FORUM-RAKYAT

Tunggu Apa Lagi

Oleh Sugeng Waras - Purnawirawan TNI AD  Tanggal 29 Desember dipenghujung tahun 2022 adalah hari na\'asku, 72  hari yang lalu saat aku ditusuk oleh   sekelompok orang tak dikenal yang melukai kedua pahaku dan merobek lengan atas kananku. Untung aku masih hidup. Bukan untuk dilihat dan tidak untuk diingat, seorang purnawirawan bernama Sugengwaras. Tapi lihatlah dan ingatlah, sebagai purnawirawan yang juga statusmu, kawanmu, sobatmu, mantan bawahanmu, mantan atasanmu yang kini dalam menggeram dan mendidih  dadanya, karena tak ada ujung pangkalnya, sulit diterima logikanya dengan telah ditangkapnya satu orang pelaku dan menyusul satu lagi sebulan yang lalu. Namun hingga detik ini tidak ada informasi lanjutan dan perkembangan yang menggembirakan. Seolah begitu sulitnya, begitu rumitnya, begitu berbelit-belitnya dan segitu saktinya para kelompok penusuk tak dikenal itu yang kini masih bebas berkeliaran termasuk untuk menangkap satu lagi pelaku utama yang sangat mungkin bisa mengungkap otak dan dalang tragedi misterius itu. Wahai KAPOLRI, KAPOLDA JABAR, kasus penusukan terhadap seorang purnawirawan Sugengwaras bukanlah peristiwa biasa, ecek ecek yang sebegitu mudah dipermainkan dari sekelompok keparat yang ditangani oleh aparat. Bongkar secara tuntas, siapa siapa saja para pelakunya, siapa otak dan dalangnya serta apa motifnya. Kami, para purnawirawan dengan ikhlas dan sabar menyerahkan persoalan ini kepada teman-teman aparat kepolisian Bukan kami tidak bisa bertindak, bukan juga kami harus diam, semuanya kami serahkan kepada teman-temanku Polri sebagai kehormatan peran dan fungsinya. Mana bukti, sisa ambil tokohnya? Apa bukti tugas sudah selesai 85 % sebulan yang lalu? Semuanya kami percaya, namun jangan hendaknya harapan ini berubah menjadi kekecewaaan kami para purnawirawan yang penuh cemas harap atas ending kasus ini. Baiklah, waktu untuk memotivasi masih sisa sekejap, kami para purnawirawan masih tetap berharap kepada teman teman aparat untuk menangkap dan mengungkap para keparat dan bangsat bangsat itu. Semoga Alloh swt, TYME senatiasa memberi kekuatsn lahir batin, kesehatan dan keselamatan kita semua. Jauh kita singkirkan dan kita buang untuk kami para purnawirawan berencana dan berbuat dengan cara sendiri. Di sisi lain, kami para purnawirawan berharap bantuan dan kekompakan dari para anggota TNI aktif untuk terus berpartisipasi dan bekerjasama dengan aparat kepolisian menangani masalah ini, untuk menjaga sinergitas, marwah dan kehormatam TNI POLRI dan para purnawirawan dalam menjaga dan memelihara kondusifitas NKRI. Bandung, 11 Maret 2023

Getol Tuding Islam Radikal, Kini Ratu Utang Sri Mulyani Terjerat Skandal Rp300 Triliun

