ALL CATEGORY

Terkait Kasus Brigadir J, Pengamat Menyarankan Pendekatan SCI

Jakarta, FNN - Pengamat politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menyarankan Polri menggunakan pendekatan instrumen Scientific Crime Investigation (SCI) dalam mengungkap kasus penembakan Brigadir J oleh Bharada E.“Saya menyarankan pendekatan Scientific Crime Investigation (SCI),” ujar Emrus Sihombing saat dikonfirmasi oleh ANTARA dari Jakarta, Rabu.Komunikolog Universitas Pelita Harapan (UPH) ini mengusulkan tim SCI terdiri atas para doktor kriminologi, ilmu kepolisian, komunikolog, sosiolog, antropolog, ilmu hukum, dan psikologi.Di sisi lain, akademisi UPH ini mengapresiasi langkah Kapolri yang telah menonaktifkan sementara Ferdy Sambo dari jabatannya sebagai Kadiv Propam Polri.Penonaktifan Sambo, di mata Emrus, berdampak baik demi transparansi, akuntabilitas, dan objektivitas penanganan perkara.“Ini sekaligus menunjukkan bahwa Polri tetap mengedepankan tindakan \'presisi\',” ucapnya.Menyoal asumsi liar di publik terkait penonaktifan Ferdy Sambo, Emrus berpandangan hal itu tergantung dari pendekatan yang digunakan.“Kalau pendekatan yang kita pakai adalah pendekatan kuantitatif, maka memang fenomena satu dengan yang lain seolah berdiri sendiri atau parsial. Akan tetapi, kalau pendekatan kualitatif, setiap fenomena tidak lepas dari fenomena lain, saling terkait satu dengan yang lain,” kata Emrus.Oleh karena itu, Emrus kembali menekankan penonaktifan sementara merupakan keputusan yang bijaksana, agar yang bersangkutan bisa fokus mendalami dan memahami peristiwa tersebut.Ia mengajak masyarakat untuk menyerahkan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian, namun masyarakat juga diharapkan memberikan masukan berupa fakta data serta argumentasi hukum kuat.“Tidak ada salahnya data dan fakta itu disampaikan saja kepada pihak kepolisian sehingga secara terang benderang nanti ketika terjadi gelar perkara. Saya berkeyakinan penuh bahwa Polri pasti akan menangani secara serius profesional, objektif, dan \'presisi\',” kata Emrus. (Ida/ANTARA)

Tata Kelola Data Lintas Negara Dibahas dalam DEWG G20 Indonesia di Labuan Bajo

Labuan Bajo, FNN - Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, mengatakan, Pertemuan Ketiga Kelompok Kerja Ekonomi Dijital (DEWG) G20 Indonesia di Labuan Bajo, NTT, juga fokus membahas tata kelola data lintas negara dan pemanfaatan data secara berkeadilan.\"Pembahasan isu arus data bebas terpercaya dan aliran data lintas negara pada pertemuan DEWG kali ini akan semakin esensial karena dunia semakin membutuhkan tata kelola data yang diterima berdasarkan kesamaan pandangan, kesamaan, pendekatan, dan kesamaan praktik dalam arus data bebas terpercaya dan aliran data lintas negara; suatu kondisi yang belum terwujud,\" kata dia, dalam konferensi pers DEWG G20 Indonesia di Labuan Bajo, Rabu.Sejalan dengan upaya pemenuhan kebutuhan keterampilan dan kecakapan digital, pertukaran data lintas batas negara akan semakin meningkat. Menurutnya dunia tidak bisa menghindari masa depan yang kian bertumpu pada pemanfaatan data oleh berbagai institusi baik pemerintah maupun sektor privat.Dengan demikian, tata kelola yang memiliki kesamaan itu akan mempertimbangkan nilai penting atau prinsip keadilan, keabsahan hukum, transparansi, dan timbal balik.Pengakuan terhadap aspek atau prinsip itu tidak hanya bermanfaat dalam pemulihan ekonomi dunia semata tapi mendorong terciptanya sinergi dan kolaborasi konkret untuk mewadahi perkembangan inovasi digital secara komprehensif. Ia menilai pembahasan itu akan bermanfaat di tengah dunia yang dipengaruhi pertukaran data antar negara.\"Apalagi isu ini bukan hanya isu negara berkembang, tetapi juga isu negara maju dan isu negara miskin,\" dia menambahkan.Sebagai ketua G20, Indonesia menyuarakan dan mendorong masyarakat global dan seluruh masyarakat di berbagai penjuru dunia terkait isu tata kelola global.Dia menegaskan bahwa tanpa adanya praktik tata kelola data yang tepat dan inklusif, hampir dapat dipastikan pemanfaatan data tidak seimbang. Hal itu berpotensi menjadikan data hanya sebagai suatu komoditas terbatas dan mengakibatkan pemanfaatan data secara terkelompok.\"Sewajarnya harus menjadi tujuan pemanfaatan data berguna bagi semua. Keuntungan untuk semuanya,\" ungkapnya.Pembahasan terkait isu ini, katanya, akan dibahas lebih lengkap pada hari kedua, Kamis, termasuk tentang keamanan data. \"Kita cari titik temu dan kesepakatan menatakelolanya bersama di tingkat global,\" kata dia, menutup konferensi pers hari pertama ini.Pertemuan Ketiga DEWG berlangsung di Labuan Bajo pada 20-22 Juli 2022. Pertemuan ini dihadiri 17 delegasi secara langsung. Sedangkan tiga delegasi yang hadir secara virtual yakni Italia, Argentina, dan China. (Ida/ANTARA)

