengatakan tiga orang yang probable terinfeksi Omicron lainnya adalah warganegara asing (WNA) yang berasal dari Tiongkok (China) dan datang ke Manado, Sulawesi Utara. Saat ini tiga WNA yang probable tersebut sedang diisolasi dikarantina Manado.  Melihat hal tersebut, dikutip dari IDX, netizen pun beramai-ramai memberikan komentarnya di media sosial, twitter terkait dengan masalah itu. Sebagian dari netizen merasa resah dengan kehadiran para TKA yang berasal dari China. \"Yang kita bingung PPKM diterapkan sementara bandara bebas TKA China masuk. Padahal biang keladi corona dari negara itu,\" kata netizen pertama. \"Semua prosedur udah dijalani tapi virus tetap masuk. Prosedur mana yang dijalani? Prosedur melarang rakyat melakukan perjalanan dan membuka pintu lebar-lebar TKA China?\" ujar netizen lainnya. \"Hadeh, kasihan rakyat wong cilik di seantero negeri ini. Kena banget amsyiongnya dah gegara TKA China masuk ke Indonesia,\" imbuh netizen.. \"Menkes minta tunda kunjungan ke luar negeri. Tapi TKA China pembawa penyakit  tetap bebas berkeliaran masuk ke sini. Samprul,\" tutup netizen kelima. (sws, idx)

Sekali Lagi Jangan Anggap Remeh TKA Cina

Oleh Sugeng Waras, Purnawirawan TNI AD LBP atas nama rezim Jokowi boleh bicara. Saya (Sugeng Waras) sebagai warga negara berhak menduga ! Jangan hanya melihat apa yang kasat mata sekarang, tapi cerdas dan cermatlah memprediksi masa akan datang. TKA China! Sekali lagi TKA China adalah orang asing, non-pribumi, yang tinggal di Indonesia dengan alasan sebagai pekerja asing yang legal formal atas kesepakatan dan restu dari kedua pemerintahan Cina dan Indonesia Tapi, sesederhana itukah pelaksanaanya? Kita tidak boleh lengah dan jangan lemah, untuk percaya begitu saja, bahwa mereka benar-benar tenaga pekerja ahli dibidangnya. Adagium, belum tertipu kalau belum pergi ke negeri Cina, mempunyai makna bahwa dalam mencapai tujuanya, Cina licik dan lihai menipu, menghalalkan segala cara, baik secara ucapan, kualitas barang maupun jenis dan bentuk lainnya. Analisis kehadiran TKA Cina masuk ke Indonesia dan tinggalnya di Indonesia adalah: TKA Cina, sangat mungkin tidak sesuai jumlahnya, antara yang tercatat di bagian imigrasi dengan fakta di lapangan. Di samping masuknya TKA Cina lewat pelabuhan laut dan udara, sesuai informasi yang ada, mereka juga mendarat dengan perahu-perahu kecil di luar area pelabuhan, yang mengindikasikan ada pengkhianat dari kita yang menjemput dan membawa ke tempat penampungan kerja di Morowali. Kebanyakan mereka berbadan tegap, yang bisa jadi  mereka adalah anggota militer atau mantan militer Cina. Setibanya di lokasi penampungan, kita tidak pernah tahu  barang apa saja yang dibawa, baik yang dibungkus, tertutup atau yang terbuka. Baik dalam volume besar atau kecil. Selama di lokasi kita tidak pernah tahu, kegiatan mereka sepenuhnya, apa lagi ada larangan masuk bagi siapapun, kecuali dari petugas keamanan mereka. Kita menjadi orang asing di negeri sendiri. Tidak menutup kemungkinan adanya konspirasi, kolaborasi jahat atau kong kalikong antara pimpinan mereka dengan petugas-petugas