Oleh: Faizal Assegaf - Kritikus independen Sri Mulyani alias Ratu Utang dengan sombong pamer diri rangkap 30 jabatan. Sok paling hebat dan bertindak suka-suka menabrak UU. Di balik perilaku rakus kekuasaan tersebut menyimpan aneka kejahatan luar biasa di Kemenkeu. Mulai dari skandal pamer kekayaan bawahannya, copet-copet duit pajak hingga terbongkar aliran uang haram Rp300 triliun. Rangkaian kebrutalan korupsi tersebut selama ini tertutup rapi dengan modus biadab  getol menuding umat Islam radikal-radikul. Satu per satu kejahatan yang disembunyikan terbongkar. Kini Ratu Utang menuai kemarahan publik. Bergaya paling bersih dan jago ngoceh, ternyata hanyalah cara untuk menutupi busuknya watak korup yang sangat bengis di Kemenkeu. Bukan kali pertama skandal besar menyeret Sri Mulyani. Tapi, pasca Pilpres 2009, misionaris IMF tersebut diduga menjadi operator dalam kasus Bank Century Rp6,7 triliun.  Ihwal kasus maling uang rakyat tersebut juga menyeret mantan Wapres Boediono selaku eks Gubernur Bank Indonesia. Tapi, kedua aktor tersebut mirip belut, bergerak licin dan lolos dari tanggungjawab. Dugaan publik mereka \'dilindungi Susilo Bambang Yudhoyono  Kini si Ratu Utang kembali membuat keonaran yang super dasyat. Markas \'depkolektor negara\' yakni Ditjen Pajak & Bea Cukai serta kawanan Kemenkeu terseret aliran skandal Rp300 T. Sri Mulyani yang gemar menggunakan topeng anti korupsi, terbukti dalam waktu yang lama membiarkan loyalisnya menggarong uang rakyat. Kejahatan Rp300 T terbongkar jelang pemilu 2024. Luar biasa besar dan harus diusut tuntas. Umat Islam yang kalian hinakan dan zalimi, kini menyaksikan dengan sangat jelas bahwa Kemenkeu menjadi sarang iblis berdasi. Para garong dan bandit pencuri uang negara bersekutu di balik topeng toleransi. (*)

Jika Tidak Tunda Pemilu, LBP Minta Jadi Cawapres Anies

PROMOTOR dan otak intelektual perpanjangan masa jabatan presiden dan tunda PEMILU adalah Opung LBP. Karena dia juga amat sangat berkepentingan dengan kepemimpinan Jokowi. Posisi Opung setingkat di bawah Jokowi dan setengah tingkat di atas Wakil Presiden. Jokowi sangat patuh dan takut dengan Opung sehingga menjadikan Emak Banteng tidak suka sama Jokowi, begitu juga Surya Paloh (SP). Saat pertemuan dengan SP, Opung mencoba merayu setengah mengancam agar jangan mencalonkan Anies Baswedan atau membatalkan pencalonan Anies tetapi SP tidak bergeming. Maka coba dirayu untuk dijadikan dirinya Cawapres Anies. Lagi lagi SP menolak. Ia mengatakan  kalau urusan Cawapres saya serahkan sepenuhnya kepada Anies karena Capres kami NASDEM. Begitu juga ke PKS dengan cara yang sama dipakai yaitu bujuk rayu dan dengan nada-nada mengancam.  Akan tetapi PKS-pun tidak bergeming. Tidak mengiyakan juga tidak takut. Semua diserahkan kepada Anies Baswedan. Padahal PKS punya banyak kader yang mumpuni mampu duduk di kursi Cawapres dan sudah teruji. Sebut aja Kang Aher, mantan Gubernur Jawa Barat dua priode. Mau cari cara bagaimana lagi untuk menggolkan syahwat mereka. Melalui PN Jakpus dapat pertentangan. Ini yang ditakuti oleh Opung LBP kalau tidak menjabat lagi. Sebab rakyat terutama nitizen akan memburu hartanya dapat dari mana sebagaimana nitizen membongkar harta-harta pejabat pajak dan di Kementrian Keuangan saat ini. Tidak ada satupun orang yang tahu ada berapa kekayaan Opung LBP soalnya Opung tidak mencatatkan di LHKPN. PPATK saja gak tahu. Kalau tahu dia sudah umukan ke publik sebagaimana terjadi transaksi keuangan di Kementrian Keuangan yang mencapai 300 triliun. Nah kalau Opung berapa triliun yang diumpetin. Ada yang di PANAMA, ada yang di SWISS, dan ada di belahan dunia lain. Kalau ini diketahui publik dan Opung sudah gak menjabat lagi maka selesailah Opung. Langsung diucapkan shodaqallahu al-\'adziim. Memang harta yang didapat bareng setan pasti akan habis bersama Iblis. Seperti Hary Tanoe Soedibyo saat ini yang mau dimiskinkan oleh kejaksaan karena terlibat korupsi Rp78 triliun. Dan kejaksaan mulai beraksi menyita aset-aset milik Hary Tanu. Yah kalau gak disita pasti ditinggal gak dibawa mati. Apa dikubur boleh bawa harta kemudian bisa untuk menyogok malaikat? Tidaakkan? Jadi pasrahlah bahwa ini sudah saatnya kalian akan mendapat giliran di pengadilan. Perih loh Pung. Itu sangat menderita. Maka lebih baik kalau sudah buntu semua maka keluarkan PERPPU penundaan PEMILU.  iIu kalau berani. Mau ada kegentingan atau tidak keluarin saja. Sekadar testing the water. Lebih cepat lebih baik, kata Bang Ucup. Wallahu A\'lam ... Oleh MOH. NAUFAL DUNGGIO, Aktivis dan Ustadz Kampung, Bekasi, 100323.