Remaja "SCBD" Bisa Menjadi Perantara Sosialisasi Pemilu 2024

Jakarta, FNN - Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menyatakan setuju jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadikan remaja \"SCBD\" (Sudirman, Citayam, Bojonggede, Depok) yang kerap nongkrong di kawasan Dukuh Atas Jakarta tersebut sebagai perantara sosialisasi Pemilu 2024.\"Karena dalam melakukan pendekatan kepada anak muda, mereka tidak suka yang formalitas, tidak suka hal-hal yg keliatan kaku, artinya kalau KPU dan penyelenggara pemilu datang jemput bola ke sana, saya pikir tidak ada yang salah,\" kata CEO & Founder Voxpol Center Research and Consulting Pangi saat dihubungi di Jakarta, Rabu.Menurut Pangi, sosialisasi pemilu kepada anak muda harus dengan pendekatan dan momentum yang sesuai.Walau begitu,  lanjut dia, sosialisasi pemilu akan lebih efektif jika pendekatannya sesuai dengan selera atau maunya anak muda. Misalnya, dengan melakukan pendekatan berbasis hobi dan komunitas.Ia meminta KPU untuk mampu adaptasi dengan cepat dalam membaca selera anak muda, termasuk bisa masuk ke ruang-ruang digital dan pelan-pelan meninggalkan model sosialisasi pemilu yang konvensional.Sementara itu, anggota KPU RI Betty Epsilon Idroos mengatakan bahwa pihaknya menjadikan anak muda sebagai sasaran sosialisasi. Namun, tidak khusus remaja SCBD saja.\"Intinya mereka adalah sasaran sosialisasi yang baik sekali karena dari jumlahnya saja generasi z dan milenial luar biasa lebih dari 50 persen dari populasi Indonesia saat ini,\" kata Betty.Untuk sosialisasi pemilu saat ini, Betty menegaskan bahwa KPU akan menggaet anak muda dengan pendekatan bahasa maupun metode yang lebih kekinian. (Ida/ANTARA)