kita, sesuai on the track yang diarahkan rezim. Dalam mekanisme dan dinamikanya, tidak menutup kemungkinan adanya tindakan, perlakuan dan sanksi yang timpang antara TKA Cina dengan pribumi. Baik dalam jumlah pekerja yang besar berbanding dengan yang kecil, seimbang,  atau lebih besar yang kemudian seluruhya diawaki oleh TKA. Bahkan lebih memiriskan ke depan tidak menerima pekerja pribumi yang hendak bekerja di perusahaannya. Asimilasi, pernikahan TKA dengan penduduk asli di sekitar lokasi, tidak menutup kemungkinan mempengaruhi dan memanggil saudara-saudaranya yang jauh di Tiongkok untuk mengikuti pernikahan itu. Hal ini merupakan bungkus yang cantik untuk alasan menjadi penduduk pribumi. Penyimpangan masalah-masalah administrasi, baik surat-surat keimigrasian, lamanya tinggal, pergantian pekerja, pemulangan dan pemasukan kembali TKA, KTP ganda dan lain-lain sangat berpotensi menguntungkan mereka dalam pemilihan presiden yang akan datang. Tentunya analisis diatas, adalah analisis yang sangat sederhana, dengan bahasa yang mudah dicerna, tanpa mengaitkan hal-hal lain secara integratif, komprehensif, profesional, dan terpadu. Di sisi lain, pemikiran jangka pendek, menengah maupun jangka panjang nyaris dilupakan dan tidak diprediksi oleh rakyat kebanyakan. Sebaliknya bagi para pejabat, terutama LBP, menganggap kita bodoh, takut dan tidak memperhatikan bahayanya di kemudian hari. Maka, saya mengimbau kepada saudara-saudaraku semuanya, marilah kita berpikir secara realistis, dan terus berjuang untuk meluruskan dan melawan kebijakan rezim yang riskan dengan kehancuran masa depan kita, masa depan anak-anak  dan cucu cicit kita. Jangan pernah lelah, jangan pernah bosan dan jangan pernah menyerah! Jangan pernah meremehkan jumlah TKA yang kecil, menunggu setelah jumlah mereka besar, yang membuat kita tidak berdaya  dan tidak berkutik. Terus ikuti, antisipasi  hadang dan halang-halangi setiap ada TKA yang masuk ke Indonesia  meskipun berisiko.  Ingat, pahami dan sadari, LBP, TNI POLRI, para penguasa dan para penegak hukum adalah manusia-manusia biasa seperti kita, yang bisa berubah hati dan pikiran sebelum tiba ajalnya. 

Refleksi Akhir Tahun 2021: Konstitusi yang Diingkari, Petaka yang Menghampiri

Oleh: Daniel Mohammad Rosyid, Guru Besar Institut Teknologi 10 November (ITS) Surabaya SEBAGAI manusia yang dilahirkan oleh sepasang ayah dan ibu di Republik ini, kita adalah warga negara yang memiliki hak-hak yang dijamin oleh konstitusi. Seperti halalnya ayah ibu kita hidup di negeri ini, halal juga kita hidup di sini, Rumah Kita. Tidak ada satu setanpun yang boleh mengusir kita dari negeri ini tanpa alasan yang konstitusional. Setiap bullying soal pergi dari negeri ini harus dijawab dengan gundhulmu amoh.  