Bongkar Otak Penunda Pemilu

Oleh Sugeng Waras - Purnawirawan TNI AD  Ini hanya sekelumit ucapan kasar, bak atom  yang sangat kecil dan halus,  dibanding bahaya besar dan luasnya akibat buruk jika Pemilu 2024 ditunda! Sebagai purnawirawan mantan serdadu saya  hanya berpikir, dari 10 pelor yang ada, hanya satu pelor yang akan saya siapkan untuk membunuh seorang oligarki, sedangkan 9 pelor lainya saya siapkan untuk memusnahkan sembilan orang orang boneka dan hamba oligarki. Bagaimana tidak, melalui pelemahan norma, perangkat pandangan, Undang undang / Perppu, sistem, struktur kelembagaan dan sumber daya manusia dari tahun ke tahun makin masif merajalela dan membabi buta. Munculnya BPIP / HIP,  UU Omnibus Law / Cipta Kerja, UU IKN dan UU KUHP bukti nyata lemahnya dan hancurnya penegakan hukum dan pembelaan terhadap rakyat sendiri. Celometan bahwa Presiden beserta kabinet, Kapolri dan Panglima TNI sebagai wujud bentuk negara benar-benar penyesatan dari makna sesungguhnya tentang negara yang mempunyai rumusan secara unsur terdiri dari pemerintah, rakyat, wilayah dan pengakuan politik dari negara lain serta secara aspek negara terdiri dari Ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, agama, pertahanan dan keamanan. Lebih tehnis dikaburkan dan dirancukan makna keamanan (KAM) dari HANKAM dengan KAMTIBMAS. Lebih menyedihkan lagi ketika posisi kedudukan POLRI di bawah langsung Presiden, justru TNI cukup hanya di bawah MENHAN, benar benar penyesatan dan penyalahgunaan kekuasaan, wewenang dan tanggung jawab sebagai GARDA terdepan dan BENTENG terakhir terhadap NKRI. Ironisnya, sang KAPOLRI dan Panglima TNI menjadi berbeda sikap sebelum dan setelah menjabat dan mungkin berkembang lagi setelah pensiun. Pendek kata masih banyak Rakyat hampir tidak berdaya meskipun hidup tidak memiliki tanah dan membeli air ditanah airnya sendiri. Tidak hanya itu, rakyat dibikin dan menjadi terpecah belah,  sulit menerjemahkan siapa mereka dan siapa kita, rentan bersatu untuk menjaga, membela dan mencintai negeri ini. Terus....bagaimana sikap kita? Pertama, Pemerintah harus benar benar konsisten dan konsekwen terhadap bingkai ruang dan waktu, misalnya ruang tahapan pemilu mulai sistim, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan paska pemilu, disisi lain tentang waktu, harus ditepati sesuai undang undang atau peraturan yang sudah ditetapkan sebelumnya ( tiap lima tahun ) berdasarkan UU Kedua, Rakyat harus peka, peduli, berani dan berhasil, dilandasi etos niat dan konkrit yang berketuhanan, konstitusional, konsepsional, profesional, proporsional, saling menghargai dan menghormati sesama, bermartabat, beradab dan bermanfaat, tak mundur dari target, tak terbang karena pujian dan tak tumbang karena cacian. Ketiga Pemahaman dan kesadaran terhadap *lingkungan / wilayah* sekitarnya terhadap perubahan sosial atau teritorial dalam masa damai atau perang. Keempat Pemerintah beserta jajaran harus luwes, menjaga keseimbangan dan kearifan dalam pergaulan dengan *orang asing / negara lain* dalam menempatkan dan memanfaatkan  kekuatan, kelemahan, peluang dan kendala guna kepentingan rakyat, tujuan nasional dan Internasional demi kemajuan dan kejayaan NKRI Kelima  Pemerintah bersama rakyat harus selaras, seimbang, harmonis dan optimis serta peka peduli dan tanggap terhadap perkembangan dan dinamika kondisi IPOLEKSOSBUDAGHUKHANKAM. Kesimpulannya dari fenomena, data dan fakta umum diatas, menggambarkan secara umum rakyat Indonesia masih kurang berani, rela menderita, belum fokus solusi yang baik untuk perubahan yang lebih baik, masih sebatas ide, gagasan, wacana, pandangan dan analisis. Ingat orang bekerja dan berbuat  selalu dimulai dari otak,  terus kemata, ketelinga, kemulut, turun kehati dan kembali ke otak apalagi otak penguasa yang rentan dengan kebijakan dan harapan. Saran, segera bekerja dengan data dan fakta, lengserkan penguasa, jangan ditunda tunda, karena apapun alasanya bahwa situasi dan kondisi suatu negara sebagai akibat kebijakan kepala negara, dengan kata lain, kebobrokan hukum harus dilawan dengan peradilan jalanan yang berdasarkan hukum (Bandung, 4 Maret 2023, Sugengwaras )