Ferdy Sambo Dinonaktifkan Terlibat Pembunuhan Berencana

KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo Senin malam (18/7/2022) secara resmi menonaktifkan Irjen Ferdy sambo sebagai Kepala Divisi Propam Polri. Keputusan itu dilakukan oleh Kapolri setelah terjadinya peristiwa penembakan atau tewasnya Brigadir Joshua di rumah dinasnya di Kompleks Perwira Tinggi Polri di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada hari Jumat, 8 Juli 2022 lalu. “Malam ini kita putuskan untuk Irjen Pol Ferdy Sambo sementara jabatannya dinonaktifkan,” kata Sigit di gedung Mabes Polri Jakarta Selatan. Menurut wartawan senior FNN Hersubeno Arief seperti disebutkan di Kanal Hersubeno Point, Selasa (19/7/2022), pencopotan ini sebagai tidak terlalu mengejutkan karena banyaknya sekali desakan agar Irjen Ferdy Sambo itu dinonaktifkan dari jabatannya. Yang paling awal menyampaikan desakan itu adalah Indonesian Police Watch (IPW). Dan, “Kemudian juga yang cukup serius saya kira yang disampaikan oleh Menko Polhukam Mahfud MD sekaligus sebagai Ketua Kompolnas (Komisi Polisi Nasional yang mengaku dia mendapatkan masukan agar Kapolri itu menonaktifkan Ferdy Sambo.” Dan pada waktu itu desakan disertai juga dengan pernyataan yang ini kemudian membuat orang menduga-duga dan menjadi kemungkinan keterlibatan Ferdy Sambo. Kenapa? Karena seperti seberapa kalau kita kutip juga Pak Mahfud mengingatkan Kapolri agar, “Jangan sampai karena ada tikus atau mengejar tikus itu kemudian rumahnya dibiarkan terbakar”. Hersu mengatakan, pada waktu itu ia mengingatkan apakah yang dimaksud tikus ini oleh Pak Mahfud MD, yang jelas bukan Joshua yang sudah meninggal dunia: Brigadir Joshua dan juga jelas bukan Richard atau Barada E yang telah disebut-sebut oleh Polisi sebagai pelaku penembakan. Dan, karena pada waktu itu disebutkan bahwa Bharada E ini tidak dijadikan tersangka karena dia membela diri. Tanda-tanda bahwa Ferdy Sambo akan dicopot itu sebenarnya sudah kita lihat pada tanggal 18 lalu dia menangis di pelukan Kapolda Metro Jaya Fadil Imran. Hanya saja saat itu Fadil Imron menyatakan, itu hanya kunjungan biasa yang kunjungan seorang senior kepada juniornya kunjungan seorang kakak kepada adiknya karena Ferdy Sambo ini memang angkatannya lebih muda dibanding Fadil Imran yang liting Akpol 91 seangkatan dengan Listyo Sigit. Sementara Ferdy Sambo ini angkatan Akpol 94. Sehingga dia sekarang ialah Jenderal termuda di Mabes Polri untuk level bintang dua. Di luar itu juga ada desakan dari kalangan DPR yang banyak bermunculan. Kemarin, misalnya dari PDIP dan Trimedya Panjaitan itu menyatakan bahwa dia mendesak agar Kapolri segera menonaktifkan Ferdy Sambo. Dan, pekan kemarin misalnya, dengan sangat optimis Trimedya Panjaitan menyatakan bahwa awal pekan depan itu Kapolri akan menonaktifkan Ferdy Sambo. “Artinya pekan ini ya hari ini, hari Senin adalah hari pertama dalam pekan ini,” kata Hersu.   Dugaan keterlibatan Sambo ini muncul karena banyak sekali kejanggalan-kejanggalan di sekitar kematian dari Brigadir Joshua dan Anda pasti masih mencatat ya bahwa peristiwa itu baru diumumkan ke publik itu setelah tiga hari kejadian pada tanggal 8 Juli hari Jumat dan kemudian baru disampaikan ke publik pada hari Senin tanggal 11 Juli hari Senin. Hersu menyebut, ada selisi tiga hari dan kemudian muncul banyak sekali kejanggalan-kejanggalan misalnya soal tembak-menembak yang terjadi di di rumahnya disebutnya pertama kali tembak-menembak tapi kemudian agak janggal karena yang terjadi tidak ada satupun peluru yang katanya disebut ditembakkan oleh Brigadir Joshua itu yang mengenai sasaran. Sementara ada 7 peluru yang bersarang, ada 7 luka tembakan dan 6 yang masuk dan satu yang keluar yang ada di tubuh dari Brigadir Joshua. Yang menembak itu disebut adalah Bharada E pada waktu itu atau Bharada Richard dan dia hanya melepaskan lima tembakan yang masuk enam, yang tembus dan satu proyektil yang tertinggal. Ini beberapa kejanggalan besar termasuk juga soal penguasaan senjata Glock-17 yang dipegang oleh Bharada E itu. Bharada E, Bharada Richard ini, padahal dia penampakannya adalah prajurit balok satu. Yang juga menarik perhatian publik adalah ketika akhirnya istri Ferdy Sambo itu yakni Nyonya Putri Candrawati meminta perlindungan ke LPSK ini. Jadi, orang bertanya-tanya dari mengapa meminta perlindungan kepada LPSK, padahal dia sendiri itu adalah istri seorang perwira tinggi yang keamanannya itu cukup terlindungi