Adalah tugas pemerintah yang diberi amanah, melalui konstitusi pula, oleh negara untuk menjamin pemenuhan hak-hak kita itu setelah sekian lama dirampas oleh penjajah. Konstitusi itu adalah pernyataan kemerdekaan bangsa ini. Tanpa konstitusi itu pelindung kita itu maka kehidupan kita sebagai warga negara akan jatuh sebagai budak. Pemerintah boleh saja mengatakan telah menghabiskan banyak anggaran, bahkan dengan berhutang Triliunan Rupiah, tapi tetap saja pemerintah harus mempertanggungjawabkan penggunaannya untuk membebaskan kita dari perbudakan. Pemerintah, atas amanah konstitusi, memiliki hampir semua sumberdaya. Dan, itu cukup jika dikelola dengan benar. Tapi, saat pemerintah berganti, datang dan pergi, ternyata tidak banyak pemerintah yang memiliki kesanggupan dan kompetensi teknis dan moral untuk melaksanakan amanah konstitusi itu, yaitu membebaskan warga negara dari perbudakan, kelaparan, keyatiman tanpa perlindungan, dan kemiskinan. Sudah cukup lama sejak reformasi, warga negara dijadikan sekedar jongos politik melalui pemilu yang nyaris selalu berakhir memilukan. Kemudian warga negara juga dijadikan pula jongos ekonomi untuk secara patuh menjalankan mesin-mesin pabrik milik investor asing, dan aseng dengan imbalan yang tidak seberapa. Berbagai undang-undang dibuat dan ditafsirkan bukan untuk kepentingan warga pemilih, tapi untuk kepentingan segelintir elit yang makin serakah mengumpulkan hampir semua sumberdaya ekonomi dan politik. Hukum pun dipermainkan tajam ke bawah tumpul ke atas. Terkadang juga untuk mengkriminalisasi ulama atau memudahkan seks bebas di kampus. Aparat juga diperkuat untuk makin leluasa menangkap dan memenjarakan warganya sendiri. Maladministrasi publik terjadi dengan skala yang makin luas sehingga membahayakan eksistensi Republik. Sementara itu, berbagai bencana telah memporak porandakan kehidupan masyarakat banyak, menyisakan penderitaan dan kepedihan. Pandemi dijadikan alat untuk melakukan berbagai pembatasan, konon untuk mencegah penularan, tapi terbukti telah merampas kemerdekaan kita. Bahkan ada yang mengambil untung di atas nestapa masyarakat selama pandemi ini. Lingkungan hidup pendukung semua upaya membangun Republik telah semakin rusak oleh ulah tangan manusia. Kualitas air, udara, dan tanah serta laut akibat berbagai pencemaran terus menurun dengan kecepatan yang makin mengkhawatirkan. Anak dan cucu kita mendatang mungkin tidak mewarisi apapun kecuali lingkungan hidup yang rusak, hutang yang menggunung yang merampas kemerdekaan dan memperbudak mereka. Ini tidak bisa diterima. Jika membangun adalah memerdekakan, seharusnya setiap pemerintah berusaha keras dan sungguh-sungguh untuk memperluas kemerdekaan yang awalnya sudah diproklamasikan oleh the founding fathers; Dipertahankan dan dilanjutkan oleh para generasi penerusnya; tidak mempersempitnya dengan membiarkan kekuatan-kekuatan asing nekolimik menjarah negeri, atau bahkan bersekongkol dengan mereka itu. Jika ada gelagat pengingkaran terhadap tugas-tugas konstitusional itu, para patriot bangsa harus siap menempuh jalan yang diilhamkan oleh Pembukaan UUD ‘45 untuk konsisten berjuang mewujudkan mayarakat yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Tugas kita yang mengaku beriman saat ini hanya memantaskan diri agar Allah SWT Tuhan YME mendatangkan kebenaran konstitusi, maka insya’ Allah kebathilan perbudakan akan pergi.   Let us do our best and let Him do the rest. Pamekasan, 18/12/2021.