Gelombang People Power Tidak Lama Lagi Menerjang Negeri 062

Kasus demi kasus melibatkan pejabat negeri melanda Indonesia dari hari ke hari tanpa henti. Dan keinginan mempertahankan kekuasaan walaupun menabrak konstitusi tidak juga pernah kelihatan cape. Kesemua itu menyebabkan kerinduan rakyat agar rezim laknat ini bubar grak sesegera mungkin tidak terbendung. Tapi rakyat masih terpaku dengan keraguan penuh ketakutan dengan bayang-bayang dipenjara. Usaha demi usaha dari rezim laknat melanjutkan kekuasaan ibarat orang lagi bersetubuh dengan PSK kudisan. Segala cara dilakukan agar syahwat kekuasaannya bisa terealisir dan bisa jadi kenyataan. Dari semua di usahakan baru bisa terbuka peluang ada di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Hakim yang ahli NERAKA itu tak malu-malu memutuskan perkara yang bukan domain dia. Dan partai yang menggugatpun gak tahu dari mana batang hidungnya dan siapa dibalik partai prima itu. Teruslah berupaya memainkan semua kekuatan untuk melanggengkan kekuasaan yang menjijikkan. Segala upaya jorok dipakai bukan tidak ada kosekwensinya. Semua beresiko dan resiko yang paling berbahaya adalah kemarahan dan amuk massa. Rakyat diam bukan berarti menyetujui. Sudah pasti dengan kasus demi kasus korupsi pejabat yang terungkap ditambah beban rakyat makin tinggi akan menjadi alasan rakyat marah yang berakibat amuk massa yang menjelma jadi PEOPLE POWER dan menyeret para penghuni istana ke lembah penyiksaan karena korup dan maling. Bersiaplah rakyat semua. Jika sudah ada indikasi rakyat semua turun ke jalan maka semua rakyat tanpa kecuali harus turun bergabung tapi jangan dengan tangan kosong. Minimal ada sebatang tongkat kalau gak punya golok ditangan untuk berjaga-jaga dari segala kemungkinan buruk bila kita turun kejalan. Jika aseng dipakai untuk menghalau rakyat yang demo turun ke jalan maka langsung di matiin aja dengan apa yang kita pegang di tangan. InsyaAllah TNI/POLRI yang masih berdarah MERAH PUTIH akan tetap bersama kita rakyat Indonesia mempertahankan NKRI. Wallahu A\'lam ... MOH. NAUFAL DUNGGIO, (Aktivis dan Ustadz Kampung, Bekasi, 030323.