dengan banyaknya sekali ajudannya, bahkan juga para pengawal dan sopir yang semuanya adalah anggota Polri. Begitu juga ternyata tidak lama kemudian Bharada Richard ini juga meminta perlindungan paten kepada LPSK. Orang bertanya-tanya ada kekuatan apa yang kemudian mengancam Putri dan sehingga memaksa dia untuk meminta perlindungan ke LPSK. Nah puncak dari kecurigaan ini adalah banyaknya luka sayatan di tubuh dari Brigadir Joshua jika sebelumnya hanya disebut tembak-menembak mengapa dalam tubuh Brigadir Joshua ini banyak sekali tembakan, ada luka sayatan, ada sempat luka memar jarinya, juga ada yang putus. Nah, inilah yang dibuka oleh keluarga dari Brigadir Joshua dan tidak lama kemudian pengacara sekaligus keluarga Brigadir Joshua, yakni Kamarudin Simanjuntak, membuka fakta-fakta kepada publik tentang luka-luka yang ada di sekujur tubuh dari Brigadir Joshua. Rupanya waktu pertama kalinya jenazah datang kita tahu bahwa keluarga Brigadir Joshua ini dilarang oleh Polisi untuk membuka kotaknya ya kotak jenazah itu tapi akhirnya mereka berhasil muka peti jenazah dan kemudian memfoto-foto dan foto-foto itulah yang kemudian dikirim ke Kamaruddin. Dari fakta-fakta foto yang lihat itu Kamarudin menduga adanya pembunuhan berencana, yaitu dia dengan apa dasarnya dia melihat tadi luka-luka di tubuh dari Brigadir Joshua sesuai dari pengalaman dia sebagai seorang pengacara menunjukkan bahwa itu bukanlah luka. Karena tembakan akhirnya sebagai kita ketahui Kamarudin hari Senin sebagai pengacara dari keluarga Joshua melaporkan dugaan pembunuhan tersebut ke Bareskrim Mabes Polri laporan dugaan pembunuhan itu sudah diterima Polisi dan pada tanggal 18 Juli 2022. Dan, dalam laporan itu disebutkan bahwa dugaan pembunuhan berencana dan penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia. Hersu menyebutkan, Kamaruddin hanya melaporkan Ferdy Sambo, dia tidak melaporkan Bharada E yang disebut Polri terlibat dalam baku tembak dengan Brigadir Joshua di rumah Irjen Ferdy Sambo pada hari Jumat lalu dan sejauh ini berita yang kita terima dari versi polisi disebutkan, Joshua diduga tewas akibat tembakan dari Bharada E yang disebutkan dia menggunakan senjata Glock-17, dari 5 tembakan kemudian ada tujuh tembakan yang masuk enam tembakan keluar dan sabtu proyektil yang bersarang. Jadi menurut Kamarudin yang menjadi pelapor adalah tim penasihat hukum keluarga almarhum dan Kamarudin diperkuat oleh Johnson Panjaitan seorang pengacara yang juga tergabung dalam Indonesian Police Watch (IPW) sejak awal mengkritisi kasus ini. Kamarudin Simanjuntak menyatakan bahwa dia tidak melaporkan Bharada E, “Menurut perhitungan kami berdasarkan fakta-fakta hampir tidak mungkin yang bersangkutan, maksudnya Bharada Richard, yang melakukan ini atau setidak-tidaknya menurut perkiraan kami peristiwa ini melibatkan beberapa orang, bukan hanya satu atau dua orang, ini ada beberapa orang.” Itu dugaan dari Kamaruddin. “Ada yang berperan menembak dengan pistol, ada yang berperan memukul, ada yang berperan melukai dengan senjata tajam, bahkan mungkin dengan sangkur atau dengan apa namanya itu laras panjang itu loh kata dia gitu dengan banyaknya luka maka kami sangat yakin ini adalah pembunuhan berencana,” sambungnya. Hersu mempertanyakan, bagaimana sebenarnya peristiwa tersebut, hari ini Hersu membaca di kumparan itu dalam sebuah artikelnya menyebutkan bahwa Joshua ini sengaja dijebak oleh Ferdy Sambo karena mengetahui adanya affair antara istri Ferdy Sambo, Putri Cendrawati dengan Joshua. “Nah, ketika Joshua masuk ke kamar ia kemudian disergap dan dikeroyok. Tetapi seperti dikatakan oleh Kamarudin, dia tidak ikut melaporkan Richard. Apakah Richard termasuk dalam orang yang melakukan proyek atau tidak ini yang saya kira sampai sekarang masih belum jelas,” ujar Hersu. “Tapi tadi apa yang saya kutip dari kumparan itu baru mengutip dari sumber- sumber di internal polisi, belum ada keterangan resmi dari polisi, bagaimana peran Ferdy Sambo, apakah status Ferdy Sambo ini hanya dinonaktifkan untuk memperlancar penyidikan,” lanjut Hersu. Karena posisinya sebelah sebagai Kepala Divisi Propam atau ada indikasi seperti yang dilaporkan oleh Kamarudin bahwa Ferdy Sambo terlibat dalam pembunuhan berencana, “itu saya kira ini akan menjadi berita yang sangat menarik skandal besar karena tak ada seorang perwira tinggi kalau betul sepertinya sekali lagi yang dilakukan oleh Ferdy Sambo terlibat dalam pembunuhan berencana.” (Ida/mth)