Ribuan Warga Terisolir Karena Jalan Masuk Tiku Lima Jorong Agam Banjir

Agam, FNN - Sekitar 4.000 warga Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjungmutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terisolir karena jalan menuju nagari itu digenangi banjir kiriman akibat meluapnya Sungai Batang Masang dan Sungai Batang Antokan, Minggu.   Sekretaris Nagari Tiku Lima Jorong, Anaswar di Lubukbasung, Kabupaten Agam, Minggu, mengatakan ribuan warga itu berasal dari Jorong Muaro Putih, Jorong Subang-subang, Jorong Labuhan, Jorong Gadih Angik dan Jorong Masang.   \"Warga tidak bisa keluar untuk mengurus keperluan ke daerah lain, namun aktivitas masyarakat seperti biasa. Untuk ketersediaan bahan kebutuhan pokok masih aman beberapa minggu ke depan,\" katanya.   Ia mengatakan warga tidak bisa ke daerah lain karena jalan utama digenangi air setinggi 0,5 sampai 1,5 meter, sehingga kendaraan tidak bisa melalui daerah lain.   Banjir juga menggenangi jalan alternatif menuju pusat pemerintahan kecamatan dan pusat pemerintahan provinsi.   \"Khusus di Jorong Gadih Angik, titik banjir cukup banyak menggenangi badan jalan,\" katanya.   Agar masyarakat bisa ke luar, tambahnya, dibutuhkan dua perahu berukuran besar untuk membawa sepeda motor warga.   Pemerintah Nagari Tiku Lima Jorong telah berkoordinasi dengan Satpol Air Polres Agam untuk menurunkan satu unit perahu untuk membawa sepeda motor warga.   \"Saat ini masih kurang satu unit perahu di lokasi titik banjir menggenangi jalan utama,\" katanya.   Sementara itu, Kasat Pol Air Polres Agam, AKP Martono mengatakan pihaknya mengerahkan satu unit perahu untuk membantu warga.   \"Perahu sudah berada di lokasi, namun jalan utama ada dua titik banjir di Abdeling Tiga dan Somel. Kendaraan sepeda motor bisa keluar melalui Ujuang Labuang,\" katanya.   Satgas BPBD Agam beserta perahu juga sudah berada di lokasi. (mth)

Politik Perselingkuhan

Boleh jadi, kasus hubungan gelap Ketua Umum Partai Golkar yang juga menjabat menteri pada kabinet Jokowi,  dengan seorang perempuan bernama Rifa Handayani. Merupakan fenomena-fenomena perselingkuhan yang bisa terjadi juga pada ketua umum partai yang lain. Bedanya, yang terjadi pada Airlangga Hartanto terlanjur muncul ke publik dan membuat geger seantero republik. Lepas dari persoalan politik atau tidak. Sementara kalaupun benar terjadi  pada pimpinan atau kader parpol berbeda, mungkin masih bisa  ditutup-tutupi dan belum terungkap. Disembunyikan dengan rapi, serapi-rapinya seperti kasus korupsi dan kebobrokan lainnya. Meski akhirnya akan terbongkar juga. Oleh Yusuf Blegur, Pegiat Sosial dan Aktifis Yayasan Human Luhur Berdikari DI TENGAH-tengah maraknya kasus korupsi dan blangsaknya penyelenggaraan negara, publik dikagetkan oleh munculnya berita tak sedap yang menimpa anak dari Ir. Hartarto Sastrosunarto yang menjadi menteri era ORBA dan salah satu orang kepercayaan Soeharto. Pucuk pimpinan partai Golkar sekaligus Menteri Koordinatir Bidang Ekonomi pemerintahan Jokowi. Kali  ini tersandung bukan soal korupsi,  tapi tentang hubungan  asmara ilegal yang mendera capres 2024 dari partai Golkar itu. Menarik, selain korupsi, skandal perempuan juga bisa ikut menyeret pejabat.  Selama kepemimpinan Jokowi, sepertinya partai Golkar  bersaing ketat dengan PDIP. Persaingan yang hebat bukan hanya soal pencapresan, melainkan juga dalam melahirkan kader yang terlibat kasus korupsi dan distorsi kebijakan politik lainnya. Sebut saja korupsi bansos atau setidaknya di kementerian sosial, kader kedua partai itu terakhir cukup menonjol. Beda halnya dengan PDIP yang masih bisa menyembunyikan Harun Masiku yang menjadi mata rantai yang hilang dari kasus korupsi. Partai Golkar justru gagal menyimpan dalam-dalam aib selingkuh ketua umumnya. Harta, Tahta dan Wanita Publik masih belum lupa, saat partai Golkar juga sempat tercoreng skandal perselingkuhan Yahya Zaeni dan Eva Mariam.  