Sebagai Pembayar Pajak Saya Sakit Hati

Oleh Naniek S Dayang - Pegiat Sosial Media SAKIT HATI saya melihat twitter yg  kemudian saya SS ini. Jujur tadinya saya kasihan lihat bapak yang menyatakan mengundurkan diri dari PNS setelah dipecat dari jabatannya oleh Sri Mulyani. Tapi setelah lihat kekayaannya..Masyallah kok Anda jahat sekali? Kemudian begitu di twitter ada yang secara detail mengulik kekayaannnya saya sakit hati yang luar biasa. Sebagai  pembayar pajak saya sekali lagi sakit  hati akutt. Bayangkan bapak ini hanya pegawai negeri eselon tiga, tetapi salah satu rumahnya di Simpruk , Patal Senayan. Siapa coba yang tinggal di seputaran Simpruk - Permata Hijau  (daerah Patal Senayan)? Mereka antara lain Pak Hendro Priyono, Surya Paloh , TOP Eksekutif termahal Indonesia di jaman Orba, Tantri Abeng, Mantan Dirut Bank Mandiri  (Alm) ECW Neloe, Mantan Panglima TNI  Andika Perkasa, dll. Pokoknya politikus papan atas, konglomerat , dan para top eksekutif, rata-rata rumahnya di situ. Lho ini karyawan eselon tiga bisa punya rumah di situ ..ini kan edyannnnn!!!  Harga tanah di kawasan Simpruk (daerah patal Senayan) itu per meternya 40-50 juta , dia rumahnya hampir 700 meter. Tanahnya aja bisa 35 miliar , kalau sdh jadi bangunan rumah di situ rata-rata di atas Rp50 miliar!!! Jadi gak mungkin dia hanya punya harta 56 miliar seperti laporannya ke LHKPN. Kenapa? Dia seperti terekspose dalam twitter itu di Jakarta rumahnya gak hanya di Simpruk, tetapi juga ada di Jakarta Barat dan rumah di Jakarta Barat ini bukan rumah kecil! Dia juga punya rumah super mewah di daerah Timoho Yogjakarta lengkap dengan kolam renang dan fasilitas fitness. Dia juga punya rumah super  mewah di Menado, bahkan disebut-sebut di Manado dia yang punya komplek perumahan mewah. Bukan satu rumah mewah, tapi komplek! Dia juga punya restoran besar dan mewah  bernama Bilik Kayu di Jakarta dan di Yogjakarta. Jangan ditanya tumpukan  mobil mewah di setiap garasi rumahnya mulai dari Camry seri terbaru sampai Land Cruiser berharga 5 miliar berbiji juga ada , malah ada 2. Sepertinya mobil Robicon ini mobil termurahnya!  Soal Moge dia yang mengaku pinjam itu, ternyata di rumahnya juga ada beberapa biji. Bahkan anaknya yang kemarin memukuli anak pengurus GP Ansor itu saja sudah punya puluhan kamar  kos kosan  yang disewakan per kamarnya 3,5 juta/bulan.  Jadi sepertinya kalau ditotal jenderal, kekayaanannya itu bukan 56 miliar , tapi diduga bisa ratusan miliar. Lah properti mewah dan semua di tengah  kota itu emang  murah?  Jadi itu yang membuat saya sakit hati sebagai pembayar pajak. Bisa jadi para oknum ini tidak nyolong duit pajak kita yang sudah disetor ke negara, tapi dia kongkolikong dengan wajib pajak besar sehingga misalnya seorang wajib pajak yang harusnya bayar 100 M, disuruh bayar 30 M saja, nanti yang 20 M buat para oknum. Tentu wajib pajak besar senang banget, wong dia bisa hemat 50 M. Jadi oknum pajak gembira, para Wajib Pajak besar juga gembira. Nah lalu apa yang terjadi?  Target  pajak tidak nyampai atau tidak memenuhi target. Maka saat target pajak tidak nyampai itulah, akhirnya kita yang kecil-kecil diuber -uber berbagai pajak. Paham kan? Di Indonesia itu memang koruptor benar -benar seperti hidup di surga dunia. Bagaimana tidak? Kita nggak punya UU utk merampas harta mereka , karena kita tidak punya UU pembuktian terbalik! (*)