Ratusan Santri Gaza Semarakkan Program Bahagia Khatam Qur’an

Palestina, FNN --- Ratusan santri penghafal Al-Qur’an Gaza, Palestina, ikut menyemarakkan program Bahagia Khatam Al-Qur’an dalam rangka menyambut Milad AQL ke-14.  AQL Islamic Center akan merayakan milad ke-14 pada 30 Juli 2022/1 Muharram 1444 H mendatang.  Para santri Markaz Qur’an Gaza sangat antusias mengikuti program itu. Mereka terbagi ke beberapa kelompok lalu melingkar membaca ayat demi ayat. Gemerlap cahaya lampu gantung memantul ke karpet hijau masjid memperlihatkan bayang semangat mereka.   Surah Al-Fatihah selesai dibaca, dilanjut Surah Al-Baqarah, lalu surah-surah berikutnya. Saat tiba di Surah Al-Isra, seorang santri maju ke depan memimpin pada santri lainnya membaca ayat pertama hingga akhir. Khataman kemudian dilanjutkan sampai pada Surah An-Nas.  Menariknya, halaqah Qur’an itu tak hanya diikuti santri-santri berusia remaja saja. Ada pula santri yang sudah menginjak usia 30-an ke atas. Mereka tak malu berbaur satu sama lain. Tak ada kasta, mereka duduk khusyu membaca lembar demi lembar kitab suci.  Konsistensi AQL Direktur program Spirit of Aqsa, Ustadz Ridwan Hakim, mengatakan, semarak Bahagia Khatam Qur’an di Gaza merupakan bentuk terimakasih kepada AQL Islamic Center dan Spirit of Aqsa (SoA). AQL melalui SoA setiap mendukung para santri itu beberapa tahun terakhir.  “Santri penghafal Al-Qur’an di Gaza mengucapkan selamat MIlad AQL yang ke-14, dan mengucapkan terimakasih atas peran AQL melalui Spirit of Aqsa yang selama ini memberikan sponsor dan bantuan demi terselenggara dan terwujudnya kegiatan menghafal Al-Qur’an di Gaza,” kata Ustadz Ridwan di Jakarta, Ahad (17/6/2022).  Hal serupa disampaikan pembina Markaz Qur’an Gaza, Syekh Abdullah. Dia mengungkapkan, para santri turut berbahagia atas konsistensi AQL di jalan dakwah selama 14 tahun terakhir. Demikian pula dukungan moral dan moril yang selalu diberikan kepada santri Gaza.  “Kami dari markaz Qur’an di gaza turut serta dalam program Khatam Qur’an dalam rangka milad AQL, dan kami sampaikan terimakasih kepada AQL dan Spirit of Aqsa, terkhusus kepada Ustadz Bachtiar Nasir,” kata Syekh Abdullah.  Gaza sampai hari ini masih menjadi sasaran serangan udara penjajah Israel. Bahkan, Sabtu (16/7), angkatan udara militer Israel meluncurkan roket ke daerah tersebut. Kendati begitu, semangat mereka tak pernah surut untuk mengamalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.  Penghafal Al-Qur’an menjadi salah satu kekuatan penting para pejuang Gaza. Lumrah ditemui setiap rumah memiliki satu hafidz. Tak jarang pula ditemui satu keluarga diisi oleh penghafal Al-Qur’an.  Berkah Al-Qur’an itu yang membuat mereka tetap teguh berdiri. Tidak ada kata mundur dalam berjuang melawan penjajahan zionis Israel. Para santri selalu siap-siaga turun ke medan perlawanan. Meski tanpa senjata berat di tangan, namun Qur’an menggema di dalam dada membakar semangat untuk berada di garis terdepan.  “Sesungguhnya program membina para penghafal Al-Qur’an ini adalah khidmat untuk Al-Qur’an dan Islam. Sebagaimana pesan Rasulullah dalam sebuah hadits, ‘sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkannya.’ (HR Bukhari),” kata Syekh Abdullah. (TG)