Kader Golkar yang menjadi anggota DPR saat itu, tak tanggung-tanggung, Yahya Zaini saat itu pengurus DPP Partai Golkar yang membawahi bidang kerohanian. Memori pada Yahya Zaini mengingatkan kesadaran publik, bahwa perselingkuhan di partai Golkar bukan pertama kali terjadi dan yang kini menyeret Airlangga Hartanto, seorang kader terbaik Golkar yang menjadi menteri sekaligus capres potensial.  Selain trend korupsi, kasus birahi terlarang kerap kali menyelimuti pejabat di jajaran eksekutif dan legislatif. Menggelayuti pesohor dari kader-kader partai politik besar di negeri ini. Tak sedikit pejabat dan pemimpin yang tersungkur karena kemolekan seorang wanita. Mungkin inilah konsekuensi logis dari  sistem politik yang memisah relasi agama dari negara. Sekulerusasi dan liberalisasi membentuk mental dan pikiran para penyelenggara tercerabut dari nilai spiritual. Dahaga akan moralitas. Kering pada  asupan agama. Bukan hanya pada pejabat dan pemimpin, bahkan rakyat juga terkontaminasi penghambaan pada materi dan kebendaan lainnya. Manusia terlebih di Indonesia kini terjangkiti penyakit yang menjadi pandemi permanen, berupa wabah cinta dunia dan takut mati. Sungguh mulia agama Islam dan menjadi kebenaran yang hakiki.  Jauh sebelumnya melalui Kitabullah Al Quranul Karim, Allah Subhanallahu wa Ta\'ala mewanti-wanti, mengingatkan dan menegaskan. Bahwasanya ujian pada manusia itu sungguh berat. Ia bisa hadir dalam serba kekurangan dan kemiskinan. Ia juga bisa hadir dalam keberlimpahan dan kekayaan. Begitupun juga keberadaan harta, tahta dan wanita. Kesemuanya atau salah satunya, tanpa pengendalian moral dan keimanan. Begitu dahsyat menjadi kekuatan yang menghancurkan. Bukan hanya hubungan keluarga dan karir semata. Anugerah sekaligus amanat itu jika mengalami distorsi, juga mampu menggerus negara dan bangsa. Bahkan tak luput pada kerusakan peradaban manusia.  Sejatinya, nyanyian Rifa Handayani akan syahdu menghentikan tour konser pencapresan Airlangga Hartanto di perhelatan pilpres 2024. Suara solo perempuan cantik itu, seakan membangunkan paduan suara rakyat. Bahwasanya, seorang Airlangga Hartanto lebih seksi dan menantang menjadi pemimpin sekaligus figur bagi keluarga. Menunaikan kewajiban membangun keluarga yang sakinah mawadah wa rohmah, ketimbang mengurus kemaslahatan negara. (*)  

Panggung Besar Galang Solidaritas Global di Keketuaan G20

Jakarta, FNN - Keketuaan Indonesia di G20 tidak hanya memberikan etalase megah bagi Indonesia untuk unjuk diri, namun juga tanggung jawab melekat untuk menjadikan forum ini tak berlalu hanya sebagai seremonial. Tongkat estafet keketuaan G20 dari Italia kepada Indonesia datang di waktu yang tidak mudah. Alih-alih mereda, perkembangan pandemi Covid-19 melahirkan ancaman mutasi baru varian baru bernama Omicron yang mampu menular lebih cepat. Sejak pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan, varian Omicron kini telah menjangkiti lebih dari 70 negara termasuk Indonesia. Hingga Minggu (19/12), tiga warga Indonesia terkonfirmasi positif varian B.1.1.529 itu, sementara di dunia, 15.000 orang di seluruh dunia sudah terinfeksi. Selain ketidakpastian pandemi, G20 di bawah keketuaan Indonesia juga dituntut memainkan peran penting untuk mempercepat pemulihan ekonomi dunia di tengah meningkatnya kebutuhan pendanaan bagi negara berkembang dan miskin, ancaman inflasi, serta kenaikan suku bunga. Belum lagi, isu keamanan kawasan