Ibu-ibu Pengajian vs Emak-emak Gila Dunia

Ada dua pasang suami istri dalam bertetangga, yang satu pasang kelihatan kampungan yang bawaannya hobi ngaji aja, dan yang satu pasang kelihatan modern, hobi shoping tawaf seluruh mall yang dekat dengan rumahnya.  Kelihatan istri dari pasangan ini jarang masuk dapur sehingga kulitnya putih bersih agak glowing. Berbeda dengan pasangan pertama walau tidak kelihatan megah rumah tangganya, namun tampak keluarga yang adem, rukun dan harmonis. Tidak pernah kelihatan di raut wajah mereka terutama istrinya memikul beban duniawiah. Ini gambaran perbedaan sepintas dua komunitas manusia, yang satu ikut pengajian dan yang satu hobi dengan keduniaan. Ibu-ibu yang suka ikut pengajian tidak pernah terlihat anak-anak mereka terlantar. Karena keluarganya sudah terbiasa dengan ritme kesibukan dunia dan akherat. Ibu-ibu yang ikut pengajian tidak pernah ganjen dengan lawan jenis walau kenal dekat. Mereka  tetap menjaga jarak sesuai tuntunan agama yakni bukan muhrim. Dan mereka dengan urusan dunia gak kesetanan ingin meraup semuanya. Terbalik dengan keluarga yang pertama yang kelihatan modern up to date tapi kelihatan tidak harmonis. Hampir pasti sepasang suami istri itu jarang ketemu karena kesibukan dunianya. Hampir pasti mereka jarang berkumpul satu keluarga itu. Istrinya kayak ibu-ibu sosialita dan suami sibuk di partai dan urusan dunia yang lain. Memang di kompleks tempat tinggalnya selalu mendominasi karena merasa lebih modern dari yang lain. Soalnya sebagian ibu-ibu di komplek itu rajin ke masjid mengikuti pengajian. Kalau ibu-ibu ini keluar dari rumah mau ke masjid tercium bau surga minyak sultan yang dipakai seperti bau di Makkah. Tapi kalau ibu-ibu yang kedua mau ke mall tercium bau wangi menusuk hidung yang di pakai perempuan-perempuan penggoda suami orang yang bikin dompet sampai ludes dan tuntas. Apa yang salah dari ibu-ibu pengajian? Mereka rajin ngaji tapi urusan rumah tangganya tidak terbengkalai. Prinsip ibu-ibu pengajian biar kelihatan kampungan karena ngaji terus dari pada sok modern tapi suka main dengan laki orang, begitu juga suaminya. Ibu-ibu pengajian mendapat dunia dan akheratpun dapat. Yang sering ikut pengajian kalau mau sebut Allah SWT tidak sulit dan lidah tidak belepotan belipat-lipat. Yang sering ke mall, dunia ambillah semua sepuas-puasnya mumpung kekuasaan ada di tangan kalian. Ingat umur udah mendekati maghrib. Tau dirilah. Wallahu A\'lam ... MOH. NAUFAL DUNGGIO (Aktivis dan Ustadz Kampung), Bekasi.

Pensiunan TNI Polri Akan Terus Kritis terhadap Rezim

Forum Purnawirawan Pejuang Indonesia (FPPI) berasal dan berawal dari mantan TNI POLRI yang sudah pensiun atau purnawirawan / PEPABRI (PPAD, PPAL, PPAU, POLRI) ditambah anggota kehormatan yang direkrut dari para pakar dan praktisi dibidangnya dan Anggota Luar Biasa (ALB) yang direkrut dari masyarakat dan kluarga besar TNI POLRI yang sepaham, namun bukan under boow nya PEPABRI. Selanjutnya bagi mereka yang masih  mampu dan ingin tetap konsisten dan konsekwen terhadap visi misi TNI POLRI aktif / PEPABRI sebagai garda terdepan dan benteng terakhir NKRI  bersama elemen dan komunitas lainnya tetap dan terus membela, mengawal, mengiringi, menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI, Keselamatan rakyat dan seluruh tumpah darah Indonesia membentuk suatu wadah FPPI, yang lahir pada 24 Januari 2022 ( hikmah dari hari kelahiran Panglima Besar TNI / ABRI Jendral Soedirman pada tanggal 24 Januari 1916 ),  di Monumen Perjuangan (MonJu) Bandung, Jawa Barat FPPI sebagai mitra pemerintah membantu, mengawal, mengiringi,  dan mengamankan jalannya roda pemerintahan namun bersikap tegas mengoreksi dan meluruskan terhadap kebijakan kebijakan yang menyimpang atau keluar dari on the track tujuan nasional dan internasional atau menyimpang dan keluar dari Pancasila dan UUD 1945, dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika. FPPI berjuang menegakkan kejujuran, kebenaran dan keadilan, tidak terbelenggu pada satu ormas atau satu partai saja, melainkan bebas dan berhak mendaftar BACALEG melalui partai apapun selama berlandaskan Pancasila dan UUD 45 dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Perbedaan dalam memilih partai sebagai jembatan ke CALEG justru merupakan pengayaan untuk sebagai pelopor, dinamisator dan stabilisator di lingkunganya, guna mengubah dan meniadakan rasa persaingan dan permusuhan satu sama lain. Dengan dijiwai Agamis Nasionalis, berangkat dari start yang berbeda, namun menuju satu tujuan, bersama sama elemen dan komunitas lain, mewujudkan NKRI yang berdaulat, kokoh, jaya dan sejahtera, dengan berkiblat kepada kepentingan rakyat yang cerdas dan sejahtera! Tak terbang karena pujian, tak tumbang karena cacian, FPPI akan tetap dan terus berjuang selama hayat masih dikandung badan, meningkatkan urun angan menjadi turun tangan, peka dan peduli terhadap ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan agama, bangsa dan negara, demi masa depan anak cucu cicit yang lebih baik, dengan etos kerja berkeTuhanan, konstitutional, konsepsional, profesional, proporsional, kompak bersatu, bermartabat, beradab dan bermanfaat,  dalam satu komando dan kendali yang terkodinir dan berkesinambungan, dengan  satukan niat, bulatkan tekad,  hanya bersandar kepada Alloh, TYME. Semoga Alloh SWT, TYME, senantiasa memberikan Amanah, Berkah dan Istiqomah serta bimbingan dan perlindunganya dalam segala aktivitas dan eksistensinya.... Aamiin YRA...!* (Bandung, 20 Februari  2023, Kol Purn Sugengwaras, Ketum FPPI)