Pembebasan Habib Rizieq Shihab, Akankah Petamburan Berbinar Kembali

Oleh Ady Amar Kolumnis  Habib Rizieq Shihab menghirup udara bebas. Kabar ini, dikuatkan berbagai pose foto dan video, viral. Ada pula foto Habib Rizieq yang tampak akrab bersama petugas Balai Lapas Pemasyarakatan Kelas 1 Jakarta Pusat. Lebih dari 2/3 masa hukuman telah ia lalui. Karenanya, ia mendapat pembebasan bersyarat. Dan, Rabu, 20 Juli, tampak ia meninggalkan lapas menuju kediaman di jalan Petamburan III. Di rumahnya sudah berkumpul puluhan pecintanya berebut mencium memeluknya meluapkan kebahagiaan. Pecintanya seolah tak memberi kesempatan membebaskan _barang_ sehari-dua hari beliau untuk berkumpul bersama keluarganya. Seperti rasa rindu pecintanya tak mampu mengalahkan nafsu egoistis kepatutan selayaknya. Semua dibuat menjadi biasa saja. Meminta tuk dimaklumi. Siapa yang bisa menahan rasa rindu pada pujaan hati, yang telah lama tak ditemui secara fisik. Antara haru bahagia terlihat dari ronah para pecinta yang mengerubuti habibana. Tak ketinggalan rebana dipukul mengiringi nyanyian Thola\'al Badru Alaina menyambutnya, seperti sang pecinta di Yastrib (Medina) menyambut tibanya Rasulullah saat hijrah dari Mekkah bersama para sahabatnya. Petamburan III adalah kediaman dan sekaligus sebagai markaz dakwahnya. Rumah sekaligus tempat ia biasa mengadakan pengajian rutin. Biasa dihelat Ahad pagi. Pengajian yang diikuti ratusan jamaahnya. Saat ia ditahan, pengajian dihentikan untuk waktu sementara. Bukan tidak ada penggantinya. Karena anak menantunya juga mubaligh mengagumkan: Ustadz Muhammad Alatas dan Ustadz Hanif Alatas. Bahkan Ustadz Muhammad Alatas saat ini didapuk sebagai Ketua Umum FPI (Front Persaudaraan Islam). Memakai inisial yang sama dengan Front Pembela Islam, yang dibubarkan pemerintah tidak lewat pengadilan. Ada kesan sewenang-wenang. Sedang Ustadz Hanif membersamai Habib Rizieq saat mendekam di penjara, yang juga dengan dakwaan mengada-ada. Jalan Petamburan III khususnya, sejak Habib Rizieq ditahan dan markaz FPI \"diobrak-abrik\", suasana jalanan menjadi sepi. Menjadi berbalik dari sebelumnya, yang dipadati para santri dan jamaah dengan atribut khas baju kokoh putih berseliweran. Dua kali mendatangi rumah Habib Rizieq bersama Prof Muhammad Baharun, yang disambut hangat menantunya Ustadz Hanif (Februari 2022) dan Ustadz Muhammad (Akhir Juni 2022). Dua menantu yang punya tabiat keramahan menawan. Padahal baru mengenalnya. Dan, saat bersama Ustadz Muhammad itu, setelah dijamuh makan siang dengan menu nasi mandi, kami setengah dibisiki, karena memang suaranya lembut, bahwa kami (saya dan Prof Baharun) diizinkan untuk bisa silaturahim dengan Habib Rizieq siang itu juga. Padahal itu hari Kamis. Menjadi surprise karena tidak direncanakan. Dua kali punya keinginan menemui Habib Rizieq ditahanan Bareskrim Polri. Tapi takdir tidak menjawab. Jadwal menjenguk itu hanya diberikan sepekan sekali. Jatuh pada setiap Jum\'at. Tapi ternyata tidak tiap Jum\'at. Dibagi juga dengan keluarga. Jadi Jum\'at ini untuk keluarga, dan Jum\'at berikutnya untuk para pecintanya. Sekali saya datang ke Jakarta dengan niat menjenguk, ternyata salah jadwal. Jum\'at jadwal keluarga. Mencoba datang lagi dengan koordinasi dengan salah satu pengacaranya, dan sampai waktunya tiba takdir pun belum berpihak. Habib Rizieq flu berat dan dilarang untuk dikunjungi. Padahal sudah di Jakarta. Duh... Maka \"tawaran\"  menjenguknya, dan itu dari Habib Rizieq sendiri, bukan di lapas tapi disalah satu rumah sakit di Jakarta. Ternyata Habib Rizieq tengah dirawat. Sampailah takdir jumpa dengan Habib Rizieq, dan itu perjumpaan pertama saya dengannya. Disambut dengan pelukan erat meski di tangannya masih tertusuk jarum infus. Demi menyambut kami infus dilepasnya. Ahlan wa sahlan Ady Amar, sapanya dengan senyum mengembang. Tidak tampak ia sedang sakit serius. Dirawat dengan berbagai keluhan penyakit. Semoga Allah angkat semua penyakitnya. Aamiin. Ucapan pertama yang muncul dari lisannya, adalah terima kasih atas tulisan-tulisan pembelaan atasnya. Saya memang aktif menulis semacam \"pembelaan\" atas ketidakadilan yang diterimanya. Sejak Habib Rizieq kembali dari \"tanah pengasingan\" Mekkah, sekitar 3,5 tahun, saat ditahannya dan proses pengadilan--juga pembubaran FPI dan kronik yang mengitari. Tulisan-tulisan itu--usulan banyak kawan agar dibukukan. Kata Mas Mustofa Nahrawardaya, pegiat media sosial dan Pemred Majalah Tabligh Muhammadiyah--meski agak berlebihan, bahwa buku itu nantinya bisa jadi asset bersejarah. Karenanya, tulisan-tulisan itu sedang proses dibukukan. Judul Tuhan Tidak Diam: Episode Gapai Keadilan Habib Rizieq Shihab.  Dengan Prolog Dr. Refly Harun, dan Epilog Dr. Ahmad Sastra. Dan tahniah banyak kawan atas buku itu: Rocky Gerung, Asyari Usman, Smith Alhadar, Tony Rosyid, Lieus Sungkarisma,  Abdul Chair Ramadhan, Mustofa Nahrawardaya, Tjahya Gunawan. Tidak lama lagi diikhtiarkan terbit, in Syaa Allah. Ada yang \"menakjubkan\", bahwa saya, juga Refly Harun dan Ahmad Sastra tidak mengenal Habib Rizieq sebelumnya. Bahkan sepertinya, Ahmad Sastra sampai sekarang bisa jadi belum pernah jumpa. Saya baru jumpa saat di rumah sakit, dan Refly Harun, jumpa pertama kali dengan Habib Rizieq di PN Jakarta Timur, saat ia diminta lawyernya untuk menjadi saksi ahli. Tapi Refly Harun sudi menulis prolog lumqyan panjang, lebih kurang 8 halaman, dan Ahmad Sastra menulis epilog sekitar 10 halaman. Bisa jadi faktor frekuensi yang sama mampu menyatukan \"pembelaan\" atasnya. In Syaa Allah buku ini akan tersaji cukup baik, dan full colour. Baik kita kembali ke jalan Petamburan III... Jalan Petamburan III di siang hari, saat kunjungan itu, terpantau lengang, seperti tidak pernah ada \"geger\" nasional dicipta di sana mampu menyita perhatian publik luas. Pemberitaan Habib Rizieq Shihab dan FPI nya, diberitakan bukan berhari-hari, tapi berbulan tak habis. Bahkan persidangannya menyita perhatian publik luas, bahkan diliput media asing. Jalan Petamburan III, itu cuma gang sempit. Tapi di gang sempit itu--kediaman Habib Rizieq dan Markaz FPI--peristiwa gegap gempita pernah dibuat. Dan  sejarah pastilah mampu mencatatnya dengan rapi. Akankah jalan Petamburan III setelah \"kedatangan\" Habib Rizieq, itu suasana  menjadi berbinar kembali? Sepertinya akan demikian. Semua berharap akan ada catatan sejarah baru dibuat di sana. Bersabarlah menunggu. Seperti kita telah sabar menunggu pembebasannya. (*)