yang semakin menghangat karena rivalitas Amerika Serikat-China, sengketa Laut China Selatan, hingga kemunculan aliansi militer Aukus tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Australia, dan Inggris. Dalam situasi itulah, Indonesia memegang keketuaan G20 mulai 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022. Indonesia menjadi negara berkembang pertama yang menjadi ketua G20, satu forum strategis yang menyumbang 80 persen total kekayaan dunia. Karena itu, kepemimpinan Indonesia di G20 pada 2022 sangat penting karena sedikit banyak akan menentukan jalur pemulihan kesehatan dan ekonomi dunia, serta menjadi jembatan dari kepentingan negara-negara berkembang. Presiden Joko Widodo dalam pidatonya, 18 November 2021, berjanji akan mendorong forum G20 agar berkontribusi maksimal bagi upaya pemerataan kemakmuran dunia. Ia juga menekankan G20 juga akan memperjuangkan tata kelola dunia agar lebih adil, merata dan inklusif. Pandemi Covid-19 juga mengajarkan agar seluruh negara perlu meningkatkan ketahanan kesehatan dan ekonomi untuk menghadapi krisis-krisis selanjutnya. Pada kesempatan lain, dia menegaskan Indonesia akan memobilisasi dukungan negara maju untuk membantu negara berkembang dan negara miskin dalam pemulihan kesehatan dan ekonomi dari pandemi Covid-19. “Negara kaya membantu negara miskin. Kebersamaan adalah jawaban atas masa depan dengan semangat solidaritas. Indonesia berupaya keras untuk menghasilkan inisiatif-inisiatif konkret untuk mendorong pemulihan situasi global, agar segera pulih dan menjadi kuat. Recover together, recover stronger (pulih bersama, pulih lebih kuat),” ujar Jokowi. Agenda Indonesia G20 saat ini memainkan peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi dunia. Sebanyak 20 anggotanya, yakni 19 negara dan satu kawasan Uni Eropa, menyumbang 80 persen Produk Domestik Bruto, dan 75 persen ekspor dunia. G20 juga setara dengan 60 persen populasi dunia. Sejak pertama kali dibentuk pada 1999, G20 telah berkontribusi untuk melepaskan dunia dari jeratan krisis. Saat krisis keuangan global 2008-2009, G20 pertama kalinya menggelar pertemuan para kepala negara/kepala pemerintahan dalam konferensi tingkat tinggi. Sebelum 2008, forum G20 hanya menghadirkan pertemuan tingkat menteri keuangan dan gubernur bank sentral.Pertemuan para kepala negara dinilai penting agar forum G20 memiliki bobot keputusan politik yang kuat. Deklarasi Pemimpin G20 pada 2008 menghasilkan rencana aksi komprehensif yang tidak hanya berperan memulihkan dampak krisis keuangan global, namun juga sektor riil dan penyediaan lapangan kerja. Sembilan tahun kemudian pada 2017, ketika stabilitas perekonomian dunia menghadapi tantangan ancaman proteksionisme ekonomi, Jerman yang menjadi keketuaan G20 menyuarakan dua agenda utama untuk pertumbuhan ekonomi dunia yang merata dan pembangunan berkelanjutan Kini, Indonesia dihadapkan pada tantangan tersebut. Sebagai tuan rumah, keketuaan G20 adalah panggung besar kekuatan diplomasi bagi Indonesia. Terlebih pada 2023, Indonesia juga akan menjadi ketua ASEAN. Jokowi, saat meresmikan keketuaan G20 Indonesia pada 1 Desember 2021, telah memberikan narasi yang jelas dan tegas keketuaan G20 Indonesia akan melahirkan inisiatif-inisiatif yang konkret.Ia mengatakan keketuaan G20 Indonesia akan berupaya membangun tata kelola dunia yang lebih sehat, lebih adil, dan berkelanjutan berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.Indonesia akan mengusung tiga isu strategis pada rangkaian G20 2022 yakni ; penanganan kesehatan yang inklusif ; transformasi berbasis digital, ; dan transisi menuju energi berkelanjutan “Indonesia akan terus mendorong negara-negara