Otaknya Hanya Separoh

Oleh Sugeng Waras - Purnawirawan TNI AD Mohon beribu ribu maaf menanggapi ucapan Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati yang juga didahului permohonan beribu ribu maaf...! Ironisnya banyak juga yang mengiringi dengan tepuk tangan menanggapi ucapan Megawati yang esensinya menyayangkan kepada kebanyakan emak emak/iibu ibu rumah tangga yang lebih mengutamakan ikut kegiatan pengajian dari pada kegiatan pekerjaan di rumah. Bisa dibayangkan pemahaman dan penghayatan terhadap makna Pancasila yang katanya konsep awal Bung Karno yang nota bene ayahandanya sendiri. Beruntung kemudian konsep awal itu dikelompokkerjakan oleh panitia sembilan dan dilengkapi dengan pemikiran saudara-saudara kita dari Indonesia Timur, sehingga menjadi makna yang prinsipal dan fundamental yang dipedomani oleh bangsa Indonesia hingga saat ini. Tanpa mengurangi rasa hormat, saya tidak melihat masalah ini dari kacamata ulama atau kiai yang ahli agama. Saya mengajak kita berpikir logis, pragmatis dan komprehensif terkait hal- hal yang tidak bisa dilihat dengan indra mata. Contoh konkrit perbedaan antara orang hidup yang masih bernyawa dan orang yang sudah mati tanpa nyawa. Secara penglihatan mata, orang hidup bisa berucap dan bergerak berdasarkan gagasan, pikiran ataupun niat kemauanya. Sedangkan orang mati tidak bisa sama sekali berucap atau bergerak layaknya yang bisa dilakukan oleh orang hidup. Dari sini menyimpulkan adanya perbedaan antara punya dan tidak punya nyawa, dengan kata lain nyawa yang tidak tampak itu memang ada. Di sisi lain tentang pendidikan, apakah bersifat pembentukan, pengembangan, penambahan, pemantapan ataupun penelitian, semuanya tidak terlepas dan telah tersurat serta tersirat dalam ilmu manajemen (mempersiapkan/merencanakan, rencana, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi) dan seterusnya. Bahkan seperti ditakdirkan adanya fakta yang berpasangan seperti dunia akhirat,  hidup mati, konkrit abstrak, besar kecil, laki laki  perempuan dan masih banyak lagi, yang bisa ditafsirkan sama sama kelihatan atau ada yang bisa dan tidak bisa kelihatan (dunia akhirat). dunia nyata, akhirat tidak nyata. Hal hal yang tidak nyata inilah yang perlu dibahas, dikaji, dianalisis disertai ilmu dan Iman. Jika memang sulit untuk memahami makna iman/kepercayaan, perlu melewati pemahaman bahwa segala sesuatu yang ada pasti ada yang mengadakan. Maka kita layak prihatin, atas ucapan Megawati sebagai figur publik sekaligus pimpinan organisasi besar  yang membawa dan mempengaruhi orang banyak, terkait ucapanya membandingkan kegiatan pengajian dan pekerjaan rumah tangga bagi ibu ibu/ emak emak, yang layak diragukan pemahamanya terhadap Pancasila sebagai dasar dan landasan berpikir bangsa Indonesia. Dikaitkan kebutuhan manusia hidup untuk memenuhi kebahagiaan dan kesejahteraan lahir batin, dunia akhirat, masa kini dan masa depan, seiring dengan perkembangan dunia dan kemajuan tehnologi, tidak menutup kemungkinan manusia berupaya menyesuaikan dengan kebutuhanya dengan menyeimbangkan bekal dan kebutuhan untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan dunia akhirat. Pasti tidak mungkin seorang Megawati berotak terbalik atau hanya berotak separuh yang akan membelenggu dan mempersempit pandanganya sendiri untuk kebaikan sesama....mit aamiitt...! Bandung, 19 Februari 2023