Habib Rizieq Shihab Bebas. Siap-Siap Ini yang Akan Terjadi

Jakarta, FNN - Mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) pada Rabu (20/7) pagi dinyatakan bebas bersyarat dari rumah tahanan negara (Rutan) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.  Habib Rizieq resmi bebas bersyarat setelah menjalani hukuman tindak pidana antara lain kekarantinaan kesehatan hingga penyebaran berita bohong.  Setelah meninggalkan rutan dan pulang, HRS kemudian menggelar konferensi pers bersama DPP Front Persaudaraan Islam (FPI) dan tim advokasi di Markaz Syariah Petamburan. “Banyak yang menanti-nanti kebebasan Habib Rizieq Shihab, terutama jutaan pendukungnya yang selama ini seperti kehilangan induknya. Sebaliknya untuk para penentangnya dan tentu saja pemerintahan Jokowi, pembebasan HRS ini pasti sangat diwaspadai,” ujar Hersubeno Arief wartawan senior FNN dalam kanal YouTube Hersubeno Point, Rabu (20/7). Bagaimana pun juga tidak dapat dipungkiri bahwa walaupun HRS dikurung di balik penjara kemudian FPI dibubarkan, namun kharismanya masih sangat besar. Lalu Hersubeno menyampaikan apa saja yang akan terjadi dengan pembebasan Habib Rizieq ini, pertama soal metode dakwahnya yang lebih memilih dakwah pada nahi munkar ini tentu tidak akan ditinggalkannya. Kemudian kedua keterlibatannya dalam dunia politik, hal ini tentu sangat menarik karena Habib Rizieq dibebaskan di tahun-tahun politik menjelang Pilpres 2024. Seperti diketahui namanya sudah masuk dalam bursa calon presiden (capres) 2024 yang bakal dipilih rakyat.  Hal ini diungkap dalam temuan hasil survei. Namanya berada di urutan ke-14 sebagai capres yang bakal dipilih rakyat. Bahkan HRS berada di atas nama-nama beken semisal Airlangga Hartarto, Nadiem Makarim, Sri Mulyani, Erick Thohir, Fahri Hamzah, Gibran Rakabuming Raka, serta Hary Tanoesoedibjo. Ketiga, di tengah krisis ekonomi saat ini, problem hidup rakyat yang kian berat, dalam situasi seperti ini tentu seorang ulama seperti Habib Rizieq akan menjadi pilihan bagi rakyat untuk mengadu dan menyandarkan hidupnya. Ini penting kalau kita mengalami kesulitan tempat kita mengadu kepada Allah SWT dan para habib bisa dianggap sebagai wasilah kepada Allah. Wasilah Allah dan rakyat yang sedang menderita. Bagaimana hubungan Habib Rizieq dengan pemerintah, sesungguhnya kita tidak terlalu terkejut apabila nantinya Rizieq Shihab membuka tangan untuk kerja sama bersama pemerintah. Jadi sekarang tinggal bagaimana pemerintah mengkalkulasikan plus minusnya, apakah pemerintah masih memposisikan Habib Rizieq ke dalam kelompok yang harus diwaspadai dan kemudian dicari-cari kesalahannya serta ditahan sampai pilpres 2024 atau pemerintah mencoba dengan pendekatan berbeda. (Lia)

Surya Paloh Ingatkan Prabowo: Sudahlah Kasih Kesempatan Yang Muda

Jakarta, FNN - Ketua DPP NasDem, Zulfan Lindan mengatakan bahwa ketua umum partainya, Surya Paloh meminta Prabowo memberi kesempatan kepada yang muda di Pemilu Presiden 2024. Hal ini karena masalah umur Prabowo yang menginjak lebih dari 70 tahun. Pesan tersebut disampaikan Paloh kepada Prabowo pada saat bertemu di NasDem Tower beberapa waktu lalu. Makanya, saat pemilihan bakal capres yang akan diusung NasDem pada Rakernas beberapa waktu lalu, tidak ada nama Prabowo.  NasDem mencalonkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Kemudian pernyataan Zulfan langsung dibantah oleh Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, bahwa bagaimana Zulfan bisa mengungkapkan hal yang tidak dia ketahui, karena dia tidak ikut dalam pertemuan itu. Hal senada juga dikatakan Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak. Dia bilang, Prabowo tidak pernah mendengar Paloh menyampaikan hal yang diucapkan Zulfan. \"Terus yang disampaikan Pak Zulfan itu omongan siapa?\" cecar Dahnil. Soal Prabowo akan nyapres lagi 2024 tampaknya bagi Gerindra sudah menjadi sesuatu yang tidak boleh diusik lagi apalagi sudah membawa-bawa soal umur.  “Wajar bila Gerindra menjadi baper dan uring-uringan karena ada partai lain yang menyinggungnya terkait Pilpres 2024,” kata Wartawan senior FNN Hersubeno Arief dalam kanal YouTube Hersubeno Point, Selasa (19/7). Untuk diketahui, Prabowo sudah keseringan nyapres, Pilpres 2024 ini akan menjadi ketiga kalinya untuk Prabowo menjadi Calon Presiden. “Kalau kalah lagi Pilpres 2024 maka akan menjadi ketiga kalinya kalah. Jelas ini akan menjadi tragedi bagi sejarah perjalanan politik Prabowo,” ungkap Hersubeno.  (Lia)