G20 menghasilkan terobosan-terobosan besar. Indonesia akan terus mendorong negara-negara G20 membangun kolaborasi dan menggalang kekuatan untuk memastikan masyarakat dunia dapat merasakan dampak positif dari kerja sama ini,” kata Jokowi. G20 memiliki dua jalur pembahasan isu yakni Financial Track dan Sherpa Track. Financial track atau jalur keuangan terdiri dari menteri keuangan dan gubernur bank sentral seluruh anggota G20 yang secara khusus membahas isu-isu mengenai sektor finansial. Sementara, Sherpa Track membahas agenda di luar sektor finansial, serta mempersiapkan berbagai dokumen yang akan dibahas di KTT. Oleh karena itu, para Sherpa umumnya ditunjuk langsung oleh kepala pemerintahan/negara dan dipandang sebagai perwakilan mereka di berbagai pertemuan G20 selain KTT. Ketua I Sherpa Track Keketuaan G20 Indonesia, Airlangga Hartarto, yang juga menteri koordinator bidang perekonomian, mengatakan keketuaan G20 Indonesia bertujuan agar dunia dapat keluar dari krisis dengan lebih baik dan lebih tangguh. Pertemuan Sherpa Track sudah dimulai pada 6 Desember 2021 di Indonesia, dengan kehadiran beberapa perwakilan negara secara daring. Indonesia, kata dia, juga akan mendorong penguatan sistem multilateralisme dan kemitraan global yang efektif guna memastikan perekonomian dunia tetap terbuka, adil, saling menguntungkan, dan menjamin tidak ada satupun yang tertinggal, khususnya kelompok miskin dan rentan. Ketua II Sherpa Track Keketuaan G20 Indonesia, Retno Marsudi, yang juga menteri luar negeri, memahami ekspektasi dunia yang besar terhadap G20 agar dapat memimpin pemulihan global dan menghasilkan solusi nyata. Karena itu, Indonesia menginginkan G20 dapat menjadi katalis bagi pemulihan global yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan di tengah upaya dunia mengatasi pandemi Covid-19. Bangun Kepercayaan Internasional Ketua I Finance Track Keketuaan G20 Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, menyatakan, keketuaan G20 Indonesia akan menjadi panggung diplomasi Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan domestik dan kepentingan negara-negara miskin dan berkembang. “Keketuaan Indonesia ini akan menjadi ajang bagi Indonesia menunjukkan perannya dalam memimpin forum global untuk mengatasi berbagai tantangan dan isu di tingkat dunia,” ujarnya. Menteri keuangan Indonesia itu juga mengatakan Indonesia ingin memperkuat citra positif dan membangun kepercayaan internasional terhadap perekonomian Indonesia. Karena itu, Indonesia juga akan menunjukkan kemajuan pembangunan dan realisasi reformasi struktural, serta pencapaian penanganan pandemi Covid-19. “Indonesia bertekad untuk mengatasi tantangan global yang masih akan muncul dan mencari solusi terbaik, memastikan bahwa semua negara dapat pulih bersama serta mendorong reformasi kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif pasca pandemi,” kata dia. Dalam isu Finance Track G20, Indonesia akan mengusung agenda koordinasi kebijakan bersama untuk keluar dari krisis, upaya penanganan dampak pandemi dalam perekonomian guna mendukung pertumbuhan yang lebih kuat di masa depan, penguatan sistem pembayaran di era digital, pengembangan pembiayaan berkelanjutan (sustainable finance), peningkatan sistem keuangan yang inklusif, serta agenda perpajakan internasional. Kolaborasi dan inovasi dunia untuk bersama-sama pulih sejatinya bukan hanya kepentingan Indonesia, namun juga seluruh negara di dunia. G20 memang bukan forum multilateral yang mengikat secara hukum, namun agenda Indonesia untuk memperbaiki tatanan dunia secara bersama-sama diharapkan dapat memberikan manfaat konkret bagi pemulihan kawasan dan global. (mth)