Kebangkitan Umat oleh Partai Ummat

Oleh KH A Cholil Ridwan - Wakil Ketua Pembina Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) dan Pimpinan Pesantren Husnayain RAKERNAS Partai Ummat yang perdana telah usai. Alhamdulillah alfaqir diundang untuk menghadiri pembukaannya Senin 13 Februari di Asrama Haji Pondok gede. Alfaqir yang hadir dari sebelum acara dimulai sampai dengan selesai doa penutup dibacakan mempunyai kesan-kesan positif yang nampaknya perlu alfaqir tulis agar dibaca oleh umat Islam secara luas terutama aktifis dan pendukung Partai Ummat. 1. Partai Ummat untuk menyelenggarakan Rakernas perdananya yang mengundang ribuan pengurus partai dari seluruh Indonesia, tidak memilih hotel berbintang atau tempat-tempat yang terkesan wah tapi Partai Ummat memilih tempat di Asrama Haji Pondok Gede yang bersahaja dan sederhana dan biaya yang dibayarkan tidak masuk kantong pemilik hotel yang biasanya sudah kaya raya dan non-muslim. Bahkan Hotel berbintang menyediakan minuman keras dan tidak menolak kalau digunakan untuk tindakan ma’shiyat lainnya. 2. Pidato politik Ketua Umum Partai Ummat yang ganteng berkalung sorban Yaser Arafat sarat dengan ayat suci Qur’an yang bukan hanya dibaca terjemahan maknanya dalam Bahasa Indonesia dan pekikan Allaahuakbar yang disambut gegap gempita oleh Pengurus yang memenuhi Gedung pertemuan. Ketum juga mengingatkan bahwa masjid bukan hanya tempat sholat, tapi masjid adalah pusat kegiatan umat termasuk kegiatan politik. 3. Begitu juga pidato politik Ketua Majelis Syuro Partai membaca ayat-ayat politik yang jarang diungkap oleh politikus muslim  dan beliau nampak bak ulama sepuh yang bijak yang sedang menyampaikan titahnya. 4. Ustadz Sambo membuat kejutan  mencuri waktu selama 5 menit yang diisi dengan memberikan kata pengantar sebelum membaca doa yang menyadarkan semua peserta rakernas untuk  selalu ikhlas dalam berjihad politik yang semata mencari ridho Allah dan aktip beribadah terutama sholat jamaah lima waktu di masjid dan selalu menjauhi maksiat. 5. Kejutan berikut Partai Ummat mendeklarasikan Anis Baswedan sebagai capres 2024 menjadi sepirit yang hangat untuk koalisi perubahan. Dan alfaqir juga pendukungnya lho. 6. Alfaqir sebagai Ketua Pembina BKsPPI, Wakil Ketua Pembina Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia DDII dan Pimpinan Pesantren Husnayain sangat mengharapkan saudara2 seiman yang sudah terlanjur aktip atau menjadi pendukung partai-partai sekuler agar hijrah menjadi pendukung Partai Ummat minimal dalam Pilkada, Pemilu dan pilpres 2024. Karena pada tahun 2005 MUI sudah mengeluarkan fatwa haramnya mengikuti faham Sekulerisme, Pruralisme dan Liberalisme, serta yang mengamalkanya bisa rawan menjadi murtad. 7. Semoga semua yang terucapkan di rakernas Partai Ummat perdana di Pondok Gede akan menjadi kenyataan yang benar-benar dilaksanakan dan umat memastikan bahwa Partai Ummat sudah menjadi Partai politik Islam yang ideologis, idealis, syar’iy dan kaaffah. Jakarta, Rabu 24 Rajab 1444 H.