LaNyalla Sebut Kesetaraan Gender Masih di Atas Kertas, Perlu Kebijakan Spesifik

Jakarta, FNN – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menilai kesetaraan gender hingga saat ini masih wacana di atas kertas.  Menurutnya, kesetaraan gender di lapangan belum sepenuhnya terealisasi dengan baik. Justru masih terjadi diskriminasi, baik pada masalah ekonomi, maupun sektor lainnya. Oleh karena itu perjuangan kesetaraan gender yang dituangkan dalam Konferensi Tingkat Tinggi Women20 (KTT W20) yang difokuskan pada penanganan diskriminasi perlu didukung kebijakan yang lebih spesifik. “Saya mendukung realisasi kesetaraan gender dalam bentuk nyata. Jangan sekedar wacana saja. Makanya saya sepakat hal itu harus dituangkan dalam sebuah kebijakan yang mengikat,” ucap LaNyalla, Rabu (20/7/2022). Menurutnya, kaum perempuan juga harus diberdayakan secara ekonomi, pendidikan, teknologi, keuangan, dan kesehatan. Ditegaskannya, jumlah penduduk perempuan sebanyak 49, 42 persen merupakan potensi besar dalam membangun bangsa ke depan. Apabila SDM perempuan tidak diberdayakan maka akan menjadi ancaman di kemudian hari.  “Makanya disinilah perlunya kebijakan yang spesifik dalam memberdayakan perempuan agar dapat lebih eksis dan menjadi bagian dari bonus demografi,” ujar dia lagi. Menurut Senator asal Jawa Timur itu pemberdayaan perempuan bertujuan supaya perempuan mudah mendapatkan akses dan kontrol terhadap sumber daya, ekonomi, politik, sosial, budaya.  Hal itu  akan menjadikan kaum perempuan dapat mengatur diri dan meningkatkan rasa percaya diri untuk mampu berperan dan berpartisipasi aktif dalam memecahkan masalah. “Artinya kaum perempuan mampu mandiri dengan menggali dan memanfaatkan potensi-potensi yang ada pada diri dan daerahnya, sehingga bisa membantu masyarakat lainnya bebas dari kemiskinan,” katanya. Konferensi Tingkat Tinggi Women 20 (W20) akan membahas beberapa agenda dengan fokus pada berbagai topik seperti menangani diskriminasi untuk pembuatan kebijakan kesetaraan gender.  Dalam kegiatan W20 juga akan membahas pemberdayaan ekonomi perempuan, pertumbuhan ekonomi inklusif bagi perempuan pedesaan dan perempuan dengan disabilitas, dan pendampingan bisnis. (mth/*)

Polri Terima Permintaan Autopsi Ulang dari Keluarga Brigadir Joshua

Jakarta, FNN – Polri menerima permintaan keluarga Brigadir J (Joshua) melalui pihak kuasa hukum untuk melakukan autopsi ulang (ekshumasi), dan sekaligus mempersilakan pihak keluarga mengajukan hal tersebut kepada penyidik. Korps Bhayangkara juga akan mengerahkan pihak yang \'expert\' di bidang kedokteran forensik untuk mengungkap kasus ini. “Ekshumasi harus dilakukan oleh pihak yang berwenang, dalam hal ini penyidik. Karena ini menyangkut autopsi ulang atau ekshumasi tersebut, orang expert yang harus melakukan. Dalam hal ini adalah kedokteran forensik,” ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, saat ditemui di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Selasa (19/7/2022). Nantinya pada ekshumasi Brigadir J, kedokteran forensik milik Pusdokkes Polri akan bekerjasama dengan pihak eksternal yang ahli di bidangnya. “Kedokteran forensik Polri tentunya tidak akan bekerja sendiri, tapi kami juga meng-hire dari pihak luar. Dalam rangka untuk betul-betul hasilnya itu sahih dan bisa dipertanggungjawabkan dari sisi keilmuan, dan dari semua metode sesuai dengan standard internasional,” tegas Kadiv Humas Polri. Kadiv Humas Polri pun menegaskan bahwa proses penyidikan tewasnya Brigadir J akan dilakukan secara terbuka dan transparan. Proses penyidikan Polri secara transparan ini juga akan memenuhi kaidah-kaidah scientific crime investigation sesuai dengan kebijakan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. “Proses penyidikan ini akan dilakukan se-terbuka mungkin, se-transparan mungkin. Dan tentunya proses penyidikan harus memenuhi kaidah-kaidah scientific crime investigation. Itu hal yang mutlak yang harus dilakukan,” ujar Irjen Dedi Prasetyo. (*)